<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797</id><updated>2011-10-10T19:32:19.370+07:00</updated><title type='text'>Al-Falah Connection HomePage</title><subtitle type='html'>Blog Resmi Jaringan Alumni Al-Falah Lemahabang Bone-Bone, Kab. Luwu Utara, Sulawesi Selatan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>63</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-8089325536455620935</id><published>2008-02-16T23:27:00.007+07:00</published><updated>2008-02-17T09:59:28.256+07:00</updated><title type='text'>Pengumuman Pindah Alamat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Assalamu Alaikum Wr. Wb.&lt;br /&gt;Selamat Datang kembali di blog ini.&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil kesepakatan para penggemar, pengamat, dan administrator Blog Al-Falah Connection, maka alamat blog sekarang dipindahkan ke &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://alfalahconnection.wordpress.com"&gt;Sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Blog ini tidak akan di update sejak tanggal 14 Februari 2008. Untuk melihat perkembangan selanjutnya, silakan Klik di &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://alfalahconnection.wordpress.com"&gt;Sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;. Bagi Anggota yang belum memperbaharui profilnya, dipersilahkan menghubungi Admin.&lt;br /&gt;Hal ini dilakukan dengan alasan yang sangat urgen, yakni tentang kemudahan&lt;br /&gt;komunikasi dan timbal balik informasi.&lt;br /&gt;Semoga dengan adanya pindahan ini, Al-Falah Connection akan lebih maju.&lt;br /&gt;Selanjutnya, blog ini masih tetap dapat diakses, begitu juga dengan arsip artikel&lt;br /&gt;yang ada di dalamnya, juga masih tetap dapat dinikmati.&lt;br /&gt;Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya program WebBlog Alfaconn. Terima kasih kepada para pengunjung yang telah memberikan komentar. Dan terima kasih kepada teman-teman yang telah menjadi pengunjung tetap AlfaConn.&lt;br /&gt;Selanjutnya, kita bisa berkomunikasi di &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://alfalahconnection.wordpress.com"&gt;Sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wassalam ...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-8089325536455620935?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/8089325536455620935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=8089325536455620935&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/8089325536455620935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/8089325536455620935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2008/02/pengumuman-pindah-alamat.html' title='Pengumuman Pindah Alamat'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-8501500728925676944</id><published>2008-02-13T07:06:00.000+07:00</published><updated>2008-02-13T07:09:00.450+07:00</updated><title type='text'>Jadwal Penulis di Al-Falah Connection</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan hasil rapat sepihak antara admin blog Al-Falah Connection dan Direktur Blog Iderahmat, berikut ini adalah &lt;b&gt;Nama Para Blogger &lt;/b&gt;yang berkewajiban mengisi postingan di blog resmi Al-Falah Connection ini. Jadwal ini bersifat wajib dan harus, postingan &lt;b&gt;bersifat bebas tema&lt;/b&gt;, dipersilahkan untuk mengirimkan artikel ke alamat email di kolom sebelah kanan blog. Atau jika sudah bisa posting dipersilahkan untuk langsung login ke blogger.com (username dan password silakan minta via SMS ke nomornya Bidin). Atas perhatian dan kerjasama serta tulisan yang dikirimkan atau dipostingkan, kami sebagai pengurus mengucapkan terima kasih. Postingan akan diterbitkan setiap &lt;b&gt;Hari Minggu&lt;/b&gt;, karena itu diharapkan bagi yang mengirim email, sehari atau dua hari sebelumnya.&lt;br /&gt;Adapun daftar tersebut adalah :&lt;br /&gt;Minggu, 17 Februari 2008 : &lt;b&gt;Yunan Nawawi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 24 Februari 2008 : &lt;b&gt;GustySyamsy&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 02 Maret 2008 : &lt;b&gt;Rahmat Hidayat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 09 Maret 2008 : &lt;b&gt;Abdul Musthofa&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 16 Maret 2008 : &lt;b&gt;Makhrus Habibi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 23 Maret 2008 : &lt;b&gt;Ramlah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 30 Maret 2008 : &lt;b&gt;Aris&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 06 April 2008 : &lt;b&gt;Ikhwan Hadi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 13 April 2008 : &lt;b&gt;M. Zainal Abidin&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 20 April 2008 : &lt;b&gt;Masruri&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 27 April 2008 : &lt;b&gt;Rusmitasari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Semoga tugas menulis ini tidak menjadi beban, tapi malah menjadi cambuk untuk mampu berkreasi lebih baik.&lt;br /&gt;Bagi teman-teman yang ingin punya blog, baik di Blogger maupun Wordpress silakan hubungi Bidin. Ketentuan harga dan kesepakatan ditentukan kemudian. Hehe ...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-8501500728925676944?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/8501500728925676944/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=8501500728925676944&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/8501500728925676944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/8501500728925676944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2008/02/jadwal-penulis-di-al-falah-connection.html' title='Jadwal Penulis di Al-Falah Connection'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-4711771043871116084</id><published>2008-02-07T07:35:00.002+07:00</published><updated>2008-02-07T07:39:14.692+07:00</updated><title type='text'>BACAAN WAJIB MENATAP 2008 (Rencana Program Alfalah-Conection)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify; font-family: verdana;" type="A"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CATATAN SINGKAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lebih baik menahan seluruh pasukan dan tidak dihancurkan oleh musuh dari pada menderita setalah pertempuran&lt;/span&gt; (Sunzui)&lt;br /&gt;Banyak cita-cita yang melatarbelakangi keberadaan Alfacon. Berbagai gagasan dan pemikiran telah berdialektik bersamanya, tidak sedikit mereka yang menyediakan waktu dan bergelut, bernostalgia bersamanya. Dan banyak pengharapan implementasi dari otak-otak (baca : pemikiran) darinya dan impian besar tertumpu padanya.&lt;br /&gt;Tapi disisi lain pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah yang di cita-citakan oleh Alfacon ?, Siapa, dimana dan bagaimana sebenarnya Alfacon dalam mewujudkan mimpi-mimpinya ?. Dari pertanyaan inilah kemudian muncul perumusan visi, misi dan strategi yang kemudian terwujud dalam program jangka panjang yang kemudian di spesifikkan  dengan program jangka pendek atau tahunan dengan skala prioritas tertentu untuk mencapai apa yang di cita-citakan.&lt;br /&gt;Tidak ada kata tidak mungkin, berangkat dari hal-hal yang terkecil, memadukan dari pemikiran-pemikiran sederhana dan di implementasikan dalam langkah-langkah yang praktis, sebuah kekuatan sekecil apapun awalnya akan bisa menjadi kekuatan/arus yang besar di kemudian hari. Inilah yang kemudian menjadi spirit Alfacon, dengan mengurangi beberapa kelemahan dan memaksimalkan beberapa kelebihannya, kesabaran dalam menjalin komunikasi dan transformasi gagasan sampai skill praktis yang sekaligus dengan manajemen yang strategis dan sistematis, Alfacon akan menjadi sebuah kekuatan besar, baik pada tingkatan aksiologi maupun pada tingkatan epsitemologi.&lt;br /&gt;Kurang lebih sudah 1 (satu ) tahun Alfacon berada dengan berbagai varian pemikirannya, aksinya dan tentunya mimpi-mimpinya, banyak orang bilang, keberadaannya hanya semangat anak muda yang cepat atau lambat akan pudar, dengan berkarya semua akan terjawab apa dan bagaimana Alfacon, sekarang besok maupun mendatang.&lt;br /&gt;Alfalah Connection dalam 1 (satu) tahun ini (baca : 2007) telah melaksanakan beberapa agenda, baik pada tingkatan struktural maupun pada tingkatan kultural. Penguatan emosional, kesamaan pemikiran dan kesatuan gerakan. Itulah beberapa targetan selama tahun-tahun awal yang kemudian bisa dijadikan ukuran dalam menentukan keberhasilan target program tahun 2007&lt;br /&gt;Beberapa program telah dirumuskan melalui pertemuan singkat dan tatap muka cepat, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik dalam hitungan tahunan maupun dalam hitungan bulanan, yang diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul type="1"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Out Bond&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agenda ini diadakan dengan tujuan untuk penguatan emosional jaringan dan menyamakan frekuensi pemikiran dan gerakan, apa yang menjadi keinginan masing-masing personal dan bagaimana mewujudkannnya baik dengan kekuatan personal maupun dengan kekuatan komunal. Agenda ini di fokuskan di jaringan Jawa yang selain mempunyai banyak kesamaan pemikiran juga secara teritorial sudah terkondisikan. Di ikuti oleh Rahmat Hidayat (Bandung-Jawa Barat) Mizan Bazari (Madiun-Jawa Timur) Makhrus Habibi (Tulungagung-Jawa Timur) Ikhwan Hadi (Malang-Jawa Timur) Pendik (Malang-Jawa Timur, sekarang pindah ke Bandung) dan Masruri (Malang-Jawa Timur) yang dilaksanakan di kawasan pegunungan Nganjuk Jawa Timur.&lt;br /&gt;Agendanya sangat sederhana, dari diskusi kecil, cerita-cerita singkat tentang susahnya di rantauan sampai pada cita-cita yang ingin di wujudkan dan perumusan program-program yang akan di lakukan Alfacon ke depan. Sebuah komitmen gerakan dimunculkan dan tukar informasi menjadi catatan penting dalam agenda ini.&lt;br /&gt;Target agenda yang telah di rencanakan sudah terpenuhi dengan beberapa catatan evaluasi, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;ul type="a"&gt;&lt;li&gt;Ketidakhadiran Kawan Yunan Nawawi (Yogyakarta)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pemilihan tempat yang kurang sesuai harapan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konsep yang belum matang&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perencanaan keuangan yang belum maksimal&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Hal inilah yang kemudian menjadi bahan evaluasi pada agenda ini, khususnya di tingkat teknis agenda.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengadaan Webblog&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Program ini sebenarnya yang pertama kali muncul setelah pertemuan singkat beberapa orang. Landasan pemikiran dari program ini adalah sebagai pusat informasi dan komunikasi serta pusat pemikiran dan gagasan.&lt;br /&gt;Beberapa tulisan kemudian mewarnai webblog ini, yang kemudian menjadi harapan akan munculnya kesepemahaman gagasan dan gerakan, serta peningkatan skill penulisan personal anggota.&lt;br /&gt;Ada bebarapa catatan dalam program pengadaan webblog ini, di antaranya adalah :&lt;br /&gt;&lt;ul type="a"&gt;&lt;li&gt;Manajemen keuangan masih belum terkonsep secara jelas sehingga masih mengandalkan keuangan sendiri/operator (Muhammad Zainal Abidin) yang kemudian sedikit menghambat kerja-kerjanya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada wilayah keanggotaan, kebanyakan anggota masih belum terbiasa dengan dunia maya sehingga keberadaannya masih terbatas pada beberapa kalangan. Pada tingkatan alumni keberadaannya kebanyakan masih di tingkatan mahasiswa, pada tingkatan eksternal (alfalah) masih beberapa orang yang mengakses dan itupun sangat jarang, pada tingkatan siswa alfalah sendiri masih belum sama sekali pernah dan bisa mengakses media ini.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada awalnya eksplorasi gagasan dengan bentuk tulisan-tulisan pada media ini begitu masksimal, selain karena masih belum mempunyai blog-blog pribadi, kebanyakan memang seorang penulis pada awalnya sangat kaya ide dan gagasan. Tetapi pada kemudiannya sangat sedikit tulisan yang masuk di webblog ini, itupun penulisnya masih tetap. Pada tingkatan ini skill menulis yang ada pada Alfacon masih belum maksimal, entah karena malu karena tulisannya masih kurang bagus, malu karena gagasannya belum terlalu cerdas atau memang karena malas menulis dan tidak punya keinginan untuk menulis.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada tingkatan bahasa penulisan, banyak mengalami kendala, khususnya pada wilayah transformasi gagasannya, bahasa yang sering di gunakan dalam penulisan-penulisan sangat terpengaruh oleh aktivitas penulis yang kebanyakan menjadi mahasiswa, bisa dipahami gagasannya yang menjadi tujuan penulisan ternyata masih terkendala dengan pemakaian bahasa (baca : mahasiswa banget), sehingga kemudian membawa pada kurang dinamisnya penulis-penulis di Alfacon, atau dalam pengertiannya penulis-penulis masih belum berdialektika dengan penulis-penulis lainnya, entah dengan meninggalkan komentarnya atau dengan membantah dengan tulisan-tulisannya. Sedangkan pada sisi ini, skill menulis yang menjadi sangat penting baik pada tingkatan komunikasi gagasan maupun pada peningkatan sumberdaya masih sangat minim.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Informal Meeting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Agenda ini digagas seiring dengan gagasan pengadaan webblog, yang pada perencanaannya akan dijadikan agenda bulanan (1x/bulan), yang diagendakan pada awal-awal bulan. Dari awal samapi sekarang agenda ini yang masih belum maksimal berjalan bahkan sangat jarang. Hal ini kemudian membawa implikasi pada minimnya komunikasi, entah itu pada skala emosional maupun pemikiran, sehingga tulisanpun sangat jarang dan rencana-rencana yang seharusnya terkomunikasikan masih belum bisa yang kemudiannya agenda tidak terencana sesuai dengan kesepakatan Alfacon yang mengesankan bahwa Alfacon hanya beberapa orang yang mengingikan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Reuni Alumni Al-Falah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tujuan agenda ini adalah menegaskan diri atas keberadaan Alfacon (jaringan alumni Al-Falah) baik dimata alumni yang masih belum tahu, dimata masyarakat, dan dimata Al-falah sendiri. Yang sekaligus mentransformasikan gagasan-gagasan dari Alfacon sendiri. Kegiatan ini dilaksanakan pada lebaran Idul Fitri hari ke-4, dengan beberapa persiapan yang sangat minim dan mendesak. Kegiatan ini dinilai cukup sukses dan sesuai dengan targetan yang kemudian membuahkan beberapa catatan realitas alumni Al-falah :&lt;br /&gt;&lt;ul type="a"&gt;&lt;li&gt;Mempuyai latar belakang yang bermacam-macam, khususnya pada profesi dan pemikiran&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mayoritas masyarakat kelas menengah ke bawah/ belum tertata secara ekonomi&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mayoritas tidak melanjutkan pendidikan&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Masih kurang komunikatif (minder)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rata-rata masih di usia angkatan kerja&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pragmatis, materialis&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Semangat lokalitas yang sangat tinggi&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Antar angkatan masih belum komunikatif&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Beberap catatan inilah yang kemudian membuat sulitnya komunikasi gagasan.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Buletin Madani&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena sifatnya jaringan dan posisinya saling berjauhan, selain dimaksudkan sebagai media komunikasi gagasan, baik ke alfalah sendiri maupun ke masyarakat. Buletin Madani juga dimaksudkan untuk media eksplorasi dan aktualisasi Alfacon. Al hasil dari beberapa pertemuan ada sebuah kesepakatan untuk penerbitannya yang akan di kelola kawan-kawan di Palopo dan di Bone-Bone.&lt;br /&gt;Evaluasinya pada tingkatan materi, kebanyakan tulisan-tulisan yang ada di Madani masih belum satu frame pemikiran, masih ada perbedaan cara pandang. Selain itu pada tingkatan bahasa, Buletin Madani yang gagasannya di tulis dari kalangan mahasiswa masih belum tertransformasikan secara substansial, berbagai komentar telah datang, dari bentuknya yang sangat sederhana, bahasa yang terlalu mahasiswa, tema yang kurang up to date sampai pada minimnya penulis.&lt;br /&gt;Selain program-program formal dan informal diatas, ada beberapa catatan-catatan dalam program non formal, tentang beberapa diskusi-diskusi kecil yang mencoba mengulas dan membahas keberadaan Alfacon yang khusus membahas tentang cita-cita Alfacon sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;Berangkat dari berbagai pemikiran Alfacon serta catatan-catatan tulisan di webblog, Alfacon mencita-citakan terbentuknya Masyarakat Madani (civil society) dengan konsentrasi gerakannya di wilayah pendidikan. Yang kemudiannya ini menjadi titik pijak pada program tahun 2008 yang sekaligus menjai rekomendasi akhir tahun, adalah :&lt;ul type="1"&gt;&lt;li&gt;Ideologisasi : Dengan adanya cita-cita ideal Alfacon, terbentuknya masyarakat Madani /civil society maka harus segera terumusankannya Masyarakat Madani dalam perspektif Alfacon&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keorganisasian : Pada awalnya Alfacon adalah organisasi yang berbentuk jaringan, tetapi pada wilayah kerjanya hal ini sangat ambigu, satu sisi harus ada koordinasi tetapi sisi lain Alfacon tidak mempunyai Struktur organiasi. Berangkat dari analisa diatas harus ada rumusan yang jelas keberadaan Alfacon, apakah tetap memakai jaringan (connection) atau memakai organisasi struktural&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Finansial : kerja-kerja Alfacon sampai saat ini masih belum ada rumusan yang jelas terkait dengan manajemen keuangan, tentang pengolahan blog sampai pada penerbitan Buletin Madani, hal ini tentu sangat menghambat kerja-kerjanya, sehingga keuangan sangat penting untuk dirumuskan guna memaksimalkan kerja-kerja Alfacon&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Karena keberadaan anggota Alfacon yang terkomunikasikan masih sebatas di tingkatan mahasiswa, hal yang paling penting dari berbagai evaluasi kelemahannya adalah penguatan Skill menulis (jurnalistik) yang menjadi syarat mutlak dalam mentransformasikan gagasan-gagasannya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;Beberapa hal diatas yang kemudian akan menjadi titik pijak pada program-program selanjutnya.&lt;/ul&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KE DEPAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;New context, new paradigm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setiap gerakan selalu berpijak dalam suatu konstruksi realitas sosial tertentu. Tidak ahistoris dan karenanya material. Hukum ini menunjukkan bahwa gerakan perubahan tidak terlepas dari teks-teks social lain termasuk the dominant ideology yang bekerja, gerakan-gerakan yang telah ada atau yang akan ada tidak bisa dilepaskan dari gerakan global yang biasa di definisakan dengan globalisasi&lt;br /&gt;Secara paradigmatik, ada tiga pandangan dalam memandang globalisasi (David Held, et al, 1998). (1) Skeptis : globalisasi hanya akan menuai kegagalan dalam mewujudkan trasnformasi sosial berkeadilan. (2) Optimistik : globalisasi sebagai jawaban terang benderang atas  masa depan ekonomi politik global. (3) Transformasional, yang masih melihat sekian kemungkinan masa depan globalisasi, karena amat tergantung pada sekian variabel yang tidak bisa direduksikan begitu saja dalam satu faktor dominan.&lt;br /&gt;Terlepas dari itu, yang terpenting bahwa globalisasi ada dan keberadaan prosesnya tidak secara sektoral tetapi secara gradual, secara menyeluruh baik di tingkatan ekonomi, sosial, budaya, pendidikan maupun politik tentunya. Lemahnya peran negara, mahalnya pendidikan, jebloknya nilai rupiah, tidak kuatnya ketahanan pangan nasional, rusaknya hutan, konsumtifme, aksi kekerasan dan lain sebagainya, tidak bisa dipandang secara sektoral dalam menganalisanya tetapi adalah by design global&lt;br /&gt;Apakah kita mengiyakan realitas global atau menafikan atau bahkan menolak, adalah sebuah pilihan yang kemudian akan sangat menentukan gerak langkah ke depan, dari pribadi seorang pelajar/masyarakat sampai pada lembaga-lembaga baik yang dimiliki masyarakat maupun negara.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-weight: bold;"&gt;PRIORITAS PROGRAM&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul type="a"&gt;&lt;li&gt;Keorganisasian : Penguatan internal organisasi (struktur, ideologisasi, finansial dan manajerial)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Net working : penguatan jaringan, baik jejaring internal (mengkomunikasikan ke alumni sebanyak-banyaknya) maupun eksternal Alfacon&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penguatan skill praktis Jurnalistik&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penguatan sumber daya anggota&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li style="font-weight: bold;"&gt;INDIKATOR KEBERHASILAN&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;ul type="a"&gt;&lt;li&gt;Penerbitan Buletin Madani secara continue&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Terbentuknya format organisai secara jelas&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Peningkatan secara kuantitas penulis di webblog&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bargaining posisi&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anggota mempunyai webblog&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RENCANA PROGRAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pelatihan Jurnalistik&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukan apakah kita bisa mencapai tujuan dan targetan tahunan tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mencapai targetan tan tujuan tersebut. Menghargai proses dan maksimal berproses adalah catatan penting dalam awal-awal penguatan Alfacon. Kesatuan komitmen dan saling menyadari adalah hal yang sangat penting dalam membangin ikatan emosional organiasi dan tentunya adalah sebuah kesalahan ketika kita tidak serius dalam melakukan suatu hal baik, hanya orang bodohlah yang melakukan kesalahan dua kali. Dan orang yang akan menyesal di kemudian adalah orang yang menutup diri atas beberapa kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: right; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tulungagung, 30 Januari 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Makhrus Habibi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-4711771043871116084?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/4711771043871116084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=4711771043871116084&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/4711771043871116084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/4711771043871116084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2008/02/bacaan-wajib-menatap-2008-rencana.html' title='BACAAN WAJIB MENATAP 2008 (Rencana Program Alfalah-Conection)'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-1614232361223050243</id><published>2008-02-07T07:16:00.001+07:00</published><updated>2008-02-07T07:16:57.733+07:00</updated><title type='text'>Menikmati Kritik dan Celaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Kejernihan dan kekotoran hati seseorang akan tampak jelas tatkala dirinya ditimpa kritik, celaan, atau penghinaan orang lain. Bagi orang yang lemah akal dan imannya, niscaya akan mudah goyah dan resah. Ia akan sibuk menganiaya diri sendiri dengan memboroskan waktu untuk memikirkan kemungkinan melakukan pembalasan. Mungkin dengan cara-cara mengorek-ngorek pula aib lawannya tersebut atau mencari dalih-dalih untuk membela diri, yang ternyata ujung dari perbuatannya tersebut hanya akan membuat dirinya semakin tenggelam dalam kesengsaraan batin dan kegelisahan.&lt;br /&gt;Persis seperti orang yang sedang duduk di sebuah kursi sementara di bawahnya ada seekor ular berbisa yang siap mematuk kakinya. Tiba-tiba datang beberapa orang yang memberitahukan bahaya yang mengancam dirinya itu. Yang seorang menyampaikannya dengan cara halus, sedangkan yang lainnya dengan cara kasar. Namun, apa yang terjadi? Setelah ia mendengar pemberitahuan itu, diambilnya sebuah pemukul, lalu dipukulkannya, bukan kepada ular namun kepada orang-orang yang memberitahukan adanya bahaya tersebut.&lt;br /&gt;Lain halnya dengan orang yang memiliki kejernihan hati dan ketinggian akhlak. Ketika datang badai kritik, celaan, serta penghinaan seberat atau sedahsyat apapun, dia tetap tegar, tak goyah sedikit pun. Malah ia justru dapat menikmati karena yakin betul bahwa semua musibah yang menimpanya tersebut semata-mata terjadi dengan seijin Allah Azza wa Jalla.&lt;br /&gt;Allah tahu persis segala aib dan cela hamba-Nya dan Dia berkenan memberitahunya dengan cara apa saja dan melalui apa saja yang dikehendaki-Nya. Terkadang terbentuk nasehat yang halus, adakalanya lewat obrolan dan guyonan seorang teman, bahkan tak jarang berupa cacian teramat pedas dan menyakitkan. Ia pun bisa muncul melalui lisan seorang guru, ulama, orang tua, sahabat, adik, musuh, atau siapa saja. Terserah Allah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jadi, kenapa kita harus merepotkan diri membalas orang-orang yang menjadi jalan keuntungan bagi kita? Padahal seharusnya kita bersyukur dengan sebesar-besar syukur karena tanpa kita bayar atau kita gaji mereka sudi meluangkan waktu memberitahu segala kejelekkan dan aib yang mengancam amal-amal shaleh kita di akhirat kelak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Karenanya, jangan aneh jika kita saksikan orang-orang mulia dan ulama yang shaleh ketika dihina dan dicaci, sama sekali tidak menunjukkan perasaan sakit hati dan keresahan. Sebaliknya, mereka malahan bersikap penuh dengan kemuliaan, memaafkan dan bahkan mengirimkan hadiah sebagai tanda terima kasih atas pemberitahuan ihwal aib yang justru tidak sempat terlihat oleh dirinya sendiri, tetapi dengan penuh kesungguhan telah disampaikan oleh orang-orang yang tidak menyukainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sahabat, bagi kita yang berlumur dosa ini, haruslah senantiasa waspada terhadap pemberitahuan dari Allah yang setiap saat bisa datang dengan berbagai bentuk.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketahuilah, ada tiga bentuk sikap orang yang menyampaikan kritik. Pertama, kritiknya benar dan caranya pun benar. Kedua, kritiknya benar, tetapi caranya menyakitkan. Dan ketiga, kritiknya tidak benar dan caranya pun menyakitkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bentuk kritik yang manapun datang kepada kita, semuanya menguntungkan. Sama sekali tidak menjatuhkan kemuliaan kita dihadapan siapapun, sekiranya sikap kita dalam menghadapinya penuh dengan kemuliaan sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Karena, sesungguhnya kemuliaan dan keridhaan-Nyalah yang menjadi penentu itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Allah SWT berfirman, "Dan janganlah engkau berduka cita karena perkataan mereka. Sesungguhnya kekuatan itu bagi Allah semuanya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS. Yunus [10] : 65)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ingatlah, walaupun bergabung jin dan manusia menghina kita, kalau Allah menghendaki kemuliaan kepada diri kita, maka tidak akan membuat diri kita menjadi jatuh ke lembah kehinaan. Apalah artinya kekuatan sang mahluk dibandingkan Khalik-nya? Manusia memang sering lupa bahwa qudrah dan iradah Allah itu berada di atas segalanya. Sehingga menjadi sombong dan takabur, seakan-akan dunia dan isinya ini berada dalam genggaman tangannya. Naudzubillaah!!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Padahal, Allah Azza wa Jalla telah berfirman, "Katakanlah, Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan. Engkau berikan kerajaan kepada orang Kau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Kau kehendaki. Engkau muliakan yang Kau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Kau Kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS. Ali ‘Imran [3] : 26)***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;dari : Managemen Qalbu oleh Abdullah Gymnastiar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-1614232361223050243?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/1614232361223050243/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=1614232361223050243&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/1614232361223050243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/1614232361223050243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2008/02/menikmati-kritik-dan-celaan.html' title='Menikmati Kritik dan Celaan'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-29360905844559047</id><published>2008-01-28T08:25:00.000+07:00</published><updated>2008-01-28T08:29:22.325+07:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Pak Harto</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: verdana;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R50vvIL9hWI/AAAAAAAAADM/DXGxIo2C_XQ/s1600-h/Soeharto1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R50vvIL9hWI/AAAAAAAAADM/DXGxIo2C_XQ/s200/Soeharto1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5160333234734466402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perpisahan memang akan selalu menimbulkan kepedihan. Orang yang selama ini dicerca, akhirnya hanya dikenang kebaikannya saja.&lt;br /&gt;Bak pepatah : Harimau mati meninggalkan belang, orang mati meninggalkan budi.&lt;br /&gt;Selamat jalan Pak Harto ...&lt;br /&gt;Meski tak tahu menahu tentang semua kelakuanmu pada bangsa-ku, kau tetap kuanggap sebagai pahlawan pembangunan negeriku. Semoga segala amal baik-mu diterima oleh-Nya. Semoga dosa-dosamu dihapuskan oleh-Nya. Semoga kau mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. Beberapa dari kami berdoa untukmu, semoga kau bahagia di sana.&lt;br /&gt;Selamat jalan Pak Harto ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-29360905844559047?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/29360905844559047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=29360905844559047&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/29360905844559047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/29360905844559047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2008/01/selamat-jalan-pak-harto.html' title='Selamat Jalan Pak Harto'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R50vvIL9hWI/AAAAAAAAADM/DXGxIo2C_XQ/s72-c/Soeharto1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-318284332836182336</id><published>2008-01-28T08:24:00.000+07:00</published><updated>2008-01-28T08:25:26.405+07:00</updated><title type='text'>Memperindah Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Setiap manusia tentulah sangat menyukai dan merindukan keindahan. Banyak orang yang menganggap keindahan adalah pangkal dari segala puji dan harga. Tidak usah heran kalau banyak orang memburunya. Ada orang yang berani pergi beratus bahkan beribu kilometer semata-mata untuk mencari suasana pemandangan yang indah. Banyak orang rela membuang waktu untuk berlatih mengolah jasmani setiap saat karena sangat ingin memiliki tubuh yang indah. Tak sedikit juga orang berani membelanjakan uangnya berjuta bahkan bermilyar karena sangat rindu memiliki rumah atau kendaraan mewah.&lt;br /&gt;Akan tetapi, apa yang terjadi? Tak jarang kita menyaksikan betapa terhadap orang-orang yang memiliki pakaian dan penampilan yang mahal dan indah, yang datang ternyata bukan penghargaan, melainkan justru penghinaaan. Ada juga orang yang memiliki rumah megah dan mewah, tetapi bukannya mendapatkan pujian, melainkan malah cibiran dan cacian. Mengapa keindahan yang tadinya disangka akan mengangkat derajat kemuliaan malah sebaliknya, padahal kunci keindahan yang sesungguhnya adalah jika sesorang merawat serta memperhatikan kecantikan dan keindahan hati. Inilah pangkal kemuliaan sebenarnya.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pakaiannya tidak bertabur bintang penghargaan, tanda jasa, dan pangkat. Akan tetapi, demi Allah sampai saat ini tidak pernah berkurang kemuliaannya. Rasulullah SAW tidak menggunakan singgasana dari emas yang gemerlap, ataupun memiliki rumah yang megah dan indah. Akan tetapi, sampai detik ini sama sekali tidak pernah luntur pujian dan penghargaan terhadapnya, bahkan hingga kelak datang akhir zaman. Apakah rahasianya? Ternyata semua itu dikarenakan Rasulullah SAW adalah orang yang sangat menjaga mutu keindahan dan kesucian hatinya.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu!" (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Boleh saja kita memakai segala apapun yang indah-indah. Namun, kalau tidak memiliki hati yang indah,demi Allah tidak akan pernah ada keindahan yang sebenarnya. Karenanya jangan terpedaya oleh keindahan dunia. Lihatlah, begitu banyak wanita malang yang tidak mengenal moral dan harga diri. Mereka pun tidak kalah indah dan molek wajah, tubuh, ataupun penampilannya. Kendatipun demikian, mereka tetap diberi oleh Allah dunia yang indah dan melimpah.&lt;br /&gt;Ternyata dunia dan kemewahan bukanlah tanda kemuliaan yang sesungguhnya karena orang-orang yang rusak dan durjana sekalipun diberi aneka kemewahan yang melimpah ruah oleh Allah. Kunci bagi orang-orang yang ingin sukses, yang ingin benar-benar merasakan lezat dan mulianya hidup, adalah orang-orang yang sangat memelihara serta merawat keindahan dan kesucian qalbunya.&lt;br /&gt;Imam Al Ghazali menggolongkan hati ke dalam tiga golongan, yakni yang sehat (qolbun shahih), hati yang sakit (qolbun maridh), dan hati yang mati (&lt;i&gt;qolbun mayyit&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Seseorang yang memiliki hati sehat tak ubahnya memiliki tubuh yang sehat. Ia akan berfungsi optimal. Ia akan mampu memilih dan memilah setiap rencana atas suatu tindakan, sehingga setiap yang akan diperbuatnya benar-benar sudah melewati perhitungan yang jitu berdasarkan hati nurani yang bersih. Orang yang paling beruntung memiliki hati yang sehat adalah orang yang dapat mengenal Allah Azza wa Jalla dengan baik. Semakin cemerlang hatinya, maka akan semakin mengenal dia. Penguasa jagat raya alam semesta ini. Ia akan memiliki mutu pribadi yang begitu hebat dan mempesona. Tidak akan pernah menjadi ujub dan takabur ketika mendapatkan sesuatu, namun sebaliknya akan menjadi orang yang tersungkur bersujud. Semakin tinggi pangkatnya, akan membuatnya semakin rendah hati. Kian melimpah hartanya, ia akan kian dermawan. Semua itu dikarenakan ia menyadari, bahwa semua yang ada adalah titipan Allah semata. Tidak dinafkahkan di jalan Allah, pasti Allah akan mengambilnya jika Dia kehendaki. Semakin bersih hati, hidupnya akan selalu diselimuti rasa syukur. Dikaruniai apa saja, kendati sedikit, ia tidak akan habis-habisnya meyakini bahwa semua ini adalah titipan Allah semata, sehingga amat jauh dari sikap ujub dan takabur. Persis seperti ucapan yang terlontar dari lisan Nabi Sulaiman AS, tatkala dirinya dianugerahi Allah berbagai kelebihan, "Haadzaa min fadhli Rabbii, liyabluwani a-asykuru am afkuru." (QS. An Naml [27] : 40). Ini termasuk karunia Tuhanku, untuk mengujiku apakah aku mampu bersyukur atau malah kufur atas nikmat-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suatu saat bagi Allah akan menimpakkan ujian dan bala. Bagi orang yang hatinya bersih, semua itu tidak kalah terasa nikmatnya. Ujian dan persoalan yang menimpa justru benar-benar akan membuatnya kian merasakan indahnya hidup ini. Karena, orang yang mengenal Allah dengan baik berkat hati yang bersih, akan merasa yakin bahwa ujian adalah salah satu perangkat kasih sayang Allah, yang membuat seseorang semakin bermutu. Dengan persoalan akan menjadikannya semakin bertambah ilmu. Dengan persoalan akan bertambahlah ganjaran. Dengan persoalan pula derajat kemuliaan seorang hamba Allah akan bertambah baik, sehingga ia tidak pernah resah, kecewa, dan berkeluh kesah karena menyadari bahwa persoalan merupakan bagian yang harus dinikmati dalam hidup ini. Oleh karenanya, tidak usah heran orang yang hatinya bersih, ditimpa apapun dalam hidup ini, sungguh bagaikan air di relung lautan yang dalam. Tidak pernah akan berguncang walaupun ombak badai saling menerjang. Ibarat karang yang tegak tegar, dihantam ombak sedahsyat apapun tidak akan pernah roboh. Tidak ada putus asa, tidak ada keluh kesah berkepanjangan. Yang ada hanya kejernihan dan keindahan hati. Ia amat yakin dengan janji Allah, "Laa yukalifullahu nafasan illa wus’ahaa." (QS. Al Baqarah [2] : 286). Allah tidak akan membebani seseorang, kecuali sesuai dengan kesanggupannya. Pasti semua yang menimpa sudah diukur oleh-Nya. Mahasuci Allah dari perbuatan zhalim kepada hamba-hamba-Nya. Ia sangat yakin bahwa hujan pasti berhenti. Badai pasti berlalu. Malam pasti berganti menjadi siang. Tidak ada satu pun ujian yang menimpa, kecuali pasti akan ada titik akhirnya. Ia tidak berubah bagai intan yang akan tetap kemilau walaupun dihantam dengan apapun jua. Memang luar biasa orang yang memiliki hati yang bersih. Nikmat datang tak pernah membuatnya lalai bersyukur, sementara sekalipun musibah yang menerjang, sama sekali tidak akan pernah mengurangi keyakinan akan curahan kasih sayang-Nya. Semua itu dikarenakan ia bisa menyelami sesuatu secara lebih dalam atas musibah yang menimpa dirinya, sehingga tergapailah sang mutiara hikmah. Subhanallaah, sungguh teramat beruntung siapapun yang senantiasa berikhtiar dengan sekuat-kuatnya untuk memperindah qolbunya.***&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;(Dari : Managemen Qalbu, Abdullah Gymnastiar)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-318284332836182336?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/318284332836182336/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=318284332836182336&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/318284332836182336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/318284332836182336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2008/01/memperindah-hati.html' title='Memperindah Hati'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-2067261452300988451</id><published>2008-01-13T09:17:00.001+07:00</published><updated>2008-01-13T09:47:26.320+07:00</updated><title type='text'>Muhabasabah Diri dan Perjalanan Waktu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;(Dalam Menyongsong 1 Muharram)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Ikhwan Hadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menyongsong Tahun baru Hiriah 1 Muharram dan awal tahun Masehi 2008 ini, kita berupaya tetap memelihara dan meningkatkan mutu kehidupan, yaitu dengan cara bermuhasabah lin-Nafsi atau instropeksi diri atas perjalanan waktu, baik waktu yang telah lewat, yang sedang berjalan, maupun waktu yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhasabah yang berarti mawas diri, merenung dan memikirkan atas semua perbuatan yang telah terlaksanakan atau yang sedang dijalani dalam konteks waktu untuk menyongsong kehidupan masa depan yang penuh harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ungkapkan yang menggambarkan tentang pentingnya waktu, seperti ungkapan al-waktu kassaif, waktu bagaikan pedang, apabila seseorang tidak mampu menggunakan pedang itu, tentu pedang itu yang akan memotong orang tersebut, orang yang tidak mampu memanfaatkan waktu dengan baik akan tergilas oleh perjalanan waktu, penyesalan akan tiba kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadari atau tidak bahwa waktu yang telah berlalu tidak akan dapat kembali, waktu yang sedang berjalan tidak bisa dihentikan, waktu yang akan datang pasti tiba tidak dapat dihindari, waktu yang akan tiba adalah proses masa tua dan jelang kematian yang berakhir kita menghadap Sang Pencipta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan waktu yang diputar atas hukum ilahi, sunnahtullah, ternyata mempunyai efek yang serius bagi kehidupan, waktu itu menyebabkan kita memperoleh umur dan kesempatan untuk melakukan sesuatu, untuk memplaning sesuatu. Dengan waktu yang tersedia, seseorang bisa berbuat baik, bisa menolong dan berbakti kepada orang tua, dengan waktu, seseorang dapat menunaikan ibadah dan amal kebaikan, Dengan waktu seseorang dapat menjalankan tugas dan menyelesaikan tepat waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi disatu sisi banyak orang yang melupakan kesempatan yang telah diberikan kepadanya. Rasulullah SAW pernah mengingatkan kepada kita semuanya, bahwa terdapat dua kenikmatan yang kebanyakan manusia terlena dan lupa bahkan mengabaikan terhadap keduanya, yaitu nikmat sehat dan kesempatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menganstipasi hal tersebut, muhasabah terhadap diri dan perjalan waktu menjadi sangat penting, agar dapat memanfaatkan waktu dan kesempatan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuan, kondisi dan situasinya. Sahabat Umar Ibn Khothob pernah berpesan kepada kita .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KONSEP MUHASABAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konsep Islam cara yang efektif kita bisa bermuhasabah, Ajaran Islam memberikan acuan dalam bermuhasabah, sebagaimana di dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Nabi bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah kedua kaki seseorang itu tergelincir (ke neraka) hingga ia akan ditanya : tentang umur, untuk apa dia habiskan, tentang ilmu, untuk apa ia gunakan, tentang harta benda, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia manfaatkan, tentang jasad ini, untuk apa jasad ini digunakan sehingga menua dan rapuh ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits tersebut dapat kita peroleh petunjuk cara bermuhasabah yang baik, yaitu dengan melalui mengungkap pertanyaan-pertanyaan :untuk apa umur ini kita habiskan?, untuk apa ilmu yang kita peroleh kita manfaatkan?, dari mana harta benda yang kita peroleh dan untuk apa kita tasharufkan (kita gunakan)? dan untuk apa badan ini kita manfaatkan sehingga mencapai usia yang tua ini ?,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan acuan pertanyaan-pertanyaan tersebut, kita berharap instropeksi diri kita mampu mendorong untuk meningkatkan mutu kehidupan kita. Memang kita mempunyai beberapa harapan, yaitu dengan muhasabah, tidak ingin kesalahan masa lalu terulang lagi,tidak ingin kebaikan yang kita lakukan pada masa lalu hilang musnah akibat kesalahan di masa kini, menginginkan perbuatan masa kini dan akan datang lebih baik daripada masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, bermuhasabah itu untuk dua sasaran, yaitu (1) untuk menjaga amal kebaikan yang kita lakukan pada masa lalu tidak hilang musnah akibat kesalahan di masa kini dan (2) untuk dapat memanfaatkan waktu dan umur yang tersisa agar lebih baik dan lebih manfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, dalam rangka untuk menjaga amal ibadah yang telah kita laksanakan agar tidak musnah dan hilang, maka Rasulullah SWT mengingatkan kepada kita bahwa terdapat enam hal yang dapat menghapuskan amal kebaikan. beliau bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Enam hal dapat menghapus amal ibadah yang baik, yaitu sibuk dengan cacat orang lain, hati yang keras, cinta dunia, kurangnya rasa malu, panjang angan-angan, dan perbuatan dholim yang tidak berkesudahan” (HR. Imam Dailami)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isytighal bi ‘uyubil-qolb, orang yang sibuk dengan cacat orang lain. yaitu orang yang senang mendengarkan orang bercerita mengungkapkan kejelekan orang lain, mencari-cari tambahan informasi kejelekan orang lain untuk dapat menghancurkan harga diri orang tersebut, senang menyebarkan kejelekan orang lain dan tidak berusaha menutupinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qoswatul qolb, orang yang hatinya keras dapat dilihat dari cenderung meremehkan orang lain, sulit menerima nasehat kebenaran dari orang lain, marah apabila mendapat kritik perbaikan dari orang lain, dan selalu menganggap paling benar apa yang telah ia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hubb al-dunya, tanda-tanda orang yang mempunyai sikap cinta duniawi pekerjaan mencari harta benda mengalahkan ibadah kepada Allah SWT, cenderung kikir untuk kepentingan agama maupun sosial, semua perbuatan, amal ibadah diukur dengan nilai-nilai untung dan rugi secara materiil duniawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qillah al-haya’, ciri-ciri orang yang tidak sedikit rasa malunya antara lain melakukan perbuatan kemungkaran atau kemaksiatan di hadapan orang lain, tidak merasa risih ketika ada orang yang mengetahui perbuatan buruknya, cenderung mengabaikan nasehat baik dari orang lain, dan melakukan sesuatu yang tidak memenuhi nilai kepatutan dan kepantasan yang berlaku di dalam masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thul al-amal, orang yang panjang angan-angan dapat dilihat dari sikap dan perilaku antara lain kurang merasa qona’ah terhadap suatu nikmat yang telah diperolehnya, kurang rasa syukur terhadap nikmat yang telah diperolehnya, ambisi mendapatkan sesuatu tidak dapat dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dholim la yantahi, orang yang dholim bisa terjadi apabila seseorang tidak memenuhi hak-hak orang lain, tidak memberikan upah tepat waktunya, tidak memberikan imbalan yang sebanding dengan kewajiban yang ditunaikan. Menghiyanati amanat dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, yaitu untuk dapat memanfaatkan waktu yang tersisa secara lebih baik dengan cara meninggalkan hal-hal yang tidak ada gunanya. Dalam hal ini Imam Nawawi mengemukakan, orang yang bisa meninggalkan perbuatan yang tidak berguna hanyalah orang yang berakal. dengan mengutip sabda Rasulullah SAW, tentang shuhuf Nabi Ibrahim, al. : “bagi orang berakal hendaknya mempunyai empat waktu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yaitu waktu untuk bermunajat (curhat) kepada Tuhannya Yang Maha Mulia dan Maha Agung, (2) waktu untuk muhasabah (instropeksi) dirinya, (3) waktu untuk berfikir mencari hikmah pada ciptaan Allah SWT, dan (4) waktu untuk kosentrasi memenuhi hajat kehidupannya di dunia, mencari rizki untuk makan dan minum”.(Bukhori Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagi orang yang berakal hendaklah ia memperhatikan kondisi zamannya, menghadapi keadaanya, menjaga lisannya, dan barangsiapa yang membandingkan ucapannya dengan amalnya, maka ia akan mengurangi ucapannya kecuali pada hal-hal yang tidak tidak ada gunanya”(Bukhori Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dalam menyongsong tahun baru 1 Muharamma 1429 ini kita awali dengan Muhasabah atau introkpeksi diri karena dengan hanya begitu dapat memperbaiki mutu hidup kita, dengan mengharapkan tahun ini lebih baik dari tahun yang lalu. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-2067261452300988451?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/2067261452300988451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=2067261452300988451&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2067261452300988451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2067261452300988451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2008/01/muhabasabah-diri-dan-perjalanan-waktu_13.html' title='Muhabasabah Diri dan Perjalanan Waktu'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-2913425878974900085</id><published>2007-12-27T21:48:00.000+07:00</published><updated>2007-12-27T21:58:06.081+07:00</updated><title type='text'>Skema REDD dan Climate Justice</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oleh-oleh dari Bali, oleh : Rahmat Hidayat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Berbagai macam cara dan perkara tentang penyelamatan bumi dari pemanasan global ini sudah banyak dilakukan baik dari LSM, aktivis lingkungan, pemerintah, para ahli, hingga para artis. Begitu menakutkannya dampak perubahan iklim tersebut, sehingga berbagai seruan yang seragam bahwa bumi harus segera diselamatkan dari bencana perubahan iklim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;REDD yang menyilaukan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berbagai proyek mitigasi (pengurangan) gas rumah kaca pun ditawarkan. Solusi-solusi mulai dari mekanisme pembangunan bersih atau Clean Development Mechanism (CDM) hingga pencegahan deforestasi atau Avoided Deforestation (AD) yang mengacu pada pencegahan atau pengurangan hilangnya hutan dengan maksud untuk menurunkan emisi gas yang akan mengakibatkan pemanasan global, yang mana hal ini kemudian menjadi isu kunci dalam setiap debat kebijakan tentang perubahan iklim.&lt;br /&gt;Badan ilmiah dari konvensi kerja kerangka kerja PBB untuk perubahan iklim (United Nation Framework Convention on Climate Change/UNFCCC) telah membuat laporan tantang bagaimana mancapai target penurunan emisi dari deforestasi (Reduced Emissions from Deforestations/RED) yang telah disampaikan pada konferensi negara-negara pihak (COP) kemarin di Bali. Para pendukung RED menginginkan insentif bagi konservasi hutan menjadi instrumen perdagangan Protokol Kyoto pada fase berikutnya (2012).&lt;br /&gt;Dengan adanya mekanisme semacam ini Bank Dunia berusaha menjadi badan Internasional utama yang memimpin inisiatif global RED. Pada pertengahan 2007, badan ini meminta kelompok negara-negara industri anggota G8 untuk memberi dukungan politik dan pendanaan terhadap rencana baru Bank Dunia yaitu fasilitas kemitraan karbon hutan atau Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) yang akan menjadi skema percontohoan untuk mengurangi emisi dari deforestasi dilima negara tropis.&lt;br /&gt;Ide dasar dari AD adalah negara-negara utara membayar negara-negara selatan untuk mengurangi penggundulan hutan dalam wilayah negara mereka. Salah satu usulan adalah dengan memberi bantuan keuangan untuk kepentingan tersebut.&lt;br /&gt;Kemudian semakin di sadari bahwa deforestasi khususnya di hutan tropis, menyumbang antara 18 sampai 20% dari seluruh gas CO2 global pertahun dan dibeberapa negara seperti Brazil, angkanya diatas 75% dari CO2 tahunan yang berasal dari aktivitas manusia. Sebagai konsekuensinya, berkembanglah kesepakatan internasional bahwa kebijakan-kebijakan dimasa depan untuk memerangi perubahan iklim harus mengurangi deforestasi dinegara-negara tropis..?&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pendukung dari AD kemudian bukan saja mengusung tentang pencegahan deforestasi, namun juga penurunan emisi dari pencegahan degradasi hutan yakni yang dikenal sebagai Reduced Emission from Degradation and Deforestations (REDD), dan Indonesia adalah salah satu negara yang ikut mendukung REDD ini. Posisi negara seperti Indonesia yang telah memiliki hutan gundul dan kerusakan hutan yang parah akibat industri kayu juga mendukung kegiatan penanaman kembali dan pemulihan dibawah skema pencegahan deforestasi. Dengan adanya skema ini diharapkan konstribusi emisi dari deforestasi khususnya pada hutan hujan tropis yang mencapai 20% dari total emisi karbon di atmosfir dapat dikurangi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;Berbicara tentang REDD seperti yang dikatakan oleh Tom Griffiths dan Forest People Programme menggambarkan bahwa REDD adalah sebagai suatu proposal yang menawarkan kewajiban membayar bagi negara-negara utara kepada negara-negara selatan guna mengurangi penggundulan hutannya, dibawah sistem global perdagangan karbon, menjual karbon yang tersimpan dihutan mereka kepada negara-negara utara sehingga industri-industri di utara dapat melakukan pencemaran seperti biasa.&lt;br /&gt;Memang skema REDD ini sangat menyilaukan mata karena dengan dijanjikan kempensasi dana hingga US$3,75 miliar (Rp33,75 triliun) pertahun dari negara-negara maju dan diharapkan mampu menyelesaikan masalah kerusakan hutan, lewat program proyek REDD tersebut. Akan tetapi pertanyaannya apakah mekanisme REDD ini dapat menjadi solusi yang tepat ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengapa mempersoalkan skama REDD?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan mendasar yang kemudian muncul adalah siapa yang diuntungkan dari skema REDD ini?&lt;br /&gt;Mekanisme yang ditawarkan oleh REDD mungkin akan menggiurkan bagi para aparat pemerintah dengan adanya dana kompensasi tersebut, apalagi dengan adanya otonomi khusus yakni adanya hak khusus yang diberikan pemerintah daerah untuk dapat mengelola hutannya sendiri. Persoalan yang muncul adalah banyak dari proposal AD yang tidak secara jelas lembaga apa, kelompok atau perorangan yang akan menerima pembayaran kompensasi dibawah skema RED internasional.&lt;br /&gt;Sedang dalam hal ini Indonesia mengajukan proposal menyatakan bahwa dana kompensasi bisa dibagikan kepada otoritas pengelola kawasan lindung, perusahaan kayu ”bersertifikat”, yang menerapkan manajemen hutan lestari (sustainable forest management/SFM), inisiatif memberantas illegal logging/ penebangan liar, skema pembayaran jasa lingkungan (payment for envireomental service/PES) dan manajemen hutan berbasis masyarakat, walaupun proposal Indonesia tidak menjelaskan secara terperinci kelompok mana atau orang yang akan menerima dana dan inisiatif-inisiatif tersebut.&lt;br /&gt;Dengan sedikitnya skema AD yang kongkrit dalam pelaksanaannya, sampai saat ini masih sangat jauh program AD dan RED ini dapat memberi manfaat bagi masyarakat ditingkat lokal.&lt;br /&gt;Setidaknya ada beberapa masalah dalam skema REDD yang dapat dipersoalkan, pertama berlangsungnya program REDD di Indonesia hanya akan membuat adanya broker karbon ditengah-tengah pemerintah daerah pemilik hutan apalagi dengan adanya otonomi daerah yang mana hak pemerintah daerah untuk mengelola hutan. Beberapa hasil kajian, sejumlah calo atau broker karbon sudah menembus taraf gubernur terkait proses REDD. Selain itu belum adanya mekanisme dan proses sertifikasi yang jelas akan menjadi celah yang bisa dimanfaatkan para broker tersebut untuk mendapatkan keuntungan.&lt;br /&gt;Kedua, mengutip dari M. Riza Damanik, mekanisme REDD ini menawarkan kepada negara-negara yang memiliki hutan untuk menjaga dan mengunci hutannya dengan imbalan imbalan uang. Resiko yang akan muncul dana-dana REDD ini akan dipakai oleh negara untuk melengkapi lembaga perlindungan hutan dengan sejumlah mobil jeep, walky talky, persenjataan, helikopter dan GPS dengan pendekatan ”senjata dan penjaga” dengan cara ini mengukuhkan kontrol negara dan swasta atas hutan. Kalo melihat tawaran ini tentunya sangat banyak yang dirugikan karena hal ini akan membatasi akses dan partisipasi masyarakat lokal terhadap hutan, belum lagi mayarakat yang tinggal diskitar hutan dan penghidupannya mengandalkan dari hasil hutan, bila akses terhadap hutan mereka dibatasi maka akan dikemanakan mereka.&lt;br /&gt;Dalam kasus Indonesia sebagai negara kepulauan, dimana pemerintah sedang berencana untuk mengalokasikan 37,5 juta hektar hutan yang tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua, tentu akan menjadi ancaman serius bagi mereka yang tinggal disekitar kawasan hutan tersebut. Tentunya ancaman tidak hanya merugikan dalam aspek finansial semata, namun juga pada aspek ketersediaan dan kedaulatan rakyat Indonesia atas suatu wilayah hutan tertentu.&lt;br /&gt;Ketiga, proposal REDD justru membuka kesempatan kepada pengusaha kehutanan untuk turut mendapat insentif dari mekanisme yang ditawarkan yakni berlandas kepada kekuatan legal formal yang dimiliki atas suatu konsesi kawasan hutan tertentu (seperti HPH, HTI dan perkebunan) melalui itikad pengurangan atau penghentian pemanfaatan kawasan konsesi hutan yang dimiliki oleh setiap pengusaha. Dengan begini, bukan masyarakat disekitar hutan yang mendapat keuntungan dari REDD, tapi justru mereka para pengusaha yang mendapatkan keistimewaan dari REDD dalam hal finansial, dan sekaligus terbebas dari tanggung-jawab mutlak terhadap kerusakan hutan dan lahan yang telah dilakukan sebelumnya.&lt;br /&gt;Beberapa contoh kasus dapat kita lihat yang terjadi di Uganda dan Ekuador misalnya, telah terjadi penyingkiran ribuan komunitas lokal dari hutan akibat privatisasi hutan oleh perusahaan-perusahaan dari negara maju yang dipelopori oleh pemerintah setempat dengan mengatasnamakan konservasi yang bertujuan penyelamatan iklim global. Dan yang terakhir dampak dari skema REDD yakni mengabaikan fungsi ekosistem hutan, fungsi hutan dipakai untuk penyerap karbon semata dan menyederhanakan fungsi hutan yang lebih luas seperti hutan adalah sebagai tangkapan air, sebagai ruang hidup, sebagai tempat tinggal masyarakat ada, hingga fungsi sosio-kultural yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mengusung Climate Justice&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Skema baru yang ditawarkan seperti REDD ini tentunya bukannya akan memberikan solusi yang baik, solusi ini tidak proporsional satu sisi negara maju menikmati kenyamanan hidup dengan mengkonsumsi bahan bakar fosil dan praktek-praktek industri yang menghasilkan emisi karbon lebih banyak, sementara negara-negara kepulauan kecil, perempuan, generasi muda, komunitas pesisir, komunitas lokal, masyarakat adat, kelompok nelayan, masyarakat miskin, khususnya di negara berkembang harus berjuang lebih keras untuk menghadapi dampak perubahan iklim, analogi yang sederhana mungkin seperti ini negara maju yang buang air besar di toilet lalu negara berkembanglah seperti (Indonesia) yang harus membersihkan isi toiletnya dan dibayar dengan uang receh.&lt;br /&gt;Kemudian pertanyaan yang mucul adalah dimanakah letak suatu keadilan? Sebuah ketidakadilan bila penduduk lokal yang selama ini memanfaatkan hutan secara lestari harus tersingkir dari sumber-sumber kehidupannya bahkan dikorbankan pula hak hidupnya atas nama konservasi dan penyelamatan iklim bumi. Dimana hak-hak masyarakat adat ketika hak-hak atas hutan sebagai tempat penghidupan meraka bila harus dibatasi oleh pihak swasta dan pemerintah.&lt;br /&gt;Seharusnya yang perlu diusung oleh negara Indonesia sebagai tuan rumah COP 13 UNFCCC kemarin adalah suatu gerakan reduksi emisi karbon yang berkeadilan (climate Justice). Apa yang menjadi tujuan climate justice? Telah kita ketahui juga bahwa model-model yang diterapkan selama ini dalam memerangi pemanasan global dan adanya upaya global yang dilakukan selama 12 tahun terakhir untuk mengurangi dampak pemanasan global ternyata adalah suatu bukti kegagalan dan belum lagi mekanisme REDD yang sangat merugikan masyarakat, dengan adanya skema REDD ternyata hanya menguntungkan untuk pihak-pihak swasta atau perorangan semata terutama dari negara-negara maju.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, perlu adanya evaluasi kritis yang harus dilakukan seperti evaluasi terhadap model ekonomi politik global yang didukung oleh beragam instrumen politis multilateral. Maka dari itu perlunya keadilan iklim disini dalam proses UNFCCC yang berlangsung di Bali kemarin adalah untuk memahami konteks tersebut dan untuk memberikan sejumlah argumen kunci sebagai solusi dari masalah diatas. Selain itu Keadilan iklim menegaskan bahwa upaya-upaya penanganan perubahan iklim yang dilakukan tidak membahayakan komunitas lokal dalam lingkup yang luas, menghormati hak masyarakat adat dan hak-hak generasi muda.&lt;br /&gt;Setidaknya ada 4 fokus area yang di perhatikan dari climate justice: Pertama, human Security, pada dasarnya masalah penanganan perubahan iklim ini tidak boleh membahayakan masyarakat luas dan harus selaras dengan deklarasi mengenai HAM. Mengacu pada hal ini dengan adanya skema REDD harus dicermati lebih seksama apakah hal ini dapat mengancam aspek human security. Seperti yang sudah dijelaskan diatas tentang dampak dari mekanisme REDD. Mengacu data yang dikemukan oleh Walhi pelanggaran HAM terhadap penduduk lokal dalam proyek konservasi lahan juga telah sering terjadi. Setidaknya telah terjadi 356 konflik yang melibatkan penduduk lokal, negara, perusahaan perkebunan dan kehutanan sepanjang tahun 2003 hingga 2007 yang tersebar di 27 provinsi.&lt;br /&gt;Kedua, utang termasuk utang ekologis, tanpa menyelesaikan masalah utang, keadilan Iklim sulit untuk diwujudkan. Pengakuan atas prinsip hutang ekologis, yaitu bahwa pemerintah negara industri dan perusahaan lintas negara lah yang sebenarnya berhutang kepada dunia atas pencemaran yang dilakukan. Selain itu industri bahan bakar fosil dan industri ekstraktif harus bertanggung jawab secara hukum untuk seluruh dampak yang terkait dengan produksi gas rumah kaca dan polutan.&lt;br /&gt;Ketiga masalah produksi dan konsumsi, akar dari masalah perubahan iklim dan masalah lingkungan lainnya adalah masalah adalah praktek produksi dan konsumsi yang tidak berkelanjutan, khususnya terjadi terutama di negara-negara Utara, dan juga kaum elit di negara-negara Selatan. Selain itu peran perusahaan-perusahaan lintas negara yang menerapkan pola produksi dan konsumsi serta gaya hidup yang tidak berkelanjutan, baik ditingkat nasional dan internasional yang sangat besar harus dibatasi. Perlu dilakukan moratorium eksplorasi dan eksploitasi bahan bakar fosil; moratorium konstruksi pembangkit tenaga nuklir; penghentian penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir; serta moratorium konstruksi skema pembangkit listrik tenaga air skala besar.&lt;br /&gt;Keempat, land tenure (hak Atas Lahan), diperlukan model sosial-ekonomis yang menjamin hak-hak mendasar untuk mendapatkan udara bersih, tanah, air, makanan, dan ekosistem yang sehat. Bukannya mengusir masyarakat dari tanah tempat bergantung hidup dengan alasan mengurangi emisi. Demikian juga hak Masyarakat Adat untuk memiliki keputusan sendiri, dan hak mereka untuk mengatur lahan, termasuk lahan, wilayah, dan sumber daya bawah permukaan (sub-surface), serta hak untuk perlindungan atas segala aksi atau tindakan yang bisa menghancurkan atau merusak wilayah dan cara hidup mereka harus diakui.&lt;br /&gt;Memang sangat membingungkan ketika berbicara dan mempromosikan tentang pencegahan deforestasi yang dilakukan oleh kepala-kepala negara dan para delegasi pemerintah di UNFCCC tanpa mereka menyinggung atau memberi keprihatianan-keprihatinan kepada masalah-masalah dan dampak skema dari REDD yang disebutkan diatas. Pendek kata upaya dari mitigasi melalui mekanisme REDD ini perlu dan harus tetap secara jelas melibatkan partisipasi masyarakat adat dan para pemangku hutan yang sangat berpotensi terkena dampak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis adalah mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional tingkat akhir dan Alumni Green Student Movement (GSM) Walhi Institute&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-2913425878974900085?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/2913425878974900085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=2913425878974900085&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2913425878974900085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2913425878974900085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/12/skema-redd-dan-climate-justice.html' title='Skema REDD dan Climate Justice'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-7263483126155398289</id><published>2007-12-16T20:52:00.000+07:00</published><updated>2007-12-16T21:05:58.438+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R2UvVMzZYRI/AAAAAAAAADE/ab4j5RAw900/s1600-h/Undangan+Rendy.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144570190601216274" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 430px; CURSOR: hand; HEIGHT: 275px; TEXT-ALIGN: center" height="275" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R2UvVMzZYRI/AAAAAAAAADE/ab4j5RAw900/s400/Undangan+Rendy.JPG" width="468" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-7263483126155398289?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/7263483126155398289/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=7263483126155398289&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7263483126155398289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7263483126155398289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/12/blog-post.html' title=''/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R2UvVMzZYRI/AAAAAAAAADE/ab4j5RAw900/s72-c/Undangan+Rendy.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-1691013798069831053</id><published>2007-12-14T08:32:00.001+07:00</published><updated>2007-12-14T08:34:23.316+07:00</updated><title type='text'>Met Lebaran</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Seluruh Crew Al-Falah Connection mengucapkan :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:180%;color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Selamat Hari Raya Idul Adha 1428 H &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Semoga Ibadah Qurban yang kita lakukan dapat menghapuskan seluruh dosa kita, meningkatkan keimanan kita dan menebalkan solidaritas kita pada sesama. Amin..&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-1691013798069831053?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/1691013798069831053/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=1691013798069831053&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/1691013798069831053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/1691013798069831053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/12/met-lebaran.html' title='Met Lebaran'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-2102134982852643919</id><published>2007-12-11T18:09:00.000+07:00</published><updated>2007-12-11T18:10:10.214+07:00</updated><title type='text'>Makna Tersirat dalam Ajaran Qurban</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Cinta membutuhkan pengorbanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Cinta membutuhkan kesetiaan (Bijak Bestari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tak ada yang pernah mampu menangkal kekuatan cinta. Karena cinta ini, dua remaja mabuk kepayang dalam asmara. Karena cinta pula, dunia menjadi begitu indahnya. Setiap detik yang berlalu adalah masa-masa yang paling membahagiakan. Seakan, ketika cinta bersemai di hati, tak ada satu pun hal di dunia ini yang dapat membuat hati kita berpindah, dari merasakan cinta. Cinta memang luar biasa. Ia mampu mengalahkan segalanya, harta, tahta, juga logika. Tak salah jika orang pernah berkata : Cinta memang buta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Cinta yang kini muncul di hati kaum muslimin, akhirnya mengantarkan berjuta-juta orang untuk berangkat menunaikan ibadah haji. Menghadap Ilahi, di tanah Haram, Mekkah al-Mukarramah. Serasa berada lebih dekat lagi dengan Tuhannya. Mereka mengucapkan kalimat talbiyah setiap saat. "Labbaika allahhumma labbaik... Labbaika laa syariika laka labbaik...!". Merasakan betapa Allah benar-benar telah menumpahkan nikmat-Nya kepada manusia tanpa henti. Menikmati kemesraan dalam ibadah kepada-Nya. Melepaskan segala simbol keduniaan yang menciptakan petak-petak dalam masyarakat. Mereka semua sama, berpakaian putih bersih, tak ada beda antara satu dengan yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rupanya cinta itu pulalah yang pernah dirasakan oleh Nabi Ibrahim. Apalagi ketika buah hatinya bersama Siti Hajar, Ismail, terlahir. Ismail adalah satu-satunya putra yang dimilikinya, setelah sekian puluh tahun Nabi Ibrahim hidup tanpa momongan. Dalam banyak kisah kita sudah mendengarkan betapa Nabi Ibrahim sangat mengharapkan kehadiran seorang putra, jauh hari sebelum Ismail terlahir. Cinta yang muncul dari dalam hati Nabi Ibrahim buat Ismail adalah cinta murni yang tak terpengaruh oleh harta, tak terpengaruh oleh kedudukan, apalagi oleh pesona duniawi. Cinta Ibrahim adalah cinta tulus seorang ayah kepada anaknya. Kepada orang yang menjadi amanat yang dititipkan oleh Allah. Cinta yang juga sama dimiliki oleh ayah bagi anaknya pada setiap zaman. Ayah yang menginginkan anaknya tumbuh dewasa menjadi orang berguna.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran telah bercerita kepada kita perihal sejarah cinta Nabi Ibrahim pada Tuhan-Nya. Cinta yang diletakkan Ibrahim pada posisi tertinggi. Dengan cinta ini, Nabi Ibrahim mengorbankan apapun yang ia miliki, termasuk ketika perintah menyembelih Ismail datang. "Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata : “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu". Ia (Ismail) menjawab : “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.&lt;br /&gt;Dalam suasana peristiwa yang sangat mengharukan itu, dan detik-detik yang amat menegangkan, nabi Ibrahim memeluk serta mencium kening putranya, kemudian meletakkannya dalam keadaan posisi membujur, mulailah pisau tajam yang putih berkilau digoreskan di atas leher Ismail, seraya berucap bismillah. Tiba-tiba dengan kekuasaan dan kasih sayang Allah bukan Ismail yang tersembelih, tapi seekor kibas (kambing) besar sebagai pengganti yang dibawa oleh malaikat, seperti yang dinyatakan dalam al-Qur’an:&lt;br /&gt;“Dan Kami tebus dia yaitu Ismail dengan suatu sembelihan yang besar”.&lt;br /&gt;Demikianlah prolog sejarah berqurban. Sejarah yang sekali lagi membuktikan betapa cinta Ibrahim sangat dalam kepada Tuhan-Nya. Sebagai epilog dari peristiwa penting itu, Allah Swt. mensyariatkan bagi orang yang mampu supaya melaksanakan qurban setahun sekali pada hari raya Idul Adha. Sebagai wadah mediasi cinta kepada Tuhan. Sebagai salah satu syariat yang melintas batas dan petak-petak dalam masyarakat.&lt;br /&gt;Berqurban mempunyai dan memiliki makna yang benilai mulia, bilamana makna essensi (hakikat) berqurban kita tangkap. Jadi, berqurban bukanlah sekedar ritual tanpa makna, atau tradisi tanpa arti.&lt;br /&gt;Menurut pandangan Ali Syariati, peristiwa qurban Ismail mengandung makna yang sifatnya simbolistik. Pada dasarnya bahwa semua orang bisa saja berperan sebagai Ibrahim yang memiliki Ismail. Ismail yang kita miliki dapat berwujud sebagai anak, isteri yang cantik, harta benda yang banyak, pangkat, kedudukan yang tinggi, pendeknya segala apa yang kita cintai, yang kita dambakan, yang kita kejar-kejar dengan rela mempertaruhkan semua yang kita miliki. Ismail-ismail yang kita miliki itu, kadang dan bahkan tidak sedikit membuat kita terlena dan lalai serta terbuai dari gemerlapan duniawi yang menyebabkan melanggar ketentuan moral, etika dan agama, sehingga sulit kembali mencintai Allah Swt. Padahal hakikat dari cinta, adalah cinta kepada sang Khalik.&lt;br /&gt;Oleh karena itu marilah kita berperan sebagai Ibrahim untuk dapat menaklukkan Ismail-Ismail itu. Janganlah kita dibelenggu oleh apa-apa di dunia ini. Janganlah kita dipalingkan dari Tuhan oleh hal-hal yang pada hakikatnya bersifat semu dan tidak abadi. Kita boleh memiliki apa saja di dunia ini, asalkan halal. Boleh saja kita memiliki uang bermilyar-milyar banyaknya asal tidak menipu dan menyengsarakan orang. Bahkan lebih dari itu kita boleh menguasai dunia ini sesuai batas kemampuan kita. Tetapi jangan sekali-kali dunia yang kita cintai ini menjadikan dan membiarkan kita terbuai dan terlena sehingga lupa hakikat diri kita sebagai makhluk yang beriman kepada Allah Swt. dan sebagai manusia yang beraqidah.&lt;br /&gt;Apa yang digelar Nabi Ibrahim as. di dalam panggung sejarah manusia ialah mengurbankan anaknya secara manusiawi. Menurut naluri dan pikiran orang biasa, tugas itu adalah sesuatu yang amat sulit diterima, akan tetapi buat keluarga Nabi Ibrahim as. hal itu adalah suatu kebahagiaan dan kemuliaan. Keluarga Ibrahim As. justru menyambut tugas itu dengan suka cita lantaran berkesempatan mengorbankan sesuatu yang paling berharga bagi dirinya untuk Allah Swt., sebagai bukti cinta kepada Allah. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Ali Imran (3): 92&lt;br /&gt;“Dan tidak dianggap membuat kebajikan seseorang di antara kalian sampai kamu menginfaqkan apa yang kalian cintai.”&lt;br /&gt;Rasa suka cita yang dialami oleh keluarga Ibrahim as. untuk berkorban dilandasi atas pemahaman yang benar tentang nilai-nilai kehidupan. Mereka menyadari sepenuhnya bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini : anak, isteri, harta, pangkat dan jabatan semuanya datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Oleh sebab itu bagaimana pun perintah Allah harus dilaksanakan sebaik-baiknya tanpa melihat untung dan rugi, mudah dan sulit, maupun berat dan ringan.&lt;br /&gt;Sikap yang seperti inilah yang menunjukkan jati diri Ibrahim As. sehingga dianugerahi oleh Allah sebagai imam, pemimpin, teladan dan idola. Kehormatan tersebut tidak mungkin diraih tanpa Ibrahim as. didampingi oleh isteri salihah dan anak yang saleh.&lt;br /&gt;Pada zaman yang canggih ini nampak jelas dan tidak terbantahkan bahwa logika lingkungan cinta duniawi telah merebak dan mewabah mencemari perilaku hidup dan kehidupan manusia, di mana manusia dipandang sebagai obyek, bukan sebagai subyek. Kadar nilai manusia ditentukan seberapa jauh nilai materi yang dimilikinya. Tinggi rendahnya nilai kehormatan manusia tergantung dari label-label keduniaan yang melekat pada diri manusia itu sendiri. Wajarlah manusia zaman sekarang ini merasa asing bahkan bingung hidup di atas bumi yang melahirkannya.&lt;br /&gt;Oleh karena itu penyembelihan qurban setelah menunaikan Solat ‘Id nanti sepantasnya membuat kesadaran baru ke dalam diri individu setiap manusia. Kesadaran baru itu ialah memahami akan hakikat keberadaan manusia dalam kosmos alam Allah, pada tata atur yang sedemikian sempurna yang hukum-hukum adilnya menjelmakan sangsi-sangsi setimbang dalam kekuasaan Arasy’ yang tak tersepuh kepalsuan.&lt;br /&gt;Manusia yang berkesadaran baru ialah hamba Allah yang berintrospektif, yang kerap bertanya soal hakikat keberadaan dirinya yang membangun diri dan lingkungannya kepada lima kualitas : kualitas iman yang tinggi, kualitas taqwa yang kokoh, kualitas intelektual yang hebat, kualitas karsa yang nyata, dan kualitas karya yang maju. Namun sayangnya, pada kenyataan yang terjadi, makna dari kerelaan berqurban pada hari raya Idul Adha kurang kita hayati. Masih banyak di antara manusia yang berperan di bundaran dunia fana ini. Cuma menanti pengorbanan orang lain, bahkan andai kebetulan ia menjadi orang atasan, berpangkat dan berkedudukan, maka diperasnya bawahannya agar sudi berkorban baginya demi kenikmatan egonya, demi prestise kejayaannya. Dan sebaliknya, andai manusia semacam itu menjadi bawahan, maka dibekamnya fitrah citra luhurnya demi kondisi sementara yang disangkanya akan membahagiakan hidup di dunia dan di akhirat.&lt;br /&gt;Memang dalam kehidupan ini manusia dicoba dengan bermacam-macam ujian, Ismail-Ismail yang sewaktu-waktu meminta pengorbanan. Ada kalanya pengorbanan tenaga, harta, pengorbanan perasaan, dan kesenangan bahkan suatu ketika meningkat pada pengorbanan jiwa.&lt;br /&gt;Penyembelihan qurban merupakan suatu tindakan penundukan dan penguasaan kecenderungan-kecenderungan hewani dalam diri manusia itu sendiri yang dalam bahasa agama disebut al-nfasu al-ammârah, yakni keinginan-keinginan rendah yang selalu mendorong atau menarik manusia ke arah kekejian dan kejahatan.&lt;br /&gt;Binatang dikorbankan sebagai indikasi agar sifat-sifat kebinatangan yang sering bercokol pada diri kita harus dienyahkan, dibuang jauh-jauh. Misalnya : sifat mau menang sendiri walau dengan menginjak-injak hak orang lain, sikap tamak dan rakus walau kenyang dari kelaparan orang lain, bahagia dan senang walau menari di atas penderitaan orang lain, mabuk kuasa dengan ambisi yang tidak terkendali, sombong, serta angkuh, iri hati dan dengki, tidak rela disaingi, tidak mau dikritik, tidak mampu mendengar nasihat dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Lewat ajaran perintah berqurban, Islam mengajarkan, mendidik, serta menyadarkan umat ini bagaimana membangkitkan kepekaan dan kepedulian sosial kita kepada sesama saudara kita yang lain, yaitu membantu terwujudnya pengentalan persaudaraan yang hakiki, cinta kasih dan tanggung jawab antara sesama ummat. Semoga segala pengorbanan yang kita lakukan saat ini dapat mengantarkan kita kepada jalan yang lebih diridhai oleh Allah Azza wa Jalla, yang cintanya tak pernah terhenti buat kita. Amin.&lt;br /&gt;Oleh : Muhammad Zainal Abidin&lt;br /&gt;Mahasiswa UIN Alauddin Makassar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-2102134982852643919?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/2102134982852643919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=2102134982852643919&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2102134982852643919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2102134982852643919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/12/makna-tersirat-dalam-ajaran-qurban.html' title='Makna Tersirat dalam Ajaran Qurban'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-826578275852983472</id><published>2007-12-07T08:29:00.000+07:00</published><updated>2007-12-07T08:31:40.338+07:00</updated><title type='text'>Hidup Adalah Pilihan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oleh : Ramlah &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Manusia adalah mahluk yang diberikan kebebasan dalam arti yang seluas-luasnya. Coba perhatikan kedalam kehidupan yang kita jalani, hampir semua yang berhubungan dengan masalah manusia selalu memiliki lebih dari satu piliham, ya atau tidak, menolak atau menerima, mengikuti atau membuat jalan sendiri.&lt;br /&gt;Ambil contoh kecil, saat akal menyakini keberadaan tuhan sang pencipta kehidupan mutlak didunia ini, manusia masih saja dihadapkan pada pilihan, beriman (mukmin) atau tidak beriman (atheis). Coba bayangkan, kalau dalamhal yang sangat pasti adanya saja manusia diberikan kekuatan untuk menolak, apalagi dalm hal-hal sepele lainnya. Tentu saja, manusia bisa berbuat menurut sekehendak hatinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Tentu, pilihan mempunyai akibat. Namun, akibatpun tidak mutlak diterima begitu saja oleh manusia. Ambil contoh, saat seorang penjahat mendapat hukuman dari pengadilan, ia masih juga diberikan kehendak umtuk menerima putusan hakim maupun menolak. Luar biasa temtunya mahluk yang bern ama manusia itu, dalam segala sendi kehidupannya ia selalu dihadapkan oleh pilihan-pilihan yang notabene tentunya mengakui kebebasan hakikinya.&lt;br /&gt;Kebebasan! Itu adalah anugrah terbesar yang dimiliki oleh manusia. Namun ternyata, tidak semua kebebasan itu dapat dinikmati oleh manusia. Namun ternyata, tidak semua kebebasan itu dapat dinikmati oleh manusia. Berlandaskan "demokrasi" sebuah pilihan dapat dipaksakan hanya karena disepakati oleh oran g banyak. Sangat riskan tentunya jikalau oran g (mayoritas) ternyata tidak memahami hakikat kebebasan ini. Inilah yang menjadi masalah.&lt;br /&gt;Contoh lagi, sebuah Negara dapat dibumi hanguskan (ekspansi yang berakhir eksploitasi) hanya karena mayoritas Negara menyetujui keputusan sebuah Negara adikuasa yang menguasai perekonomian dan teknologi. Hal itu menimbulkan tanda Tanya besar, kemana kebebasan Negara tersebut? Dimana kehendak bebasnya untuk membangun Negara sendiri? kapan dibolehkan sebuah Negara menguasai teknologi nuklir saat Negara-negara mayoritas menolak kemajuan teknologi Negara tersebut?. Kalau contoh tersebut terlalu "melangit" , ada contoh lain, dalam sebuah pemilihan ketua organisasi, umumnya selalu dimintakan kesediaan. Namun, saat mayoritas suara tidak menghendaki adanya proses (dalam tata tertib pemilihan) kesediaan dan pembacaan visi dan misi (mungkin takut sang calon mengundurkan diri), maka san calon terpilih tanpa diakui sedikitpun kehendak bebasnya. Dalam hal ini, kedua contoh diatas sama-sam berakibat fatal. zholim.&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana hal itu dapat terjadi. Kekuatan kata-kata itu kuncinya. Seorang yang pandai mengolah kata tentunya akan mampumeyakinkan oran g lain untuk mengikuti kehendaknya. Pada zamn sozrates dahulu, oran g-oran tersebut diberi label "sophis". Yaitu oran g-orang pandai yang menggunakan kepandaiannya untuk mengajak oramg lain setuju dengan keinginannya. Bagaimana mengatasinya? Seperti layaknya tokoh heroic yunani tersebut, kita harus menanyakan kembali hal-hal tersebut kepada manusia dengan terbuka, tanpa takut akan akibat dari pernyataan tersebut. Yakinlah, hati nurani tahu apa yang terbaik bagi manusia. Ia akan memberikan jawban yang mengndung kebenaran tanpa mengurangi sedikitpun kabar kebebasan manusia. Eureka !!! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-826578275852983472?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/826578275852983472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=826578275852983472&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/826578275852983472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/826578275852983472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/12/hidup-adalah-pilihan.html' title='Hidup Adalah Pilihan'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-16200619379592049</id><published>2007-12-07T08:24:00.000+07:00</published><updated>2007-12-07T08:28:51.494+07:00</updated><title type='text'>MeetAbied Dot Com</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R1ihVXLreYI/AAAAAAAAAC0/ublkXJ7Agro/s1600-h/MeetAbied+Box+Gambar.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5141036363015747970" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R1ihVXLreYI/AAAAAAAAAC0/ublkXJ7Agro/s400/MeetAbied+Box+Gambar.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pengen lihat blog terbaru karya anak Al-Falah?? &lt;/span&gt;&lt;a href="http://meetabied.blogspot.com/"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Klik Di sini!&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-16200619379592049?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/16200619379592049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=16200619379592049&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/16200619379592049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/16200619379592049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/12/meetabied-dot-com.html' title='MeetAbied Dot Com'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R1ihVXLreYI/AAAAAAAAAC0/ublkXJ7Agro/s72-c/MeetAbied+Box+Gambar.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-7101434077477930343</id><published>2007-12-07T08:20:00.000+07:00</published><updated>2007-12-07T08:24:07.910+07:00</updated><title type='text'>Titik-titik sebelum AIDS</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Oleh Makhrus Habibi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Perkembangan tekhnologi telah membawa kita pada hitungan bukan jam lagi tetapi sudah memaki detik. Kemajuan tekhnologi telah membawa kita pada ketotalan untuk berkreasi dan berkreativitas, telah menembus ruang-ruang privasi dan ruang-ruang moralitas. Tekhnologi yang dalam hal ini adalah media masa (televisi) telah memaksa kita untuk memakai celana botol, memaksa kita untuk memakai standar-standar hidup para selebritis, memaksa kita untuk memasukkan baju layaknya eksekutif, memaksa kita memakai jas seperti vokalis nidji dengan setelan rembutnya, dan memaksa kita melihat agnes monica dengan vario-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli komunikasi mengatakan, media massa sangat berpengaruh terhadap pembentukan realitas sosial. Komunikasi massa selalu mempunyai dampak pada diri seseorang atau sekelompok orang akibat dari pesan yang disampaikan kepadanya. Dampak kognitif berhubungan dengan pemikiran, dampak emosional berhubungan dengan perasaan (senang, sedih, marah, sinis dan sebagainya). Dampak kognitif juga mencakup niat, tekad, upaya, dan usaha yang berkecenderungan diwujudkan menjadi suatu kegiatan. Media massa tidak hanya memiliki dampak langsung terhadap individu, tetapi juga mempengaruhi kebudayaan dan pengetahuan kolektif serta nilai-nilai di dalam masyarakat. Media massa menghadirkan perangkat citra, gagasan dan evaluasi yang menjadi sumber bagi audience nya untuk memilih dan menjadikan acuan bagi pelakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Hill dan Monks (1990) mengungkapkan bahwa remaja merupakan salah satu penilai yang penting terhadap badannya sendiri sebagai rangsang sosial. Bila ia mengerti bahwa badannya sendiri sebagai rangsang sosial. Bila ia mengerti bahwa badannya tadi menuruti persyaratannya, maka hal ini berakibat positif terhadap penialain dirinya. Bila ada penyimpangan-penyimpangan timbullah masalah-masalah yang berhubungan dengan penilaian diri dan sikap sosialnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak dari kondisi-kondisi diatas, remaja sering merasa kehilangan eksistensinya. Oleh karena itu, tidak heran kalau remaja tersebut berusaha mencari atau menunjukkan eksisensinya melalui bidang-bidang yang dikuasainya. Dalam pencapaian eksistensi diri ini, remaja tidak lepas dari pengaruh lingkungan sosialnya. Apabila ia berada di tengah-tengah lingkungan yang berpendidikan, ia cenderung mengambil suatu sikap atau tindakan dimana orang lain bisa melihat dirinya mampu dibidang akademis. Ia akan cenderung rajin belajar, memperkaya pengetahuan dari buku-buku yang tidak didapatkan di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, remaja lebih peka terhadap reaksi-reaksi lingkungan yang ada disekitarnya daripada sebelumnya. Baik itu dari media massa, televisi, film atau orang-orang disekitarnya dari media massa, televisi, film atau orang-orang disekitarnya. Informasi-informasi baru selalu menarik perhatiannya. Kecenderungan bereksperimen (coba-coba) juga cukup tinggi, karena memang remaja belum mempunyai pola atau konsep yang mantap tentang masa depannya. Semua yang baru ingin dicobanya. Kecenderungan ini lebih kuat lagi karena keadaan emosinya yang masih labil. Oleh karena itu, tidak heran kalau banyak remaja yang menurutkan emosinya. Yang ada dalam pikirannya hanya “pokoknya saya berhasil” “pokoknya saya mandiri” “pokoknya saya pengen punya pengalaman” dll. Dorongan-dorongan semacam itu tidak dibarengi dengan pertimbangan apakah hal ini cocok untuk dirinya, bagaimana seandainya kalau saya sudah benar-benar masuk kedalamnya dan pertimbangan jangka panjang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitannya dengan tayangan iklan baik di televisi maupun majalah, yang banyak menawarkan produk-produk remaja, remaja akan mudah sekali untuk tertarik dan menjadi konsumtif demi penampilan mereka. Remaja putri akan menjadi lebih boros untuk membelanjakan uang sakunya untuk membeli parfume, bedak, lipgloss, dan lain-lain. Sedangkan remaja pria,akan membeli produk-produk mahal yang dapat menunjang penampilan dirinya didepan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup yang ditawarkan dalam majalah remaja maupun dalam sinetronpun adalah gaya hidup hedonis sebagai remaja kota besar yang tertular dari gaya hidup Barat. Dan untuk menunjang gaya hidup itu, remaja didorong untuk mengkonsumsi barang-barang dengan merek-merek mancanegara yang harganya tidak murah. Mereka diajarkan untuk mengikuti perkembangan mode dunia, mulai dari fashion, gaya rambut, casting HP yang berganti-ganti, dan sebagainya. Melalui penyampaian gaya hidup mewah ini, remaja diajarkan untuk boros dan menjadi tidak kritis terhadap persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi remaja putri, mereka dididik untuk menjadi perempuan yang menarik penampilannya dengan merawat wajah dan tubuhnya, yang kelak jika ia dewasa nanti akan mendapatkan seorang suami yang mapan dan tampan. Dan jika ia menikah nanti akan menjadi istri yang disayang suami karena terus menerus merawat tubuhnya dan ibu yang bertanggungjawab karena ia berhasil mengurus seluruh domestik keluarga dari mulai dapur sampai mendidik anak-anak. Stereotype perempuan yang hanya menjadi pendamping dan obyek pelengkap laki-laki, akan terus menerus diinternalisasikan dan diwariskan kepada generasi muda melalui tayangan iklan dan sinetron yang bias gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh dampaknya bagi remaja, melalui adanya berita-berita di media cetak yang sarat akan kalimat-kalimat yang vulgar dan melecehkan perempuan, akan mengajarkan mereka nilai-nilai budaya patriarki yang hanya melihat perempuan sebagai objek seksualitas. Akibatnya sejak usia remaja, sudah tertanam dalam pandangan mereka jika perempuan menarik adalah perempuan yang agresif dan seksi. Bahkan lebih jauh lagi tak jarang sinetron menghadirkan adegan-adegan yang lumayan indehoi tetapi sering orang bilang romantis, menghadirkan sekian kekerasan, menghadirkan sekian khayalan-khayalan, menghadirkan sekian penafsiran-penafsiran agama instan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini penulis hanya ingin membawa pada fakta sebagai refleksi hari AIDS sedunia tanggal 01 Desember bahwa kasus-kasus AIDS selalu terus meningkat dan terus meningkat, sampai saat ini sudah mencapai 190.000-200.000 kasus, yang terpenting dalam hal ini, 30% terjadi pada remaja. Sehingga kalau kita refleksikan, remaja Indonesia masih belum siap menerima tekhnologi, dengan kata lain, keberadaan tekhnologi masih hanya di fungsikan sebagai sebuah gaya hidup, sebagai sebuah arus pergeseran nilai-nilai baik di tingkatan orang tua maupun remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-7101434077477930343?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/7101434077477930343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=7101434077477930343&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7101434077477930343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7101434077477930343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/12/titik-titik-sebelum-aids.html' title='Titik-titik sebelum AIDS'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-3897898456300552474</id><published>2007-11-28T20:29:00.000+07:00</published><updated>2007-11-28T20:34:40.334+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R01tm2fdgTI/AAAAAAAAACs/17iPDZ4-v6w/s1600-h/Untuk+Blog3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R01tm2fdgTI/AAAAAAAAACs/17iPDZ4-v6w/s320/Untuk+Blog3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137883264129532210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kalo' sama yang ini?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-3897898456300552474?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/3897898456300552474/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=3897898456300552474&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/3897898456300552474'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/3897898456300552474'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/11/kalo-sama-yang-ini.html' title=''/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R01tm2fdgTI/AAAAAAAAACs/17iPDZ4-v6w/s72-c/Untuk+Blog3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-8276845301862796172</id><published>2007-11-28T20:26:00.000+07:00</published><updated>2007-11-28T20:29:29.315+07:00</updated><title type='text'>Para Guru taon Lalu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R01s-mfdgSI/AAAAAAAAACk/u8sOJCyQwbo/s1600-h/Untuk+Blog4.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R01s-mfdgSI/AAAAAAAAACk/u8sOJCyQwbo/s320/Untuk+Blog4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5137882572639797538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Masih ingat sama semua wajah ini gak? Hayo ....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" class="fullpost" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-8276845301862796172?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/8276845301862796172/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=8276845301862796172&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/8276845301862796172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/8276845301862796172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/11/para-guru-taon-lalu.html' title='Para Guru taon Lalu'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/R01s-mfdgSI/AAAAAAAAACk/u8sOJCyQwbo/s72-c/Untuk+Blog4.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-2798706017363380154</id><published>2007-11-28T20:24:00.000+07:00</published><updated>2007-11-28T20:26:16.829+07:00</updated><title type='text'>Ketika …</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ketika semuanya telah berlalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ketika semuanya telah berakhir&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ketika semuanya hanya menjadi catatan sejarah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ketika semuanya hanya menjadi kenangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kita tersadar bahwa semua hanya khayalan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Khayalan sebuah keinginan akan keterbatasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Keterbatasan sebagai insan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Insan yang selalu mendambakan keindahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-size:100%;" class="fullpost" &gt;&lt;br /&gt;Sayang…..&lt;br /&gt;Hari esok lebih panjang&lt;br /&gt;Hari esok lebih menggembirakan&lt;br /&gt;Hari esok lebih mempesonakan&lt;br /&gt;Dan tentunya hari esok yang lebih mempunyai kenikmatan yang dalam&lt;br /&gt;Sayang…&lt;br /&gt;Ingatkah kau tentang hikmah perjalanan perjuangan&lt;br /&gt;Ingatkah kau tentang bagaimana kita dimainkan perasaan&lt;br /&gt;Ingatkah kau bahwa kita telah bergelut dengan khayalan-hayalan masa depan&lt;br /&gt;Ingatkah kau tentang kenikmatan yang kita rasakan hanya sebatas nafsu anak zaman&lt;br /&gt;Aku telah ajarkan tentang bagaimana mencapai impian&lt;br /&gt;Aku telah ajarkan bagaimana sang bijak mengambil keputusan&lt;br /&gt;Aku telah ajarkan tentang makna kehidupan&lt;br /&gt;Aku telah ajarkan tentang kemudian setelah kehidupan&lt;br /&gt;Sangat munafiq kalau kita menjawab tantangan dengan alasan&lt;br /&gt;Sangat kerdil kalau kita selalau bermahkotakan keterbatasan&lt;br /&gt;Sangat cengeng kalau kita hadapai perpisahan dengan tangisan yang tidak berkesudahan&lt;br /&gt;Sangat bodoh kalau kau tidak punya harapan masa depan&lt;br /&gt;Ia …&lt;br /&gt;kalau kemarin adalah keindahan&lt;br /&gt;Kalau kemarin kebahagiaan&lt;br /&gt;Kalau kemarin kenikmatan&lt;br /&gt;Tetepi perlu di ingat bahwa yang kemarin adalah sebuah catatan kenangan&lt;br /&gt;Aku pingin kita bisa menjadi orang besar yang selalu melakukan kebijaksanaan&lt;br /&gt;Aku pingin kita bisa menjadi orang hebat dengan tulisan-tulisan&lt;br /&gt;Aku pingin kita bisa menjadi orang dengan penuh kebajikan&lt;br /&gt;Dan aku sangat pingin kita menjadi orang yang bisa menjawab segala pertanyaan alam dengan senyuman…&lt;br /&gt;Dan aku yakin kita bisa menangkan pertarungan-pertarungan&lt;br /&gt;Itulah beberapa alasan kenapa harus kita putuskan persoalan-persoalan perasaan….&lt;br /&gt;Kau akan menjadi matahari di waktu siang dan rembulan di waktu malam&lt;br /&gt;Dengan coretan-coretan tangan kita akan tunjukkan sejarah anak zaman&lt;br /&gt;Untuk wujudkan dunia yang penuh kasih sayang dan peradaban yang penuh kedamaian dengan perbedaan-perbedaan yang selama ini masih membuahkan peperangan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makhrus&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-2798706017363380154?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/2798706017363380154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=2798706017363380154&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2798706017363380154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2798706017363380154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/11/ketika.html' title='Ketika …'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-104248042206581898</id><published>2007-11-28T20:21:00.000+07:00</published><updated>2007-11-28T20:23:23.436+07:00</updated><title type='text'>Pemanasan Global ”Tragedi Peradaban</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;(Refleksi Konferensi Perubahan Iklim /COP-13 di Bali, 3-14 Desember 2007)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;Oleh : Makhrus Habibi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Konferensi Perubahan Iklim bulan Desember di Bali salah satu agendanya adalah Pengurangan emisi dari deforestasi, Pemanasan global yang berakibat pada perubahan iklim (Climate Change) belum menjadi mengedepan dalam kesadaran multi pihak. Pemanasan global (Global Warming) telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi dan pola konsumsi tinggi (gaya hidup konsumtif). Tidak banyak memang yang memahami dan concern pada isu perubahan iklim. Sebab banyak yang mengatakan, memang dampak lingkungan itu biasanya terjadi secara akumulatif. Pada titik inilah masalah lingkungan sering dianggap tidak penting oleh banyak kalangan, utamanya penerima mandat kekuasaan dalam membuat kebijakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Perubahan iklim akibat pemanasan global (global warming), pemicu utamanya adalah meningkatnya emisi karbon, akibat penggunaan enerji fosil (bahan bakar minyak, batubara dan sejenisnya, yang tidak dapat diperbarui). Penghasil terbesarnya adalah negeri-negeri industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Canada, Jepang, China, dll. Ini diakibatkan oleh pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negera-negar utara yang 10 kali lipat lebih tinggi dari penduduk negara selatan. Untuk negara-negara berkembang meski tidak besar, ikut juga berkontribusi dengan skenario pembangunan yang mengacu pada pertumbuhan. Memacu industrilisme dan meningkatnya pola konsumsi tentunya, meski tak setinggi negara utara. Industri penghasil karbon terbesar di negeri berkembang seperti Indonesia adalah perusahaan tambang (migas, batubara dan yang terutama berbahan baku fosil). Selain kerusakan hutan Indonesia yang tahun ini tercatat pada rekor dunia ”guinnes record of book” sebagai negara tercepat yang rusak hutannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" class="fullpost" &gt;&lt;br /&gt;Menurut temuan Intergovermental Panel and Climate Change (IPCC). Sebuah lembaga panel internasional yang beranggotakan lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Sebuah lembaga dibawah PBB, tetapi kuasanya melebihi PBB. Menyatakan pada tahun 2005 terjadi peningkatan suhu di dunia 0,6-0,70 sedangkan di Asia lebih tinggi, yaitu 10.  selanjutnya adalah ketersediaan air di negeri-negeri tropis berkurang 10-30 persen dan melelehnya Gleser (gunung Es) di Himalaya dan Kutub Selatan. Secara general yang juga dirasakan oleh seluruh dunia saat ini adalah makin panjangnya musim panas dan makin pendeknya musim hujan, selain itu makin maraknya badai dan banjir di kota-kota besar (el nino) di seluruh dunia. Serta meningkatnya cuaca secara ekstrem, yang tentunya sangat dirasakan di negara-negara tropis. Jika ini kita kaitkan dengan wilayah Indonesia tentu sangat terasa, begitu juga dengan kota-kota yang dulunya dikenal sejuk dan dingin makin hari makin panas saja. Contohnya di Jawa Timur bisa kita rasakan adalah Kota Malang, Kota Batu, Kawasan Prigen Pasuruan di Lereng Gunung Welirang dan sekitarnya, juga kawasan kaki gunung Semeru. Atau kota-kota lain seperti Bogor Jawa Barat, Ruteng Nusa Tenggara, adalah daerah yang dulunya dikenal dingin tetapi sekarang tidak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Meningkatnya suhu ini, ternyata telah menimbulkan makin banyaknya wabah penyakit endemik “lama dan baru” yang merata dan terus bermunculan; seperti leptospirosis, demam berdarah, diare, malaria. Padahal penyakit-penyakit seperti malaria, demam berdarah dan diare adalah penyakit lama yang seharusnya sudah lewat dan mampu ditangani dan kini telah mengakibatkan ribuan orang terinfeksi dan meninggal. Selain ancaman ratusan Desa di pesisir Jatim yang bisa tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, indikatornya serasa makin dekat saja jika kita tengok naiknya gelombang pasang di minggu ketiga bulan mei 2007 kemarin. Mulai dari pantai Kenjeran, pantai popoh Tulungagung, Ngeliyep Malang dan pantai lain di pulau-pulau Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Untuk negara-negara lain meningkatnya permukaan air laut bisa dilihat dengan makin tingginya ombak di pantai-pantai Asia dan Afrika. Apalagi hal itu di tambah dengan melelehnya gleser di gunung Himalaya Tibet dan di kutub utara. Di sinyalir oleh IPCC hal ini berkontribusi langsung meningkatkan permukaan air laut setinggi 4-6 meter. Dan jika benar-benar meleleh semuanya maka akan meningkatkan permukaan air laut setinggi 7 M pada tahun 2012. Dan pada 30 tahun kedepan tentu ini bisa mengancam kehidupan pesisir dan kelangkaan pangan yang luar biasa, akibat berubahnya iklim yang sudah bisa kita rasakan sekarang dengan musim hujan yang makin pendek sementara kemarau semakin panjang. Hingga gagal panen selain soal hama, tetapi akibat kekuarangan air di tanaman para ibu-bapak petani banyak yang gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Situasi ini tentu saja tidak hanya akan dirasakan oleh dunia, tetapi bisa juga terjadi dan akan sangat mengancam Indonesia. Sebab dengan meningkatnya permukaan air laut, desa-desa pesisir Indonesia tentu akan langsung merasakan dampaknya. Mulai dengan makin panjangnya jeda untuk tidak melaut bagi nelayan, saat angin barat. Yang tentunya ini akan berimplikasi langsung pada ekonomi keluarga mereka, maupun mengancam tenggelamnya lebih dari 4000 Desa-desa pesisir Indonesia. Apalagi Indonesia sebagai negara kepulauan, tentu akan sangat dirugikan dengan ancaman tenggelamnya pulau-pulaunya, terutama pulau-pulau kecil yang ratusan jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     The Day After Tomorrow. Sebuah film yang menggambarkan tenggelamnya kota-kota besar di pesisir yang di sertai dengan runtuhnya patung Liberty di Kota New York AS pada tahun 2020. Tentunya situasi yang kita hadapi saat ini bukan lagi manifest film tersebut, tetapi ini kenyataan yang kita hadapi saat ini Lantas jika demikian. Sebenarnya apa yang di butuhkan oleh dunia kecil “lokal” dan kita sebagai individu penghuni planet bumi? adalah revolusi gaya hidup, sebab dengan demikian akan mengurangi penggunaan energi baik listrik, bahan bakar, air yang memang menjadi sumber utama makin berkurangnya sumber kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Selain itu perlunya melahirkan konsesus yang membawa komitmen dari semua negara untuk menegakkan keadilan iklim. Seperti yang sudah dilakukan oleh Australia yang mempunyai instrumen keadilan iklim, melalui penegakan keadilan iklim dengan membentuk pengadilan iklim (Climate Justice). Dimana sebuah instrumen yang mengacu pada isi protokol kyoto yang menekankan pada kewajiban pada negara-negara utara untuk membayar dari hasil pembuangan emisi karbon mereka untuk perbaikan mutu lingkungan hidup bagi negara-negara selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Dalam praktek yang lain saatnya kita mulai menggunakan energi bahan bakar alternatif yang tidak hanya dari bahan energi fosil, misalnya untuk kebutuhan memasak. Menggunakan energi biogas (gas dari kotoran ternak) seperti yang dilakukan komunitas merah putih di Kota Batu. Desentraliasasi energi memang harus dilakukan agar menghantarkan kita pada kedaulatan energi dan melepas ketergantungan pada sentralisasi energi yang pada akhirnya harganya pun makin mahal saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Sedangkan untuk para pengambil kebijakan harusnya mengeluarkan policy yang jelas orientasinya untuk mengurangi pemanasan global. Misalnya menetapkan jeda tebang hutan di seluruh Indonesia agar tidak mengalami kepunahan dan wilayah kita makin panas. Menghentikan pertambangan mineral dan batubara seperti di Papua, Kalimantan, Sulawesi, hal ini bisa dilakukan dengan bertahap mulai dari meninjau ulang kontrak karyanya terlebih dahulu. Selanjutnya kebijakan progressive dengan mempraktekkan secara nyata jeda tebang dan kedaulatan energi harus dilakukan jika kita tidak mau menjadi kontributor utama pemanasan global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Di tingkatan pemuka agama, bagaiman kemudian bisa menafsirkan teologi-teologi yang ramah lingkungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Iklim memang mengisi ruang hidup kita baik secara individu maupun sosial, maka tidak mungkin menegakkan keadilan iklim tanpa melibatkan kesadaran dan komitmen semua pihak. Bahwa tidak bisa dibantah, kita hidup dalam ekosistem dunia “perahu” yang sama, sehingga jika ada bagian yang bocor dan tidak seimbang, sebenarya ini merupakan ancaman bagi seluruh isi perahu dan penumpangnya. Maka merevolusi gaya hidup kita untuk tidak makin konsumtif sangat mendasar dilakukan sekarang juga oleh seluruh umat manusia. Sebab dengan begitu kita bisa menempatkan apa yang kita butuhkan bisa ditunda tidak, yang harus kita beli membawa manfaat atau tidak dan apakah yang kita beli bisa digantikan oleh barang yang lain yang ramah lingkungan? Selamat hari lingkungan hidup sedunia. Mari bertindak nyata untuk masa depan bersama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-104248042206581898?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/104248042206581898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=104248042206581898&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/104248042206581898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/104248042206581898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/11/pemanasan-global-tragedi-peradaban.html' title='Pemanasan Global ”Tragedi Peradaban'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-2779220346709275443</id><published>2007-11-28T20:16:00.000+07:00</published><updated>2007-11-28T20:19:49.395+07:00</updated><title type='text'>Melewati Zaman dan Pengetahuan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;(Refleksi kaum muda)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;By : Makhrus Habibi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih hidup di zamanmu. Zaman yang sangat sulit ku mengerti. Tapi berupaya ku pahami. Karena aku begitu mencintaimu. (Naga Bonar 2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Orang sering berbicara bahwa sekarang zamannya sudah maju, sering mereka mempersepsikannya dengan zaman modern, modernitas, dan modernisme, sekarang sudah bisa ngomong langsung dengan saudara yang ada di luar pulau, sekarang sudah bisa lihat secara langsung kejadian-kejadian di Jakarta, bisa melihat peperangan yang ada di Jalur Gaza, perundingan-perundingan tentang Global Warning di Nusa Dua Bali, bahkan bisa melihat belantara Papua dengan segala keindahannya, tidak ada batas waktu dan tempat itulah mungkin intinya dari zaman ini yang kebanyakan orang menamakannya zaman modern.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" class="fullpost" &gt;Efektiv dan efisien yang menjadi prinsip dalam zaman modern ini telah memaksa kita untuk mengikutinya, kita tidak pernah bertanya apakah sebenarnya kita butuh atau tidak dengan prinsip tersebut, makanan siap saji, belajar dengan cepat, gaya baju yang minimalis (fashionable), kendaraan cepat, belajar agama kilat dan masih bayak produk-produk lainnya yang membuat sebuah trendsetter menjadi sebuah zaman yang instant.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Prinsip tersebut diatas juga membawa pada arah kemajun tekhnologi yang sangat pesat, kecepatan gerak dan kecepatan dalam mengakses informasi adalah sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi ketika menjadi pelaku-pelaku level nasional dan internasional, kemiskinan didefinisikan tidak hanya karena sulit makan dan sekolah serta sulit mendapat pelayanan kesehatan, tetapi kesulitan mendapatkan informasi sudah menjadi konsepsi pendefinisian kemiskinan pada saat ini. Adalah pada tingkatan kerja-kerja perusahaan besar, kecepatan gerak dan kecepatan mengakses informasi memang sangat dibutuhkan, baik dalam kerangka kecepatan dalam kerja perusahaan maupun efisien dalam pengelolaan modal, hal ini kemudian membawa arus kebudayaan, baik manusia sebagai bagian dari sistem ekonomi dunia, manusia sebagai bagian dari sistem sosial dunia, maupun manusia sebagai diri pribadi. Kita merasa butuh dengan koran pagi, kita merasa butuh dengan berita dari televisi, kita merasa butuh dengan sabun wangi, kita merasa butuh dengan pendidikan tinggi, kita merasa butuh handphone untuk berkomunikasi dan kita merasa butuh dan butuh. Kita tidak pernah menanyakan apakah merasa butuh itu adalah benar-benar kebutuhan atau hanya memang untuk menyesuaikan dengan arus zaman karena merasa bahwa kita adalah anak zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Yang pasti zaman telah mengajak kita berjalan lebih cepat, dan seiring itu pula kita telah menjadi manusia yang lupa akan diri kita sendiri, kita menjadi manusia yang tidak sadar dengan apa yang kita lakukan, zaman telah memaksa kita untuk menonton televisi di malam hari, zaman yang telah memaksa kita untuk sehat dengan mandi pagi, zaman yang telah memaksa kita memakai parfum wangi, zaman yang telah memaksa kita untuk mencari uang dari pagi sampai sore hari, zaman yang telah memaksa kita untuk berpendidikan tinggi, zaman yang telah memaksa kita untuk adu gengsi sebagai sebuah perwujuadan eksistensi, zaman yang telah memaksa kita mempunyai HP sebagai alat komunikasi. Kita tidak pernah berani bertanya pada diri kita tentang kenapa kita merasa harus memiliki dan melakukannya. Kita baru tersadar bahwa selama ini ketidaksadaran telah mengisi hari-hari dengan aktivitas yang pada intinya tidak mempunyai visi-misi dan orientasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tanpa kita sadari semua yang dilihat oleh mata, semua yang di dengar oleh telingan kita, dan semua yang telah di rasakan panca indra (sumber-sumber pengetahuan) telah membawa kita pada proses membentuk sebuah hukum-hukum, standarisasi-standarisasi, pengetahuan-pengetahuan di alam bawah sadar dari apa yang kita lihat dan apa yang kita rasakan. kehidupan sehari-hari kita telah terisi dengan aktivitas tidak sadar, terkadang kita tidak bisa memberikan beberapa alasan yang kuat atas keinginan kita, kenapa kita sarapan pagi ? kenapa kita memakai sepeda motor ? kenapa kita makan dengan ayam goreng ? kenapa kita sekolah dan kuliah ? kenapa kita mempunyai handphone yang berkamera ? kenapa kita berganti-ganti model baju (fashion) ? kenapa kita pacaran ? kenapa kita membutuhkan uang sekian juta ? kenapa kita kerja dari pagi sampai malam ? kenapa kita ini dan itu ?. kita merasa dikejar oleh tuntutan-tuntutan zaman, tuntutan keinginan yang telah kita ciptakan sendiri. Akhir cerita kita menjadi sebuah bangsa yang hanya repot memenuhi tuntutan dan sibuk memenuhi keinginan, kita menjadi bangsa yang selalu mengikuti arus kabekuan zaman, tanpa belum bisa befikir apa sebenarnya cita-cita keberadaan manusia baik secara komunal, maupun individual. Asal selebritis, dan asal british tidak lebih dari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bentukan-bentukan standarisasi di luar kesadaran ini kemudian akan membawa kita pada beberapa geneologi bahasa, ada tradisionalis, ada moderat, ada gaul ada kampungan, ada pintar ada bodoh, ada tampang gagah, macho, atau lain sebagainya, muncullah sebuah standarisasasi-satandarisasi (ukuran-ukuran) dalam mempersepsikan antara kecerdasan dengan kebodohan, antara moderat dengan tradisionalis, antara murid nakal dengan murid baik, antara siswa gaul dengan ketinggalan zaman. kita terbiasa mendengarkan apa yang mereka bicarakan, bukan apa yang mereka tidak bicarakan, kita sering membaca apa yang tersurat bukan apa yang tersirat. Kita menjadi manusia yang telah dibentuk dengan ketidaksadaran, kita mengatakan ini dan itu tetapi tidak mempunyi argumentasi yang kuat kenapa ini dan kenapa itu. menjadi sebuah manusia yang kehilangan akal atau rasioanalnya, menentukan segalanya dengan suka dan tidak suka (like and dis like)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sehingga dalam mengetahui sebuah arus pikiran (baca : Kebenaran subjektif) tentu bisa di lihat dari sumber pengetahuannya, bagaimana orang tersebut membentuk atau mempersepsikan tentang kebaikan dan keburukan, mempersepsikan kebenaran dan kesalahan bisa di lihat dari sinetron favoritnya, surat kabar yang dibacanya, bacaan bukunya, atau berapa jam dalam menonton televisi, berapa menit dalam membaca buku, berapa saat dalam merefleksikan dirinya, berapa lama dalam berfikir dan merenungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Michael Foucult seorang filosof postmodernisme : Knowledge is power mencoba menguraikan bahwa pengetahuan adalah kekuatan, ketika anda bisa menguasai pengetahuan-pengetahuan yang kemudian bisa menentukan kebenaran-kebenaran maka anda bisa menggerakkan apa yang anda ingin gerakkan, dengan kata lain bahwa kebenaran-kebenaran yang telah kita persepsikan dalam otak ini sangat di pangaruhi oleh sumber-sumber pengetahuan, kalaupun dalam keseharian kita sangat sering menonton tv dengan sinetron dan beritanya maka kebenaran yang disampaikan tv adalah kebenaran yang kita persepsikan, dan begitu sebaliknya. Kalau anda punya obsesi untuk menguasai dunia pendidikan maka anda harus menciptakan pengetahuan yang bisa mengadakan sebuah kebenaran-kebenaran umum yang kemudian bisa dimasukkan dalam dunia pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Ketika dulu orang mendefenisikan pacaran dengan hanya sebatas surat-suratan dengan sang idola sekarang sudah beda yang namanya pacaran ya KNPI (kissing, necking, petting dan …………), dulu kita mempersepsikan bahwa perempuan yang cantik itu adalah yang rada gemuk (baca : subur) tetapi sekarang perempuan yang cantik (baca : seksi) itu adalah yang kurus. Kebenaran sangat tergantung dari penguasa pengetahuan, dan jangkauan untuk mengkomunikasikan melalui media-medianya. Dengan kata lain bahwa keberadaan pengetahuan tidak bebas nilai (netral) keberadaan pengetahuan mempunyai maksud dan tujuan sehingga kebenaran-kebenaran yang dimunculkannya juga mempunyai orientasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penulis tidak ingin menjawab atas pertanyaan-pertanyaan, tetapi bermaksud untuk menguraikan sekian permasalahan-permasalahan tentang kesadaran, ketidaksadaran dan pengetahuan, karena penulis yakin bahwa kita punya kebenaran masing-masing dalam memandang sesuatu. Baik-buruk saya, benar-salah dia tentu berbeda, karena pengalaman dan sumber pengetahuan kita berbeda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Apakah kita bisa dan berani untuk melampaoi zaman dan pengetahuan ? Sebuah pertanyaan reflektif bagai kaum muda dan semuanya, bahwa selama ini kita terkungkung oleh zaman yang sangat menyesakkan dan pengetahuan yang telah meracuni otak kita. Al hasil, tidak ada paksaan untuk mengikuti arus peradaban, tidak pula berdosa untuk meninggalkan arus zaman, siapa yang kuat dia yang akan menang (survivel of the fittes) kata Darwin, siapa yang menguasai pengetahuan dia yang akan bisa membentuk peradaban dan semuanya adalah pilihan kawan !!! terakhir semoga kita tersadarkan dengan ketidaksadaran kita selama ini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-2779220346709275443?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/2779220346709275443/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=2779220346709275443&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2779220346709275443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2779220346709275443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/11/melewati-zaman-dan-pengetahuan_28.html' title='Melewati Zaman dan Pengetahuan'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-2255991358503036657</id><published>2007-11-10T20:55:00.000+07:00</published><updated>2007-11-10T21:00:20.977+07:00</updated><title type='text'>Selamat dan Sukses ...</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;Seluruh Crew Al-Falah Connection mengucapkan Selamat &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;atas Wisuda Sarjana Saudara&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:180%;"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;IKHWAN HADI, S.Pd.I.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;pada Sabtu, 10 Nopember 2007 di &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;Universitas Islam Negeri Malang. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:130%;"&gt;Semoga Ilmu yang didapatnya dapat dimanfaatkan bagi kepentingan umat. Amin&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-2255991358503036657?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/2255991358503036657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=2255991358503036657&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2255991358503036657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2255991358503036657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/11/selamat-dan-sukses.html' title='Selamat dan Sukses ...'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-7305828703448109228</id><published>2007-11-08T20:26:00.001+07:00</published><updated>2007-11-12T14:46:17.206+07:00</updated><title type='text'>Mencintai Rasul Sebagai Benteng Menghadapi Aliran Sesat</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-family:trebuchet ms;" &gt;Al-Qiyadah Al-Islamiyah tentu bukan kata yang asing di telinga kita. Sebulan terakhir ini kita mendengar kata ini disebut di televisi dan radio, ditulis di surat kabar, internet, koran dan tabloid, disebut dalam diskusi-diskusi kelompok masyarakat kita. Penyelewengan selalu menjadi hal yang menarik untuk dibahas. Seperti halnya penyelewengan dalam masalah rumah tangga, penyelewengan ajaran agama menjadi hal yang dengan sangat cepat meroket, menempati chart tertinggi dalam setiap pembahasan. Majelis Ulama Indonesia telah menyatakan bahwa Al-Qiyadah merupakan aliran sesat. Hal ini dilakukan setelah pengkajian terhadap beberapa pokok dan sumber ajarannya. Hal utama aliran ini dinyatakan sesat karena telah mengingkari Nabi Muhammad Saw. sebagai Rasul terakhir. Ahmad Mozadeq sebagai pengembang ajaran ini mengklaim dirinya sebagai Rasul, setelah Muhammad. Pengakuan ini dituangkan dalam perubahan Syahadat mereka menjadi, “Asyhadu an Laa Ilaaha Illallah, wa asyhadu anna Ahmad Mozadeq Rasullullah”. Bukankah ini adalah penghianatan terhadap ajaran Islam murni yang telah dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai khatamunnabiyyin (penutup para nabi)? Apakah kita siap menghadap kepada Allah sebagai pengkhianat Islam?&lt;br /&gt;Ajaran sesat ini tentu menimbulkan kegeraman dari berbagai kalangan umat Islam. Terutama pada kalangan radikal seperti FPI dan berbagai forum religius yang akhirnya dengan berani mengambil sikap keras yang berujung tindakan kriminal pada setiap pengikut aliran sesat. Tak ayal lagi, pengrusakan dan penghakiman dilakukan oleh massa terhadap person-person yang dianggap ikut andil dalam penyebaran ajaran sesat ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;&lt;br /&gt;Fenomena aliran sesat sebenarnya telah sejak lama membumi di tanah air kita ini. Beberapa diantaranya yang mencuat dan mendapat kecaman keras adalah aliran Ahmadiyah, Al-Qur’an Suci dan Al-Qiyadah. Mereka berkembang secara underground, dengan pengikut yang kadang tersebar di berbagai daerah. Hingga akhirnya ketika muncul ke permukaan, akan langsung mendapat kecaman keras dari umat Islam.&lt;br /&gt;Beberapa pakar telah menyebutkan bahwa rata-rata aliran sesat yang muncul memiliki berbagai kesamaan, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;Aliran yang berkembang memiliki pemimpin yang kharismatik. Pemimpin yang mengaku sebagai nabi ini adalah orang yang sangat peduli terhadap sesamanya, apalagi terhadap kader rekrutannya. Hal ini memudahkan baginya untuk mempengaruhi dan mendoktrin setiap orang untuk masuk dan ikut dalam ajarannya. Beberapa pengikut aliran sesat berkata, sejarah penyebaran ajaran ini sama persis dengan sejarah yang terjadi pada masa Nabi Muhammad. Nabi mereka akan diusir, dikucilkan, dilempari batu. Sehingga dengan kharisma yang dimiliki, pemimpin akan tetap mampu mengembangkan ajarannya meskipun berbagai pihak, termasuk pemerintah, memberikan peringatan dan ancaman. Hal ini juga sebenarnya tidak terlepas dari kondisi masyarakat yang sedang mengalami tekanan. Baik itu tekanan ekonomi akibat desakan kebutuhan, tekanan psikologis akibat perubahan gaya hidup yang sangat cepat, ataupun tekanan akibat masalah politik negara yang berpengaruh pada semua lini hidup.&lt;br /&gt;Orang yang direkrut menjadi anggota aliran sesat rata-rata memiliki tingkat pemahaman agama rendah. Ya, tentu saja hal itu benar. Bukankah Al-Qur’an telah memerintahkan kita untuk masuk ke dalam Islam secara kaffah? Kaffah yang berarti ber-Islam dalam setiap gerakan. Islam dalam Aqidah, Islam dalam ekonomi, Islam dalam Pendidikan, Islam dalam pergaulan, dan Islam semuanya. Rasul telah meninggalkan dua pedoman hidup yang akan menyelamatkan kita dari kesesatan. Al-Qur’an dan Hadits. Pemahaman yang total terhadap sumber ajaran ini akan membawa kita kepada keselamatan, dunia dan akhirat. Sedangkan pemahaman yang setengah-setengah terhadap sumber ajaran ini tentu akan memberikan resiko sebaliknya. Muslim yang memiliki pengetahuan setengah-setengah tentang Islam akan sangat mudah untuk diselewengkan akidahnya. Dalam kasus Al-Qiyadah, kita perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut : bukankah telah sangat jelas dipaparkan bahwa setiap Rasul memiliki mu’jizat yang diberikan oleh Allah sebagai bukti bahwa ia benar-benar Rasul? Jika memang Ahmat Mozadeq adalah Rasul, apa mu’jizat yang dibawanya? Apakah mu’jizatnya lebih besar dibanding Al-Qur’an?&lt;br /&gt;Dalam aliran sesat, terdapat pemusatan dan otoriterisasi kebijakan pada pemimpin. Pemimpin bebas memerintahkan apa saja bagi pengikutnya, sesuai yang dituangkan dalam Anggaran Dasarnya. Al-Qiyadah Al-Islamiyah telah mewajibkan pemeluknya untuk menyerahkan sebagian hartanya kepada pemimpin. Dengan dalih sebagai sedekah, pengikut menyerahkan beberapa kendaraan. Bahkan yang lucu, bagi pengikut yang berhasil mengajak 40 orang ke dalam aliran ini, akan mendapatkan sebuah sepeda motor. Apakah ini tidak lebih dari sekedar arisan? Keadaan ekonomi masyarakat rupanya tak pernah dapat dilepaskan dari masalah akidah. Sebagaimana yang pernah ditegaskan oleh Rasul :&lt;br /&gt;“dan kefakiran itu lebih dekat kepada kekufuran”&lt;br /&gt;Yang sangat menarik dari kajian aliran sesat ini adalah pandangan yang mengemukakan bahwa aliran sesat merupakan operasi intelijen yang dilakukan untuk memecah suara umat Islam dalam Pemilu yang akan diadakan beberapa tahun ke depan. Pada Pemilu sebelumnya, fenomena aliran sesat juga muncul bertubi-tubi. Bagaimana tidak, dengan munculnya aliran-aliran baru dalam Islam, umat akan bingung kemana mesti memberikan dukungan. Tentu saja hal ini dikhususkan bagi komunitas muslim yang tidak cukup memiliki pegangan kuat berpolitik. Bagi muslim yang hanya ber-Islam dalam KTP. Bagi muslim yang shalat mungkin hanya seminggu sekali, atau setahun dua kali. Dalam ruang lingkup yang universal, pecahnya suara umat akan berpengaruh pada posisi nomor satu di negeri ini, Presiden. Jika presiden kita bukan muslim, akankah ada wadah bagi setiap aspirasi yang diberikan warga muslim?&lt;br /&gt;Pertanyaan yang muncul kemudian adalah : Bagaimana menghindarkan diri dari berbagai ajaran sesat?&lt;br /&gt;Selama kita berpegang pada rukun Iman dan rukun Islam, maka kita tidak akan pernah terjerumus dalam ajaran sesat yang tak jelas asal muasal dan ujungnya. Salah satu jalannya adalah dengan mencintai Rasulullah. Rasul yang kita percayai ajarannya, sehingga hati kita teguh dalam ber-Islam. Dengan mencintai Rasul, maka kita akan mendapatkan ketenangan dalam menjalankan ajaran Islam. Secara Kaffah.&lt;br /&gt;Beberapa cara mencintai Rasul adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;Meyakini dengan penuh tanggung jawab akan kebenaran Nabi Muhammad dan apa yang dibawa oleh beliau. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala menandaskan tentang ciri orang bertaqwa:&lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertaqwa”. (Az-Zumar : 33).&lt;br /&gt;Ikhlas mentaati Rasul Shallallaahu alaihi wa Sallam dengan melaksanakan seluruh perintah dan menjauhi seluruh larangan beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam . Sebagaimana janji Allah :&lt;br /&gt;“Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban Rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang” (An-Nuur: 54).&lt;br /&gt;“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya”. (An-Nisaa’: 65).&lt;br /&gt;Mencintai beliau, keluarga, para sahabat dan segenap pengikutnya. Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;"Tidaklah beriman seseorang (secara sempurna)sehingga aku lebih dia cintai daripada orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Membela dan memperjuangkan ajaran Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam serta berda’wah demi membebaskan ummat manusia dari kegelapan kepada cahaya, dari ke zhaliman menuju keadilan, dari kebatilan kepada kebenaran, serta dari kemaksiatan menuju ketaatan. Sebagaimana firman di atas :&lt;br /&gt;“Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (Al-A’raaf: 157).&lt;br /&gt;Meneladani akhlaq dan kepemimpinan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam dalam setiap amal dan tingkah laku, itulah petunjuk Allah:&lt;br /&gt;“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah”. (Al-Ahzab:21).&lt;br /&gt;Memuliakan dengan banyak membaca shalawat salam kepada beliau terutama setelah disebut nama beliau.&lt;br /&gt;“Merugilah seseorang jika disebut namaku padanya ia tidak membaca shalawat padaku.” (HR. At-Tirmidzi)&lt;br /&gt;Waspada dan berhati-hati dari ajaran-ajaran yang menyelisihi ajaran Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa Sallam seperti waspada dari syirik, tahayul, bid’ah, khurafat, itulah pernyataan Allah :&lt;br /&gt;“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi ajaran Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih”. (An-Nur: 63).&lt;br /&gt;Mensyukuri hidayah keimanan kepada Allah dan RasulNya dengan menjaga persatuan umat Islam dan menghindari perpecahan dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-shahihah. Itulah tegaknya agama:&lt;br /&gt;“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah karenanya”. (Asy-Syura: 13).&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan dari artikel ini adalah : pemahaman yang total terhadap ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. adalah satu-satunya jalan menghindarkan diri dari kesesatan yang terjadi. Baik itu kesesatan secara parsial (sebagian) ataupun kesesatan secara universal (menyeluruh). Untuk mengenali sesuatu yang asli, kita tentu harus mengetahui sesuatu yang palsu. Begitu juga sebaliknya. Asli dan palsu dibedakan dari esensi yang dikandung, bukan dari kulit luar. Islam yang dibawa Rasul Muhammad Saw. adalah agama paripurna yang telah mengatur seluruh kepentingan umatnya, yang mengajak umatnya menjadi umat terbaik, yang mengajak umatnya memakmurkan bumi, yang meletakkan maslahah di atas kepentingan pribadi maupun golongan.&lt;br /&gt;Mari kita buka hati untuk menerima Hidayah dari-Nya. Semoga Allah tetap memberikan kekuatan pada kita untuk tetap pada Islam yang benar, yang dibawa oleh Rasul junjungan kita 1600 tahun lalu. Semoga kita akan bertemu dengan Rasulullah di Padang Mahsyar dengan pengakuan sebagai umatnya, mendapatkan syafaatnya. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Muhammad Zainal Abidin&lt;br /&gt;Penulis adalah Mahasiswa UIN Alauddin Makassar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:trebuchet ms;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-7305828703448109228?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/7305828703448109228/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=7305828703448109228&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7305828703448109228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7305828703448109228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/11/mencintai-rasul-sebagai-benteng.html' title='Mencintai Rasul Sebagai Benteng Menghadapi Aliran Sesat'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-302647486371179952</id><published>2007-11-08T20:01:00.001+07:00</published><updated>2007-11-12T14:40:34.917+07:00</updated><title type='text'>Ketika kerudung di ganti dengan kresek</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: verdana;font-family:trebuchet ms;" &gt;Ketika melihat film India, mereka rata-rata memakai kerudung, ketika melihat orang-orang timur tengah entah Islam, Kristen atau Nasrani mereka juga rata-rata memakai kerudung, bunda Maria juga memakai kerudung, para pendeta perempuan (aku lupa namanya) juga memakai kerudung, orang Yahudi ortodoks juga memakai kerudung, hal yang kemudian membikin bingung dalam mempersepsikan kerudung adalah apakah kerudung itu adalah sebuah budaya atau memang ajaran agama. Kenapa harus pake kerudung ??&lt;br /&gt;Terlepas dari perdebatan apakah kerudung adalah budaya atau ajaran agama, penulis mencoba mengambil kesimpulan bahwa secara substansial keberadaaan fungsi kerudung tidak lain hanya sebatas untuk menutupi aurat (baca : organ yang bikin merangsang) ketika di pandang dalam perspektif agama, supaya orang yang melihatnya tidak terangsang atau yang memakainya tidak menjual ransangan, supaya tidak membikin otak lelaki tambah kotor atau mengantisipasi perbuatan-perbuatan anarkisme biologis, dengan kata lain hanya sebatas untuk jaminan keamanan bagi seorang perempuan, ketika perempuan mengumbar organ yang bikin merangsang yang pasti sama juga dia mengundang reaksi anarkhisme seksual (ngeri banget bahasanya) ada yang menggunakan cara yang soft dengan rayuan-rayuan mautnya, ada juga yang main kasar dengan memaksanya dan ada juga yang memang menjadikan sebuah ideologi (baca : freesex) untuk mengesahkan kebebasan menikmati keindahan. Ketika mata ini melihat yang indah-indah tentunya akan ada hasrat atau keinginan untuk merasakan keindahan tersebut. Sangat naluriah bagi manusia ketika melihat yang indah atau yang memikat maka kemudian mereka akan mempunyai kecenderungan untuk lebih tahu dan lebih tahu. entah dengan cara merasakan, secara langsung (membeli sate) atau tidak langsung (pake sabun, yang ini ma g sehat hoe) ketika sang pecinta lukisan sangat tertarik dengan sebuah lukisan, maka orang tersebut pasti akan membelinya ketika lukisan itu di jual dengan harga berapapun, karena dia suka, dan apakah dia salah ketika dia mencintai lukisan dan ingin memilikinya yang kemudian dia punyak kebebasan untuk menikmatinya kapan pun dia mau ??&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;" class="fullpost" &gt;&lt;br /&gt;Dalam perspektif penikmat keindahan (baca : organ seksi) sebenarnya indah atau tidak, seksi atau tidak, merangsang atau tidak sangat tergantung dari suasana pikirannya, sangat tergantung dari persepsinya, ketika otak ini sedang kotor maka apapun bentuk orangnya, apapun bentuk penutupnya, otak tetap kotor dan ngeres, dalam otak bukan lagi soal keindahan tetapi sudah bagaimana menikmati keindahan tersebut, ketika penikmat lukisan tahun bahwa karya lukisan di pameran sangat indah kemungkinan banyak mereka akan membelinya, tidak menjadi soal harga mahal atau murah karena sudah terlanjur suka (ini soal perasaan dan kepuasan kawan!!)&lt;br /&gt;Kalau yang menjadi masalah adalah menutupi aurat dengan maksud untuk menutupi organ seksi supaya orang tidak berfikir kotor dan akhirnya jangan sampai berbuat yang kotor-kotor, apakah kerudung adalah satu-satunya perangkat untuk menutupi aurat, apakah kerudung adalah satu-satunya jalan untuk mengurangi otak kotor, mengurangi pikiran-pikiran yang lagi ngeres, kalau jawabannya bukan berarti bisa kita menyimpulkan bahwa kerudung adalah sebuah kebudayaan, sebuah budaya orang-orang timur tengah yang kemudian di bawa ke Asia kecil (india) dan mereka (orang india) mengikutinya. (gitu ya…??)&lt;br /&gt;Secara substansial ketika kerudung berfungsi untuk mengantisipasi otak-otak yang kotor, mengurangi kekerasan-kekerasan penikmat keindahan perempuan dalam pespektif faham materialisme itu “iya” bahwa persepsi (baca : pengetahuan) itu berasal dari inderawi, ketika yang di lihat sudah tertutupi kerudung dan kerudung seharusnya (dalam paham ini) mereka tidak berfikiran kotor. Tetapi dalam perspektif faham idealisme, bahwa otak kotor itu berasal dari fikiran dan fikiran itu adalah alam ide yang lebih awal ada, artinya sebelum ada orang memakai kerudung, otak kotor sudah ada dalam alam ide, sehingga memakai atau tidak berarti sama saja, karena otak ini sudah membentuk persepsi-persepsi terhadap alam materiil. Apapun bentuknya kalau otak sudah kotor ya tetap kotor. Karena alam ide tidak terpengaruhi oleh alam materiil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kerudung jadi produk pasar&lt;br /&gt;Penduduk Indonesia mayoritas Islam, dan lebih banyak perempuannya, sampai saat ini kerudung tetap menjadi simbol kaum muslimat, dalam perspektif orang berdagang, jualan kerudung tentu sangat prospektif, pasar kerudung sangat potensial untuk menghasilkan laba sebanyak-banyaknya. Dan tentunya mereka (baca : Pengusaha) sudah membacanya bahkan berjualan kerudung di pasar.&lt;br /&gt;Sehingga saat ini kita sering melihat berbagai iklan menayangkan orang-orang dengan memakai kerudung, berbagai artis dengan gosipnya tetapi memakai kerudung, penyanyi dengan lagu dangdutnya juga memakai kerudung, sinetron yang berbau seksual juga pake kerudung, dan banyak media-media lain yang selalu tidak lepas dari kerudung. Ada kerudung yang model inilah itulah, yang minimalis, yang islamis, yang gaul yang seksi dan yang-yang lainnnya&lt;br /&gt;Pertanyaan yang kemudian muncul, kenapa ini menjadi sebuah trend (baca : budaya pop) apakah memang semua orang mulai sadar dengan Islamnya atau memang kerudung menambah seksi??&lt;br /&gt;Dalam perspektif ilmu pemasaran, munculnya kerudung di berbagai media, ini adalah sebuah strategi penguatan pasar dalam rangka untuk membentuk konsumen tetap pasar kerudung. Ada yang menggunakan artis top, ada yang menggunakan da,i top, ada yang menggunakan artis gaul itu adalah sekian strategi untuk memaksimalkan semua segmen pasar. Dengan berbagai macam kerudung yang di ciptakan produsen mencoba untuk memasuki semua segeman pasar.&lt;br /&gt;Sedangkan dalam perspektif analisa media, keberadaan sebuah trend /isu itu tidak bisa datang dengan sendirinya (an sich). Keberadaan isu pasti membawa sebuah maksud tertentu, dalam konteks ini kemudian (perpektif dagang) kita bisa membaca bahwa trend setter kerudung tidak datang dengan sedirinya, tidak datang atas kesadaran masyarakat akan kerudung tetapi lebih bermotiv profit oriented (mencari laba) yang kemudian tanpa sadar keberadaan kerudung tidak lebih sebagai barng pasar dan keberadaan dalil-dalilnya tidak jauh dari strategi memasuki pasar yang akhirnya berujung dengan profit. Astaghfirulloh&lt;br /&gt;Al hasil kerudung menjadi sebuah produk dagangan, bukan lagi berbicara soal menutupi aurat atau tidak, bukan lagi berbicara soal mengantisipasi para penikmat keindahan, tetapi hari ini berbicara soal kerudung (kontekstual) berarti sama dengan membantu orang menjual barang dagangannya.&lt;br /&gt;Ketika dompet kempes dan sang cewek minta kerudung dan ternyata kerudung tidak ada yang murah harganya saya hanya bisa bilang Jancooook-Jancok, karena kalau tidak di belikan akan di anggap tidak Islami dan pada kemungkinan besar saat itu juga gw di putus……, hanya dengan satu alasan gw di anggap orang muslim tapi tida tau Islam, memang hebat cewekku ini, di ajak menikmati keindahan dunia (terserah kawan-kawan mengartikan) dia oke banget tetapi masih konsisten memakai kerudung, apakah ini sterategi untuk menutupi bunga yang sudah layu atau memang dia mematuhi Ajaran dari keyakinannya.&lt;br /&gt;Saya tidak bisa membayangkan ketika ada seorang anak kecil yang meminta kerudung kepada ayahnya, kalau tidak di turuti nanti di anggap Muslim yang tidak ngerti Islam, kalau di turuti berarti dia tidak bisa membayar sekolah anaknya, kok kerudung tambah bikin susah sih…….. (mungkin….)&lt;br /&gt;Penulis hanya bisa mengandaikan alangkah indahnya ketika kerudung di ganti dengan plastik kresek (plastik kantongan warna hitam) selain murah, palstik kresek yang di gunakan sebagai kerudung tidak akan mengundang otak kotor, secara substansial berarti tepat menggantikan fungsi kerudung dan di bisa di beli oleh semua kalangan.&lt;br /&gt;Entahlah………………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makhrus habibi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-302647486371179952?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/302647486371179952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=302647486371179952&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/302647486371179952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/302647486371179952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/11/ketika-kerudung-di-ganti-dengan-kresek.html' title='Ketika kerudung di ganti dengan kresek'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-3498476025671976608</id><published>2007-11-01T09:24:00.001+07:00</published><updated>2007-11-01T09:28:50.864+07:00</updated><title type='text'>Masyarakat Madani Indonesia</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Masyarakat madani jika dipahami secara sepintas merupakan format kehidupan alternatif yang mengedepankan semangat demokrasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak manusia. Hal ini diberlakukan ketika negara sebagai penguasa dan pemerintah tidak bisa menegakkan demokrasi dan hak-hak asasi manusia dalam menjalankan roda kepemerintahannya. Di sinilah kemudian konsep masyarakat madani menjadi alternatif pemecahan, dengan pemberdayaan dan penguatan daya kontrol masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang pada akhirnya nanti terwujud kekuatan masyarakat sipil yang mampu merealisasikan dan menegakkan konsep hidup yang demokratis dan menghargai hak-hak asasi manusia.&lt;br /&gt;Sosok masyarakat madani bagaikan barang antik yang memiliki daya tarik amat mempesona. Kehadirannya yang mampu menyemarakkan wacana politik kontemporer dan meniupkan arah baru pemikiran politik, bukan dikarenakan kondisi barangnya yang sama sekali baru, melainkan disebabkan tersedianya momentum kondusif bagi pengembangan masyarakat yang lebih baik.&lt;br /&gt;Berbicara mengenai kemungkinan berkembangnya masyarakat madani di Indonesia diawali dengan kasus-kasus pelanggaran HAM dan pengekangan kebebasan berpendapat, berserikat dan kebebasan untuk mengemukakan pendapat di muka umum kemudian dilanjutkan dengan munculnya berbagai lembaga-lembaga non pemerintah yang mempunyai kekuatan dan bagian dari social control. Sejak zaman Orde Lama dengan rezim Demokrasi Terpimpinnya Soekarno, sudah terjadi manipulasi peran serta masyarakat untuk kepentingan politis dan terhegemoni sebagai alat legitimasi politik. Hal ini pada akhirnya mengakibatkan kegiatan dan usaha yang dilakukan oleh anggota masyarakat dicurigai sebagai kontra-revolusi. Fenomena tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa di Indonesia pada masa Soekarno pun mengalami kecenderungan untuk membatasi gerak dan kebebasan publik dalam mengeluarkan pendapat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Sampai pada masa Orde Baru pun pengekangan demokrasi dan penindasan hak asasi manusia kian terbuka seakan menjadi tontonan gratis yang bisa dinikmati oleh siapapun untuk segala usia. Hal ini dapat dilihat dari berbagai contoh kasus pada masa orde baru berkembang. Misalnya kasus pemberedelan lembaga pers, seperti AJI, DETIK dan TEMPO. Fenomena ini merupakan sebuah fragmentasi kehidupan yang mengekang kebebasan warga negara dalam menyalurkan aspirasi di muka umum, apalagi ini dilakukan pada lembaga pers yang nota bene memiliki fungsi sebagai bagian dari social control dalam menganalisa dan mensosialisasikan berbagai kebijakan yang betul-betul merugikan masyarakat.&lt;br /&gt;Selain itu, banyak sekali terjadi pengambilalihan hak tanah rakyat oleh penguasa dengan alasan pembangunan, juga merupakan bagian dari penyelewengan dan penindasan hak asasi manusia, karena hak atas tanah yang secara sah memang dimiliki oleh rakyat, dipaksa dan diambil alih oleh penguasa hanya karena alasan pembangunan yang sebenarnya bersifat semu. Di sisi lain, pada era orde baru banyak terjadi tindakan-tindakan anarkisme yang dilakukan oleh masyarakat sendiri. Hal ini salah satu indikasi bahwa di Indonesia – pada saat itu – tidak dan belum menyadari pentingnya toleransi dan semangat pluralisme.&lt;br /&gt;Melihat itu semua, maka secara esensial Indonesia memang membutuhkan pemberdayaan dan penguatan masyarakat secara komprehensif agar memiliki wawasan dan kesadaran demokrasi yang baik serta mampu menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia. Untuk itu, maka diperlukan pengembangan masyarakat madani dengan menerapkan strategi pemberdayaannya sekaligus agar proses pembinaan dan pemberdayaan itu mencapai hasilnya secara optimal.&lt;br /&gt;Dalam hal ini, menurut Dawam ada tiga (3) strategi yang salah satunya dapat digunakan sebagai strategi dalam memberdayakan masyarakat madani di Indonesia.&lt;br /&gt;Strategi yang lebih mementingkan integrasi nasional dan politik. Strategi ini berpandangan bahwa sistem demokrasi tidak mungkin berlangsung dalam masyarakat yang belum memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat. Bagi penganut paham ini pelaksanaan demokrasi liberal hanya akan menimbulkan konflik, dan karena itu menjadi sumber instabilitas politik. Saat ini yang diperlukan adalah stabilitas sebagai landasan pembangunan, karena pembangunan – lebih banyak yang terbuka terhadap perekonomian global – membutuhkan resiko politik yang minim. Dengan demikian persatuan dan kesatuan bangsa lebih diutamakan dari demokrasi.&lt;br /&gt;Strategi yang lebih mengutamakan reformasi sistem politik demokrasi. Strategi ini berpandangan bahwa untuk membangun demokrasi tidak usah menunggu rampungnya tahap pembangunan ekonomi. Sejak awal dan secara bersama-sama diperlukan proses demokratisasi yang pada esensinya adalah memperkuat partisipasi politik. Jika kerangka kelembagaan ini diciptakan, maka akan dengan sendirinya timbul masyarakat madani yang mampu mengontrol terhadap negara.&lt;br /&gt;Strategi yang memilih membangun masyarakat madani sebagai basis yang kuat ke arah demokratisasi. Strategi ini muncul akibat kekecewaan terhadap realisasi dan strategi pertama dan kedua. Dengan begitu strategi ini lebih mengutamakan pendidikan dan penyadaran politik, terutama pada golongan menengah yang makin luas.&lt;br /&gt;Ketiga model strategi pemberdayaan masyarakat madani tersebut dipertegas oleh Hikam bahwa di era transisi ini harus dipikirkan prioritas-prioritas pemberdayaan dengan cara memahami target-target grup yang paling strategi serta penciptaan pendekatan-pendekatan yang tepat dalam proses tersebut. Untuk keperluan itu, maka keterlibatan kaum cendekiawan, LSM, ormas sosial dan keagamaan dan mahasiswa adalah mutlak adanya, karena merekalah yang memiliki kemampuan dan sekaligus aktor pemberdayaan tersebut.&lt;br /&gt;Konsepsi ini dipercaya lagi dengan opini Hannah Arrendt dan Juergen Habermas yang menekankan ruang publik yang bebas (the free public sphere). Karena adanya ruang publik yang bebaslah, maka individu (warga negara) dapat dan berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul serta mempublikasikan penerbitan yang berkenaan dengan kepentingan yang lebih luas. Dan institusionalisasi dari ruang publik ini adalah ditandai dengan lembaga-lembaga volunteer, media massa, sekolah, partai politik, sampai pada lembaga yang dibentuk oleh negara tetapi berfungsi sebagai lembaga pelayanan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KARAKTERISTIK Masyarakat MADANI&lt;br /&gt;Penyebutan karakteristik masyarakat madani dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa dalam merealisasikan wacana masyarakat madani diperlukan prasyarat-prasyarat yang menjadi nilai universal dalam penegakan masyarakat madani. Prasyarat ini tidak bisa dipisahkan satu sama lain atau hanya menjadi salah satunya saja, melainkan merupakan satu kesatuan yang integral menjadi dasar dan nilai bagi eksistensi masyarakat madani. Karakteristik tersebut antara lain adalah Free Public Sphere, Demokratis, Toleransi, Pluralisme, Keadilan Sosial (Social Justice) dan Berkeadaban.&lt;br /&gt;FREE PUBLIC SPHERE&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan free public sphere adalah adanya ruang publik yang bebas sebagai sarana dalam mengemukakan pendapat. Pada ruang publik yang bebas lah individu dalam posisinya yang setara mampu melakukan transaksi-transaksi wacana dan praksis politik tanpa mengalami distorsi dan kekhawatiran. Aksentuasi prasyarat ini dikemukakan oleh Arendt dan Habermas. Lebih lanjut dikatakan bahwa ruang publik secara teoritis bisa diartikan sebagai wilayah dimana masyarakat sebagai warga negara memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik. Warga negara berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul serta mempublikasikan informasi kepada publik.&lt;br /&gt;Sebagai sebuah prasyarat, maka untuk mengembangkan dan mewujudkan masyarakat madani dalam sebuah tatanan masyarakat, maka free public sphere menjadi salah satu bagian yang harus diperhatikan. Karena dengan menafikan adanya ruang publik yang bebas dalam tatanan masyarakat madani, maka akan memungkinkan terjadinya pembungkaman kebebasan warga negara dalam menyalurkan aspirasinya yang berkenaan dengan kepentingan umum oleh penguasa yang tiranik dan otoriter.&lt;br /&gt;DEMOKRATIS&lt;br /&gt;Demokratis merupakan satu entitas yang menjadi penegak wacana masyarakat madani, dimana dalam menjalani kehidupan, warga negara memiliki kebebasan penuh untuk menjalankan aktivitas kesehariannya, termasuk dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Demokratis berarti masyarakat dpat berlaku santun dalam pola hubungan interaksi dengan masyarakat sekitarnya dengan tidak mempertimbangkan suku, ras dan agama. Prasyarat demokratis ini banyak dikemukakan oleh para pakar yang mengkaji fenomena masyarakat madani. Bahkan demokrasi merupakan salah satu syarat mutlak bagi penegakan masyarakat madani. Penekanan demokrasi (demokratis) di sini dapat mencakup sebagai bentuk aspek kehidupan seperti politik, sosial, budaya, pendidikan, ekonomi dan sebagainya.&lt;br /&gt;TOLERAN&lt;br /&gt;Toleran merupakan sikap yang dikembangkan dalam masyarakat madani untuk menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati aktivitas yang dilakukan oleh orang lain. Toleransi ini memungkinkan akan adanya kesadaran masing-masing individu untuk menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan dalam kelompok masyarakat lain yang berbeda. Toleransi – menurut Nurcholis Madjid – merupakan persoalan ajaran dan kewajiban melaksanakan ajaran itu. Jika toleransi menghasilkan adanya tata cara pergaulan yang “enak” antara berbagai kelompok yang berbeda-beda, maka hasil itu harus dipahami sebagai “hikmah” atau “manfaat” dari pelaksanaan ajaran yang benar.&lt;br /&gt;Azyumardi Azra pun menyebutkan bahwa masyarakat madani (civil society) lebih dari sekedar gerakan-gerakan pro demokrasi. Masyarakat madani juga mengacu ke kehidupan yang berkualitas dan tamaddun (civility). Civilitas meniscayakan toleransi, yakni kesediaan individu-individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap politik yang berbeda.&lt;br /&gt;PLURALISME&lt;br /&gt;Sebagai sebuah prasyarat penegakan masyarakat madani, maka pluralisme harus dipahami secara mengakar dengan menciptakan sebuah tatanan kehidupan yang menghargai dan menerima kemajemukan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Pluralisme tidak bisa dipahami hanya dengan sikap mengakui dan menerima kenyataan masyarakat yang majemuk, tetapi harus disertai dengan sikap yang tulus untuk menerima kenyataan pluralisme itu sebagai bernilai positif, merupakan rahmat Tuhan.&lt;br /&gt;Menurut Nurcholis Madjid, konsep pluralisme ini merupakan prasyarat bagi tegaknya masyarakat madani. Pluralisme menurutnya adalah pertalian sejati kebhinekaan dalam ikatan-ikatan keadaban (genuine engagement diversities within the bonds of civility). Bahkan pluralisme adalah juga suatu keharusan bagi keselamatan umat manusia antara lain melalui mekanisme pengawasan dan pengimbangan (check and balance).&lt;br /&gt;Lebih lanjut Nurcholis mengatakan bahwa sikap penuh pengertian kepada orang lain itu diperlukan dalam masyarakat yang majemuk, yakni masyarakat yang tidak monolitik. Apalagi sesungguhnya kemajemukan masyarakat itu sudah merupakan dekrit Allah dan design-Nya untuk umat manusia. Jadi tidak ada masyarakat yang tunggal, monolitik, sama dan sebangun dalam segala hal.&lt;br /&gt;KEADILAN SOSIAL&lt;br /&gt;Keadilan dimaksudkan untuk menyebutkan keseimbangan dan pembagian yang proporsional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Hal ini memungkinkan tidak adanya monopoli dan pemusatan salah satu aspek kehidupan pada satu kelompok masyarakat. Secara esensial, masyarakat memiliki hak yang sama dalam memperoleh kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah (penguasa).&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia tema masyarakat madani mengalami penerjemahan yang berbeda-beda dengan sudut pandang yang berbeda pula, seperti masyarakat madani sendiri, masyarakat sipil, masyarakat kewargaan, masyarakat warga, dan civil society (tanpa dijelaskan).&lt;br /&gt;Untuk itu marilah kita jangan salah mengartikan semua masyarakat yang disebutkan di atas, tetapi marilah kita mencoba mengartikan dengan sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Posted By : Bidin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-3498476025671976608?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/3498476025671976608/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=3498476025671976608&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/3498476025671976608'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/3498476025671976608'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/11/masyarakat-madani-indonesia.html' title='Masyarakat Madani Indonesia'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-1005819554529845541</id><published>2007-11-01T09:13:00.000+07:00</published><updated>2007-11-01T09:27:08.775+07:00</updated><title type='text'>Kekerasan dalam Pendidikan dan Warisan Kolonial</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;(oleh Rahmat Hidayat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…pendidikan harus menanamkan tanggung jawab, kehormatan, tetapi tanpa menjadi beo atau bebek; anak harus dipimpin supaya berdiri sendiri…”&lt;br /&gt;(Driyakara, 2006:422)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tengah budaya masyarakat Indonesia, hukuman fisik adalah suatu yang sangat wajar dan masih banyak para orang tua atau para pendidik yang dalam memberikan hukuman fisik. Seorang teman yang menceritakan pengalaman traumatisnya, dari pengalamannya seorang teman yang pernah mendapatkan hukuman fisik, pada suatu hari saat guru mengajarkan suatu pelajaran tertentu, sang murid disuruh maju kedepan untuk mengerjakan soal yang diberikan oleh guru, setelah mengerjakan soal dan diperiksa oleh guru ternyata jawabannya salah semua, tanpa berpikir panjang guru langsung memberi hukuman dengan memukulkan kayu rotan dipunggungnya. Dari pengalaman diatas hanya sebagian kecil saja yang terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;Suatu data menyebutkan sepanjang kwartal pertama 2007 terdapat 226 kasus kekerasan terhadap anak di sekolah. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan kwartal yang sama tahun lalu yang berjumlah 196. Ketua Umum Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak Seto Mulyadi mengatakan selama Januari-April 2007 terdapat 417 kasus kekerasan terhadap anak. Rinciannya, kekerasan fisik 89 kasus, kekerasan seksual 118 kasus, dan kekerasan psikis 210 kasus. Dari jumlah itu 226 kasus terjadi di sekolah, ujar Seto Mulyadi dalam diskusi di Jakarta.&lt;br /&gt;Dan kemudian yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kekerasan fisik masih saja terjadi?dan bagaimana dampaknya terhadap anak?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;pandangan penulis hukuman fisik yang adalah warisan budaya colonial, sejarah pendidikan colonial sangat berpengaruh, yakni pendidikan colonial disini membangun pola pendidikan tradisional yang melegitimasikan aksi hukuman fisik, berupa suatu tindakan yang menyakiti secara fisik dengan tujuan untuk menekan perilaku negatif seorang anak atau orang lain. Dengan menggunakan metode itu dipercaya bahwa perilaku positif anak akan terbentuk. Warisan ini dapat di identifikasi pada saat penjajahan belanda yang banyak sekali menggunakan hukuman fisik sebagai bentuk hukuman yang paling mujarab. Tipologi pendidikan warisan belanda semcam ini sampai sekarang bahkan masih aktif digunakan secara terbuka di tengah masyarakat. Hal ini dapat kita ketahui juga lebih lanjut dengan melihat bahwa pada kenyataanya identitas-identitas budaya yang dijajah dan penjajah secara konstan bercampur atau bersilangan. Dengan melihat ungkapan dari Frantz Fanon seorang pakar tentang kolonailisme mengatakan bahwa kolonalisme diartikan sebagai penonmanusiawian (dehumanization) rakyat di daerah koloni. Orang-orang yang dijajah tidak diperlakukan sebagai manusia, tetapi lebih kepada benda. Jelasalah bahwa ternyata begitu besar pengaruh dari kolonialisme. Colonial jaman belanda kental dengan perbudakan yakni dengan melihat adanya legitimasi majikan untuk menghukum budak bila melakukan kesalahan, adanya nilai superior dan inferior dalam pengambilan keputusan seorang majikan tidak memperhitungkan nilai-nilai demokratis. Budaya majikan disini jelas mempunyai kewibawaan dan status social yang berbeda dengan masyarakat lainnya. Kalau melihat realiatas sekarang akar kekerasan tersebut masih ada, seperti dengan halnya guru menghukum muridnya, posisi orang tua dalam mendidik anak dalam keluarga, golongan ningrat yang melakukan kekerasan terhadap budak dan pejabat pemerintahan menekan rakyatnya, yang juga memiliki legitimasi untuk menerapkan penghakiman dan distribusi sanksi sepihak tanpa proses demokrasi.&lt;br /&gt;Dalam proses pendidikan tampaklah sebuah proses pemberian hak khusus kepada segolongan masyarakat tertentu (guru, orang tua atau yang dituakan). Driyarkara menyebutkan sebagai kecenderungan pendidikan yang stato-centris, dimana guru dijadikan sebagai pengontrol (controleur). Apa yang dilakukan anak akan menjadi benar bilamana sesuai dengan yang diharapakan orang lebih dewasa. Kalau melihat pemikiran dari Eric Fromm yang mengatakan bahwa “ketakutan” sebagai akar dari kekerasan”, jadi jelaslah bahwa akar kekerasan dalam pendidikan ialah ketakutan yang muncul dari dalam diri seorang pendidik ketika secara eksistensial berhadapan dengan seorang anak didiknya. Jadi dalam bahasa sederhananya para pendidik harus ditakuti oleh muridnya, mahasiswa harus takut ke dosen, guru harus ditakuti oleh mudirdnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampaknya terhadap psikologis&lt;br /&gt;Pengalaman masa lalu adalah salah satu tipologi psikologis dari seorang anak, jadi pengalaman masa lalu yang pernah didapatkan seorang anak baik kekerasan fisik, kekerasan mental, dan beberapa pengalaman pahit dialami semasa kecil akan terus berdampak pada saat dewasa. Dalam bukunya A Child Caled It, Dave Pelzer mengungkapkan tentang bagaimana kondisi psikologis dirinya merupakan pembentukan berdasarkan pengalaman psikologisnya di masa kanak-kanak. Dave menceritakan bagaimana kisah-kisah kekerasan yang dialaminya semasa kecil telah membentuknya sebagai pribadi yang “pincang”. Kekeresan selalu “melahirkan kekerasan”. Disadari atau tidak apa yang dilakukan dalam pendidikan tradisional telah membentuk psikologi sosial masyarakat Indonesia yang saat ini masih banyak dengan tindakan kekerasan dalam komunitas sekolah seperti perilaku guru terhadap murid, kakak kelas terhadap adik kelas (senior dan junior), dll.&lt;br /&gt;Dampak yang akan muncul dari kekerasan akan melahirkan pesimisme dan apatisme dalam sebuah generasi. Selain itu terjadi proses ketakutan dalam diri anak untuk menciptakan ide-ide yang inovatif dan inventif. Kepincangan psikologis ini dapat dilihat pada gambaran anak-anak sekolah saat ini yang cenderung pasif dan takut berbicara dimuka kelas. Sedangkan dalam keluarga, anak yang sering diberi hukuman fisik akan mengalami gangguan psikologis dan akan berperilaku lebih banyak diam dan selalu menyendiri selain itu terkadang melakukan kekerasan yang sama terhadap teman main atau ke orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran orang tua dan guru&lt;br /&gt;Kurikulum apapun yang mencoba membangun generasi yang proaktif dan optimis tidak akan pernah efektif mencapai tujuannya apabila system hukuman fisik masih diimplementasikan dalam dunia pendidikan sekolah. Untuk itu ada solusi yang akan ditawarkan. Yakni adanya reposisi orang tua dalam mendidik anak dalam keluarga dan guru dalam mendidik murid di sekolah. Reposisi ini berupa perubahan signifikan pada paradigma masyarakat yang masih sering menggunakan hukuman fisik dalam mendidik. Selain itu juga perubahan untuk mulai menempatkan guru ataupun orang tua dalan posisi setara dengan pribadi seorang anak. Dengan membiarkan anak melakukan ekspresi dan melakukan keunikan-keunikannya sendiri maka akan membentuk mental yang bagus dan tidak apatis, keunikan anak disini tidak harus dipahami sebagai suatu kesalahan, melainkan suatu perkembangan anak itu sendiri. Kesadaran anak juga harus dibangun dengan sering mengajak berdialog dan menciptakan komunikasi yang hangat, dan bukan memberikan perintah-perintah dan larangan. Yang terpenting adalah membangun kepribadian untuk sering berpendapat dan mendengarkan pendapat-pendapat mereka. Dan sadarilah masa depan negeri ini ada ditangan anak-anak kita dan oleh karena itu peran orang tua dan guru sangat besar dalam menciptakan kepribadian seorang anak.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-1005819554529845541?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/1005819554529845541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=1005819554529845541&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/1005819554529845541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/1005819554529845541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/11/kekerasan-dalam-pendidikan-dan-warisan.html' title='Kekerasan dalam Pendidikan dan Warisan Kolonial'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-4479654922283132144</id><published>2007-11-01T09:08:00.000+07:00</published><updated>2007-11-01T09:27:45.221+07:00</updated><title type='text'>Negara Sejahtera</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Makhrus Habibi&lt;br /&gt;Alumnus MA Al Falah 2001&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah pemerintah yang baik&lt;br /&gt;Rakyat tidak merasa diperintah&lt;br /&gt;Di bawah pemerintah yang kurang baik&lt;br /&gt;Rakyat mendekati dan memujanya&lt;br /&gt;Di bawah pemerintah yang buruk&lt;br /&gt;Rakyat takut dan menghinanya&lt;br /&gt;Siapa yang kurang menaruh kepercayaan&lt;br /&gt;Tidak akan mendapat kepercayaan&lt;br /&gt;Waspadalah dengan kata-katamu yang berharga&lt;br /&gt;Supaya setelah engkau berjasa dan hasilnya nyata, Rakyat akan berkata: kami sendirilah yang membuatnya&lt;br /&gt;(Locu-Kho Ping Ho)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memandang sesuatu tentu seseorang sangat di pengaruhi oleh pengetahuan dan pengalamannya. Kalaupun yang memandang sesuatu itu adalah seorang petani tentu dia akan memandang dalam perspektif dia sebagai seorang yang selalu bergelut di sawah, ketika yang memandang seorang mahasiswa tentu sangat tergantung dari sebarapa banyak buku yang telah di telannya dan seberapa jauh dia bergelut di dunia mahasiswa, tentu juga sangat beda ketika abang becak memandang sesuatu, yang mungkin tidak lepas dari aktivitas dia di pasar atau di pusat keramaian lainnya. Pada prinsipnya setiap manusia mempunyai cara pandang tersendiri, baik dalam memandang kebaikan maupun dalam memandang keburukan, memandang kebahagiaan dan memandang kesusahan, baik menurut mahasiswa belum tentu baik menurut abang becak, baik menurut buruh pabrik belum tentu baik menurut seorang pengusaha. Semuanya dalam perspektif&lt;br /&gt;Begitu juga ketika cara pandang ini di bawa pada ruang yang lebih luas yang dalam hal ini adalah negara, masing-masing orang tentu beda dalam menafsirkan sebuah negara yang baik (ideal), abang becak akan berbeda dengan mahasiswa dalam memandang sebuah negara yang ideal, begitu juga sangat bebeda cara memandang antara pembeli kakao dan penjual kakao.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;petani mungkin akan memaknai sebuah negara yang baik adalah ketika negara itu bisa menyediakan pupuk dengan harga murah, ketika negara bisa membeli gabah dengan harga yang layak, ketika negara bisa memberikan pengairan sawah yang lancar dan ketika-ketika lainnya. Beda juga dengan buruh pabrik misalnya dia juga akan memandang bahwa negara yang baik adalah negara yang bisa menekan perusahaannya untuk memberikan gaji yang layak, negara yang bisa memberikan undang-undang untuk keamanan lingkungan kerja, jaminan kesehatan atau mungkin juga tunjangan masa tua yang memadai. Kebalikannya, bagi seorang pengusaha mungkin negara yang baik adalah negara yang bisa memberikan jaminan keamanan usaha, jaminan keamanan modal stabilitas perekonomian dan jaminan-jaminan lainnya.&lt;br /&gt;Ketika hasil angkut penumpang bisa untuk makan, bisa untuk meyekolahkan anaknya, bisa untuk biaya kesehatan dan sedikit-sedikit menabung, abang becak pasti akan bilang bahwa negara ini sangat baik dan dia tidak akan merasa rugi membayar pajak tiap tahunnya.&lt;br /&gt;Memaknai sebuah negara yang ideal tentu tidak bisa sepihak, karena riil bahwa semua orang berbeda-beda dalam memaknainya. Idealitas sebuah negara tidak hanya dari satu sisi, tetapi banyak sisi dan banyak persepsi, sehingga hal yang lebih penting adalah dari kesekian mimpi-mimpi tentang negara yang ideal di atas bagaimana kemudian bisa terwujud, yang dalam hal ini tentu membutuhkan sekian prasyarat-prasyarat dan perangkat.&lt;br /&gt;Entah siapa yang memulai dan atau apakah akan berakhir, demokrasi sampai saat ini (secara teoritik) menjadi sebuah instrument yang proporsional dalam mewujudkan negara yang ideal, baik ideal meurut petani, ideal menurut abang becak, ideal menurut pengusaha dan ideal menurut buruh pabrik.&lt;br /&gt;Dengan berbagai macam nilai-nilai dasarnya, mekanismenya dan sekian prosedurnya, iklim demokratis menjadi sebuah mimpi kebanyakan orang, asumsi ketika orang dengan bebas menyuarakan aspirasinya tentang negara yang ideal, asumsi ketika semua orang bebas untuk bersuara, pengakuan terhadap hak individu, menjadi ajaran dan menjadi acuan untuk berbangsa dan bernegara akan membawa ke perwujudan sebuah negara yang ideal dalam perspektif mereka-mereka, sang petani bebas bersuara ketika merasa tercekik dengan harga pupuk yang terlalu mahal, sang pedagang bisa berdemo ketika ada relokasi pasar, sang buruh bisa mogok makan ketika tidak mendapatkan tunjangan hari raya, sang mahasiswa bisa menduduki gedung DPR ketika wakil mereka korupsi. Dan semua orang bebas bersuara dalam mewujudkan mimpi-mimpi negara yang ideal.&lt;br /&gt;Dengan adanya penyaluran aspirasi, penyaluran keinginan, penyaluran keluhan-keluhan dan penyaluran lainnya melalui partai politik harapannya mimpi mereka akan bisa terwujud. Dengan menaruh kepercayaan terhadap wakil mereka (baca : DPR/DPD) untuk membawa apa yang menjadi kebutuhan dan apa yang menjadi keinginan, logika dasarnya maka mereka akan sejatera hidupnya.&lt;br /&gt;Ya…!!! Itu teorinya, kata seorang pedagang asongan jurusan Malang-Yogyakarta, lalu prakteknya gimana ??&lt;br /&gt;Ada pemilihan presiden, ada pemilihan wakil rakyat (baca : DPR/DPD), ada pemilihan gubernur, ada pemilihan bupati, ada pemilihan kepala desa bahkan ketua RT/RW sekarang pemilihan dan semuanya secara langsung, yang kesemuanya adalah manifestasi dari demokratisasi, tetapi apakah ada perubahan pada diri kita sendiri. Apakah harga pupuk bisa turun ? apakah harga kakao bisa stabil ? apakah jalan raya lebih baik ? Apakah anak-anak semua sudah bisa sekolah ? apakah biaya orang sakit bisa murah ?. Kalau orang menilai bahwa 1998 adalah tonggak sejarah terbukanya kran demokrasi, apakah tonggak tersebut sudah membawa ke arah yang lebih baik ? apakah hari ini lebih baik dari zaman orde baru ? apakah hari ini lebih baik dari zaman orde lama ? banyak pertanyaan-pertanyaan yang kemudian muncul ketika melihat fakta kondisi masyarakat.&lt;br /&gt;Pertanyaan-pertanyaan di atas kiranya sangat wajar ketika masyarakat sudah memenuhi kewajibannya sebagai warga negara dengan membayar pajak. (bahkan terkadang lebih awal dari bulan yang di tentukan), untuk menanyakan kembali fungsi dan peran negara selama ini, kontribusi negara terhadap kehidupan sehari-hari mereka dan di kemanakannya uang yang mereka bayarkan kepada mereka.&lt;br /&gt;Bukan maksud untuk menggugah masyarakat dari tidur panjangnya, bukan maksud mengajak masyarakat untuk selalu menuntut, bukan maksud mengajak masyarakat untuk membayar pajak, bukan maksud mengajak masyarakat untuk selalu tidak puas atas apa yang diterimanya, tetapi adalah dalam rangka untuk mengembalikan makna dasar peran, posisi dan fungsi negara (baca : lembaga-lembaga negara).&lt;br /&gt;Bahwa pemerintah adalah pelayan masyarakat, bahwa keberadaan jabatan mereka adalah titipan dari masyarakat, bahwa kursi empuk yang mereka duduki adalah hasil dari sekian penjumlahan suara-suara rakyat di tempat pemungutan suara (TPS) bahwa keberadaan mereka saat ini adalah karena kepercayaan masyarakat terhadap mereka dalam menyelesaikan sekian masalah masyarakat, dan bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan, yang bisa menentukan apakah mereka tepat atau tidak untuk duduk sebagai wakil rakyat.&lt;br /&gt;Dalam mewujukan sebuah negara yang ideal, yang dalam konteks hari ini dengan menggunakan instrumen demokrasi tentu harus di topang oleh faktor-faktor lain, selain prosedur, mekanisme dan tatanan lembaga-lembaga demokrasi.&lt;br /&gt;Fakta bahwa kedewasaan masyarakat dalam berpolitik dan kecerdasan rakyat dalam menyalurkan aspirasi politiknya masih belum mampu merubah kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak pro dengan rakyat. Wacana-wacana kemiskinan, pendidikan gratis, kesehatan murah, dan seputar isu-isu kerakyatan ternyata masih sebatas menjadi lagu nina bobok-nina bobok untuk rakyat, masih menjadi janji-janji politik para politisi, yang kemudian hanya berhenti di tingkatan wacana (itupun di tingkatan elit)&lt;br /&gt;Dengan kata lain bahwa kedewasaan masyarakat dalam berpolitik kecerdasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi politiknya ternyata masih belum bisa merubah kebijakan di tingkatan pemerintah, belajar dari Kabupaten Jembrana-Bali, bahwa keinginan baik pemerintah (political will) juga menjadi faktor kunci dalam mewujudkan kesejateraan rakyat. Dengan angggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang minim, pemerintah Jembrana bisa menggratiskan siswa-siswanya untuk sekolah, bisa memberikan kesehatan murah, bisa mengasuransikan penduduknya dan bisa memberikan pelayanan yang cepat.&lt;br /&gt;Al hasil bahwa untuk menciptakan masyarakat yang sejatera, tidak hanya kedewasaan masyarakat yang di butuhkan tetapi juga harus didukung oleh kemauan baik dari pemerintah yang dalam hal ini tentu adalah pemimpinnya, (baca : Presiden/Gubernur/Bupati). bahwa sekolah tidak mungkin gratis, bahwa kesehatan tidak bisa murah, mustahil semua penduduk bisa di asuransikan, jargon ketika bisa di persulit kenapa di permudah tidak mungkin di rubah di tingkatan birokrasi hanyalah pembicaraan orang-orang (baca : pemimpin) yang tidak punya kemauan baik dan niatan baik untuk rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-4479654922283132144?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/4479654922283132144/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=4479654922283132144&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/4479654922283132144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/4479654922283132144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/11/negara-sejahtera.html' title='Negara Sejahtera'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-7042886894594242566</id><published>2007-10-04T07:10:00.000+07:00</published><updated>2007-10-04T07:13:40.588+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;Seluruh Crew Al-Falah Connection mengucapkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:180%;color:#ffffff;"&gt;&lt;strong&gt;Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:180%;color:#ffffff;"&gt;&lt;strong&gt;Minal Aidin wal Faidzin&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:180%;color:#ffffff;"&gt;&lt;strong&gt;Mohon Maaf Lahir dan Bathin&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-7042886894594242566?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/7042886894594242566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=7042886894594242566&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7042886894594242566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7042886894594242566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/10/seluruh-crew-al-falah-connection.html' title=''/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-5523991324496363020</id><published>2007-10-04T06:54:00.002+07:00</published><updated>2007-10-04T07:06:04.322+07:00</updated><title type='text'>Filsafat dan Pemikiran Modern</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Alat Barat Hegemoni Dunia Ketiga dan Bangsa Indonesia&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Makhrus Habibi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1800-1840&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Frucrbach menulis buku Das Wessen des Christentum (1841), berisi filsafat materialisme yang menempatkan manusia sebagia bagian dari benda. Ia diprotes gereja karena memutarbalikkan tafsir Bibel pada Genesis 1:26 menjadi manusia mencipta Allah menurut citranya.&lt;br /&gt;Thomas Stanford Raffles menulis buku The History of Java berdasar sumber-2 historiografi.&lt;br /&gt;Sasradiningrat, Patih Su-rakarta terbitkan buku undang-2 bagi pejabat berjudul Angger Sadasa (1817), Danurejo, Patih Yogya, terbitkan buku hukum berjudul Angger Arubiru (1822), Pakubu-wana VII keluarkan kitab KUHP berjudul Nawala Pradata Dalem (1831).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1840-1850&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;August Comte menulis buku berjudul Cours de Philosophie Positive, berisi konsep pemikiran yang membagi jaman perkembangan manusia menjadi tiga tahap:&lt;br /&gt;1. Tahap Teologis,&lt;br /&gt;2. Tahap Metafisis,&lt;br /&gt;3. Tahap Positif.&lt;br /&gt;Gagasan Comte ini menjadi dasar bagi filsafat positivisme. Di Hindia Belanda WR. van Hoevell menulis De Emancipate der Slaven in Nederlandsch Indie (1848), yang membela nasib bangsa Indonesia dibawah sistem perbudakan dan monopoli Belan-da. Buku-2 berisi ajaran fil safat moral yang ditulis Pakubuwana IV berjudul Wulang Reh, Mangku negara IV berjudul Serat Wedhatama, dan kitab-2 pengajaran moral yang di tulis antara abad 16 hingga 17 dijadikan bahasan kalangan intelektual Belan- da.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;1850-1860&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Buku Charles Darwin berjudul On The Origin of The Species (1859) yang memuat teori evolusi diterbitkan. Lalu 1862-1896 terbit 10 jilid buku Herbert Spencer berjudul A System of Synthetic Philosophy (1862-1896). Disini lahir pemikiran positif yang sekuler-materialistik yang menolak semua fenomena agama dan sesuatu yang bersifat metafisik.&lt;br /&gt;Douwes Dekker menulis Max Havelaar (1860) yang meng-ecam sistem penjajahan Belanda di Indonesia.&lt;br /&gt;FW. Junghuhn dalam tulisan filosofis berjudul Lichten Schaduw beelden uit de Binnenlanden van Java (1867), yang mengungkap keunggulan nilai-2 luhur petani Jawa dibanding agama bangsa kulit putih. Ranggawarsita menulis ajaran filsafat moral dan metafisika dalam sejumlah buku: Serat Wirid Hi dayat Jati, Paramasastra, Serat Pustaka-raja, Suluk Suksma Lelana, Serat Kalathida, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1860-1890&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karl Marx dan Engel menerbitkan buku Das Kapital (1867), yang intinya tak berbeda dengan pemikiran Darwin dan Spencer. Dasawarsa itu berbagai konsep pemikiran bersifat rasional, sekuler, materialistik, positivistik marak di Eropa. Sekolah-2 untuk anak-2 Belanda seperti ELS, MULO, HBS, OSVIA dibentuk. Sejumlah anak pejabat bumi putra dengan sistem kolusi bisa sekolah. Ada yang dikirim ke Eropa. Konsep-2 pemikiran Eropa mempengaruhi pemikiran anak-2 Belanda dan anak-2 elit pribumi Muncul elit priyayi didikan sekolah Eropa seperti: Cipto Mangunkusumo, Muhammad Musa, Wahidin Sudirohusodo, Condrone-goro, Joyodiningrat, Tirto Adisuryo, Soetomo, Suwardi Suryaningrat, Cokroaminoto, dsb. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;1890-1920&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Konsep nation-state dimunculkan Ernest Renan. Di Eropa muncul nation-state seperti Perancis dan Jerman.&lt;br /&gt;Wilhelmina, Ratu Belanda, mem berlakukan politik etis untuk Indonesia. Memberikan kesempatan kepada anak-2 pribumi untuk men-dapat didikan Eropa yang modern yaitu rasional, sekuler, materia-listik, dan positivistik.&lt;br /&gt;Revolusi Soviet pecah 1917. Tsar dan keluarga dibantai. Kaum komunis dibawah W.I Lenin bangkit dan menye-barkan Marxisme ke dunia. Sekolah-2 untuk anak-2 pejabat bumi putera seperti HIS, AMS, STOVIA, MOSVIA dibentuk. Untuk anak-2 orang biasa disediakan Tweede School selama tiga tahun dengan pelajaran membaca, menulis, berhitung. Epistemologi Ilmu didominasi oleh aliran positivistik yang memandang kebenaran melalui fakta-2 yang ada dan didukung oleh hukum-2 yang mengaturnya. Dalam perkembangannya, positi-vistik berkembang menjadi dua aliran besar: struktural fungsional dan struktural konflik yang saling bertentangan. Gagasan organisasi mo- dern dan konsep nation state mulai dikenal di Indonesia. Organisasi ke daerahan bersifat nasionalis dan sosialis mulai muncul seperti: Sarekat Priyayi (1905), Budi Utomo (1908), SDI (1909), SI (1911), Muhammadiyah (1912), ISDV (1914) . Lewat ISDV, Sneevlit menyebarkan paham sosialis- demokrasi kepada pribumi. Paham sosialis komunis mulai di kenal pribumi di tengah maraknya paham kapitalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1920-1930&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selama dekade ini, paradigma posi tivistik menciptakan tradisi analitik-empirik dalam keilmuan. Prinsip verifikasi (uji kebenaran) dan&lt;br /&gt;tautologis (mengungkap fakta dengan metode matematika dan logika) dipandang superior dibanding kebe naran agama dan metafisik. Inilah yang disebut natural science. Berseberangan dengan paradigma positivis, muncul eksistensialisme yang dibangun Husserl dan dikembangkan Heidegger, Sarte, Nietzsche, dsb. Paradigma positivistik masuk ke Indonesia melalui lembaga-2 sekolah formal dan imperialisasi budaya lewat media massa.&lt;br /&gt;Bas Veth dalam Het Leven in Nederlandsch Indie (1900) dan MH Szekely-Lulofs dalam roman berjudul Rubber (1931), meng-gambarkan pribumi Indonesia sebagai keturunan kera. Positivisme tampaknya mulai menjadi mainstream bernalar orang-2 Belanda dan Indo-Belanda di Indonesia. Kalangan intelektual pri bumi terlibat konflik baik bidang politik maupun sastra antara kubu kalangan modern dan tradisional. Kalangan intelek muslim pun mulai bangkit mengecam tradisi-2 yang dianut kalangan tradisional.&lt;br /&gt;Mereaksi perkembangan paradigma positivistik di lingkungan umat Islam, lahir organisasi kaum tradisional yang dinamai NU (1926) yang memiliki paradigma metafisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1930-1950&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Paradigma positivistik makin me mapankan diri, terutama setelah bom atom dijatuhkan di Jepang sebagai bukti kehebatan produk materi dan iptek. Di AS mulai diformalkan positivistik dengan paradigma strukturalisme fungsional. Pendekatan ini, membentuk sistem dunia yang melahirkan teori dependensi (ketergantungan). Pemerintah militer Jepang menduduki Indonesia dan mendidik kader-2 muda di bidang kemiliteran. 1943 dibentuk PETA, 1944 dibentuk Hizbullah. Sejumlah Kyai dan tokoh pemuda berpendidikan madrasah dan pesantren, diangkat menjadi komandan batalyon dan komandan kompi. Tahun 1948, di bawah PM Moh. Hatta, diterap-kan peraturan bahwa aparat negara wajib memiliki latar belakang pendidikan sekolah yang dibuktikan dengan ijazah. Tokoh-2 berlatar madrasah dan pesantren muncul sebagai pemimpin nasional baik dipentas politik maupun militer pada tingkat lokal maupun nasional. Tetapi akibat kebijakan Moh. Hatta, mereka yang tidak punya ijazah sekolah tersingkir. Dan untuk seterusnya, syarat utama menjadi abdi negara adalah wajib memiliki latar pendidikan sekolah formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1950-1960&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terjadi perang dingin antara blok AS yang menganut paradigma struktural fungsional dengan blok Uni Soviet yang menganut struktural konflik. Soekarno menolak terlibat dalam perang dingin. Sebaliknya, membangun wacana sendiri menggalang negara-2 non-blok dan NEFO (New Emerging Force). Tindakan Soekarno ini membuat AS dan Soviet marah. Kedua adikuasa itu merasa terganggu manuver-2 politiknya. Soekarno menyatukan&lt;br /&gt;kelompok Islam tradisional (NU), nasionalis (PNI) dan komunis (PKI) dalam satu barisan –NASAKOM- Sebaliknya membubarkan partai kaum strukturalis (PSI/Masyumi) yang bekerja sama dengan AS dalam pemberontakan PRRI /Permesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1960-1980&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;AS terlibat langsung dalam perang Vietnam. Legitimate knowledge dari pendekatan struktural mulai dikritik keras:&lt;br /&gt;1. Implementasi iptek mengaburkan hubungan antara kemajuan (progress) dengan kesinambungan (endless),&lt;br /&gt;2. Struk-tur pengetahuan hanya didominasi ilmu alam dengan kemajuan (progress) sebagai ukuran utama,&lt;br /&gt;3. Perbedaan substansial mencip- takan hierarki pengetahuan menjadi sektorisasi dan restruk- turisasi disiplin akademik yang dikotomis. Soekarno jatuh akibat peristiwa G-30-S/PKI. Di bawah rezim Orba-nya Soeharto, teori developmentalisme Rostow yang strukturalis fungsional digunakan sebagai dasar pembangunan, digabungkan dengan konsep Repelita-nya Lenin. Imperialisme budaya AS melalui USIA (United State Informa-tion Agency) mendominasi pemikiran rakyat Indonesia lewat sekolah-2 formal, media massa cetak elektronik. Lembaga-2 pendidikan formal dimaksudkan hanya sebagai pencetak tenaga-2 buruh murah dan efisien. Ekonomi kerakyatan yang tumbuh dalam bentuk koperasi-2 terpinggirkan oleh masuknya modal asing. Tradisi berpikir bebas dan sekaligus menyampaikan pendapat dari kalangan mahasiswa, diberangus dengan NKK/BKK dan Sistem SKS dalam belajar.&lt;br /&gt;Tafsir monosentris menjadi bagian integral dari pengetahuan yang di-kembangkan di sekolah-2 formal sehingga nyaris tidak satupun sarjana Indonesia memiliki wacana independen. Semua ber-kiblat ke Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1980-1990&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proses produksi dunia meningkat cepat. Arus barang, jasa, modal, tenaga kerja melintasi batas-2 negara dan terdistribusi ke Eropa dan Asia khususnya Jepang.&lt;br /&gt;Terjadi liberalisasi dalam tata perdagangan global.&lt;br /&gt;Konsep struktural konflik yang diterapkan di negara-2 komunis mengalami kegagalan ditandai am-bruknya Uni Soviet dan runtuhnya tembok Berlin. Konsep globalisasi mulai didengungkan, dimana empire dunia tidak lagi terbagi antara rulling country dengan colony, melainkan bersifat global tanpa batas kedaulatan. Nation-state telah berakhir. Dunia berada dalam cengkraman Empire Global ! Sistem pendidikan formal yang menganut pendekatan Schooling System banyak dikritik karena tidak mampu melahirkan lulusan berkualitas. PTN dan PTS hanya bisa menjadi legitimator pemberi ijazah formal. Di tengah krisis ekonomi dunia, modernisasi di negara-2 dunia ketiga gagal.&lt;br /&gt;Dengan alasan globalisasi, sekolah-2 internasional akan tumbuh di Indonesia. Persaingan di dunia pendidikan berlangsung secara ketat. Di dalam proses survival of the fittest, akan banyak sekolah lokal yang akan gulung tikar, kalah bersaing dengan seko lah-2 unggul yang berorientasi bisnis. Fenomena pengangguran dari para alumnus sekolah makin besar dari tahun ke tahun. Urbanisasi makin meningkat. Intelektualitas merosot. Kepercayaan tak berda-sar pada superioritas pengetahuan Barat makin kuat mencekam akibat kuatnya konsep sekolah dan hegemoni budaya lewat media massa cetak dan elektronik yang ber-kembang. Penduduk Indo nesia banyak memiliki gelar formal master, doktor dan professor, tetapi hanya berkedudukan sebagai koordinat ilmuwan Barat. Nyaris tidak satu pun ilmuwan-2 Indonesia menghasilkan karya monumental dan menjadi kiblat dalam ilmu penge-tahuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1990-2005&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perusahaan transnasional berkembang pesat. Industrialisasi modern yang dibangun pemilik kapital dunia tumbuh di negara-2 pinggiran. Empire yang berkuasa adalah “pasar global” dengan ideologi neo-liberalisme. Akumulasi modal milik ‘pasar global’ tersebar di seluruh dunia melalui investasi langsung dan porto folio. Melalui politik isu tunggal, demokratisasi dan civil society keberadaan negara mulai digugat. Melalui kalangan kampus, LSM-2, ‘pasar global’ memanfaatkan superioritas ideologi Barat merepro-duksi konstruksi ideologi Demokrasi, Good Governance, Civil Society, HAM, Gender, Privatisasi… Ditengah ketidakmampuan sistem pendidikan formal melahirkan lulusan berkualitas, dibuka sekolah-2 asing berkualitas internasional yang mahal tak terjangkau kalangan bawah. Sekolah-2 itu bakal menggilas sekolah-2 lokal. Konsep nation-state benar-2 punah, baik sebagai realita maupun sebagai gagasan ideal. Lulusan-2 yang lahir adalah koloborator-2 ‘pasar global’ yang sangat patuh kepada tuannya. Bangsa ini adalah the heart of darkness yang dijajah kekuasaan neo liberalisme dengan kewajiban utama mensuplai bahan mentah kepada ‘pasar global’ dan kemudian menengadahkan tangan meminta sedekah belas kasihan dalam bentuk grant dan JPS… Ketundukkan kepada superrioritas Barat makin kuat. Kemampuan sub-sistem Indonesia sebagai negara pinggiran (peri phery) makin lemah menjadi ketergantungan pada negara inti (core). Seluruh asset di negara-2 pinggiran akan diambil-alih oleh ‘pasar global’ lewat pemanfaatan peran negara dalam regulasi financial. Bahkan seluruh tanah dan mata air di negara-2 pinggiran akan dimiliki ‘pasar global’ untuk pengembangan bisnis. Di tengah keterpurukan itulah, penduduk negara-2 ping-giran hanya bisa bangga dengan gelar-2 formal sebagai simbol superioritas Ba-rat, meski hakekatnya tuna makna, sebab penyandangnya hanya orang-2 bermental kacung, jongos, pelayan, budak bangsa asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2005-2015&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Negara-2 G 8 yang berkuasa atas pasar global bertemu dan merancang strategi baru untuk menguasai dunia dengan tatanan baru yang lebih memperkuat kedudukan mereka. Skenario baru pasca komunisme mulai digelar. Jika selama era perang dingin komunisme dijadikan “setan dunia”, maka dengan teori Huntington “Islam” digiring menjadi “Setan Dunia” lewat aksi terorisme, kekerasan, kekisruhan, radikalisme, dsb. Aksi-aksi kekerasan dan radikalisme Islam makin lama makin marak dan Sistematis. Kaki tangan empire dengan berkedok Islam akan membuat kisruh dunia sampai muncul antipati warga dunia terhadap ajaran Islam sebagaimana antipati ter-hadap komunisme di masa lampau…&lt;br /&gt;Wallahu’alam ………&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Diolah dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-5523991324496363020?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/5523991324496363020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=5523991324496363020&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/5523991324496363020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/5523991324496363020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/10/filsafat-dan-pemikiran-modern.html' title='Filsafat dan Pemikiran Modern'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-4986435982637400118</id><published>2007-10-04T06:41:00.000+07:00</published><updated>2007-10-04T07:09:14.275+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/RwQrEFHx7NI/AAAAAAAAACM/ShdUfZSUFjY/s1600-h/New+Image1.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5117262425694006482" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 246px; CURSOR: hand; HEIGHT: 119px; TEXT-ALIGN: center" height="221" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/RwQrEFHx7NI/AAAAAAAAACM/ShdUfZSUFjY/s400/New+Image1.JPG" width="509" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-4986435982637400118?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/4986435982637400118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=4986435982637400118&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/4986435982637400118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/4986435982637400118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/10/blog-post.html' title=''/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/RwQrEFHx7NI/AAAAAAAAACM/ShdUfZSUFjY/s72-c/New+Image1.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-813254418820316343</id><published>2007-09-06T07:45:00.000+07:00</published><updated>2007-09-10T21:28:12.898+07:00</updated><title type='text'>Gerakan Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:verdana;" &gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="FONT-WEIGHT: bold;font-size:100%;" &gt;Keluar dari Kepungan Kampus Sebagai ”Menara Gading”*&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Oleh : Moh. Hasanuddin Wahid &amp;amp; Romy Faslah**&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Panggung-Panggung Mitologi Gerakan Mahasiswa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Adalah Hariman Siregar (2001), salah seorang tokoh Malari (Malapetaka 15 Januari 1974), menyatakan bahwa gerakan mahasiswa merupakan pilar ke-5 demokrasi setelah, eksekutif, legislatif, yudikatif, dan media massa (institusi pers sebagai pencipta opini publik). Salah satu alasan yang diajukannya adalah realitas bahwa mahasiswa di dunia ketiga (khususnya Indonesia) yang selalu tampil menjadi benteng terakhir demokrasi. Ketika otoritarianisme negara memuncak, dan lembaga-lembaga demokrasi yang ada tak lagi efektif memainkan perannya, maka mahasiswa mampu tampil sebagai kekuatan pendobrak yang menyedikan dirinya menjadi bumper perubahan. Apa yang terjadi pada angkatan ’28 (sumpah pemuda yang mengantarkan Indonesia merdeka 1945), angkatan ’66 (menghancurkan komunisme dan rezim Orde Lama), dan ’98 (meruntuhkan rezim otoriter orde Baru) kemarin adalah bukti tak terbantahkan. Apa yang diungkapkan Hariman di atas, memang nyata adanya, dan sudah sering diungkapkan pula oleh para cendekia ataupun para tokoh gerakan mahasiswa itu sendiri. Namun, semuanya juga mengakui bahwa gerakan mahasiswa itu berhenti pada tataran pendobrakan saja, selebihnya selalu di take over oleh para politisi, parpol ataupun kekuatan politik-strategis lainnya, karenanya mahasiswa akan selalu ditinggalkan begitu saja. Puja-puji atas kiprah mahasiswa itu cukup dihadiahi dengan sanjungan bahwa mahasiswa adalah agent of change, suaranya mewakili jeritan hati terdalam dari masyarakat tertindas dan independen serta tidak memiliki tendensi politik (gerakan mahasiswa identik dengan gerakan moral). &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Ada juga yang kemudian memposisikan mahasiswa sebaiknya menjalankan fungsi kontrol saja atas sistem, sebab posisi terbaik mahasiswa terhadap negara adalah “oposisi”, tak lebih dari itu. Jika mahasiswa ingin terlibat lebih jauh dalam proses-proses pengambilan keputusan, maka cukuplah bagi mahasiswa menggabungkan diri dengan parpol-parpol yang ada, itupun kalau mahasiswa mau, kalau tidak ya kembali saja ke kampus, atau tetap aktif dalam pergerakan dengan melakukan advokasi serta terlibat kembali dalam proses pemberdayaan masyarakat, sudah sampai disitu saja diskursus tentang gerakan mahasiswa. Kalau masih saja penasaran, lalu apalagi kemudian yang menarik untuk diperbincangkan tentang mahasiswa, selain dari semua hal di atas ? Bagi mahasiswa, tentunya masih banyak hal-hal yang menarik diperbincangkan selain sejumlah hal di atas. Ketika mahasiswa tak lagi “dibutuhkan perannya” untuk menangani persoalan besar berskala nasional, maka gerakan mahasiswa hanya akan disibukkan dengan isu yang case by case, bernuansa lokal dan tidak ada lagi isu sentral yang sanggup mengerakkkan seluruh elemen mahasiswa kembali turun jalan. Pada kondisi seperti ini, aksi-aksi mahasiswa hanya bersifat melempar persoalan ke permukaan agar menjadi opini publik tanpa ada upaya serius untuk menindaklanjuti hal tersebut. Lihat saja, demo mahasiswa masalah dugaan KKN-nya mantan Presiden soeharto, kegagalan pemerintah memenuhi anggaran pendidikan 20% dalam APBN kasus penyelewengan di BPPN, pengelolaan Blok Cepu oleh Exxon Mobile, penambangan Freeport, kenaikan BBM, impor beras dan proteksi atas petani, korupsi dana bencana, kasus bencana lumpur Lapindo di Sidoarjo, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="FONT-WEIGHT: bold;font-size:100%;" &gt;Menjadikan Kampus sebagai Kantong Perubahan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Pandangan konservatif tentang kampus selalu menempatkan kampus sebagai “rumah kehidupan ilmiah” dengan karakteristik utama liberasi pemikiran, bergagas, kreatifitas, argumentatif, dan melihat jauh ke depan sembari mencari manfaat praktis dari suatu ide ataupun penemuan. Gambaran klasik ini mewakili kehidupan kampus di negara berkembang khususnya di Indonesia yang sangat bertumpu pada kehidupan akademik. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Sekalipun kehidupan kampus di Indonesia telah berlangsung lebih dari 13 dekade, namun pandangan di atas telah menggiring dialektika intelektual kampus dengan lingkungannya (masyarakat dan pihak-pihak yang berkepentingan atasnya) pada dua kemungkinan pokok. Pertama, kampus mengambil prakarsa lewat penawaran karya, gerakan reformasi dan restorasi kondisi masyarakat hingga pada gerakan politik, dan kedua, kampus bersikap pasif, menunggu stimulus dari luar, tempat penampungan dan memberikan reaksi atas inisiatif pihak luar dengan konsekuensi kampus dijadikan arena pertarungan kekuatan politik atau partner tak sederajat oleh birokrasi negara dalam bingkai etatisme negara. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Keduanya membawa implikasi dan konsekuensi tersendiri. emungkinan pertama akan meletakkan kampus sebagai salah satu lokomotif perubahan, penyedia resources bagi masyarakat dalam membangun bangsa. Gerak nafas kampus akan selalu mewarnai laju perubahan yang diinginkan. Konsekuensinya, semua pihak harus mengakui peran politik mahasiswa dan para akedemikus. Politik kampus adalah politik moral yang sangat berbeda dengan kekuatan politik praktis lainnya. Arief Budiman mempersonifikasikan peran itu dengan sosok “resi”, yakni sebagai pihak yang selalu mengabarkan kepada rakyat banyak adanya ketidakadilan, kesewenang-wenangan serta meng-influence rakyat untuk bergerak bersama melakukan pengatasan, dan ketika huru-hara tersebut tertangani, maka segenap elemen kampus tersebut kembali lagi ke pertapaannya (kampus) untuk melanjutkan tugas utamanya menuntut ilmu dan memperoduksi agen-agen perubahan yang siap bertarung di tengah arasy global. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Sedangkan kemungkinan kedua akan mengakibatkan kampus harus bersedia memberikan sebagian ruang dirinya untuk diintervensi oleh berbagai kekuatan politik yang ada. Besar kecilnya pengaruh politik itu akan sangat tergantung dengan kekuatan kampus dalam menanamkan paradigma dan etos kepada seluruh civitas akademika agar tidak mudah terprovokasi oleh tipu-daya politik. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Realitas kampus seperti di atas itulah, mesti diperhatikan benar oleh seluruh aktifis mahasiswa, sebab tanpa kampus, mahasiswa juga akan kehilangan eksistensi dan perannya. Oleh karena itu, menjadikan kampus sebagai kantong perjuangan adalah sebuah keharusan yang tak terbantahkan. Seluruh aktifis mahasiswa mesti mengingat benar bahwa masa depan sebagian besar rakyat Indonesia diliputi oleh ketidakpastian, karenanya tanpa melalui jalan menjadi mahasiswa, masa depan bangsa ini kian jauh lebih parah lagi. Hal ini melukiskan betapa sangat strategisnya posisi menjadi mahasiswa. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Minimal ada tiga alasan, mengapa mahasiswa harus menjadikan kampus sebaga basis gerakannya, pertama, kampus senantiasa berupaya merealisasikan peranannya sebagai pembaharu dan pelopor (perangsang) bagi perbaikan kondisi kehidupan masyarakat. Siapapun tidak akan menyangkal, jika gagasan-gagasan perubahan di Indonesia (hampir) selalu dimotori atau lahir dari dalam kampus, baik mulai zaman pergerakan nasional, hingga reformasi kemarin. Inilah yang menyebabkan keterlibatan kampus dalam kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan keindonesiaan demikian kental. Terlebih, berbagai tawaran / usaha-usaha pembaharuan tersebut selalu terkait dengan struktur kekuasaan, perubahan sosial dan perbaikan taraf hidup masyarakat Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Kedua, realitas bahwa kampus merupakan ladang resources intelektual, agamawan, pekerja sosial, politisi, dan sebagainya, sehingga di kampus banyak sekali tersedia stock kepemimpinan dan keahlian. Ratusan tokoh dan pemimpin bangsa Indonesia lahir dari kawah candradimuka kampus. Bahkan, beberapa pentolan angkatan ’66 dan ’98 mengatakan hal yang sama, bahwa perubahan besar bangsa ini selalu dimulai dari kampus. Lebih lanjut mereka meyakini, bahwa “kematian” kehidupan kampus adalah awal kehancuran bangsa. Agak berlebihan memang, namun pernyataan itu lahir dari salah satu sebuah paradigma pedagogik yang cukup mencengangkan, bahwa jika sebuah masyarakat menginginkan kemajuan, kesejahteraan, keadilan bahkan kejayaan, maka dirikanlah kampus. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Ketiga, watak kemandirian kampus yang tumbuh dari budaya ilmiah dan cara berfikir kritis, memberi energi besar warga kampus untuk menilai realitas di sekitanya. Sementara itu pemerintah (state) sebagai centrum aktifitas kehidupan masyarakat, juga tak lepas dari perhatian kampus. Kondisi inilah yang kemudian menjadikan kampus seringkali mesti berhadapan dengan kebijakan pemerintah, karenanya birokrasi (khususnya di negara berkembang) cenderung melakukan intervensi ke dalam kampus. Intervensi itu akan semakin membesar dan kadangkala memasung kehidupan kampus, jika kemudian kampus melahirkan gerakan kritis yang berusaha memperbaiki kehidupan masyarakat, akibat keteledoran kebijakan pemerintah. Bahkan, mulai dari Orde Lama, Orde Baru hingga sekarang ini, kampus belum pernah bebas dari intervensi politik, baik dari kelas penguasa ataupun dari kelompok kepentingan lainnya. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Posisi dan peran strategis kampus inilah yang oleh mahasiswa mesti tidak boleh sia-siakan. Mahasiswa dengan idealisme dan elan perubahan yang dimiliki harus bisa menjadi “nafas kehidupan” kampus di manapun ia berada. Tak mudah mewujudkan hal itu, perlu usaha keras yang sistemik dan terorganisir serta kerjasama “sehati” dari seluruh civitas akademika maupun organisasi intra dan ekstra kampus.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Strategi operasional pengembangan gerakan mahasiswa di kampus memang selama ini cukup beragam, tergantung local condition dan local culture dimana perguruan tinggi tersebut berada. Oleh karena itu, disamping terus konsisten menerapkan strategi pengembangan di atas, mahasiswa harus mulai memperhatikan dan menimbang beberapa hal berikut ini. Pertama, yang mesti dilakukan aktifis mahasiswa adalah men-dekonstruksi kembali ontologi (hakikat) perguruan tinggi di Indonesia, posisi dan perannya dalam bangunan besar Indonesia Raya, eksistensi dan urgensinya terhadap kapitalisme global, serta relasinya dengan kekuasaan dan demokrasi. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Salah satu hal yang cukup menggelisahkan banyak mahasiswa adalah tumbuhnya kesadaran baru bahwa kampus tidak lebih hanyalah menjadi alat (media) bagi negara dan kekuatan global untuk menyediakan tenaga terdidik (ahli) bagi ‘seribu’ proyek buatan mereka. Namun, hampir mayoritas masyarakat kampus juga mengerti, bahwa kampus juga merupakan kantong utama “pencipta tokoh” yang sanggup merubah bangsa ini menjemput keadilan, kemakmuran dan kesejahteraan senafas dengan cita-cita perjuangan nasional yang termaktub dalam Pancasila dan preambule UUD negara kita. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Oleh karena itu, jika aktifis mahasiswa mampu melakukan gerakan massal untuk menggelorakan “ontologi kampus” seperti pemikiran yang terakhir, dengan kembali membuka free public sphere (ruang publik bebas) dimana seluruh masyarakat kampus khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya memposisikan kampus sebagai pusat pembebasan, perubahan, transformasi dan demokratisasi dan bukan sebagai “budak” negara ataupun “kekuasaan modal”. Langkah sederhana untuk memulainya adalah membangun kritisisme kampus dengan mengintegrasikan kepentingan serta kebutuhan kampus dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Strategi-taktis operasionalnya adalah dengan menginstruksikan seluruh mahasiswa untuk membuka dialog intensif yang kualitatif dengan segenap civitas akademika. Baik itu untuk membedah muatan kurikulumnya, model pengajaran, peningkatan skill mahasiswa, hingga master plan kampus tersebut ke depan. Sembari itu, aktifis mahasiswa harus terlibat intens dalam mendekatkan masyarakat sekitar kampus dengan kampus, sehingga ini akan melunturkan prejudice mitos “menara gading”. Hambatan lain dari perguruan tinggi adalah rendahnya semangat research (penelitian) apapun jenisnya, jika mahasiswa menyediakan resources peneliti muda yang bekerja sama dengan pihak di luar kampus dalam melakukan penelitian-penelitian kecil, maka hal ini akan semakin merekatkan hubungan (image building) mahasiswa (kampus) dengan publik luas. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Kedua, aktifis mahasiswa mesti merebut “ruang publik” di kampus dengan melakukan pembongkaran beban historis, kejumudan tradisi, dan konservatisme perguruan tinggi. Kemandirian kampus dalam era otonomi daerah dan perdagangan global merupakan prasyarat utama tegaknya integritas kampus dalam upaya pemanusiaan manusia (humanisasi). Jika, aktifis mahasiswa mampu mengkonsolidasikan segenap potensi yang dimiliki untuk mulai membuka selubung konservatisme, beban sejarah dan tradisi yang menghinggapi kampus, maka hal ini menjadi pintu masuk bagi aktifis mahasiswa untuk memperoleh simpati dari segenap civitas akademika. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Untuk ini, aktifis mahasiswa bisa berangkat dari hal-hal kecil yang mampu mengurai satu-persatu problematik kampus, tanpa bermaksud mengintervensi kedaulatan dan kebijakan kampus. Hal kecil ini bisa berupa partisipasi aktif kader kampus di seluruh kegiatan kampus, disiplin dalam kuliah, memanfaatkan (memenuhi) perpustakaan, menjaga kebersihan (keasrian) kampus hingga civitas akademika merasa bahwa mahasiswa adalah bagian tidak terpisahkan dari kampus. Karena itu, pemahaman (apresiasi) yang tinggi atas local historis maupun local culture kampus akan memudahkan aktifis mahasiswa memerankan hal-hal kecil yang sederhana, bukan dengan hal-hal besar yang terlalu makro dan tidak ada hubungannya (dampak kongkrit) sama sekali dengan kampus. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Ketiga, mahasiswa harus menjadi motor perubahan dan demokratisasi kampus. Tidak bisa disangkal penggerak utama proses perubahan sistem pemerintahan dari otoriter menjadi demokratis pada tahun 1998 adalah mahasiswa dan kalangan intelektual kampus. Karena itu, kampus sebagai lembaga pendidikan --tempat pengembangan wacana dan intelektualitas-- harus mampu memberikan contoh bagaimana kultur dan praktek demokrasi yang baik dan santun diterapkan. Artinya, sebelum mahasiswa (kampus) menyuarakan demokrasi, maka institusi kampus itu sendiri harus sudah demokratis. Karena itu, semua upaya perguruan tinggi dalam menerapkan sistem pendidikan, pembelajaran, pembinaan dan keorganisasian, baik di tingkat mahasiswa maupun rektorat (birokrasi kampus) harus berdasarkan nilai-nilai demokrasi. Alangkah tidak bijak apabila kampus justru menjadi tempat pelanggengan budaya otoriter dengan memberlakukan kebijakan yang monolitik dan anti-demokrasi. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:100%;"&gt;Keempat, aktifis mahasiswa menyiapkan “kelompok strategis” sebagai pelopor dan pengobar semangat perubahan di kampus, sekaligus melakukan pembenahan aspek spiritual, kognitif, mental dan perilaku mahasiswa demi memperluas sayap gerakan di perguruan tinggi masing-masing. Apa yang telah terurai di atas, tidak akan pernah bisa dilakukan, jika disebuah kampus tersebut mahasiswanya tidak memiliki tradisi gandrung membaca, gandrung wacana (intelektual), gandrung kuliah, gandrung berorganisasi, gandrung penelitian, gandrung pengabdian masyarakat dan kalau di UIN Malang adalah gandrung sholat jama’ah dan puasa sunnah Senin-Kamis???&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="FONT-STYLE: italic;font-size:100%;" &gt;Wallahul Muwaffiq Ilaa Aqwamith Thorieq&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-813254418820316343?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/813254418820316343/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=813254418820316343&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/813254418820316343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/813254418820316343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/09/gerakan-mahasiswa.html' title='Gerakan Mahasiswa'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-3515161850617719671</id><published>2007-08-30T07:56:00.000+07:00</published><updated>2007-08-30T08:35:57.267+07:00</updated><title type='text'>Rencana Reuni Lebaran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;DASAR PEMIKIRAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sangat menentukan dalam menciptakan masyarakat yang mandiri dan masyarakat yang sejahtera adalah peningkatan sumbe daya manusia. Lembaga pendidikan atau sejenisnya adalah faktor penentu dalam mensoal peningkatan sumber daya manusia, baik pada tingkatan generasi muda maupun pada tingkatan masyarakat pada umumnya. Sehingga dalam mendesign kemandirian dan kesejateraan masyarakat dalam konteks kabupaten Luwu Utara adalah sebuah keharusan untuk mengedepankan pendidikan. Sebuah andaian pembangunan daerah berbasis pendidikan, Karena keharusan dari fakta global adalah persaingan, baik pada tingkatan sumber daya manusia, maupun akses informasi. Tidak ada kata kecuali, memulai saat ini dengan hal-hal yang terkecil guna mewujudkan kemandirian dan kesejateraan masyarakat berbasis pendidikan&lt;br /&gt;Al-Falah sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam mempunyai potensi besar dalam peningkatan kemandirian dan kesejateraan masyarakat melalui sistem pendidikannya dengan mencetak generasi-generasi muda yang tangguh dan bertaqwa (global thinking lokal acting). Selain telah meluluskan kader-kader yang berani bersaing, Al-Falah juga telah membuktikan diri dengan mendistribusikan kader-kadernya di perguruan-perguruan tinggi selevel nasional, mencetak para santri-santri yang telah mengabdi ke masyarakat, mencetak para pelaku-pelaku ekonomi mikro dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Hal yang kemudian sangat urgen ke depannya adalah pola distribusi kader-kader Al-Falah yang dalam hal ini tentu membutuhkan jalinan komunikasi antar kader-kader Al falah yang masif dan strategis.&lt;br /&gt;Untuk itu Reuni Kader/ alumni tentu menjadi hal yang sangat penting guna membangun komunikasi antar kader Al-Falah baik pada tingkatan lembaga Al-Falah sendiri, Pengajar, masyarakat sekitar maupun kader-kader secara personal&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;TUJUAN &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menjalin komunikasi antar kader Al-Falah, Dewan guru, dan masyarakat sekitar.&lt;br /&gt;Adanya komunikasi yang strategis anyara kader Al-Falah dengan Al-Falah sebagai lembaga pendidikan.&lt;br /&gt;Mendesign pola distribusi kader.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;SEKILAS TENTANG ORGANISASI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Al-Falah Connection adalah sebuah organisasi jaringan para alumni Al Falah yang berdomisili di berbagai daerah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Al-Falah melakukan kerja-kerja jaringan dalam rangka untuk penguatan Al falah sebagai kelembagaan dan kerja-kerja sosial dalam rangka untuk meningkatkan akses dan informasi di/untuk Al-Falah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Al-Falah Connection juga melakukan penguatan-penguatan kapasitasi personil dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat pengembangan akademik, pengembangan skill organisasi dan pengembangan skill profesi baik secara langsung (pelatihan-pelatihan, seminar, diskusi) maupun tidak langsung (pengadaan webblog). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Al-Falah Connection sampai saat ini telah membentuk perwakilan-perwakilan di beberapa daerah (Palopo, Makassar, Surabaya, Malang-Jawa Timur, Tulungagung-Jawa Timur, Kediri-Jawa Timur, Nganjuk-Jawa Timur, Madiun-Jawa Timur, Yogyakarta, dan Bandung-Jawa Barat). &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Al-Falah Connection mempunyai anggota dari berbagai macam disiplin ilmu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Al-Falah Connection Beralamatkan di &lt;a href="http://www.alfalahconnection.blogspot.com/"&gt;http://www.alfalahconnection.blogspot.com/&lt;/a&gt; dan email : &lt;a href="mailto:alfalahsmallville@yahoo.com"&gt;alfalahsmallville@yahoo.com&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;PELAKSANA DAN PELAKSANAAN &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Agenda ini dilaksanakan oleh Al-Falah Connection yang dalam teknisnya dibentuk sebuah kepanitiaan&lt;br /&gt;Agenda ini akan dilaksanakan pada :&lt;br /&gt;Hari/tgl : Minggu, 22 Oktober 2007&lt;br /&gt;Pukul : 09.00-16.00 WIB&lt;br /&gt;Tempat : Halaman Parkir Ponpes Al Falah Lemahabang, Patoloan Bone-bone Kabupaten Luwu Utara.&lt;br /&gt;Tema : Al-Falah Dalam Kebersamaan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;SASARAN PESERTA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Acara ini akan di hadiri oleh : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semua Alumni Madrasah Tsanawiyah Al-Falah &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semua Alumni Madrasah Aliyah Al-Falah &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dewan Guru Al-Falah &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tokoh Masyarakat &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Masyarakat Sekitar &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;FORMAT ACARA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Acara temu Alumni ini akan di bagai menjadi beberapa sesi &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Forum Temu Alumni&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pameran Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;PENDANAAN DAN ANGGARAN BIAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Seluruh rangkaian acara ini memerlukan dana sekitar Rp. 10.000.000 (Sepuluh Juta Rupiah)&lt;br /&gt;Biaya dari agenda ini akan diperoleh dari sumbangan para alumni-alumni Alfalah, Instansi Pemerintah Daerah, Sumbangan-sumbangan dari individu/lembaga yang halal dan tidak mengikat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Kami merasa sangat terhormat atas dukungan dari semua pihak, baik moril maupun materiil, langsung maupun tidak langsung, demi kelangsungan agenda ini. Semua ini kita niatkan benar-benar demi kemajuan pendidikan Luwu Utara pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;KEPANITIAAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Penanggung jawab : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mahrus Habibi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Rahmat Hidayat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Yunan Nawawi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ikhwan Hadi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Abdul Musthofa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;M. Zainal Abidin&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Organizing Commite&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Ketua : Ramlah&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Wakil Ketua : Mat Baharuddin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sekretaris : Dalam Konfirmasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bendahara : Atik Nawangsari&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;Seksi &lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Acara : Dalam Konfirmasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Dekdok : Dalam Konfirmasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keskretariatan : Dalam Konfirmasi&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Konsumsi : Dalam Konfirmasi&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-3515161850617719671?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/3515161850617719671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=3515161850617719671&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/3515161850617719671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/3515161850617719671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/08/rencana-reuni-lebaran.html' title='Rencana Reuni Lebaran'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-5492768693850359134</id><published>2007-08-19T06:20:00.000+07:00</published><updated>2007-08-21T08:28:31.687+07:00</updated><title type='text'>Pojo'E Al-Falah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;By: DoelThofa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bismillahirrahmanirrahim&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;KATA PENGANTAR &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;Puji syukur kehadirat Allah swt yang telah memberikan kita semua kesehatan sehingga kita dapat menikmati suatu kenikmatan yang tak ternilai harganya. Semoga kita tak lupa bersyukur kepada Nya.. Alhamdulillah….3 x.&lt;br /&gt;Belakangan ini sekolah kita banyak mengalami permasalahan yang amat berat, semoga saja ini suatu ujian bukan suatu azab dari Allah. Amien… 3 x. sekarang ini sekolah kita kurang sekali suatu pembaharuan yang dapat membawa al-Falah menjadi yang terbaik, seperti harapan kita semua.&lt;br /&gt;Selanjutnya untuk membuat yang terbaik untuk Al-Falah tercinta. kita butuh bibit-bibit unggul, yang dapat membuat perubahan sehingga semua harapan yang kita inginkan tercapai.&lt;br /&gt;Kita dilahirkan dari bahan terpilih. Kita terbentuk setelah terjadi pembuahan suatu ovum oleh satu sperma tangguh, yang telah menyisihkan berjuta-juta sperma lainnya. Dan, Alhammdulillah… kita pemenangnya. Mari kita syukuri kemenangan itu……….. Banyak generasi al-Falah di luar sana yang mempunyai bibit-bibit unggul seperti (Alumni al-Falah) K’ Kroez, K’ Abied, K’ Rahmat, K’ Mizan, N’ K’ Ruri, serta KK’ yang lainnya, yang kini merencanakan suatu untuk ke depannya al-Falah sehingga mendapatkan pembaharuan yang berbeda dari yang lainnya. Sehingga al-Falah dapat seperti yang kita harapkan. Semoga semua yang direncanakan oleh generasi “Al-Falah Conecction” dapat terwujudkan.. amien 3 x. kami di sini hanya dapat membantu dengan doa untuk kalian semua (K’ Kroez, K’ Mizan, K’ Kartolo dan lain-lainnya).&lt;br /&gt;Apa yang harus dibuat?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Suatu kelebihan dan kekurangan telah diberikan oleh Allah kepada kita semua… hanya kita yang dapat menjadikan semuanya itu menjadi baik.&lt;br /&gt;Suatu Warisan yang mahal dan tak ternilai harganya yaitu kemampuan untuk berbuat apa pun yang baik. Apa yang bisa dilakukan orang lain, kita harus lebih bisa melakukannya, sehingga kita dapat berbuat lebih banyak yang bermanfaat bagi nusa dan bangsa terutama bagi Agama kita. Amien.&lt;br /&gt;Jika ingin berbuat yang lebih baik. Alangkah baiknya diawali semua itu pada diri kita sendiri. Coba lah itu semua pada diri sendiri… sehingga mencapai suatu keberhasilan… meskipun itu keberhasilan yang tertunda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/RseBZiXVfhI/AAAAAAAAABk/LUrkcZ1xb1c/s1600-h/Gambar2.PNG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5100187378741771794" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 307px; CURSOR: hand; HEIGHT: 221px" height="91" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/RseBZiXVfhI/AAAAAAAAABk/LUrkcZ1xb1c/s320/Gambar2.PNG" width="116" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Generasi sekarang, banyak yang takut akan kegagalan dalam hidupnya tapi, dia belum bisa mengambil dari suatu kegagalan tersebut.&lt;br /&gt;Salah satu cara untuk tidak membuat kegagalan di masa sekarang dan masa yang akan datang adalah jangan membuat keputusan sama sekali. Tetapi apalah artinya hidup jika tidak berani membuat keputusan, seharusnya kita slalu mengambil keputusan yang bijaksana….&lt;br /&gt;Jadi jangan takut dengan kegagalan. Maka belajarlah engkau dari kegagalan sehingga engkau dapat sesuatu yang bermanfaat dari kegagalan tersebut.&lt;br /&gt;Dalam membangun keSUKSESan kita harus mengenal diri kita sendiri?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Mengenal Diri Kita Sendiri&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di dalam tubuh ini ada akal, jasad, dan qolbu. Akal membuat orang bisa bertindak lebih efektif dan efisien dalam melakukan apa yang ia inginkan. Sedangkan tubuh bertugas melakukan apa yang diperintahkan oleh akal. Sebagai contoh, apabila akal menginginkan tubuh mampu berkelahi, maka tubuh akan berlatih agar menjadi kuat. Sayangnya, tidak sedikit orang yang cerdas, orang yang begitu gagah perkasa, tapi tidak menjadi mulia, bahkan sebagian diantaranya membuat kehinaan karena berbuat jahat. Mengapa? Sebab ada satu yang membimbing akal dan tubuh yang belum diefektifkan, itulah qolbu.&lt;br /&gt;Kita ambil contoh lain, sebuah mikrofon bisa menjadi alat provokasi kejahatan, bisa juga jadi alat dakwah dan menyampaikan ilmu, sebuah mikrofon bisa juga menjadi alat bantu berbicara sehingga menjadi fasih, itulah fungsi mikrofon. Artinya, yang menentukan isi dari bahasa yang keluar darinya adalah qolbu. Dalam hal ini Rasulullah SAW menyebutkan bahwa di dalam tubuh ini ada segumpal daging yang jika ia baik maka baik pula yang lainnya, sebaliknya yang apabila ia jelek maka jeleklah semuanya. Dan yang dimaksud daging itu ialah Qolbu.&lt;br /&gt;Jadi, yang terpenting dari manusia ternyata bukan kecerdasannya saja, tapi yang membimbing cerdasnya otak menjadi benar, yang membimbing kuatnya fisik menjadi benar. Disitulah fungsi qolbu. Oleh karenanya, menjadi cerdas belum tentu mulia, kecuali kecerdasannya dipakai untuk berbuat kebenaran. Menjadi kuat belum tentu mulia, kecuali kekuatannya di jalan yang benar.&lt;br /&gt;Dengan diri ini, kita wajib berpikir dan melakukan suatu tindakan yang benar, sehingga kita dituntut terus untuk Berpikir, berpikir, dan berpikir baru berbicara. Mendengar, mendengar dan mendengar, baru mengajukan pertanyaan yang bermanfaat, kemudian kita mengerjakan dan merealisasikannya ke dalam kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kita Butuh Generasi yang Lebih…….&lt;br /&gt;Mana Mass……… Ayo………Semanga’-semanga’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Mental Baja&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/RseAbyXVfgI/AAAAAAAAABc/mbrXx5o7QCs/s1600-h/Gambar1.PNG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5100186317884849666" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 307px; CURSOR: hand; HEIGHT: 208px" height="137" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/RseAbyXVfgI/AAAAAAAAABc/mbrXx5o7QCs/s320/Gambar1.PNG" width="307" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk merealisasikan semua itu kita butuh mental. Tanpa suatu mental dalam diri, kita tak dapat berbuat sesuatu yang bermanfaat dengan tanpa hasil yang maksimal. Dengan menanamkan dalam diri kita sebuah mental yang kuat, kita dapat bertahan dan meraih semua creativitas yang akan membawa kita ke dunia yang lebih baik. Maka, Teruslah pertahankan mental positif. Jangan setengah-setengah. Didiklah mental itu setinggi-tingginya dan teruslah ke depan yaitu tujuan kita, yang penting bukan tujuan yang nggak jelas… ingat kita selalu berbuat yang bermanfaat jika ingin produktif. ….&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;Giat &amp;amp; Tekun &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Banyak generasi sekarang ini, perjalanan hidupnya selalu dibayangi dengan sesuatu yang tak jarang orang punya, yaitu kemalasan. Sifat ini semua orang punya, tapi banyak yang memakai sifat ini sebagai kebutuhan sehari-hari, bukan untuk dihindari tapi malah di pakai tiap hari… sehingga membuat kita jauh dari sukses. ..&lt;br /&gt;Jarak antara kita dan sukses harus dipupuk dengan jembatan pengembangan, yaitu pembentangan kekuatan yang ada pada diri kita. Jembatan jangan di rusak secara sengaja oleh kemalasan, keminderan, dan ketakutan untuk menyebaranginya. Sekarang kita buang jauh-jauh itu semua. Mulai dari diri sendiri, kita jadikan diri ini orang yang giat dan tekun, serta jangan lupa berdoa kepada Nya.&lt;br /&gt;Apabila kita yakin terhadap kemampuan diri yang tak sombong, dan terus bertahan pada kehidupan produktif hingga sukses. Kalau boleh, kita diilustrasikan memiliki mobil mewah, tetapi malas menyetirnya. Lalu, menunggu orang lain membantu mengemudikan inilah yang sering terjadi pada kebanyakan orang yang tak sukses (Karena hidup menunggu pemberian orang, akibatnya hidup kurang kreatif) Nah…sekarang kita ngomognya udah sukses … bila suatu generasi dari kampung yang udah mencapai kesuksesan di negara lain yaitu selain tanah kelahirannya, ia selalu terbawa oleh suatu sifat kemewahan sehingga ia lupakan awalnya (sombong)&lt;br /&gt;Seringkali, Kita merasa iri dengan kesuksesan orang lain. Padahal, hal pertama yang harus kita tanyakan “Sudah produktifkah waktu kita pergunakan?” Jika belum, sekaranglah saatnya.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Buatlah semua itu menjadi yang terbaik bagi kita semua… dan janganlah engkau berhenti sampai di sini saja. Dan bertahanlah engkau dengan suatu kepercayaan diri akan mampu menyingkirkan kesukaran masalah, serta hambatan dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi, banyak juga orang tidak mampu mencapainya. Kita harus yakin bahwa kita bisa sukses.&lt;br /&gt;Sebagai akhir suatu perjalanan janganlah lupa engkau bersyukur kepada Nya… alhamdulillah.. karena ridha dan rahmat Nya kita dapat menjadi suatu generasi yang sukses…&lt;br /&gt;SUCCESS FOR AL-FALAH CONNECTION&lt;br /&gt;Alhamdulillah Ya.. Allah&lt;br /&gt;Amien……..amien..amien.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dunia berharap………..&lt;br /&gt;Ada berapa banyak orang seperti mereka. ……&lt;br /&gt;Dan dunia menunggu yang seperti mereka……………&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-5492768693850359134?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/5492768693850359134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=5492768693850359134&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/5492768693850359134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/5492768693850359134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/08/pojo-e-al-falah.html' title='Pojo&apos;E Al-Falah'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/RseBZiXVfhI/AAAAAAAAABk/LUrkcZ1xb1c/s72-c/Gambar2.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-3580982539032542115</id><published>2007-08-19T06:16:00.000+07:00</published><updated>2007-08-21T08:24:52.575+07:00</updated><title type='text'>Pengaruh Puasa dan Aksesorinya terhadap Masyarakat Madani</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di dalam setiap ibadah yang diperintahkan oleh Allah terhadap muslim terdapat sekurang-kurangnya dua hal pokok, yaitu hal-hal yang primer atau wajib dan yang bersifat sekunder atau sunat. Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa setiap ibadah mempunyai aspek wajib dan aspek sunat.&lt;br /&gt;Sesuatu yang disebut wajib harus dikerjakan, tidak boleh ditinggalkan. Diberi pahala (ganjaran) bagi yang mengerjakannya dan diberi hukuman (siksaan) bagi yang meninggalkannya. Tetapi sesuatu yang disebut sunnat adalah sesuatu yang boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan, tetapi bagi yang mengerjakannya diberi pahala dan yang meninggalkannya tidak dapat hukuman apa-apa. Yang sunat sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Yang wajib merupakan hal yang pokok, sedangkan yang sunat merupakan hal cabang. Yang wajib adalah unsur utama dan pertama, sedangkan yang sunat adalah unsur pelengkap dan kedua.Puasa Ramadhan dalam pandangan agama kita merupakan sesuatu yang wajib. Karena itu, seorang muslim yang berpuasa diberi ganjaran pahala oleh Allah, sedangkan yang meninggalkannya akan mendapat dosa dan akan siksaan Allah swt. Di dalam puasa terdapat banyak unsur pelengkap yang dinamakan aksesoris puasa, yaitu hal-hal yang sangat dianjurkan dan disunatkan untuk dilakukan seiring dengan pelaksanaan puasa Ramadhan.. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;PUASA DAN AKSESORISNYA&lt;br /&gt;Puasa itu bagaikan sebuah rumah atau sebuah mobil. Sebuah rumah mesti memliki unsur utama dan unsur pelengkap. Unsur utama rumah adalah semua bahagian-bahagian yang penting dari rumah itu. Rumah harus memiliki fondasi, tiang, memiliki tembok, memiliki atap, memiliki pintu, memiliki jendela, dan lain-lain. Dapat dibayangkan kalau sebuah rumah tidak memiliki salah satu atau semua bahagian itu. Jika bahagian-bahagian yang penting itu tidak ada pada rumah itu, maka boleh dikatakan bahwa itu bukanlah rumah. Unsur pelengkap rumah adalah perabot-perabotnya, atau apa yang sekarang disebut aksesori. Unsur pelengkap rumah bagi setiap orang bisa berbeda-beda. Ada orang yang memliki rumah yang perabot-perabotnya lengkap, ada orang yang perabot-perabotnya kurang, dan bahkan ada orang yang perabot-perabot rumahnya sangat minim. Di antara perabot-perabot rumah itu ialah kursi dan meja tamu, tempat tidur, lemari, meja tulis, AC, kulkas, dll. Dapat dibayangkan kalau Anda tinggal di sebuah rumah yang tidak ada perabot-perabotnya.&lt;br /&gt;Puasa juga dapat diibaratkan sebagai sebuah mobil, yang harus memiliki unsur utama dan unsur pelengkap. Jika sebuah mobil tidak memiliki salah satu atau semua unsur utama itu maka mobil tidak mungkin dijalankan. Unsur utama mobil itu, misalnya, mesin dengan segala komponennya, roda, felek, bensin, oli, dll. Unsur utama ialah unsur yang harus ada dan dimliki oleh sebuh mobil, tanpa itu mobil tersebut tidak mungkin dapat dijalankan. Unsur pelengkap mobil itu adalah aksesori-aksesorinya, seperti radio, tape, AC, lifebelt, dsbnya. Mobil dapat berjalan kalau sudah memenuhi unsur utama. Tanpa unsur pelengkap, sebuah mobil dapat berjalan, tetapi jalannya tidak dalam kondisi nyaman dan menyenangkan. Dapat dibayangkan kalau kita menaiki sebual yang tidak ber-AC, mislanya, kita pasti akan kepanasan.&lt;br /&gt;Demikianlah pula puasa itu, di samping harus memiliki unsur-unsur utama, juga harus dilengkapi dengan unsur-unsur pelengkap (aksesori-aksesorinya). Puasa yang tidak dilengkapi dengan aksesori-aksesori itu akan menjadi kering, hanpa, tidak segar, tidak nyaman, tidak menyenangkan, dan tidak menyegarkan. Sebaliknya, puasa yang dilengkapi dengan aksesori-aksesori itu pasti menyenangkan, segar, nyaman, menyegarkan, dsb.&lt;br /&gt;Ada sekian banyak aksesori puasa yang dapat diadakan atau dilakukan oleh seseorang yang berpuasa, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;1. Membaca Al-Qur’an&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu aksesori penting puasa Ramadhan. Rasulullah pada masa hidupnya senantiasa mengisi bulan Ramadhan dengan membaca Al-Qur’an. Puasa dan membaca Al-Qur’an mempunyai kaitan yang sangat erat, yaitu bahwa Al-Qur’an mulai diturunkan ke bumi ini oleh Allah pada bulan Ramadhan, yaitu pada malam lailatul qadr. Bacalah Al-Qur’an sebanyak-banyaknya. membaca sekurang-kurangnya mencakup pengertian, membaca ayat-ayat Al-Qur’an, memahami maknanya, dan menghayati kandungannya.&lt;br /&gt;Di dalam hadis-hadis Nabi banyak diungkapkan tentang keutamaan membaca Al-Qur’an, diantaranya yang artinya : “Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an, ia mendapat satu kebajikan, dan satu kebajikan itu dilipadkan sama dengan 10 kebajikan. Alif-lam-mim bukanlah sebuah huruf, tetapi huruf-huruf, yaitu alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf”.&lt;br /&gt;Dalam hadis lain disebutkan: “Siapa yang telah membaca Al-Qur’an sampai khatam (selesai 30 juz), maka seratus malaikat mendoakan keselamatan baginya”.&lt;br /&gt;Pahala yang amat besar pula bagi mereka membaca danb mentadaruskan Al-Qur’an, seperti yang tergambar di dalam hadis Nabi yang artinya : “Tidaklah sekelompok orang berkumpul di dalam sebuah rumah untuk membaca Al-Qur’an dan mendiskusikannya di antara mereka, kecuali akan diturunkan oleh Allah kepada mereka sakinah (ketenangan batin, hidup, dan perasaan), akan diliputi ramhat Allah yang maha luas, akan didoakan keselamatannya oleh malaikat, dan akan diingatkan oleh Allah kepada mereka akan kenimatan yang diperolehnya di hari kemudian nanti”.&lt;br /&gt;Di akhirat nanti, menurut hadis Nabi ada dua ibadah penting yang memohon syafaat kepada Allah bagi yang melakukannya, yaitu puasa dan Al-Qur’an. Kata Rasulullah: “Puasa itu nanti akan memohon kepada Allah: Ya Allah, aku telah menghalangi ia untuk makan dan minum dan menghalangi untuk berhubungan dengan suami-isterinya di siang hari. Oleh karena itu, berilah syafaat kepadanya. Al-Qur’an juga mengajukan suatu permohonan” “Ya Allah, aku telah menghalanginya untuk tidur pada malam hari. Oleh karena itu berilah syafaat kepadanya. Allah lalu memberi syafaat kepadanya.”&lt;br /&gt;Membaca Al-Qur’an akan berpengaruh dalam menenangkan diri pembacanya, karena Al-Qur’an mengandung berbagai hal, seperti: 1) berita gembira mengenai balasan kebajikan, 2) peringatan akan adanya siksaan bagi yang melanggar perintah agama, 3) nasihat, 4) obat, 5) petunjuk, dan 6) rahmat bagi umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;2. Berzikir&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Di antara ciri khas bulan Ramadhan adalah memperbanyak zikir. Zikir merupakan aksesoris puasa yang dapat menyempurnakan ibadah itu. Berzikir dan mengingat Allah dalam berbagai kesempatan menjadikan hati seseorang senatiasa berhubungan dan dekat dengan Allah swt.&lt;br /&gt;Banyak ayat Alqur’an yang memerintahkan dan menerangkan manfaat atau kelebihan zikir. Di antaranya ialah surat S. Al-A¥z±b (33): 41: Wahai orang-orang yang beriman, ingatlah Allah sebanyak-banyaknya”. Di surat S. Al-Jumu‘ah (62): 10 dinyatakan: “Perbanyaklah mengingat Allah, semoga kalian beruntung”.&lt;br /&gt;Di dalam banyak hadis Rasulullah menyebutkan kelebihan zikir itu. Di antaranya:&lt;br /&gt;“Ketahuilah, sukakah kalian kalau aku menyampaikan kepada kalian pekerjaan paling baik dan paling suci di sisi Tuhanmu, yang paling tinggi dalam darajatmu, dan lebih baik bagi kamu daripada menginfakkan emas dan perak. Mereka menjawab, ya Rasulallah. Rasul lalu menjawab: “Itu adalah zikrullah”.&lt;br /&gt;“Orang yang mendapatkan perlindungan Allah di akhirat nanti, di antaranya ialah orang yang menginat Allah dalam keadaan sunyi dan air matanya bercucuran karena takut kepada Allah”.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;3. Qiyamul lalil (salat malam)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Qiyamul lalil dalam pengertiannya yang umum ialah bangun di waktu malam untuk melakukan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah swt. Dalam pengertiannya yang khusus ialah melakukan shalat malam atau tarawih. Kaum muslimin yang dengan kewajiban menjalankan puasa di siang hari sangat dianjurkan untuk melakukan qiyamul lalil pada malam hari. Allah swt. memerintahkan hamba-Nya untuk melakukan qiyamul lalil, demikian pula Rasulullah sangat menganjurkan untuk melakukan qiyamul lail.&lt;br /&gt;Allah swt. telah menggambarkan di dalam Al-Qur’an Surat S. A©-ª±riy±t (51): 15-18: yang menyatakan: “Sesungguhnya orang-orang bertakwa berada di dalam taman-taman dan di mata-air mata-air. sambilk mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik. Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan di akhir-akhir malam, mereka emmohon ampun kepada Allah swt.”&lt;br /&gt;Di dalam hadisnya Rasullah menyatakan: “Dua rakaat yang dilakukan di waktu malam lebih baik daripada dunia dan isinya”. Dalam hadis yang lain disebutkan: “Allah menurunkan rahmat kepada seorang laki-laki yang bangun di waktu malam, lalu melakukan salat dan membangunkan isterinya, sebaliknya Allah juga akan melimpahkan rahmat-Nya kepada seorang perempuan yang bangun di waktu malam, lalu shalat malam dan memabngunkan suaminya.”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;4.Bersedakah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bersadakah mengandung pengertian yang luas yang mencakup segala sesuatu yang diberikan kepada orang lain baik dalam bentuk material maupum non-material (jasa). Oleh karena itu, sadaqah dapat berarti zakat mal, zakat fitrah, sadaqah sunat, infaq, atau segala sesuatu yang diberikan kepada orang lain. Memberikan uang atau apa saja yang berbentuk material kepada orang lain termasuk sadaqah, mengajarkan ilmu kepada orang lain adalah sadaqah, dan mengatakan kalimat-kalimat yang baik kepada orang lain juga sadakah.&lt;br /&gt;Bersadakah dalam bulan puasa dilipatgandakan pahalanya oleh Allah swt. Hal ini antara lain dapat dilihat dalam hadis Nabi yang menjelaskan: Seseorang yang memberikan makanan untuk berbuka puasa kepada orang lain mendapatkan dua ganjaran yang amat besar, yaitu pahala dari sadaqahnya itu, dan mendapatkan pahala puasa dari orang yang diberinya makanan untuk berbuka puasa itu tanpa dikurangi sedikitpun oleh Allah swt.”&lt;br /&gt;Di dalam hadis lain Nabi menyatakan: “Sadakah itu memadamkan (menghapuskan) kesalahan sebagaimana air memadamkan api yang sedang menyala”.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;5. I’tikaf di Masjid&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Salah satu aksesori puasa Ramadhan ialah i’tikaf. I’tikaf pada hari-hari lain sepanjang tahun adalah sunat, sedangkan i’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan adalah sunnat muakkad. I’tikah adalah tinggal di dalam masjid untuk melakukan ibadah dalam keadaan bersuci selama waktu tertentu, dengan tertentu, dan cara tertentu pula.&lt;br /&gt;Tujuan utama i’tikaf adalah mengosongkan hati dari segala persoalan dunia dan mengisinya dengan kesibukan beribadah dan mengingat Allah swt., menyerahkan diri kepada Yang Maha Agung, menyerahkan segala urusan hanya kepada Allah, menjaga diri dari perbuatan dosa, dan menjaga anggota badan dari perbuatan-perbuatan kotor.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;6. Melakukan umrah Ramadhan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Umrah yaitu suatu rangkaian ibadah tertentu dengan niat tertentu dan dengan cara-cara tertentu yang dilakukan di Masjidil Haram, seperti berihram, tawaf, sa’i dan tahallul. Pahala umrah sangat besar yaitu dapat menjadi tebusan menghapuskan segala dosa yang telah dilakukan. Umrah Ramdhan mempunyai pahala yang lebih besar dibandingkan dengan umrah yang dilakukan pada bulan-bulan lain. Umrah yang dilakukan pada bulan Ramadhan pahala dan nilainya sama dengan pahala dan nilai satu kali melakukan ibadah haji. Seseorang yang melakukan ibadah haji dibersihkan oleh Allah swt. dari segala dosanya, sehingga ia kembali dari haji bersih dari dosa, bagaikan seorang bayi yang baru dilahirkan dalam keadaan bersih dan suci dari segala dosa.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;7. Menghidupkan lailatul qadr dengan ibadat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ciri khas bulan Ramadhan adalah adanya lailatul qadr di dalamnya. Lailatul qadr tidak terdapat pada bulan-bulan yang lain, ia hanya ada pada bulan Ramadhan. Lailatul qadr (malam kemuliaan) adalah suatu malam yang memiliki nilai yang paling tinggi dari malam-malam yang lain. Malam qadr (lalatul qadri), seperti yang digambarkan oleh Allah swt. di dalam Al-Qur’an, lebih baik dan lebih utama daripada seribu bulan. Yang dimaksud adalah bahwa suatu amal yang dilakukan pada malam itu lebih baik dan lebih utama daripada ibadah yang dilakukan selama seribu bulan.&lt;br /&gt;Tidak seorangpun yang mengetahui kapan atau pada hari apa malam qadar itu terjadi pada setiap bulan Ramadhan. Yang jelas, menurut hadis Nabi, ialah bahwa lalatul qadr itu terjadi pada malam-malam ganjil dari sepuluh malam terakhir bulan Ramdhan, seperti 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadhan.&lt;br /&gt;Menghidupkan lailatul qadr yaitu mengisi malam-malam ganjil itu dengan beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah swt. Lailatul qadr yaitu malam di mana seorang muslim menyerahkan diri kepada Allah swt. dengan ikhlas, menghadap kepadanya dengan memohon doa, meminta ampun atas segala dosa, melakukan salat-salat sunat, berzikir dan membaca Al-Qur’an. Rasulullah telah menegaskan di dalam hadisnya yang menyatakan: “Barang siapa yang bangun dan melakukan ibadah pada malam lailatul qadr dengan penuh keikhlasan dan keimanan, maka segala dosanya diampunkan oleh Allah swt.”&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;&lt;strong&gt;8. Menunaikan zakat fitrah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Zakat fitrah artinya zakat jiwa. Selain itu, zakat fitrah jiga disebut zakat puasa, atau zakat Ramadhan, atau shadaqah fithr, yang diwajibkan pada hari Fitri pada bulan Ramadhan setiap tahun. Zakat fitrah merupakan suatu ibadah yang mengiringi pelaksanaan kewajiban puasa. Setiap muslim dikenakan kewajiban mengeluarkan zakat fitrah itu. Zakat fitrah menurut Rasulullah mempunyai kelebihan tersendiri, yaitu menjadi makanan bagi para fakir dan miskin dan membersihkan diri orang yang berpuasa dari perbuatan kotor dan sia-sia.&lt;br /&gt;Ada sekian banyak hikmah zakat fitrah, di antaranya ialah: 1) membersihkan orang yang berpuasa dari perkataan yang kotor dan keji, 2) simbol dan tanda pernyataan syukur kepada Allah atas nikmat yang diberikannya dalam menyelesaikan puasa Ramdhan, 3) membantu meringankan beban hidup saudara-saudara muslim yang lemah dan tidak mampu, 4) menimbulkan kesadaran dalam diri untuk merasakan seperti apa yang dirasakan oleh mereka yang tidak memiliki, dan 5) menjadi tanda pendekatan diri kepada Allah swt.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;9. Melaksanakan salat Id al-Fitri&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salah satu ciri khas bulan Ramadhan dan puasa ialah diakhirinya dengan melaksanakan salat Idul Fitri pada 1 Syawal, hari pertama setelah berakhirnya ibadah puasa Ramadhan. Malam idul Fitri harus dihidupkan dengan memperbanyak takbir sebagai tanda syukur atas keberhasilan menunaikan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan, demikian pada pada hari pelaksanaan Idul Fitri.&lt;br /&gt;Idul Fitri dilakukan untuk menyatakan kemenangan yang luar biasa yang telah diperoleh dicapai oleh seluruh kaum muslimin yang telah melakukan ibadah puasa. Itulah sebabnya, maka pada hari ini seluruh kaum kaum muslimin keluar ke masjid-masjid atau ke lapangan-lapangan untuk menunjukkan syiar kemenangan itu dengan mengumandangkan takbir dan tahmid.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ffffff;"&gt;PENGARUHNYA TERHADAP PEMBENTUKAN MASYARAKAT MADANI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Puasa Ramadhan dengan segala aksesori yang telah dilakukan oleh setiap muslim dengan penuh keimanan dan keikhlasan itu akan menimbulkan berbagai pengaruh dan dampak yang besar dalam diri dan kehidupan individu, baik dalam hubungannya dengan dirinya sendiri, hubungan dengan orang lain dan lingkungannya, serta hubungan dengan Allah swt.&lt;br /&gt;Puasa dan aksesorinya menanamkan dalam diri setiap individu sikap-sikap yang sangat terpuji berkat tempaan dan didikan yang dihasilkan oleh ibadah-ibadah yang dilakukan selama berpuasa. Ia akan lebih menyadari dirinya lagi bahwa ia adalah hamba Allah yang harus patuh dan tunduk terhadap segala perintahnya dan ini akan menimbulkan kesadaran yang tinggi tentang eksistensi dirinya. Ibadah yang dilakukannya akan menjadikannya seorang individu yang memiliki sifat-sifat yang terpuji sesuai dengan sifat-sifat terpuji yang dimliki Allah.&lt;br /&gt;Ibadah puasa dan aksesorinya akan menimbulkan dampak dalam diri seseorang untuk menyatakan bahwa dirinya bukanlah satu-satunya, tetapi merupakan bahagian dari masyarakat dan lingkungannya. Ia tidak hidup sendirian, tetapi hidup bersama orang lain. Karena itu, ketika ia berpuasa dan melakukan aksesori puasa, ia menjadi sadar untuk memahami dan ikut merasakan apa yang dialami oleh saudara-saudaranya yang lain. Dar sini muncul kesadaran dan perasaan sosial seseorang, muncul rasa kesetiakawasan sosial yang tinggi dan pada akhirnya menimbulkan kepekaan dan solidaritas yang tinggi.&lt;br /&gt;Ibadah puasa dan aksesorinya itu akan lebih mendekatkan diri seseorang kepada Allah swt. Kepatuhan terhadap segala perintah dan kepatuhan untuk meninggalkan larangan Allah pada hakikatnya merupakan simbol penyerahan diri dan kepatuhan terhadap apa yang diperintahkan. Bertambah tinggi kepatuhan seseorang akan bertambah tinggi derajat kepatuhan dan kedekatannya dengan Allah.&lt;br /&gt;Apabila puasa dan segala aksesorinya telah dilakukan oleh setiap manusia atau setiap muslim dengan baik, dan penuh keikhlasan dan kepatuhan, maka orang itu akan terbentuk dan menjadi muslim yang sejati, yang berada dalam naungan dan rida Allah. Kalau setiap orang atau muslim melakukan hal yang sama maka dari mereka akan muncul dan lahir suatu masyarakat madani yang berada di bawah naungan dan ridha Allah, yang senantiasa patuh dan tunduk kepada segala perintah dan atauran Allah.&lt;br /&gt;Semoga ada manfaatnya bagi kita. &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-3580982539032542115?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/3580982539032542115/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=3580982539032542115&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/3580982539032542115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/3580982539032542115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/08/pengaruh-puasa-dan-aksesorinya-terhadap.html' title='Pengaruh Puasa dan Aksesorinya terhadap Masyarakat Madani'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-8911374202218316249</id><published>2007-08-19T06:13:00.000+07:00</published><updated>2007-08-21T08:26:11.180+07:00</updated><title type='text'>Tips Shalat Khusyu'</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Shalat shubuhku kali ini ternyata berjalan 1 jam tanpa merasa lelah! Dan sepanjang shalat aku menangis. Saya yakin, yakin sekali, Anda juga akan merasakannya. Seperti juga telah dirasakan banyak orang yang mengikuti petunjuk sederhana ini.&lt;br /&gt;Kemarin saya ke Gramedia untuk mencari buku-buku kata-kata mutiara dan buku Marwah Daud yang berjudul HMMD. Buku-buku kata mutiara sudah didapatkan, buku HMMD nya tidak ada. Sambil melihat-lihat buku best seller, mata saya menangkap judul yang tengah saya cari. Pelatihan Shalat Khusyu’. Buku relatif tipis dengan harga lumayan mahal, 50 ribu. Gambarnya orang sedang sholat di tepi danau, dengan nuansa sampul putih dan biru air. Ada cetakan emas tulisan “Best Seller” di sampulnya. Penulisnya Abu Sangkan, nama yang rasanya pernah dengar, entah dimana. Mungkin karena kata Sangkan Paraning Dumadi (Yang Dianggap -Sumber- Datangnya Kejadian), adalah sebutan bagi Allah dalam masyarakat Jawa. Ternyata nama Abu Sangkan karena dia punya anak dinamai Sangkan paraning Wisesa (sumber datangnya kebijaksanaan -mungkin begitu).&lt;br /&gt;Buku itu saya baca sehabis Isya’ hingga larut malam. Selesai jam 11 malam. kalimat pertama yang mengesankan saya adalah komentar Marwah Daud, yang meyakini bahwa karunia terbesar dalam hidup ini bukanlah kakayaan dan jabatan, tapi adalah diberi karunia shalat yang khusyu’. Dia yakini ini berdasar surat Qur’an Surat Al Mukminun 1-2, “Telah beruntunglah orang-orang mukmin, yaitu mereka yang khusyu’ dalam sholatnya.”&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Silahkan baca sendiri isi dan tipsnya, tulisan ini bukan tentang itu, tapi tentang pengalaman saya ketika shalat subuh tadi pagi.&lt;br /&gt;Setiap Ramadhan saya merasa ketinggalan kereta. Demikian pula dengan kereta I’tikaf 10 hari terakhir. Lagi-lagi luput, tiba-tiba sudah malam ke 22. Maka saya niatkan untuk tahajud dengan menerapkan metode sederhana sholat khusyu’.&lt;br /&gt;Gagal. Saya bangun dengan malas sehingga sahur selesai saat masuk imsak. Ketika ambil wudlu, ternyata sudah masuk subuh. Akhirnya saya mencoba menerapkannya pada sholat sunnah sebelum saya ke masjid (baru hari ini pingin ke masjid, biasanya malas). Niat saya shalat sunnah di rumah, lalu segera ke masjid.&lt;br /&gt;Gagal juga! Shalat sunnah saya terlalu lama sehingga (sambil masih shalat) terdengar masjid sudah memulai shubuhnya. Ya sudah saya lanjutkan terus sunnah saya. Pelan-pelan. Sambil sangat rileks, seperti tips dalam buku itu. Subhanallah! Shalat sunnah ini begitu enaknya, hingga lama seperti seakan shalat wajib. Shalatnya terganggu ketika ponsel berbunyi karena ada SMS masuk. Bunyi terus-menerus mengingatkan saya bahwa ada message yang belum dibaca. Duh, kesal rasanya hati harus mempercepat shalat hanya untuk mematikan handphone.&lt;br /&gt;Lalu saya mulai shalat shubuh. Dengan sedikit kurang yakin bahwa akan mendapat kenikmatan seperti shalat sunnah tadi. Saya menyantaikan diri. Rileks. Satu prinsip utama dalam kiat buku itu adalah, jangan ‘mencari’ khusyu’, cukup siapkan diri untuk ‘menerima’ khusyu’ itu, karena khusyu’ bukan kita ciptakan tapi ‘diberi langsung’ oleh Allah sebagai hadiah nikmat kita menemuiNya. Tips yang sangat sederhana, tapi ini bagi saya adalah lompatan paradigma!&lt;br /&gt;Maka saya bersikap rileks. Kepala hingga pinggang dikendorkan, jatuh laksana kain basah yang dipegang ujungnya dari atas. Berat badan mengumpul di kaki yang kemudian serasa keluar akarnya, mengakar ke bumi. Berdiri santai, senyaman kita berdiri. Abu Sangkan menggambarkan laksana pohon cemara, meluruh atasnya, kokoh akarnya sehingga luwes tertiup angin namun tak roboh.&lt;br /&gt;Bersikap rileks menyiapkan diri kita untuk siap ‘menerima’ karunia khusyu’, karena khusyu’ itu diberi bukan kita ciptakan.&lt;br /&gt;Lalu saya mulai bertakbir, Allahu Akbar. Dan selanjutnya saya baca dengan pelan-pelan. Karena bacaan shubuh harus diucapkan agak keras, maka saya rendahkan suara saya. Pelan sesuai tips buku itu, rendah suara karena -jujur- saya agak malu kalau suara saya terdengar istri saya yang sedang tiduran. Rasanya seperti baru belajar sholat lagi. Saya berdiri lama, banyak berhenti kalau memang sedang tidak ingin baca. Saya meresapi kesendirian dan berusaha menangkap kehadiran Tuhan yang sesungguhnya amat dekat dengan kita, namun kita tumpul untuk merasakannya. Saya sedang menemuiNya sekarang. Saya, ruh saya tepatnya. Badan fisik ini hanyalah alat yang mengantar ruh ini berjumpa kembali dengan yang dicintainya, ialah Allah yang meniupkan ruh ini dahulu ke dalam badan fisik.&lt;br /&gt;Break sebentar. Pernah sholat di belakang imam yang ‘ngebut’ sholatnya? Saya pernah, dan jujur saya kesal. Baru mau selesai Al Fatihah, eh dia sudah ruku’. Saya mau ruku’ eh dia sudah berdiri I’tidal. Dan seterusnya. Saya kesal karena irama kecepatan sholat kami berbeda. Dia - menurut saya- terlalu cepat.&lt;br /&gt;Ternyata demikian halnya dengan sholat kita sendiri. Ketika kita sholat, selain badan fisik kita ini sholat pula ruh kita. Ruh inilah yang benar-benar ingin sholat -kembali menemui Tuhannya- sementara badan fisik ini sarana kita mengantarnya dengan gerakan dan bacaan. Ruh kita ini sesungguhnya ingin sholat dengan tenang, santai, tuma’ninah. Sayangnya badan kita ‘ngebut’, jadilah ruh kita itu jengkel sejengkel-jengkelnya karena selalu ketinggalan gerakan badan. Maka tips sederhana dari buku itu adalah jika ruku’, tunggu, tunggu hingga ruh ikut mantap dalam ruku’ itu. Saat I’tidal, tunggu, tunggu hingga ruh mu ikut mantap I’tidal. Demikian pula saat sujud, duduk antara dua sujud, juga duduk tasyahud. Tunggu, tunggu hingg ruh mu ikut sujud, ikut duduk, ikut tasyahud.&lt;br /&gt;Berikan kesempatan ruh kita -sebut saja “aku” yang sejati- untuk mengambil sikap sholatnya. Dia agak lamban, namun sholat ini utamanya untuk ‘aku” kita itu, bukan untuk badan fisik kita.&lt;br /&gt;Maka saya shalat dengan sangat pelan. Santai. kalau sedang malas baca, saya diam saja. menikmati kepasrahan saya hadir menemui Tuhan. Saya baca bacaan sholat dengan pelan. Saya mencoba berdialog, dan itulah memang esensi sholat.&lt;br /&gt;Esensi sholat adalah doa, berdialog dengan Allah secara langsung.&lt;br /&gt;Kita sebenarnya diberi kesempatan untuk mengadu. Kita adukan semua persoalan kita kepada Allah. Kita adukan semua kebingungan kita, pekerjaan, rizki, kesehatan, cinta, dan semua apapun. Kita mengadu, dan kita pasrah menunggu dijawab. Dan pasti Allah menjawabnya langsung. Ruh bisa merasakannya, namun kalau dia dipaksa tertinggal-tinggal oleh gerakan badan, maka dia tidak sempat menikmati pertemuan dengan Allah itu.&lt;br /&gt;Saat ruku’ saya ruku’ lama, sambil menarik regang kaki dan punggung saya. Nikmati saja seperti menikmati peregangan bila senam. Saat sujud, saya tumpukan kepala sebagai tumpuan utama. Nikmat rasanya ‘terpijat’ dahi ini oleh gerak sujud. Saat ruh telah ikut sujud, saya baca dengan penghayatan, “Subhana robbiyal a’laa wa bi hamdih” (Maha Suci Engkau yang Maha Tinggi dan Maha Terpuji). Rasanya nikmat sekali sujud lama.&lt;br /&gt;Lalu, lalu saya duduk setelah sujud. Saya baca sepotong-sepotong bacaannya, sesuai tips buku itu. Robbighfirlii (Ya Tuhan ampunilah aku). Lalu saya diam. Tiba-tiba keluar sendiri air mata, saya menangis karena menyadari betapa dalam makna kalimat pengaduan ini. Kita minta secara langsung untuk dimaafkan . Ruh kita meminta secara langsung, dan Allah menjawabnya. Saya menangis. Ruh saya, kita yang sejati, menangis. War hamnii (dan sayangilah aku), air mata itupun tumpah. Wajburnii. Diam. War fa’nii. Diam. Saya tak terlalu yakin arti yang saya baca. Tapi saya makin menangis. Warzuqnii (beri rizki padaku -Ya Allah), air mata saya tumpah, betul-betul saya tiba-tiba sadar bahwa selama ini saya mengejar-ngejar rizki tapi tidak serius mengakui itu dariNya, lalu saat ini saya sedang memintanya langsung! Wahdinii (tunjukilah aku -karena aku sedang bingung dan tak tahu). Diam, saya menangis. Wa’aafinii (dan sehatkan aku -aku yang sedang sakit pilek). Wa’fuannii (dan maafkan aku- yang banyak dosa ini). Saya duduk lama sekali. Sambil mengusap air mata yang bercucuran.&lt;br /&gt;Shalat shubuh dua rakaat ini panjang. Ditutup dengan tasyahud yang menggetarkan. Apalagi ketika membaca “Assalaamu’alainaa wa ‘alaa ibaadillahisshoolihiin” (keselamatan mohon dikaruniakan kepada kami -para ruh yang sedang menemuiMu- dan atas ruh-ruh ahli-ahli ibadah yang sholih). Saya menangis terus-menerus, sehingga berulang kali mengusap lendir yang keluar dari hidung.&lt;br /&gt;Setelah shalat, sesuai dengan tips buku itu, saya mulai berdoa dengan meratap. Saya ucapkan hanya, “Ya Allah… Ya Allah… Ya Allah…”, sambil mengangkat tangan setinggi wajah seperti seorang pengemis yang meminta-minta. Berkali-kali, hingga hati saya siap berdoa. Saya ingat buku Al Ghazali dulu saya baca, sekitar 15 tahun lalu, yang berjudul Rahasia Shalat. Salah satu poin yang saya ingat adalah, kalau kita ingin dekat Allah maka kita harus sungguh-sungguh memanggilnya laksana seorang anak kecil yang ketakutan karena ada ular atau bahya, lalu memanggil-manggil ayahnya, “Ayah… Ayah… Ayah…”, maka ayahnya pasti datang dengan seruan itu dan melindungi anak tersebut. Demikianlah kalau kita ingin bebas dari maksiat, kata Al Ghazali, maka kita harus panggil dengan betul-betul ketakutan akan maksiat tersebut, kita panggil pelindung kita dengan sungguh-sungguh seakan anak kecil memanggil-manggil ayahnya, maka akan dilindungi kita dari maksiat tersebut.&lt;br /&gt;Lalu saya berdoa, dengan masih terus menangis. Saya merasa mengadu dan masih mengadu di depan Tuhan secara langsung. Saya mengikhlaskan apapun jawaban dari doa saya tersebut.&lt;br /&gt;Saya bahagia bisa merasakan sholat seperti itu. Tidak akan tergantikan dengan uang dan kemewahan dunia lainnya.&lt;br /&gt;Sungguh pengalaman yang menakjubkan. Cerita berhalaman-halaman tidak akan mampu melukiskan hal itu. Silahkan coba sendiri, rasakan sendiri, menagislah mengadu kepada Allah sendiri. Saya cuman mau berbagi cerita, dengan kekahwatiran saya kehilangan rasa yang sama di sholat berikutnya (insya Allah mudah-mudahan tidak akan hilang).&lt;br /&gt;Problem yang sekarang muncul, tampaknya akan sulit lagi saya menikmati sholat kilat, di belakang imam yang irama sholatnya lebih cepat dari saya. Apakah saya perlu sholat sendiri dulu beberapa waktu ini?&lt;br /&gt;Buku itu berjudul Pelatihan Shalat Khusyu’ : Shalat sebagai meditasi tertinggi dalam Islam. Abu Sangkan, Penerbit Baitul Ihsan (masjidnya Bank Indonesia), cetakan kelima Mei 2005 (cetakan pertamanya Agustus 2004). Websitenya : www.dzikrullah.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-8911374202218316249?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/8911374202218316249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=8911374202218316249&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/8911374202218316249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/8911374202218316249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/08/tips-shalat-khusyu.html' title='Tips Shalat Khusyu&apos;'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-8707090607195308029</id><published>2007-08-17T10:48:00.000+07:00</published><updated>2007-08-17T13:47:10.285+07:00</updated><title type='text'>Refleksi 17 Agustus</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Merdeka!!! Merdeka!!!&lt;br /&gt;Dirgahayu RI ke 62. Semoga Kita benar-benar menjadi warga yang merdeka!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Dengan Kemerdekaan ini, Al-Falah Connection juga melakukan perubahan. Salah satunya dengan tampilan site yang baru. Semoga hal ini bisa menambah semangat untuk saling Keep in Touch.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-8707090607195308029?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/8707090607195308029/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=8707090607195308029&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/8707090607195308029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/8707090607195308029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/08/refleksi-17-agustus.html' title='Refleksi 17 Agustus'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-7165487672425834698</id><published>2007-07-31T21:09:00.000+07:00</published><updated>2007-11-12T14:34:46.565+07:00</updated><title type='text'>Inilah Wajah-Wajah Outbonder !!!</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/Rq9DerMjPyI/AAAAAAAAABM/SP8n-FMV4fM/s1600-h/Anak+Alfa4.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/Rq9DN7MjPxI/AAAAAAAAABE/yiva6iVR35s/s1600-h/Anak+Alfa2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5093363610087014162" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/Rq9DN7MjPxI/AAAAAAAAABE/yiva6iVR35s/s400/Anak+Alfa2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/Rq9C0rMjPwI/AAAAAAAAAA8/aVtF7MgNYQo/s1600-h/Anak+Alfa.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5093363176295317250" style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center;" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/Rq9C0rMjPwI/AAAAAAAAAA8/aVtF7MgNYQo/s400/Anak+Alfa.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-7165487672425834698?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/7165487672425834698/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=7165487672425834698&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7165487672425834698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7165487672425834698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/07/inilah-wajah-wajah-outbonder.html' title='Inilah Wajah-Wajah Outbonder !!!'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/Rq9DN7MjPxI/AAAAAAAAABE/yiva6iVR35s/s72-c/Anak+Alfa2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-8927407050499335350</id><published>2007-07-31T20:43:00.000+07:00</published><updated>2007-08-21T08:26:53.574+07:00</updated><title type='text'>Teori Marxis Dalam Hubungan Internasional</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000000;"&gt;Posting 31 Juli 2007&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#000000;"&gt;By Rahmat Hidayat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deskripsi singkat artikel Stephen Hobden dan Richard Wyn Jones&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;1. Berlanjutnya Relevansi Marxisme&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Berakhirnya Perang Dingin, runtuhnya Partai Komunis di Rusia dan Eropa Timur, serta menyebarnya kapitalisme menyebabkan komunisme dianggap tidak lagi relevan dan hanya tinggal sejarah. Akan tetapi, ada dua hal yang membuat Marxisme tetap eksis sebagai sebuah pemikiran, bahkan mengalami kebangkitan kembali atau renaissance, yaitu: (1) perpecahan Blok Timur dan runtuhnya Uni Soviet, yang memungkinkan berkembang kembalinya gagasan-gagasan Marx yang terlepas dari paham Leninisme (Marxisme-Leninisme) yang berbeda baik dalam hal konsep maupun praktiknya (konsep ‘vanguard party’, ‘democratic centralism’, dan ‘command economy’ tidak ada dalam pemikiran asli Marx), (2) teori sosial Marx masih menyediakan analisis yang penting mengenai dunia yang kita huni, yaitu analisis mengenai kapitalisme sebagai metode produksi atau mode of production.&lt;br /&gt;Berikut adalah istilah-istilah dalam Marxisme:&lt;br /&gt;• Kapitalisme: metode produksi kapitalis. Dalam analisis Marxis, metode ini mencakup sekumpulan hubungan sosial yang bersifat spesifik dalam periode sejarah tertentu yang juga bersifat spesifik. Bagi Marx, terdapat tiga karakteristik utama kapitalisme, yaitu: (1) dalam kapitalisme, segala sesuatu memiliki harga masing-masing, termasuk waktu bekerja seseorang, (2) semua kebutuhan produksi (pabrik, bahan mentah) dikuasai atau dimiliki oleh satu kelas, yaitu kelas kapitalis, dan (3) untuk dapat bertahan, para buruh harus menjual tenaga kerja mereka kepada kelas kapitalis, dan karena kelas kapitalis mengontrol sumber daya dan hubungan produksi, mereka juga mengendalikan keuntungan yang dihasilkan dari tenaga kerja para buruh tersebut.&lt;br /&gt;• Sumber daya atau kekuatan produksi: elemen-elemen yang dikombinasikan dalam proses produksi, mencakup tenaga kerja, peralatan, dan teknologi yang tersedia selama periode sejarah tertentu.&lt;br /&gt;• Hubungan produksi: Hubungan produksi menghubungkan dan mengatur sumber daya (means of production) dalam proses produksi. Hubungan produksi mencakup hubungan teknis dan institusional dalam proses produksi, serta struktur yang lebih luas yang mengatur sumber daya produksi dan produk akhir proses tersebut .&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Salah satu kekuatan Marx adalah analisisnya mengenai krisis. Penjelasan ortodoks mengenai kapitalisme menyatakan bahwa pasar bebas akan bergerak menuju ekuilibrium dan bersifat stabil. Sebaliknya, Marx berpendapat bahwa di dalam kapitalisme terdapat bawaan guncangan dan kesadaran manusia yang mengancam. Selain analisisnya mengenai kapitalisme, elemen lain dalam pemikiran Marxis, yaitu kepercayaan bahwa kapitalisme akan digantikan oleh sosialisme merupakan analisis Marx yang terbukti prematur.&lt;br /&gt;Jika dibandingkan dengan realisme dan liberalisme, pemikiran Marxis menyediakan pandangan yang kurang familiar mengenai hubungan internasional. Teori Marxis bertujuan untuk menyingkap kebenaran mendasar yang tersembunyi dalam politik dunia. Lebih jauh lagi, kaum Marxis berargumen bahwa upaya untuk memahami politik dunia harus didasarkan pada pemahaman yang lebih luas mengenai proses yang berlangsung dalam kapitalisme global. Mereka berargumen bahwa kapitalisme global bertujuan untuk mempertahankan kemakmuran kaum yang berkuasa di atas penderitaan kaum miskin yang tidak memiliki kekuasaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;2. Elemen-Elemen Esensial dalam Teori Marxis mengenai Politik Dunia&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Warisan pemikiran Marx telah ditafsirkan dalam berbagai cara yang seringkali bertentangan satu sama lain. Beberapa aliran yang dipengaruhi oleh pemikiran Marx, baik secara langsung maupun tidak langsung antara lain world-system theory, Gramnscianisme, critical theory, dan Neo-Marxisme. Kesemua teori tersebut berbagi pandangan Marx bahwa dunia sosial harus dianalisis sebagai sebuah totalitas. Elemen kunci lain yang memusatkan perhatian pada saling keterhubungan dan konteks adalah konsep materialis mengenai sejarah. Argumen ini menyatakan bahwa perubahan historis merupakan refleksi dari perkembangan ekonomi masyarakat. Perkembangan ekonomi merupakan penggerak sejarah yang efektif. Dinamika pusat yang diidentifikasi oleh Marx adalah ketegangan antara sumber daya produksi (means of production) dan hubungan produksi (relations of productions) yang membentuk basis atau dasar ekonomi (economic base) dalam masyarakat tertentu. Institusi-institusi legal, politis, dan kultural merupakan refleksi dari pola kekuasaan dan kontrol dalam bidang ekonomi. Hal ini digambarkan dalam model base-superstructure berikut ini:&lt;br /&gt;Kelas memainkan peran penting dalam analisis Marxis. Pemikiran Marxis berpandangan bahwa masyarakat secara sistematis rawan terhadap konflik kelas. Lebih jauh lagi, Marx berpendapat bahwa seluruh sejarah masyarakat merupakan sejarah perjuangan kelas. Dalam masyarakat kapitalis, konflik terjadi antara kelas borjuis (kapitalis) dan proletar (buruh). Hal yang penting untuk diingat adalah elemen-elemen esensial yang telah disebutkan di atas masih berada dalam perdebatan dalam hal penafsiran dan pelaksanaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;3. World-System Theory&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;World-system theory bermula dari upaya sistematik pertama untuk menerapkan pemikiran Marx dalam lingkup internasional. Teori ini mengkritik imperialisme yang dikemukakan oleh para pemikir seperti Hobson, Luksemburg, Bukharin, Hilferding, dan Lenin pada awal abad ke-20. Karya yang paling berpengaruh dalam perdebatan ini adalah pamflet yang ditulis oleh Lenin yang berjudul Imperialism, the Highest Stage of Capitalism. Lenin berargumen bahwa kapitalisme telah memasuki tahap tertinggi dan terakhir seiring dengan berkembangnya monopoli kapitalisme serta munculnya konsep core dan periphery. Dengan berkembangnya konsep core dan periphery ini, tak ada lagi keselarasan kepentingan di antara seluruh pekerja. Jadi, menurut Lenin, pembagian struktural antara core dan periphery menentukan sifat hubungan di antara kaum borjuis dan proletar di setiap negara.&lt;br /&gt;Terdapat dua elemen penting dalam pendekatan world-system mengenai politik dunia, yaitu: (1) politik domestik dan internasional bertempat dalam kerangka ekonomi dunia kapitalis dan (2) negara bukan satu-satunya aktor penting dalam politik dunia. Kelas sosial juga memainkan peran yang signifikan. Lebih jauh lagi, tempat negara dan kelas-kelas dalam struktur ekonomi dunia kapitalis membatasi perilaku mereka dan menentukan pola-pola interaksi dan dominasi di antara mereka. Raul Prebisch berargumen bahwa negara-negara dalam periphery menjadi semakin miskin relatif terhadap negara-negara dalam wilayah core. Pemikiran ini dikembangkan lebih lanjut oleh Andre Gunder Frank dan Henrique Fernando Cardoso.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;4. Elemen Kunci dari Wallerstein’s World-System Theory&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Immanuel Wallerstein merupakan tokoh world-system theory yang terpenting. Bentuk organisasi sosial yang dominan menurut Wallerstein adalah world-system, yang terbagi ke dalam dua tipe, yaitu world-empire dan world economy. Perbedaan mendasar di antara keduanya adalah pembuatan keputusan mengenai distribusi sumber daya. Dalam world-empire, sistem politik yang terpusat menggunakan kekuasaannya untuk mendistribusikan sumber daya dari daerah periphery ke daerah core/inti. Dalam world-economy, hal itu dilakukan melalui pasar sebagai media dengan banyak pusat kekuasaan yang bersaing satu sama lain.&lt;br /&gt;World-system yang modern adalah salah satu contoh dari world-economy. Sistem tersebut merupakan sistem kapitalis. Wallerstein mendefinisikan kapitalisme sebagai ‘sistem produksi yang menjual produk di sebuah pasar untuk mendapatkan keuntungan dan appropriation. Ia berargumen bahwa sistem itu sendiri memiliki awal, pertengahan, dan akhir. Wallerstein menambahkan satu zone ekonomi yang dinamakan semi-periphery. Menurutnya, zona tersebut memiliki peran pertengahan dalam world-system yang menampilkan karakteristik inti dan periphery tertentu.&lt;br /&gt;Menurut para teoris world-system, ketiga zona tersebut berhubungan satu sama lain dalam hubungan yang menjadikan yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Ketiga zona tersebut membentuk dimensi spasial dalam world-economy. Untuk memahami dinamika interaksi di antara ketiganya, kita harus memusatkan perhatian pada dimensi temporal dari penggambaran Wallerstein mengenai world-economy, yaitu ritme siklis, kecenderungan sekular, kontradiksi, dan krisis. Ritme siklis berkaitan dengan kecenderungan dunia kapitalis untuk menjalani periode ekspansi dan kontraksi yang berulang. Kecenderungan sekular mengacu pada pertumbuhan atau kontraksi jangka panjang dalam world-economy. Salah satu kontradiksi yang dihadapi oleh kapitalisme adalah krisis underconsumption. Untuk memaksimalkan keuntungan, kaum kapitalis menekan upah buruh sedemikian rupa hingga mereka tidak lagi dapat membeli hasil produksi. Hal ini akan menimbulkan krisis underconsumption. Bagi Wallerstein, krisis dalam world-system tertentu menandai akhir sistem itu dan penggantiannya dengan sistem lain. Ia berargumen bahwa world-system modern pada saar ini tengah mengalami krisis.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;1. Marxisme&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ekonom dan filsuf ekonomi politik jerman abad ke dua puluh dalam banyak hal mewakili kritik mendasar liberalsime eknomi. Kami melihat pandangan kaum ekonomi lliberal memandang perokonomian sebagai postive sum game dengan keuntungan bagi semua. Marxmenolak pandangan tersebut. Malahan ia melihat perekonomian sebagai tempat eksploitais manusia dan perbedaan kelas. Marx dengan demikian mengambil pendapat zero sum dari merkantilisme dan memakainya pada hubungan kelas selain hubungan Negara. Kaum marxis sepakat dengan kaum merkantilis bahwa politik dan ekonomi sangat berkaitan: keduanya menolak pandangan kaum liberal tantang bidan gekonomi yang berjalan dengan hukumnya sendiri. Tetapi sementara kaum merkantilis melihat ekonomi sebagai alat politik, kaum marxis menempatkan yang pertama dan politik yang kedua.&lt;br /&gt;Meskipun perekonomian kapitalis yang dikendalikan oleh kaum borjuis bersifat eksploitatif terhadap buruh, Marx tidak melihat pertumbuhan kapitalisme sebagai peristiwa negative atau kemunduran. Sebaliknya kapitalisme, berarti kemajuan bagi Marx dalam dua hal. Yang pertama, kapitalsime menghancurkan hubungan produksi sebelumnya seperti feodealisme, yaitu hubungan produksi yang bahkan lebih eksploitatif, dengan para buruh petani dalam kondisi yang menyerupai perbudakan. Kapitalisme merupakan langkah maju dalam hal bahwa buruh bebas menjual kekuatan kerjanya dan memperoleh imbalan yang terbaik. Kedua, dan yang paling penting bagi Marx, kapitalisme membuka jalan bagi revolusi sosial dimana alat-alat produksi akan ditempatkan dalam kontrol sosial bagi keuntungan kaum proletar, yang merupakan mayoritas terbesar. Hal itu merupakan tujuan revolusioner yang disasar pemikiran ekonomi Marxis.&lt;br /&gt;Kaum borjuis yang mendominasi perekonomian kapitalis melalui kendali alat produksi juga akan cenderung mendominasi dalam bidang politik. Hal ini membawa kita pada kerangka kerja kaum Marxis bagi studi EPI. Yang pertama, Negara tidak otonom, mereka digerakkan oleh kepentingan kelas yang berkuasa, dan Negara kapitalis terutama digerakkan oleh kepentingan kaum borjuisnya. Hal ini berarti bahwa perjuangan antar Negara, termasuk peperangan seharusnya dilihat dalam konteks persaingan ekonomi diantara kelas kapitalis dari negara yang berbeda.&lt;br /&gt;Bagi kaum Marxis, konflik kelas lebih mendasar dibanding konflik antar negara. Kedua, sebagai suatu sistem ekonomi, kapitalisme bersifat ekspansif, selalu mencari pasar baru dan lebih menguntungkan. Disebabkan kelas-kelas batas negara konflik tidak terbatas pada negara-negara, bahkan meluas ke seluruh dunia dalam gelombang kapitalisme. Oleh karena itu analisis kaum Marxis juga harus jelas tentang sejarah. Kejadian-kejadian harus selalu dianalisis dalam konteks sejarah. Sebagai contoh, terdapat interdependensi ekonomi yang tertinggi antar negara sekitar perang dunia pertama; juga terdapat interdependensi ekonomi yang tinggi antar banyak negara saat ini. Teori EPI saat ini yang berdasarkan pada kerangka Marxisme adalah analisis Immanuel Wallerstain tentang perkembangan sejarah perekonomian negara kapitalis. Wallerstain memberikan banyak tekanan pada perekonomian dunia dan cenderung mengabaikan politik internasional. Ia mempercayai perekonomian dunia sebagai pembangunan yang tidak seimbang yang telah menghasilkan hirarki dan wilayah core semi periphery, dan periphery. Yang kaya dalam wilayah core (Eropa Barat, Amerika Utara dan Jepang) digerakkan atas penderitaan wilayah periphery (Dunia ketiga).&lt;br /&gt;Ada beberapa unsur dalam teori kelas Marx yang perlu diperhatikan. Pertama, tampak betapa besr peran segi struktural dibandingkan segi kesadaran dan moralitas. Pententangan antara buruh dan majikan bersifat obejektif yang ditentukan oleh kedudukan mereka masing-masing dalam proses produksi. Kedua kepentingan kelas pemilik dan kelas buruh secaraobjektif bertentangna, mereka juga mengambil sikap dasar yang berbeda terhadap perubahan sosial. Ketiga, dengan demikian menjadi jelas mengapa bagi Marx kemajuan dalam usunan masyarakat hanya tercapai melalaui revolusi sosial.&lt;br /&gt;Teori Marxis pada evolusi dari kapitalisme didasari adanya perubahan ekonomi dan konflik kelas: kapitalisme pada abad kesembilan belas muncul di Eropa dari adanya sistem feodal. Dalam pandangan Marxis menjelaskan perbedaan dari yang lain sperti liberalisme dan realisme. Dalam pandangan liberalis ketergantungan ekonomi adalah satu kemungkinan untuk menjelaskan kerjasama internasional, tapi hanya satu antara banyak faktor. Dan dalam pandangan realis dan neorealis, faktor ekonomi adalah sau unsur dari kekuatan, atau satu komponen dari struktur internasional. Dalam pandangan marxis yang lain, ekonomi adalah asusmi faktor yang terpenting.&lt;br /&gt;Marx menolak ide bahwa tujuan pasar mencapai keseimbangan dan menjaga kontradiksi selaras antara kemampuan kapitalis untuk memproduksi barang dengan kemampuan konsumen unutuk membelinya dalam ekonomi kapitalis. Melebarnya kesenjangan antara produksi dan konsumsi menyebabkan fluktuasi ekonomi dan depresi, dan kelangkaan dalam krisis ekonomi semakin intensif yang pada akhirnya mendorong proletar yang tertindas memberontak melawan sistem. Kemudian Marx menyatakan, dalam kapitalisme faktor struktural menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perjuangan kelas daripada keharmonisan dan kerjasama ekonomi dan politik.&lt;br /&gt;Kontribusi kaum Marxis lainnya baru-baru ini, oleh Robert Cox, kurang ekonomistis meskipun titik awalnya sama : analisis sejarah tentang fase-fase utama perkembangan kapitalis global. Menurut Cox, kita berada di dalam proses perubahan jauh dari tatanan dunia. Pasca 1945 yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Transformasi mendasar berlangsung dalam tiga bidang utama. Pertama, terdapat globalisasi ekonomi yang menghubungkan apa yang biasa menjadi perekonomian nasional bersama dalam jaringan global yang padat. Perekonomian dunia semakin global, tetapi juga semakin hirarkis, sebab kekuatan ekonomi dikonsentrasikan di wilayah core. Kedua, negara-negara berkurang arti pentingnya dibanding kekuatan ekonomi poltik, non teritorial, seperti perusahaan trans nasional. Hal itu mungkin menyebabkan berakhirnya sistem negara bangsa westphalia; paling tidak kepemerintahan internasional oleh negara tertantang dan mungkin berkurang oleh semakin otonomnya kekuatan-kekuatan. Ketiga, tatanan yang lebih sama dan demokratik adalah memungkinkan, menegaskan bahwa pemerintah yang didukung oleh mayoritas umumnya dapat memperoleh kembali kendali atas perekonomian bagi manfaat tujuan kesejahteraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;2. Marxisme, Lenin, dan Konflik Kelas&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pusat dari teori Marx adalah konflik kelas. Marx berpendapat, bahwa kapitalisme dan produksi kapitalis secara mendasar disebabkan oleh kepercayaan yang besar pada properti privat dan kompetisi demi keuntungan. Keistimewaan utama dari produksi kapitalis dalam ekonomi industri yang baru muncul adalah pembagian masyarakat antara kapitalis yang memiliki faktor produksi dan pekerja yang hanya memiliki fisik. Menurut teori ini, kapitalis berusaha memaksimalkan keuntungan dari pasar dan pekerja, serta membayar pekerja dengan upah rendah yang tidak sesuai dengan yang dihasilkan.&lt;br /&gt;Menurut Marx, keuntungan yang diperoleh dalam ekonomi kapitalis berasal dari surplus value yang dihasilkan dari perbedaan antara banyaknya upah yang dibayarkan pada pekerja dan nilai yang dihasilkan oleh pekerja. Marx beranggapan penyebab konflik utama dalam masyarakat kapitalis tidak hanya cara dan faktor produksi tetapi juga cara dan faktor distribusi dari surplus modal.&lt;br /&gt;Marx menolak ide bahwa tujuan pasar mencapai keseimbangan dan menjaga kontradiksi selaras antara kemampuan kapitalis untuk memproduksi barang dengan kemampuan konsumen unutuk membelinya dalam ekonomi kapitalis. Melebarnya kesenjangan antara produksi dan konsumsi menyebabkan fluktuasi ekonomi dan depresi, dan kelangkaan dalam krisis ekonomi semakin intensif yang pada akhirnya mendorong proletar yang tertindas memberontak melawan sistem. Kemudian Marx menyatakan, dalam kapitalisme faktor struktural menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perjuangan kelas daripada keharmonisan dan kerjasama ekonomi dan politik.&lt;br /&gt;Lebih jauh, Klasik Liberal melihat ekonomi dan politik sebagai konsep yang berbeda secara analitik dan terpisah dari cara kerja pasar. Formulasi Marx berhenti pada proposisi bahwa keduanya tidak dapat dipisahkan, dan bahwa politik tidak sama sekali bebas dari faktor ekonomi yang berkembang di masyarakat. Aspek ekonomi dan politik dalam ekonomi pasar adalah pusat isu distribusi modal berbasis kelas, dan distribusi yang berasal dari pasar secara analitik dan praktek tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimana mereka dijalankan. Konstruk kewenangan politik (negara) mendominasi pengeluaran institusi untuk tujuan pengawasan dan pencabutan sumber daya dari masyarakat. Agama berlaku sebagai racun yang membutakan rakyat dari perbedaan ini.&lt;br /&gt;Marx dan kaum sosialis kontemporernya percaya bahwa kapitalisme dan laju internasionalisasi ekonomi pasar kapitalis yang didorong oleh keuntungan dan akumulasi kesejahteraan akan menyebabkan ‘revolusi proletar’ diseluruh dunia yang berakhir pada jatuhnya kapitalisme. Tentu saja, Marx tidak percaya bahwa akan diperlukan pergerakan politik, walau hal itu akan terjadi sesuai dengan hukum ekonomi yang telah ditemukannya.&lt;br /&gt;Dalam Manifesto of The Communist Party Marx dan Engels menyatakan bahwa sejarah masyarakat sampai saat ini adalah sejarah perjuangan kelas, semua yang terlibat didalamnya berdiri dalam oposisi yang konstan satu dengan yang lain, tidak terinterupsi, terbuka dan tertutup, perjuangan yang setiap saat berakhir, baik dalam revolusi rekonstitusi masyarakat, atau kejatuhan kelas yang bertentangan. Indikasinya sangat jelas, bagaimanapun peristiwa masa depan akan membuktikan sebaliknya, dan nasionalisme tentu salah satu diantaranya.&lt;br /&gt;Disamping isu solidaritas proletar melawan kapitalisme, pada awal abad ke-20, sosialis dan Marxis, Vladimir I Lenin, memperhatikan PD I sebagai perjuangan diantara kapitalis demi wilayah kolonial, sumber daya, dan pasar. Dalam pandangan ini, nasionalisme dan imperialisme membawa sosialis untuk memodifikasi teori Marxis agar sesuai dengan teori ekonomi politik. Hal ini dapat dilihat dalam Imperialism The Highest Stage of Capitalism, Lenin mentransformasikan teori ekonomi politik domestik Marx menjadi teori ekonomi politik internasional. Pada awal abad ini, kapitalisme telah menciptakan teknologi yang lebih maju dan canggih dan lebih berorientasi global. Perluasan produksi konsumen sama baik dengan pedagangan dan transaksi modal diantara kapitalis, dan antara kapitalis dengan negara berkembang melalui kolonisasi dan pembentukan kekaisaran. Hal ini telah merubah ekonomi global yang didominasi oleh industri yang besar dan kuat dan monopoli keuangan dan kepercayaan. Lenin berpendapat bahwa monopoli kapitalisme dan imperialisme dipengaruhi dua kondisi mendasar; munculnya operasi monopolistik dan kompetisi untuk memperoleh bahan mentah diseluruh dunia, yang tidak terhindarkan membawa pada konflik militer internasional dan ‘perjuangan bagi ruang kepentingan ekonomi’.&lt;br /&gt;Bentuk imperialisme ini adalah tingkatan tertinggi dari kapitalisme, dimana masyarakat kapitalis akan mengurangi ekonomi domestik dengan jalan ekspansi. Dan imperialisme akan berusaha mengurangi kompetisi di pasar global. PD I menurut Lenin merupakan manifestasi yang paling jelas dari kompetisi diantara kekuatan imperialis. Persaingan ekonomi diantara negara kapitalis tidak dapat diatasi dengan cara damai sehingga perang tidak terhindarkan.&lt;br /&gt;Tidak semua Marxis setuju dengan Lenin. Karl Kautsky menyatakan bahwa kapitalisme tidak secara otomatis membawa konflik, tetapi dapat berkembang melalui fase yang berbeda dimana kekuatan kapitalis menjaga kesejajaran ekonomi dan ideologi mereka untuk waktu yang lama dan mengembangkannya menjadi ultraimperialisme yang lebih luas. Menurut Kautsky. Kerjasama diantara negara kapitalis adalah mungkin dan dominasi kapitalis dalam sistem dunia tidak selalu berakhir pada perang. Kesuksesan Revolusi Bolshevik dan kreasi Uni Soviet muncul untuk melegitimasi teori Lenin tentang imperialisme sebagai teori ekonomi politik internasional Marxis yang bersifat orthodoks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Neo Marxisme&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;• Bill Warren: Imperialisme dan bangkitnya kapitalisme Dunia Ketiga&lt;br /&gt;Dalam bukunya, Commnunist Manifesto, Marx memandang kapitalisme sebagai tahapan penting dalam perkembangan manusia. Menurut Lenin, imperialisme menandai fase di mana kapitalisme tidak lagi memainkan fungsi progresif, melainkan merupakan tahapan tertinggi dari kapitalisme. Pandangan ini disangkal oleh Bill Warren. Menurutnya, imperialisme bukan merupakan tahap tertinggi dari kapitalisme, melainkan awal atau perintisnya. Lebih jauh lagi, Warren berargumen bahwa kolonialisme telah meningkatkan kesejahteraan material di seluruh dunia yang mencakup perawatan kesehatan, pendidikan, dan akses terhadap barang-barang konsumsi yang lebih baik. Oleh karena itu, Warren berpendapat bahwa kita tidak boleh bersikap anti-kapitalisme. Imperialisme harus dilihat sebagai awal menyebarluasnya kapitalisme ke seluruh dunia yang mengarah pada dunia kapitalis global.&lt;br /&gt;• Justin Rosenberg: Kapitalisme dan hubungan sosial global&lt;br /&gt;Justin Rosenberg adalah tokoh Hubungan Internasional. Fokus dari analisis Rosenberg adalah karakter sistem internasional dan hubungannya dengan hubungan-hubungan sosial yang terus berubah. Rosenberg menyediakan kritik terhadap realisme. Ia mengajukan teori hubungan internasional alternatif yang sensitif terhadap perubahan dalam politik dunia. Menurut Rosenberg, kedaulatan dan anarki dapat dipahami melalui metode Marxisme. Kedaulatan mencerminkan cara di mana negara menjadi terpisah dari proses produksi di bawah kapitalisme, dengan perannya yang menjadi semakin politis. Ia juga menyimpulkan bahwa anarki merupakan kondisi dalam hubungan kapitalis dan bukan bawaan dalam hubungan internasional. Pemikiran Warren merupakan tantangan terhadap teori dependensi dan world-system theory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;4. Teori Dependensia dan “World System”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dalam paragraf ini lebih kepada pembahasan tentang teori ketergantungan. Banyak para penstudi yang juga akhirnya memberikan kontribusi tentang teori ketergantungan. Hal ini juga karena Marxis banyak menyinggung tentang negara-negara yang bergantung kepada negara kaya karena adanya struktur dalam system dunia. Tidak hanya sebatas, pemikiran Marxis juga pada akhirnya menyebabkan timbulnya para penstudi-penstudi lain dimana mereka juga memberikan pemikiran terhadap teori kergantungan dan system dunia.&lt;br /&gt;Penstudi hubungan internasional Marxis telah mengembangkan teori ketergantungan (dependency theory) untuk menjelaskan kekurangan dari dunia ketiga. Ini terlihat setelah perang dunia kedua, negara Amerika Latin melihat adanya ketidakseimbangan pertumbuhan dalam negaranya, dimana negara-negara pemilik modal akan menghasilkan penghasilan yang baik terhadap pasarnya. Tapi ini adalah bukan yang diharapkan. Penstudi mendefinisikan dependensi adalah situasi dimana akumulasi dari modal tidak dapat menopang dikondisi internalnya. Negara yang bergantung terhadap negara lain harus meminjam kepada negara pemilik untuk menghasilkan produksi yang baik, dan hutang luar negerinya harus mengurangi akumulasi dari surplus. (dependensi adalah bentuk dari interdepedensi internasional, dimana negara kaya harus memberikan pinjaman uang hanya kepada negara miskin sebagai kebutuhan penjaman tersebut, akan tetapi interdepedensi ini dengan keseimbangan kekuatan).&lt;br /&gt;Teori dependensia menemukan akar penyebab keterlambatan pembangunan pada kebergantungan yang besar dari negara-negara Amerika Latin kepada negara-negara industri seperti Amerika Serikat. Kebergantungan ini telah memperparah keterlambatan pembangunan karena mekanisme eksploitasi yang dilakukan negara-negara center ke negara-negara periphery, baik secara langsung maupun melalui media negara-negara semi periphery dan kelas-kelas komprador domestik. Proposal untuk aksinya tentu saja dengan memutuskan atau mengurangi rantai kenergantungan negara-negara berkembang pada negara-negara industri.&lt;br /&gt;Berbeda dengan transformasi Marxisme dari leninis dan Maois, kebanyakan literatur berorientasi Marxis atau neo-Marxis selama paruh kedua abad ke-20 memberi kontribusi besar bagi teori imperialisme. Teori dependensi telah menjadi satu yang paling mempengaruhi school of thought IPE terbaru. Sebagai suatu varian pemikiran struktural Marxis-Leninis, teori dependensi mencoba menjelaskan ketidaksesuaian yang lebar antara industrialisasi, kesejahteraan negara-negara utara dan kemiskinan, negara-negara miskin di selatan. Thesis utamanya bahwa dalam hubungan utara-selatan, negara kaya (core) berdasarkan sejarah memindahkan negara berkembang (periphery) kepada posisi subordinat melalui eksploitasi sumber daya, termasuk manusia dan bahan mentah.&lt;br /&gt;Dialog utara-selatan menjadi isu penting dalam hubungan internasional. Menurut teori dependensi, situasi darurat secara luas diakibatkan oleh fakta bahwa negara kapitalis barat berkembang secara bertahap dari pertanian ke industri dewasa dan masyarakat modern melaui suatu periode lebih dari satu abad. Dalam kemerdekaan pemimpin dan institusi di negara berkembang dapat mengatur pengaruh ekonomi dan politik yang cukup untuk menyelaraskan pembangunan ekonomi dan modernisasi sesuai langkah yang diinginkan.&lt;br /&gt;Ketegangan utara-selatan semakin memburuk dengan fakta bahwa negara-negara yang memasuki sistem internasional terperangkap ditengah perjuangan ideologi dan kekuasaan yang kuat antara kapitalisme (AS) dan komunisme (US). Lebih jauh, pandangan ekonomi internasional tidak terbukti lebih ramah bagi negara baru merdeka, seperti negara utara yang telah mempertahankan supremasinya melebihi semua organisasi dan hukum internasional, dan negara berkembang tidak punya pilihan, selain menjalankannya.&lt;br /&gt;Teori dependensi menekankan pada peran pemerintah dan MNC serta konsekuensi merugikan dalam operasi mereka bagi sebagian besar populasi di negara berkembang. Mereka mencatat bahwa pemerintah dan MNC negara industrialis utara mendominasi institusi politik dan ekonomi negara berkembang melalui sogokan dan pemilihan elit dan modal lokal, kemudian mengabadikan hubungan ketergantungan melaui investasi dalam industri ekstraktif, fasilitas produksi, teknologi rendah dan buruh yang murah. Hal ini mengakibatkan negara barat semakin maju dan negara berkembang semakin miskin dan tergantung pada modal dan teknologi negara Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;MARXISM/DEPENDENCY TEHORY&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Key actors Social classes, transnational elites, multinational Corporations.&lt;br /&gt;View the individual Actions determined by economic class&lt;br /&gt;View of the state An agent of the structure of international capitalisme and the excuting agent of the bourgeouisie&lt;br /&gt;View of the international system Highly stratified; dominated by international capitalist system&lt;br /&gt;Belief about change Radical change is sought&lt;br /&gt;Major Theorists Hobson, Marx, Wallerstein, Lenin&lt;br /&gt;Kritik terhadap teori ini mencatat, bahwa ketidakberuntungan negara kurang berkembang tidak dapat dibebankan pada persoalan baru yang dihadapi mereka. Kesalahan manajemen ekonomi oleh pemimpin nasional dan kepentingan bank memainkan peranan penting. Pendukung perdagangan bebas menyatakan bahwa keuntungan dari pertumbuhan perdagangan dan upah, serta berlimpahnya barang konsumsi akan secara bertahap menyaring negara kurang berkembang dalam pasar terbuka.&lt;br /&gt;Teori dependensi menekankan bahwa sistem kapitalis dunia secara esensial didasarkan pada hubungan asimetris, dengan menjadi subordinat, negara kapitalis kaya tidak secara nyata menindas negara miskin. Kemudian, sebab utama dependensi dan masalah besar yang diasosiasikan dengan negara berkembang terintegrasi secara global dengan ekonomi kapitalis dunia yang berkembang dibawah kekuasaan negara industrialis barat.&lt;br /&gt;Studi tentang kebergantungan structural berkembang lebih lanjut dengan suatu penemuan World System Theory, yang kemudian secara intensif dipelajari di Amerika Utara. Kemiskinan dan pemiskinan negara-negara dunia ketiga dipahami dalam konteks yang lebih luas daripada sekedar dalam konteks hubungan antara suatu negara berkembang dengan negara-negara industri. Sistem dunia yang kapitalis dengan mekanisme negara-negara kapitalis pusat terhadap kapitalis pinggiran menjadi mapan saat ini melalui proses sejarah yang cukup panjang. Sistem ini bagaimanapun menuntut setiap negara, termasuk negara-negara dunia ketiga (kapitalis pinggiran), untuk menyesuaikan diri dengan prinsip-prinsip kapitalisme global. Keterlambatan pembangunan di negara-negara dunia ketiga justru disebabkan oleh keterikatan mereka terhadap system dunia yang kapitalis ini; mereka yang belum siap dipaksa harus bersaing dalam konteks dunia yang kapitalis.&lt;br /&gt;Pendekatan dependensia dan world system theory mendapat sambutan luas di negara-negara Asia dan Afrika. Pendekatan-pendekatan ini dipelajari luas dan dikembangkan sesuai dengan karakteristik masing-masing negara. Teori ini merupakan cabang dari Marxisme. Dasar pemikiran dari pendekatan capitalist world-economy adalah bahwa ekonomi dunia kontemporer dapat dijelaskan dengan baik melalui konteks sejarah evolusi kapitalisme dan asal-usul sistem ekonomi modern sejak abad ke-16. Selama berabad-abad, “world system” modern mengalami perubahan dari masyarakat agrikultural yang terisolasi secara geografis menjadi masyarakat industri dan jaringan perdagangan dan institusi keuangan yang berteknologi tinggi serta fasilitas produksi yang dikuasai oleh kekuatan kapitalis besar. Menurut pandangan ini, tidak ada perubahan yang terjadi dalam sistem ekonomi internasional sampai akhir abad 20 kecuali hanya kelanjutan sistem kapitalis dunia dengan dalilnya mengenai ekspansi dan eksploitasi. Perubahan yang terjadi hanyalah pada tingkat kompleksitas struktural yang terlibat.&lt;br /&gt;Menurut Immanuel Wallerstein, sistem kapitalis dunia, yang dibentuk sekitar tiga abad lalu, terdiri dari beberapa komposisi dasar, termasuk didalamnya pasar global tunggal; sejumlah kecil pelaku utama; negara kapitalis kuat yang mendominasi pasar global; dan pembagian sistem dunia menjadi negara “core” dan “periphery”. Negara core terdiri dari negara kapitalis besar di kawasan Eropa Barat, Amerika Utara dan Jepang. Negara peripheral adalah negara berkembang di kawasan Amerika Latin, Afrika dan Asia. Wallerstein menyatakan bahwa hubungan antara core dan periphery adalah eksploitasi, dimana core membentuk pondasi struktural ekonomi dunia modern menurut sudut pandang mereka sendiri, mendominasi dan mengarahkan pembangunan ekonomi dan politik di periphery. Tujuan utamanya adalah untuk menjaga kelangsungan status quo dan hak-hak istimewanya didalam sistem melalui perdagangan bilateral dan multilateral dan kesepakatan keuangan serta kekuatan militer jika diperlukan.&lt;br /&gt;Untuk itu, gerakan sosial maupun perjuangan kelas yang ada umumnya bertujuan melakukan demokratisasi dan keadilan ekonomi berskala nasional dalam jangka waktu panjang tanpa memecahkan masalah ketimpangan dunia. Apalagi jika perjuangan kelasnya berskala lebih kecil, seperti pada tingkat pabrik dan kota industri. Gerakan sosial ataupun perjuangan kelas yang bertujuan untuk merebut suatu negara, jika berhasil, lambat-laun harus berjuang demi mengejar ketinggalan ekonomi, lambat-laun akan mengorbankan tujuan perjuangan kelas semula, dan bahkan akan menjadi semakin represif. Perjuangan kelas skala nasional harus ditinggalkan dan menggalang gerakan anti system dengan perjuangan kelas berskala global. Salah satu yang diajukannya adalah strategi untuk mengarahkan energi gerakan pada sumber surplus ekonomi, penyedotan surplus ekonomi global dengan jalan mengurangi tingkat laba, dan secara global memperhatikan persoalan pemerataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perkembangan dalam World-System Theory&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;World-system theory telah menjadi sub-bidang kaji dalam teori Marxis dan Hubungan Internasional. Christopher Chase-Dunn lebih menekankan peran sistem antarnegara daripada Wallerstein. Sementara itu, Frank dan Gills berpendapat bahwa world-system theory merupakan hasil dari world-system yang jauh lebih tua, yang didasarkan pada Timur Tengah.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;• Gramscianisme&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gramsci mempertanyakan mengapa revolusi di Eropa Barat sulit untuk dilakukan. Jawabannya mengenai pertanyaan ini berkisar di seputar konsep hegemoni. Hegemoni adalah istilah dalam hubungan internasional yang menggambarkan negara yang paling berkuasa atau yang paling dominan dalam sistem internasional. Menurut Gramsci, sistem kapitalis Eropa dipertahankan tidak hanya melalui koersi, namun juga melalui persetujuan atau consent yang diciptakan oleh hegemon. Menurut Gramsci, ideologi yang dominan telah ‘mengendap’ dalam masyarakat sehingga dianggap sebagai common sense. Proses ini bertempat dalam masyarakat sipil, yaitu jaringan institusi dan praktik dalam masyarakat yang menikmati sejumlah otonomi dari negara di mana kelompok dan individu mengekspresikan diri mereka pada satu sama lain dan pada negara. Dengan analisisnya ini, Gramsci menempatkan superstruktur pada posisi yang penting. Ia menggunakan istilah historical bloc untuk menggambarkan hubungan yang saling menguatkan dan berbalasan di antara hubungan sosial-ekonomi (base) dan praktik-praktik politik-kultural (superstructure). Masyarakat dapat diubah hanya bila posisi hegemon tersebut diganti.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;• Robert Cox: Analisis mengenai ‘World Order’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kalimat terkenal dari Robert Cox berbunyi: “Teori selalu ditujukan untuk seseorang dan suatu tujuan”. Dengan kata lain, pengetahuan tidak pernah menjadi objektif dan abadi seperti yang diklaim oleh kaum realis. Robert Cox menyediakan kritik bagi realisme dan neo-realisme. Menurutnya, realisme dan neo-realisme ditujukan untuk melayani kepentingan elit-elit yang berkuasa dan bertujuan untuk melegitimasi status quo. Cox membedakan antara problem solving theory yang menerima parameter dari order yang telah ada dan critical theory yang berupaya untuk menentang order yang ada dengan cara mencari, menganalisis, dan mendukung proses sosial yang dapat mengarah pada perubahan emansipatoris.&lt;br /&gt;Cox menerapkan konsep hegemoni Gramsci ke dalam lingkup internasional dengan berargumen bahwa hegemoni adalah sesuatu yang penting untuk mempertahankan stabilitas dan keberlangsungan seperti halnya dalam level domestik. Dalam analisis Cox mengenai dua hegemon (AS dan Inggris), gagasan hegemonik yang mereka gunakan adalah perdagangan bebas. Cox mempertahankan pandangan Marxis bahwa kapitalisme adalah sistem yang secara bawaan tidak stabil dan memiliki kontradiksi-kontradiksi yang tidak dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;• Critical Theory &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000000;"&gt;“Contemporary critical theory in english- lenguange international relations may best be understood as today;s manifestations of long standing democratic impulse in the academic studi of international affairs.&lt;br /&gt;-Craig N, Murphy- &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Jika Gramsci memusatkan perhatian pada ekonomi politik internasional, critical theory memusatkan perhatian pada masyarakat internasional dan keamanan internasional. Tokoh critical theory dalam hubungan internasional antara lain Andrew Linklater. Critical theory berkembang dari karya Frankfurt School. Tokoh-tokoh generasi pertama critical theory antara lain Max Horkheimer, Theodor Adorno, dan Herbert Marcuse.&lt;br /&gt;Teori ini dikembangkan lebih lanjut oleh Jurgen Habermas. Pusat perhatian critical theory, dalam istilah Marxisme klasik, nyaris seluruhnya bersifat superstruktural. Para pemikir Frankfurt School berargumen bahwa kaum buruh telah terserap ke dalam sistem dan tidak lagi merupakan ancaman bagi sistem tersebut. Kontribusi critical theory yang paling besar adalah konsep mereka mengenai emansipasi. Menurut para tokoh critical theory generasi pertama, emansipasi berarti rekonsiliasi dengan alam. Generasi selanjutnya, terutama Habermas, menekankan proses dialog dan komunikasi dalam proses emansipasi. Menurut Habermas, partisipasi tidak boleh dibatasi oleh batasan negara berdaulat tertentu. Ia juga menyatakan bahwa Menurut Andrew Linklater, emansipasi dalam hubungan internasional berarti semakin terkikisnya signifikansi etis dan moral negara. Menurutnya, Uni Eropa merupakan contoh pemerintahan post-Westphalian. Elemen yang penting dalam metode critical theory dinamakan immanent critique. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Teori Marxis dalam Hubungan Internasional dan Globalisasi&lt;br /&gt;Dalam kesimpulan ini dapat dijelaskan bahwsannya globalisasi adalah proses di mana transaksi sosial mengenai berbagai jenis hal semakin meningkat tanpa hubungan dengan batas-batas negara. Globalisasi ditandai oleh semakin menyatunya perekonomian nasional, kesadaran global mengenai saling ketergantungan ekologis, membludaknya jumlah perusahaan, gerakan-gerakan sosial, dan para pelaku antarpemerintah yang beroperasi dalam skala global, serta revolusi komunikasi yang membantu perkembangan kesadaran global. Menurut teori Marxis, dunia telah lama didominasi oleh satu perekonomian tunggal dan kesatuan politik, yaitu sistem kapitalis global. Jadi, kaum Marxis tidak menganggap globalisasi sebagai sesuatu yang baru, melainkan sebagai kecenderungan jangka panjang dari perkembangan kapitalisme. Lebih jauh lagi, globalisasi sering dijadikan alat ideologis untuk membenarkan pengurangan hak-hak dan prinsip kesejahteraan para buruh. Menurut Marx dan Engels globalisasi bukan sja mnegasilkan hubungan antar negara akan tetapi adanya dinamika internal dan dominasi kapitaslis dari sistem produksi.&lt;br /&gt;Yang pertama kali menafsirkan pemikiran Marx dalam lingkup internasional adalah Lenin dengan karyanya, Imperialisme, The Highest Stage of Capitalism. Lenin menyebutkan bahwa negara-negara dapat memainkan peran sebagai kelas-kelas. Ia membagi negara-negara ke dalam core yang terdiri dari negara-negara kapitalis (dianalogikan dengan kelas borjuis dalam masyarakat) dan periphery yang terdiri dari negara-negara berkembang (kelas proletar). Lenin berargumen bahwa kapitalisme telah memasuki tahap tertinggi dan terakhir seiring dengan berkembangnya monopoli kapitalisme serta munculnya konsep core dan periphery. Dengan berkembangnya konsep core dan periphery ini, tak ada lagi keselarasan kepentingan (harmony of interests) di antara seluruh pekerja. Jadi, menurut Lenin, pembagian struktural antara core dan periphery menentukan sifat hubungan di antara kaum borjuis dan proletar di setiap negara. Dengan penganalogian ini, aspek internasional mulai masuk ke dalam pemikiran Marxis.&lt;br /&gt;Marxisme dalam Hubungan Internasional mengemuka pada tahun 70-an dalam bentuk neo-Marxisme yang didorong oleh pengalaman-pengalaman empiris di Amerika Latin. ECLA menyelidiki keterbelakangan yang terjadi di Amerika Latin dan ketergantungan negara-negara di kawasan tersebut kepada Amerika Utara. Teori yang menjelaskan hal ini kemudian disebut sebagai teori dependencia yang menyatakan bahwa terdapat ketergantungan negara-negara periphery terhadap core. Teori ini berargumen bahwa ekonomi negara-negara Dunia Ketiga dikondisikan dan disubordinasikan terhadap pembangunan ekonomi, ekspansi, dan kontraksi kemajuan ekonomi negara-negara kapitalis.&lt;br /&gt;Untuk memperhitungkan argument Marxis dalam pendekatan hubungan internasional direfleksikan pada proses dimana adanya kesatuan perlombaan antar manusia dan penekanan terhadap peranan kapitalisme dan perkembangan ini. Dominananya pemikiran ini di analisis untuk menggantikan tempat alienasi, eksploitasi dan menjauhkan dari sistem kebebasan dan kerjasama universal. Interpretasi Marxis sebagai pengaruh terlegitimasi dengan luas mengatasi adanya resistensi, khususnya dari kaum realis dan neo realis. Kaum realis menyangkal bahwa kapitalis akan menyatukan dunia dalam kebiasan dalam prediksi Marxis dan menolak adanya klaim revolusi proletariat dapat muncul dalam pembagian dunia dalam nation state. Marxis, mengalah pada metode tradisional yaiut diplomasi untuk memelihara bertahan hidup dan keamanan dari nation state menguatkan kembali pandangan realis. Tranformasi dari system internasional Marxis telah mentranformasi dari aksi sebagai agent dari tranformasi system internasional Marxis menjadi instrumen yang direproduksi kembali. Batas perselisihan antara China dan Soviet, Invasi Vietnam ke Kamboja dan perang antar China dan Vietnam adalah bentuk kegagalan Marxis untuk membuat pentingnya system internasional Negara.&lt;br /&gt;Marxis juga dipengaruhi oleh pendekatan yang radikal dari ekonomi politik internasional, termasuk teori ketergantungan, dengan berargumen bahwa analisis interdepedensi terlalu distribusi tidak sejajar untuk kesejahteraan dari kapitalis system dunia. Studi dari ketidak sejajaran inilah yang menjadi saluran untuk izin masuk pendekatan Marxis kedalam studi hubungan internsional.&lt;br /&gt;Selain itu Robert Cox juga berusah menggantikan hubungan internasional yang kovensional teori yang memfokuskan kepada interaksi antara kekuatan kelas, Negara dan tatanan dunia itu adalah ambisi yang di gunakan disiplin ilmu materialisme sejarah. Kehadiran dan perkembangan industrialisasi pada abad ke-19, selain menciptakan lapangan pekerjaan yang besar, juga membawa kesengsaraan bagi masyarakat dimana pabrik-pabrik didirikan. Kesenjangan secara sosial ekonomi terjadi antara mereka yang memiliki kekuasaan modal dan politik dengan mereka yang memiliki keuangan terbatas. Kondisi ini membuat Karl Marx, penteori ekonomi-politik sosialis yang paling berpengaruh pada abad itu, mengkritik keberadaan kapitalisme dan mengembangkan teori ekonomi politik saintifiknya sendiri untuk menjelaskan perubahan yang terjadi dalam industrialisasi baru di Eropa. Teorinya didasarkan bagi tujuan perjuangan kelas antara proletar (kaum pekerja) dan borjuis (pemilik faktor produksi).&lt;br /&gt;Dunia ketiga bukannya tidak menyadari bahwa suatu ketergantungan (Dependensi) telah berlangsung di negara-negara mereka sehubungan dengan proses modernisasi dan industrialisasi. Persoalannya ialah bagaimana cara yang harus ditempuh agar fenomena ketergantungan itu dapat dieleminasi sedemikian rupa. Berkaitan dengan ini, studi berpikir Marxian mengenai model ketergantungan, menentang konsep-konsep dan tata ekonomi yang ditawarkan kapitalisme-liberalisme.&lt;br /&gt;Pencarian konsep, teori dan model yang paling cocok secara general untuk pembangunan di Dunia Ketiga sukar dilakukan, dan mungkin tidak pernah dapat ditemukan karena perbedaan-perbedaan visi dan kerangka berpikir di Dunia Ketiga. Secara parochial konsep industrialisasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi geografis banyak dijadikan acuan atau yang direkomendasikan sebagai bahan temuan para pakar Ekonomi Politik baik oleh negara maju maupun negara berkembang, untuk membekali keyakinan para pengambil keputusan di negara-negara berkembang.&lt;br /&gt;Karena sifatnya yang lebih ambisius, teori-teori global lebih rentan ketimbang teori-teori dengan penerapan sederhana. Kita berurusan dengan hubungan-hubungan antara wilayah maju dan wilayah terbelakang. Dari seluruh pendekatan yang diuji di atas, Wallerstein dengan World System Theory nya sangat holistik dan luar biasa ekonomistik dalam lingkup penanganannya atas hubungan-hubungan antara politik dan ekonomi. Ia cenderung memperlakukan proses-proses politik domestik ditentukan secara eksternal atau pencerminan kepentingan-kepentingan ekonomi domestik, dan melakukannya secara mekanis dan pukul rata. Namun ia memperkenalkan kembali politik (dan negara-bangsa) sebagai faktor penentu dalam perhitungan penjagaan system pertukaran tak setara yang dianggap juga menghasilkan mereka.&lt;br /&gt;Sebagai bahan kesimpulan penutup yang terakhir, bahwasannya dalam perkembangan pemikiran marxis akhirnya melahirkan pemikir-pemikir yang mengembangkan teori-teori dari Marxis, seperti yang telah dijelaskan diatas sepeti, Rober Cox dengan teori critical theorinya, Gramsci dengan Hegemoninya, Immanuel Wallerstain dengan world system theory-nya, dan masih banyak lagi pemikir-pemikir yang lain.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;• Baylis, John and Smith, Steve. 2005. The Globalization Of World Politics. 3th Edition. Oxford University Press. New York.&lt;br /&gt;• Jackson, Robert and Georg, Sorensen. 1999. Introduction to International Relations. Oxford University Press Inc. New York.&lt;br /&gt;• Mingst, Karent. 1999. Essential of International relations. First Edition. W.W. Norton and Company, Inc. New York. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;• Pearson, S.Frederic dan Payaslian, Simon,1999. International Political Economi: Conflict and Cooperation in the Global System. McGraw Hill College, Boston.&lt;br /&gt;• Joshua S. Goldstein. 2002. International Relations: Brief Edition. Longaman. New York.&lt;br /&gt;• Fakih, Mansour. 2001. Sesat Pikir Teori Pembangunan dan Globalisasi. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.&lt;br /&gt;• Chan, Steve. 1978. Beyond the North - West: Africa and the East, dalam R.J.A. Groom &amp;amp; M. Light. Frances Pinter, Ltd.. London.&lt;br /&gt;• Burchil, Scott dan Linklat er, Andrew. 1996. Theory Of Internastional Relations. Macmilan Press. New York.&lt;br /&gt;• Suseno Magnis, Fransz. 2005. Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionism. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.&lt;br /&gt;• Wyn Jones, Richard. 2001. Critical Theory and World Politics. Lynne Reinner Publisher,Inc&lt;/span&gt;. London &lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-8927407050499335350?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/8927407050499335350/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=8927407050499335350&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/8927407050499335350'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/8927407050499335350'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/07/teori-marxis.html' title='Teori Marxis Dalam Hubungan Internasional'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-432413573518471044</id><published>2007-07-22T08:59:00.000+07:00</published><updated>2007-08-21T08:27:31.990+07:00</updated><title type='text'>Kenangan Masa Orientasi..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000000;"&gt;Banyak cara mendidik yang pernah kita rasakan. Dari yang paling ekstreme (dengan cara pukul, sabet, tendang), sampai ke cara yang paling elegan (senyum, sentuh, ajari). Kita tentu dapat menilai, cara mana yang sebenarnya lebih mendidik.&lt;br /&gt;Jika dahulu, saat kita baru terdaftar sebagai siswa baru, ada kegiatan yang dinamakan MOS (Masa Orientasi Siswa/ Santri), sampai saat ini pun Adik-Adik kita tak lepas dari kegiatan tersebut. Padahal, kalau kita ingat-ingat, mungkin dari total kegiatan yang dilakukan, hanya maksimal 10% pelajaran baik yang dapat kita ambil dari MOS (kala itu).&lt;br /&gt;Ada pasal yang saya ingat hingga kini :&lt;br /&gt;Pasal satu, SENIOR TIDAK PERNAH BERSALAH&lt;br /&gt;Terus dilanjutkan dengan …&lt;br /&gt;Pasal dua, JIKA SENIOR BERSALAH, KEMBALI KE PASAL SATU.&lt;br /&gt;Lho???? &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000000;"&gt;Apa gak lucu? Jelas-jelas pasal satu mengatakan bahwa tidak pernah terjadi kesalahan pada diri Kakak Senior, kok di pasal dua malah ada penyangkalan bahwa senior bisa saja bersalah? Kacau dah!&lt;br /&gt;Kejadian lucu tidak hanya berhenti di sini. Dalam beberapa hari kegiatan MOS, siswa baru diharuskan memakai pakaian yang lain dari lainnya, juga ini … 75% HAK MANUSIANYA DICABUT, kata pembina kala itu. Yang tidak dicabut hanya hak untuk bernafas. Ngomong dikit disuruh push-up. Nyela dikit dapat guling. Apalagi kalau ada yang kentut, bah!!! Bakal dijemur sampe’ kering pokoknya. Sampe’ bisa jadi SALE.&lt;br /&gt;Bisa jadi, kejadian kala itu hanyalah imbas dari sistem balas dendam. Senior menginginkan perploncoan yang pernah ia rasakan, juga dirasakan oleh adik-adiknya. Bukan niat untuk mendidik adik-adik dengan tulus.&lt;br /&gt;Bayangin aja, buat apa adik-adik dijemur siang-siang bolong? (ngelatih fisik katanya, yang ada malah kulit gosong, kena radiasi matahari langsung, bisa kena kanker kulit malah).&lt;br /&gt;Buat apa juga adik-adik disuruh bawa tas yang terbuat dari kantong semen? (biar bisa ngerasakan penderitaan hidup rakyat miskin, katanya! Padahal pembayaran sekolah melunjak tiap taonnya).&lt;br /&gt;Buat apa juga adik-adik diperintah bikin surat cinta? (Ni surat ditujukan pada seniornya yang paling disukai). Wah, ini kan diskriminasi. Pan kasian dengan senior yang gak dapat surat dari seorangpun. Apa dia gak merasa patah hati. Haha …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ingat, sebuah tulisan :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Apabila kita ingin menghancurkan seseorang, merusak dia sepenuhnya, atau memberi hukuman yang paling menyakitkan, sehingga pembunuh paling kejam pun gentar dan takut untuk menghadapinya, yang perlu kita lakukan hanyalah MEMBERINYA PEKERJAAN YANG TAK BERGUNA, SIA-SIA DAN IRASIONAL (Fyokor Dostoyevsky)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dari semua kenangan itu, memang semua berkesan. Tapi nilai pendidikan yang didapat hanya sedikit. Apa sebabnya?&lt;br /&gt;Karena :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;em&gt;Anak-anak lebih memerlukan teladan daripada kritik&lt;br /&gt;(Joseph Joubert)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Bukankah yang terjadi selama ini adalah kita mengajari mereka dengan menyalahkan tanpa memberi solusi? Bukankah yang terjadi selama ini juga kita menganggap mereka sebagai botol kosong yang selalu ingin diisi? Kita tidak pernah menempatkan mereka berposisi sebagai nuklir yang siap meledak karena letupan kecil. Kita bahkan mungkin tidak melaksanakan sebuah sistem pendidikan yang memanusiakan manusia.&lt;br /&gt;Kini, tiba lagi masanya bagi Adik-adik kita masuk ke dunia baru. Bagi yang telah menamatkan sekolah di SMP, dia akan masuk ke dunia putih abu-abu. Bagi yang telah menamatkan sekolahnya di level SMU, kini tiba saat masuk dunia kampus. Dunia penuh kebebasan, dunia yang penuh dengan dinamika sosial yang lebih menjanjikan daripada masa mereka dahulu. Itu anggapan sementara. Tapi apakah mereka akan sepenuhnya merasakan happy ending setelah tahu kehidupan sebenarnya dalam dunia kampus?&lt;br /&gt;Para senior sebenarnya bisa membantu mereka menghadapi masa transisi dengan cara yang lebih baik. Diantaranya adalah dengan melaksanakan sebuah taaruf yang lebih bijak pada lingkungan baru. Jika tahun kemarin Ospek sudah tidak dimuati lagi dengan kekerasan, maka tahun ini adalah kesempatan memberikan muatan religi yang lebih pada kegiatan sejenis. Ada beberapa contoh masa pengenalan yang sebenarnya perlu diacungi jempol. Beberapa jurusan di UI mengadakan ESQ Training sebagai pengisi masa Ospek. Beberapa sekolah juga mengadakan Pesantren Kilat. Ini tentu lebih bermakna bagi adik-adik daripada kegiatan MOS ataupun Ospek yang selama ini menjadi momok bagi sebagian orang. Ajang berbuat kekerasan, berbuat irasional, gak masuk akal.&lt;br /&gt;Kini saatnya kita menyadari, pendidikan hanya akan berhasil ketika didapatkan dengan kebebasan, bukan dengan paksaan.&lt;br /&gt;Makassar, akhir Juli 2007&lt;br /&gt;M. Zainal Abidin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-432413573518471044?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/432413573518471044/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=432413573518471044&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/432413573518471044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/432413573518471044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/07/kenangan-masa-orientasi.html' title='Kenangan Masa Orientasi..'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-8596062793959181685</id><published>2007-07-16T09:59:00.000+07:00</published><updated>2007-08-23T08:22:03.135+07:00</updated><title type='text'>Term of Reference Outbond 2007</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Posting 16 Juli 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Latar Belakang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Latar belakang anggota Al-Falah Connection yang masih belum punya landasan yang kuat baik dalam tingkatan emosional, persamaan pandangan maupun tujuan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perbedaan cara pandang yang dilatar belakangi oleh perbedaan kultur, kampus dan orientasi pribadi dan pengetahuan (keilmuan) memerlukan sebuah ikatan yang kuat, apakah itu ikatan kekeluargaan, emosional, gagasan, gerakan dan tujuan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keberadaan Al-Falah Connection yang masih sebatas ajang kangen dan gojlok-gojlokan memerlukan sebuah kesapakatan bersama seluruh anggota baik pada wilayah mimpi (visi dan misi) organisasi, rencana strategis dan kerja-kerja connection sampai pada pola komunikasi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keberadaan Al-Falah Connection yang masih sangat terbatas, baik pada tingkatan supra struktur maupun basis struktur&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Tujuan Kegiatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Agenda ini akan di jadikan ritual wajib bagi anggota Al falah connection&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Analisa diri anggota&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menyamakan asumsi dan persepsi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penguatan emosional anggota&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penguatan Institusi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Merumuskan rencana strategis tahunan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Target Kegiatan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kesamaan emosional, gagasan dan gerakan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Seluruh anggota dapat menempatkan diri sesuai dengan potensinya di Al-Falah Connection pada kerja-kerja conecction&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tumbuhnya kesadaran untuk bergerak dan berkomunikasi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Proses Kegiatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Acara ini akan dilaksanakan selama tiga hari yang akan di isi oleh materi :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Analisa diri (Peserta di harapkan mampu menemukan kesadaran akan jati dirinya sebagai manusia yang harus bergerak, dan menemukan potensi dirinya sampai pada berangan-angan dua tahun ke depannya)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Diskusi (Pada sesi ini membahas seluruh apa yang ada dalam angan-angan anggota (global, nasional, lokal, personal, komunal dan mainstream wacana) sampai kemudian akan ada kesamaan asumsi dan persepsi dan kesadaran untuk bergerak yang selanjutnya kan menemukan sebuah rencana strategis kerja-kerja connection)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perencanaan Program kerja (Sesi ini akan membahas rencana strategi program baik jangka panjang maupun jangka pendek)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bai’at (Pada sesi ini akan dilakukan peneguhan komitmen untuk bersama dan bergerak di Al-Falah Connection sekaligus sebagai sesi ritual pada acara ini).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;JADWAL KEGIATAN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Jum’at, 20 Juli 2005 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;07.00-12.00 Chek Peserta, Sowan Bareng ke Gedong, Mantenan Ke adiknya Mbak Qoriin&lt;br /&gt;12.00-16.00 Chek in ke Lokasi + Sowan ke juru kunci&lt;br /&gt;16.00-20.00 Istirahat, sholat jamaah dan makan bareng&lt;br /&gt;20.00-24.00 Refleksi bersama dan diskusi&lt;br /&gt;24.00-00.00 Mancal Kemol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Sabtu, 21 Juli 2007 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;07.00-12.00 Jalan-jalan Cari angin seger&lt;br /&gt;12.00-13.00 Masak, Makan Bersama, sholat berjamaah&lt;br /&gt;13.00-17.00 Evaluasi diri dan evaluasi organisasi&lt;br /&gt;17.00-19.00 Ritual&lt;br /&gt;19.00-24.00 Menyamakan persepsi dan asumsi, Menyusun strategi (pendek, menengah dan panjang), Menyusun program kerja&lt;br /&gt;24.00-00.00 Bobok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Minggu, 22 Juli 2007 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;05.00-12.00 Jalan-jalan; Masak Bareng; Persiapan chek out; Sowan ke juru kunci; Chek out&lt;br /&gt;12.00-17.00 Pulang; Silaturrahmi ke Jayan; Ngopi Bareng; Pulang dw-dw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;ESTIMASI DANA KEGIATAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;* Transportasi Peserta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bandung : 70.000 x 2 = 140.000&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jogyakarta : 40.000 x 2 = 80.000&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Madiun : 20.000 x 2 = 40.000&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tulungagung : 10.000 x 2 = 20.000&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Malang : 20.000 x 6 = 120.000&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;* Transportasi Ke Lokasi (15.000 x 7) = 105.000 x 2 = 210.000&lt;br /&gt;* Konsumsi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Beras 5 Kg @ 5.000 = 25.000&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Minyak gas 2 liter @ 5.000 = 10.000&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Rokok 1 Slop @ 50.000 = 50.000&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1 Kantong Lentera @ 5.000 = 5.000&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;1 Paket Bumbu Dapur @ 20.000 = 20.000&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;* Sekretariat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Spidol @ 5.000 x 1 = 5.000&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Plano @ 1.000 x 10 = 10.000&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Jumlah Total&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;730.000 (Tujuh Ratus Tiga Puluh Ribu Rupiah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-8596062793959181685?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/8596062793959181685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=8596062793959181685&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/8596062793959181685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/8596062793959181685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/07/modul-konsolidasi.html' title='Term of Reference Outbond 2007'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-6730824028719867841</id><published>2007-07-14T10:23:00.000+07:00</published><updated>2007-08-17T10:35:52.092+07:00</updated><title type='text'>Pemanasan Global ”Tragedi Peradaban”</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#000000;"&gt;(Refleksi Hari Lingkungan Hidup seDunia 5 Juni 2007)&lt;br /&gt;Pada tanggal 5 Juni 2007, negara-negara seluruh dunia umumnya memperingatnya sebagai hari lingkungan hidup. Pemanasan global yang berakibat pada perubahan iklim (Climate Change) belum menjadi mengedepan dalam kesadaran multi pihak. Pemanasan global (Global Warming) telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi dan pola konsumsi tinggi (gaya hidup konsumtif). Tidak banyak memang yang memahami dan concern pada isu perubahan iklim. Sebab banyak yang mengatakan, memang dampak lingkungan itu biasanya terjadi secara akumulatif. Pada titik inilah masalah lingkungan sering dianggap tidak penting oleh banyak kalangan, utamanya penerima mandat kekuasaan dalam membuat kebijakan. &lt;span class="fullpost"&gt;Perubahan iklim akibat pemanasan global (global warming), pemicu utamanya adalah meningkatnya emisi karbon, akibat penggunaan enerji fosil (bahan bakar minyak, batubara dan sejenisnya, yang tidak dapat diperbarui). Penghasil terbesarnya adalah negeri-negeri industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Canada, Jepang, China, dll. Ini diakibatkan oleh pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negera-negar utara yang 10 kali lipat lebih tinggi dari penduduk negara selatan. Untuk negara-negara berkembang meski tidak besar, ikut juga berkontribusi dengan skenario pembangunan yang mengacu pada pertumbuhan. Memacu industrilisme dan meningkatnya pola konsumsi tentunya, meski tak setinggi negara utara. Industri penghasil karbon terbesar di negeri &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;berkembang seperti Indonesia adalah perusahaan tambang (migas, batubara dan yang terutama berbahan baku fosil). Selain kerusakan hutan Indonesia yang tahun ini tercatat pada rekor dunia ”guinnes record of book” sebagai negara tercepat yang rusak hutannya.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Menurut temuan Intergovermental Panel and Climate Change (IPCC). Sebuah lembaga panel internasional yang beranggotakan lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Sebuah lembaga dibawah PBB, tetapi kuasanya melebihi PBB. Menyatakan pada tahun 2005 terjadi peningkatan suhu di dunia 0,6-0,70 sedangkan di Asia lebih tinggi, yaitu 10. selanjutnya adalah ketersediaan air di negeri-negeri tropis berkurang 10-30 persen dan melelehnya Gleser (gunung Es) di Himalaya dan Kutub Selatan. Secara general yang juga dirasakan oleh seluruh dunia saat ini adalah makin panjangnya musim panas dan makin pendeknya musim hujan, selain itu makin maraknya badai dan banjir di kota-kota besar (el nino) di seluruh dunia. Serta meningkatnya cuaca secara ekstrem, yang tentunya sangat dirasakan di negara-negara tropis. Jika ini kita kaitkan dengan wilayah Indonesia tentu sangat terasa, begitu juga dengan kota-kota yang dulunya dikenal sejuk dan dingin makin hari makin panas saja. Contohnya di Jawa Timur bisa kita rasakan adalah Kota Malang, Kota Batu, Kawasan Prigen Pasuruan di Lereng Gunung Welirang dan sekitarnya, juga kawasan kaki gunung Semeru. Atau kota-kota lain seperti Bogor Jawa Barat, Ruteng Nusa Tenggara, adalah daerah yang dulunya dikenal dingin tetapi sekarang tidak lagi.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Meningkatnya suhu ini, ternyata telah menimbulkan makin banyaknya wabah penyakit endemik “lama dan baru” yang merata dan terus bermunculan; seperti leptospirosis, demam berdarah, diare, malaria. Padahal penyakit-penyakit seperti malaria, demam berdarah dan diare adalah penyakit lama yang seharusnya sudah lewat dan mampu ditangani dan kini telah mengakibatkan ribuan orang terinfeksi dan meninggal. Selain ancaman ratusan Desa di pesisir jatim yang bisa tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, indikatornya serasa makin dekat saja jika kita tengok naiknya gelombang pasang di minggu ketiga bulan mei 2007 kemarin. Mulai dari pantai kenjeran, pantai popoh tulungagung, Ngeliyep Malang dan pantai lain di pulau-pulau Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Untuk negara-negara lain meningkatnya permukaan air laut bisa dilihat dengan makin tingginya ombak di pantai-pantai Asia dan Afrika. Apalagi hal itu di tambah dengan melelehnya gleser di gunung Himalaya Tibet dan di kutub utara. Di sinyalir oleh IPCC hal ini berkontribusi langsung meningkatkan permukaan air laut setinggi 4-6 meter. Dan jika benar-benar meleleh semuanya maka akan meningkatkan permukaan air laut setinggi 7 M pada tahun 2012. Dan pada 30 tahun kedepan tentu ini bisa mengancam kehidupan pesisir dan kelangkaan pangan yang luar biasa, akibat berubahnya iklim yang sudah bisa kita rasakan sekarang dengan musim hujan yang makin pendek sementara kemarau semakin panjang. Hingga gagal panen selain soal hama, tetapi akibat kekuarangan air di tanaman para ibu-bapak petani banyak yang gagal.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Situasi ini tentu saja tidak hanya akan dirasakan oleh dunia, tetapi bisa juga terjadi dan akan sangat mengancam Indonesia. Sebab dengan meningkatnya permukaan air laut, desa-desa pesisir Indonesia tentu akan langsung merasakan dampaknya. Mulai dengan makin panjangnya jeda untuk tidak melaut bagi nelayan, saat angin barat. Yang tentunya ini akan berimplikasi langsung pada ekonomi keluarga mereka, maupun mengancam tenggelamnya lebih dari 4000 Desa-desa pesisir Indonesia. Apalagi Indonesia sebagai negara kepulauan, tentu akan sangat dirugikan dengan ancaman tenggelamnya pulau-pulaunya, terutama pulau-pulau kecil yang ratusan jumlahnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sinyal tentang ini sebenarnya sudah di beberkan oleh film The Day After Tomorrow. Sebuah film yang menggambarkan tenggelamnya kota-kota besar di pesisir yang di sertai dengan runtuhnya patung Liberty di Kota New York AS pada tahun 2020. Tentunya situasi yang kita hadapi saat ini bukan lagi manifest film tersebut, tetapi ini kenyataan yang kita hadapi saat ini Lantas jika demikian. Sebenarnya apa yang di butuhkan oleh dunia kecil “lokal” dan kita sebagai individu penghuni planet bumi? Dalam diskusi yang mengemuka di workshop ini adalah revolusi gaya hidup, sebab dengan demikian akan mengurangi penggunaan enerji baik listrik, bahan bakar, air yang memang menjadi sumber utama makin berkurangnya sumber kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Selain itu perlunya melahirkan konsesus yang membawa komitmen dari semua negara untuk menegakkan keadilan iklim. Seperti yang sudah dilakukan oleh Australia yang mempunyai instrumen keadilan iklim, melalui penegakan keadilan iklim dengan membentuk pengadilan iklim (Climate Justice). Dimana sebuah instrumen yang mengacu pada isi protokol kyoto yang menekankan pada kewajiban pada negara-negara utara untuk membayar dari hasil pembuangan emisi karbon mereka untuk perbaikan mutu lingkungan hidup bagi negara-negara selatan.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dalam praktek yang lain saatnya kita mulai menggunakan enerji bahan bakar alternatif yang tidak hanya dari bahan energi fosil, misalnya untuk kebutuhan memasak. Menggunakan energi biogas (gas dari kotoran ternak) seperti yang dilakukan komunitas merah putih di Kota Batu. Desentraliasasi energi memang harus dilakukan agar menghantarkan kita pada kedaulatan energi dan melepas ketergantungan pada sentralisasi energi yang pada akhirnya harganya pun makin mahal saja.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sedangkan untuk para pengambil kebijakan harusnya mengeluarkan policy yang jelas orientasinya untuk mengurangi pemanasan global. Misalnya menetapkan jeda tebang hutan di seluruh Indonesia agar tidak mengalami kepunahan dan wilayah kita makin panas. Menghentikan pertambangan mineral dan batubara seperti di Papua, Kalimantan, Sulawesi, hal ini bisa dilakukan dengan bertahap mulai dari meninjau ulang kontrak karyanya terlebih dahulu. Selanjutnya kebijakan progressive dengan mempraktekkan secara nyata jeda tebang dan kedaulatan energi harus dilakukan jika kita tidak mau menjadi kontributor utama pemanasan global.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Iklim memang mengisi ruang hidup kita baik secara individu maupun sosial, maka tidak mungkin menegakkan keadilan iklim tanpa melibatkan kesadaran dan komitmen semua pihak. Bahwa tidak bisa dibantah, kita hidup dalam ekosistem dunia “perahu” yang sama, sehingga jika ada bagian yang bocor dan tidak seimbang, sebenarya ini merupakan ancaman bagi seluruh isi perahu dan penumpangnya. Maka merevolusi gaya hidup kita untuk tidak makin konsumtif sangat mendasar dilakukan sekarang juga oleh seluruh umat manusia. Sebab dengan begitu kita bisa menempatkan apa yang kita butuhkan bisa ditunda tidak, yang harus kita beli membawa manfaat atau tidak dan apakah yang kita beli bisa digantikan oleh barang yang lain yang ramah lingkungan? Selamat hari lingkungan hidup sedunia. Mari bertindak nyata untuk masa depan bersama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Semoga, anda—para orang tua dan anak muda — sempat menonton film ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="COLOR: rgb(255,0,0); FONT-STYLE: italic"&gt;Surat dari Che Guevara, untuk Kawan-kawan Muda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="fullpost" style="COLOR: rgb(102,102,204); FONT-STYLE: italic"&gt;Kami percaya bahwa perjuangan revolusioner adalah suatu perjuangan yang sangat panjang, sangat sulit. Sulit, tetapi jelas tidak berarti mustahil, bahwa suatu kemenangan revolusi di suatu negara hanya akan terjadi di negara itu saja. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" style="COLOR: rgb(102,102,204); FONT-STYLE: italic"&gt;(Che Guevara)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau aku boleh memilih untuk berjuang, mungkin saat ini aku ingin tinggal bersama kalian. Melewati jalanan yang padat lalu lintas, dengan iring-iringan spanduk yang panjang, kalian ketuk nurani para penguasa. Kaum yang berbaju megah, berkendaraan bagus dan punya mobil mengkilap. Kalian pertaruhkan segalanya, kesempatan untuk hidup senang, kemapanan pekerjaan, dan sekolah yang kini kian mahal. Buang segala teori sosial yang ternyata tak bisa membaca kenyataan. Keluar kalian dari training-training yang pada akhirnya tidak membuat kita paham dan mau membela orang miskin. Kupilih tinggal serta berjuang di hutan karena di sana aku kembali mendengar rintih dan suara orang yang hidupnya menderita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Andaikan aku masih diberi kesempatan untuk kembali ke negerimu pastilah aku enggan untuk duduk di kursi. Akan aku habiskan waktuku untuk mengelilingi kotamu yang padat dengan orang miskin. Akan kusapa setiap anak lapar yang menjinjing bekas botol minuman untuk mendapat uang receh. Akan aku datangi para nelayan yang kini lautnya dipenuhi oleh pipa-pipa gas perusahaan asing. Akan kubantu para buruh bangunan yang menghabiskan waktunya untuk memanggul alat-alat berat. Dan akan kutemani para buruh pabrik yang masih saja diancam oleh PHK. Tentu aku akan mendatangimu anak muda, yang resah dengan kenaikan BBM atau proyek pendidikan yang kian hari kian mahal. Kurasa aku tidak bisa istirahat jika tinggal di negerimu. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau aku boleh memilih untuk melawan, mungkin sekarang ini aku akan duduk bersama kalian. Aku akan bilang kalau perjuangan bukan saja melalui tulisan, puisi, buku, apalagi setajuk proposal! Perjuangan butuh keringat, pekikan suara, dan dentuman kata-kata. Kita bukan melawan seekor siput tapi buaya yang akan menerkam jika kita lengah. Hutan rimba mengajariku untuk tidak mudah percaya pada mulut-mulut manis. Hutan rimba mendidikku untuk tidak terlalu yakin dengan janji. Aku sudah hapal mana tabiat srigala dan mana watak kelinci. Kalau kau baca tulisanku, mustinya kau bisa meyakini, kalau kekuasaan hanya bisa bertahan selama kita mematuhinnya. Kekuasaan bisa bertahan selama mereka mampu menebar ketakutan. Dan aku sejak dulu dididik untuk selalu sangsi dan curiga pada penguasa! &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kalau aku bisa memilih, mungkin sekarang aku ingin berjalan dengan kalian. Menonton orang-orang pandai berdebat di muka televisi atau aktivis yang melacurkan keyakinannya. Ngeri aku menyaksikan orang-orang pandai yang berbohong dengan ilmunya. Sederet angka dibuat untuk membuat orang percaya bahwa si miskin makin hari makin berkurang. Menonton aktivis senior yang kini juga berebut untuk duduk jadi penguasa. Katanya: di dalam kekuasaan tidak ada suara rakyat maka kita mengisinya. Aku bilang, itulah para pembual yang yakin jika perubahan bisa muncul karena kita duduk di belakang meja. Demokrasi acapkali berangkat dari dalil yang naif seperti itu. Aku sayangnya tak lagi bisa memilih, untuk berdiri dan berbincang dengan kalian semua. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anak muda, aku telah tuliskan puluhan karya untuk menemanimu. Dibungkus dengan sampul wajahku, yang tampak belia dan mungkin tampan, aku tuangkan pesan kepada kalian. Keberanian yang membuat kalian akan tahan dalam situasi apapun! Hutan melatihku untuk percaya kalau kemapanan, kenikmatan badaniah, apalagi kekayaan hanya menjadi racun bagi tubuh kita. Kemapanan membuat otakmu makin lama makin bebal. Kau hanya mampu mengunyah teori untuk disemburkan lagi. Kemapanan membuat hidupmu seperti seekor ular yang hanya mampu berjalan merayap. Kekayaan akan membuat tubuhmu seperti sebatang bangkai. Hutan melatihku untuk menggunakan badanku secara penuh. Kakiku untuk lari kencang bila musuh datang dan tanganku untuk mengayun pukulan jika aku diserang. Anak muda, nyali sama harganya dengan nyawa. Jika itu hilang, niscaya tak ada gunanya kau hidup! &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keberanian itu seperti sikap keberimanan. Jika kau peroleh keberanian maka kau memiliki harga diri. Sikap bermartabat yang membuatmu tidak mudah untuk dibujuk. Hutan membuatku selalu awas dengan ketenangan, kedamaian, dan cicit suara burung. Hutan melatihku untuk sensitif pada suara apa saja. Jangan mudah kau terpikat oleh kedudukan, pengaruh, dan ketenaran. Kedudukan yang tinggi akan membuatmu seperti manusia yang diatur oleh mesin. Kutinggalkan jabatan menteri karena hidupku menjadi lebih terbatas dan ruang sosialku dipenuhi oleh manusia budak, yang bergerak kalau disuruh. Apalagi ketenaran hanya akan mendorongmu untuk selalu ingin menyenangkan semua orang, membuat lumpuh energi perlawananmu. Ingat, racun segala perubahan ketika dirimu merasa nyaman. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasa nyaman yang kini kusaksikan di sekelilingmu. Anak-anak muda yang puas menjadi pekerja upahan sambil menyita tanah sesamanya. Ada anak muda yang duduk di parlemen malah minta tambahan gaji! Anak muda yang lain dengan tenaganya menyumbangkan diri untuk menjadi preman bagi kekuasaan bandit. Bahkan pendidikan hukum mereka gunakan untuk membela kaum pengusaha ketimbang orang miskin. Anak-anak muda yang banyak lagak ini memang tidak bisa dibinasakan. Mereka hidup karena ada kemiskinan, keculasan kekuasaan, dan lindungan proyek lembaga donor. Aku enggan untuk berjumpa dengan anak muda yang hanya mengandalkan titel, keperkasaan, dan kelincahan berdebat. Aku ragu apakah mereka mampu serta sanggup untuk melawan arus. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Arus itulah yang kini menenggelamkan nyali kita semua. Murah sekali harga seorang aktivis yang dulu lantang melawan, tapi kini duduk empuk jadi penguasa. Murah sekali harga idealisme seorang ilmuwan yang mau menyajikan data bohong tentang kemiskinan. Murah sekali harga seorang penyair yang mau rame-rame mendukung pencabutan subsidi. Aku gusar memandang negerimu, yang tidak lagi punya ksatria pemberani. Seorang kstaria yang mau hidup dalam kesunyian dan dengan gagah meneriakkan perlawanan. Tulisan adalah senjata sekaligus bujukan yang bisa menghanyutkan kesadaran perlawanan. Kau harus berani mempertahankan nyalimu untuk selalu bertanya pada kemapanan, kelaziman, dan segala bentuk pidato yang disuarakan oleh para penguasa. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Yang kauhadapi sekarang ini adalah sistem yang kuncinya tidak terletak pada satu orang. Kau berhadapan dengan dunia pendidikan yang menghasilkan ilmu tentang bagaimana jadi budak yang baik. Kau kini bergulat dengan teman-temanmu sendiri yang bosan hidup berjuang tanpa uang. Kau sebal dengan parlemen yang dulu ikut kau pilih, tetapi kini tambah membuat kebijakan yang menyudutkan rakyat. Kau perlahan-lahan jadi orang yang hanya mampu melampiaskan kemarahan tanpa mampu untuk merubah. Kau kemudian percaya kalau pemecahannya adalah melalui mekanisme, partisipasi, dan dukungan logisistik yang mencukupi. Kau diam-diam tak lagi percaya dengan revolusi. Kau yakin perubahan bisa berjalan kalau dijalankan dengan berangsur-angsur dan membuat jaringan. Gerakanmu lama-lama mirip dengan bisnis MLM. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saudaraku yang baik! Hukum perubahan sosial sejak dulu tidak berubah. Kau perlu dedikasikan hidupmu untuk kata yang hingga kini seperti mantera: lawan! Lawanlah dirimu sendiri yang mudah sekali percaya pada teori perubahan sosial yang hanya cocok untuk didiskusikan ketimbang dikerjakan. Lawanlah pikiranmu yang kini disibukkan oleh riset dan penelitian yang sepele. Kemiskinan tak usah lagi dicari penyebabnya tapi cari sistem apa yang harus bertanggung jawab. Ajak pikiranmu untuk membaca kembali apa yang dulu kukerjakan dan apa yang sekarang dikerjakan oleh gerakan sosial di berbagai belahan dunia. Gabungkan dirimu bukan dengan LSM, tapi bersama-sama orang miskin untuk bekerja membuat sistem produksi. Tak ada yang bermartabat dari seorang anak muda, kecuali dua hal: bekerja untuk melawan penindasan dan melatih dirinya untuk selalu melawan kemapanan.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Resist info&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-6730824028719867841?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/6730824028719867841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=6730824028719867841&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6730824028719867841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6730824028719867841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/07/pemanasan-global-tragedi-peradaban.html' title='Pemanasan Global ”Tragedi Peradaban”'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-7568075814930628903</id><published>2007-07-14T10:21:00.000+07:00</published><updated>2007-08-17T10:36:14.483+07:00</updated><title type='text'>Berkumpul dan Berserikatlah</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;14 Juli 2007&lt;br /&gt;Makhrus Habibi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertemulah dengan banyak orang. Kemudian berkumpul dan berserikatlah. Agar unek-unek-mu “bersenggama” dengan unek-unek sedulur-mu. Dengan begitu retak-retak, jebol-jebol, bolong-bolong dan banyaknya kekurang-kekuranganmu itu lambat laun tertutup. Sekali-kali jangan berkesadaran bahwa kau tidak membutuhkan orang lain dan merasa sudah cukup dengan diri sendiri. Engkau bukan pertapa seperti Budha yang menghabiskan masa kesadarannya dibelantara langit-langitnya semadinya sendiri. &lt;span class="fullpost"&gt;Ketahuilah seikat sapu lidi itu mulanya cuma sebatang, yang cuma terasa panas jika dipai untuk mencambuk punggungmu. Paling-paling kulit arimu terkelupas sedikit, njleret, atau mungkin cuma bolot-mu yang ngglodoki. Namun jika lidi itu ada segenggam, menjadi lain jika dicambukkan ke punggungmu. Mak gedebuk, dari punggungmu bisa muncul gundukan daging baru, rasanya seperti di gepuk sebatang linggis sebesar lengannya anak umur tiga tahun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku melihatmu malam-malam wira-wiri, muter-muter, seperti kelelawar menerobos wilayah yang tak sanggup dipotret mata. Aku tahu kau ketemu dengan banyak temanmu. Bersendau gurau dan berkali-kali ada ide di antara kamu “semua kurang lengkap jika malam tidak atau tanpa minum anggur memabukkan atau pil setan”. Dan malammu habis, larut dalam irama syaraf dan nadi serta aliran darahmu yang tidak normal. Aku merindukanmu ada kesempatan untuk bicara yang mungkin lebih ada faedahnya. Tentang akar-akar penggangguran, tentang irama nasip wong cilik yang susah melulu, tentang budaya yang mungkin dan perlu kita jaga, pertahankan dan kembangkan, tentang mahalnya sekolah, tentang mungkin pekerjaan yang bisa diwujudkan di antara mesin-mesin ekonomi raksasa miliknya konglomerat dalam dan luar negeri yang menyingkirkanmu dari kampungmu sendiri tapi kau tidak menyadari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku tahu kau sudah berkumpul dan berserikat, namun perkumpulanmu dan perserikatanmu itu di bawah naungan departemen permendeman dan departemen keangkaramurkaan. Perkumpulan dan perserikatan yang mungkin memberi arti jika di situ kamu bicara tentang hak-hak kamu sebagai kamu, dia sebagai dia dan mereka sebagai mereka. Namun seluruhnya mesti bergerak dan bahu membahu seperti serentak dan kompaknya organ-organ di tubuh manusia ini. Ada tangan yang berfungsi selayaknya tangan, kaki, mata, hidung, telinga dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berkumpul dan berserikatlah seperti sapu lidi. Agar dapat menyisihkan sampah. Sampah-sampah yang berupa keresahan hidup karena tidak punya uang, tidak bisa menyekolahkan anak, tidak atau belum menemukan cara untuk memperoleh pekerjaan, tidak atau belum mengerti ini dan itu tentang sesuatu yang penting untuk di ketahui dal lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saudara-saudara mungkin sudah atau selalu bertemu dengan banyak orang dan berkumpul dengan saudara-saudara yang lainnya. Di warung kopi, di perempatan gang, di gardu post kampling, di pasar, di trotoar, trotoar, di mushola-mushola, masjid-masjid, dan di berbagai tempat lainnya. Namun mengapa dari tempat itu tidak atau belum lahir atau kalaupun sudah ada kenapa tidak maksimal ide di perkumpulan dan perserikatan itu menjadi lebih banyak faedahnya bagi banyak orang untuk kehidupan ini dan kehidupan setelah ini?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-7568075814930628903?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/7568075814930628903/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=7568075814930628903&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7568075814930628903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7568075814930628903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/07/berkumpul-dan-berserikatlah.html' title='Berkumpul dan Berserikatlah'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-6478578818623201742</id><published>2007-07-14T10:19:00.000+07:00</published><updated>2007-08-17T10:36:43.915+07:00</updated><title type='text'>Refleksi Sejarah Gerakan Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:verdana;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#000000;"&gt;14 Juli 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Makhrus Habibi&lt;br /&gt;Tulisan ini berangkat dari kegaduhan penulis dan sekaligus catatan kaki dari proses dan prosesi menjadi mahasiswa sekaligus aktiv di dunia pergerakan yang sampai saat ini masih menjalani proses tersebut. Berangkat dari berbagai reflkesi konsolidasi selama aktiv di organ intra kampus yang bertepatan dengan momentum penguatan konsolidasi BEM Nusantara yang berawal dari Tulungagung Jawa Timur, kemudian di Malang, Surabaya, Bandung, Salatiga, Jogja, Riau, Bali dan terakhir di Jakarta, ada sebuah catatan kecil tentang keberadaan gerakan mahasiswa saat ini. &lt;span class="fullpost"&gt;Mengawali dengan logika dasar organisasi mahasiswa bahwa keberadaan sebuah organisasi kemahasiswaan baik intra maupun ekstra adalah sebagai ruang ekspresi mahasiswa baik dari pada wilayah bakat, minat maupun operasionalisasi wacana, berbagai macam corak tentang sistem kenegaraan mahasiswa menjadi sebuah eksperimentai gagasan-gagasan idealitas ala mahasiswa, dari konsep senat mahasiswa, Republik Mahasiswa, keluarga besar mahasiswa sampai pada sistem federasi ala mahasiswa, menjadi sebuah dialektika proses pencarian tata negara dalam tahap percobaan yaitu di kampus. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Keberadaan organisasi intra kampus tidak lebih sebagai ruang dialektika dan proses mahasiswa, keberadaan organisasi ekstra kampus tidak lebih karena ada kesamaan baik tujuan, emosional maupun gerakan. Gerakan-gerakan jalanan, transformasi gagasan, pendampingan tidak terlepas dari aktivitas mahasiswa, atas nama rakyat, atas nama keadilan, atas nama kebenaran, atas nama bangsa dan atas nama-nama lainnya selalu menjadi bahan orasi di jalanan dan di kertas-kertas yang sering mereka namankan alat perjuangan.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Itu adalah masa lalu, itu adalah kenangan yang selalu menjadi sejarah untuk mengingatkan generasi selanjutnya, hanya sebatas di kenang bahwa itu bagus untuk di kenang atau memang dalam rangka untuk selalu menjaga spirit gerakan mahasiswa, terserah dari mahasiswa sendiri, itulah jawaban yang pragmatis dan praktis. Menjadi egent of change atau problem of change, kawan yunan nawawi selalu menanyakan pertanyaan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Apakah saya yang bodoh dalam menyikapi realitas, gaya pemikiran yang tidak berpijak pada realitas, atau memang mereka yang ternyata kucing garong, tidak lebih sebagai penguasa-penguasa kecil yang suka omong kosong, bohong di sana dan bohong disini. Tong-tong kosong....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Nasionalisasi asset sebagai gagasan awal yang selalu di usung pada tiap pertemuan BEM Nusantara, menjadi sebuah hal yang sangat berat di perjuangkan di Jakarta, kenyataan berbicara lain, kawan-kawan lebih asyik menghadiri undangan dari presiden ketimbang berdemonstrasi di jalan yang panas, kawan-kawan bebas tertawa dan terbahak-bahak karena berfoto ria dengan mereka-mereka dari pada berteriak atas nama rakyat. Ada yang beralasan bahwa inilah Jakarta, ada yang beralasan bahwa nanti tidak bisa pulang, ada yang beralasan bahwa inilah politik dan ada yang masih komitmen menjaga konsistensi gerakan dan banyak pula yang diam seribu bahasa.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kenapa???&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Keadaan telah memaksa sekian orang, sekian mahasiswa, sekian remaja untuk tidak hanya mencukupi kebutuhannya tetapi juga mencukupi segala keinginannya, dengan kata lain KEMAKAN IKLAN.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Design global tidak hanya pada wilayah pertarung ekonomi bahwa mereka menguasai saham-saham perusahaan besar, tetapi juga menguasai lembaga pendidikan yang kemudian memunculkan BHMN, menguasai kultur masyarakat yang kemudian membawa mainstream gaya hidup yang instan, menguasai pengetahuan yang kemudian mucul standarisasi ilmiah, menguasai negara yang kemudian memunculkan UU otonomi daerah, menguasai personal yang kemudian muncul egoisme, menguasai budaya yang kemudian muncul budaya pop dan menguasai-menguasai lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Orang bilang itulah fakta bumi di mana kita berpijak, tidak pernah ada dalam kamus global kata-kata bergerak tetapi harus di gerakkan. Secepat apa dan sejauh mana kita bergerak ternyata tetap by design global. Pertanyaan yang sederhana kemudian muncul adalah kita harus ngapain hoi......???&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Selanjutnya saya tidak akan menyelesaikan tulisan ini, saya buat sedemikian mbulet supaya orang yang membacanya jadi orang ruwet, dan berangkat dari hal yang ruwet itulah maka harapan saya kita akan berani. Berani bergerak, berani menjual gagasan, berani bertarung dan berani berargumentasi untuk menjadi manusia yang merdeka, sebelum bangunlah raganya lagu Indonesia Raya mendahuluinya dengan bangunlah JIWANYA. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-6478578818623201742?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/6478578818623201742/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=6478578818623201742&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6478578818623201742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6478578818623201742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/07/refleksi-sejarah-gerakan-mahasiswa.html' title='Refleksi Sejarah Gerakan Mahasiswa'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-6410555562582524213</id><published>2007-07-14T10:13:00.000+07:00</published><updated>2007-08-17T10:37:11.727+07:00</updated><title type='text'>Mimpi Buruk Anak-Anak Muda</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;14 Juli 2007&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt;Makhrus Habibi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Bagi anak-anak sekolah, hal yang paling menyenangkan adalah ketika lulus dalam ujian. Karena kelulusan sekolah telah dicitrakan sedemikian rupa untuk menunjukkan tingkat kecerdasan dan keberhasilan dalam dunia pendidikan di tanah air. Ukuran dari keberhasilan sebuah lembaga pendidikan adalah seberapa tinggi mereka mencapai nilai ujian (UAN), seberapa persen mereka mencapai angka kelulusan, sehingga peristiwa 8 (delapan) murid MA Al falah yang tidak lulus pasti di anggap fatal oleh lembaga. Pada perspektif ilmu manajemen dalam kerangka untuk membangun image (branding) mungkin bisa di katakan ia, karena hal ini mencerminkan ada beberapa hal yang salah dalam pengelolaannya, baik pada tingkatan manejerial sebuah lembaga maupun manajerial dalam memproses anak didik. Tetapi dalam perspektif idealitas pendidikan tentu memunculkan tanda tanya besar ??Benarkah? &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt;Ada yang mengekspresikan kegembiraan karena kelulusan meraka dengan coret-coret di baju mereka, konvoi, pesta sex, aktivitas sosial, ada yang berjalan kaki pulang ke kampung halaman, bahkan ada yang sampai bernadzar puasa 7 hari dan masih banyak lainnya aktivitas untuk mengekspresikan kegembiraan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt; Sedangkan pada sisi lain, Bagaimana dengan anak sekolah yang tidak lulus? Ada jutaan anak SMP dan SMA tidak lulus dan harus mengulang lewat ujian susulan. Andaikata itu terjadi pada diri kita, sebuah standarisai pendidikan yang sampai tahun ini masih terus di gugat, masih terus mengorbankan masa depan berjuta-juta anak pada tiap tahunnya, berjalan lancar bebas hambatan. Ada yang menyikapinya dengan demonstrasi, ada yang menyikapinya dengan keterpaksaan dan tidak sedikit juga yang menyikapinya dengan membimbing jawaban kepada peserta ujian yang dalam kasus ini ada sebuah kesepakatan bersama, barangsiapa yang melaporkan akan di keluarkan dari sekolah atau di alih tugaskan (kasus gerakan Air Mata Ibu. Medan)&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt; Ini memang sudah di set sedemikian rupa oleh negara, itulah asumsi penulis, Kalaupun mereka bodoh atau pintar? Siapa yang berani menjamin kebodahan dan kecerdasan mereka? Karena bodoh dan cedas bukan ujian nasional ukurannya. Kenyataan dari sistem pendidikan kita telah mengabaikan kecerdasan-kecerdasan lain pada diri siswa, ada kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, sosial dan lain sebagainya, sehingga sangat wajar ketika mainstream yang dibawa ini akan membawa sistem evaluasi yang positivis (matematik) karena diantaranya dengan melalui UAN. Landasan filosofisnya saja sudah salah apalagi sistem evaluasinya.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt; Apa sesungguhnya hakikat sekolah itu? Kenapa banyak orang yang gila dan tergila-gila atau bahkan di buat gila? Gila karena terbuai idealisme sekolah, kucuran dana sekolah oleh negara, dan lain sebagainya. Apakah kita berkesimpulan bahwa sekolahan itu satu-satunya pintu menuju dunia realis/nyata yang terhampar di Indonesia? &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt;Apa sebenarnya dunia pendidikan dan sekolah itu? Dalam benak kolektif-kesadaran kita bersama, teronggok disana secara angkuh bahwa sekolah adalah satu-satunya tempat atau tempat berproses untuk memperoleh pengetahuan dan satu-satunya jalan menuju dunia nyata. Untuk dapat memperoleh uang, memperoleh status, memperoleh kerja ini-itu dan lain-lain. Demikiankah sekolah itu? Apakah dengan tidak disekolah tertutup akal, hati dan kesadaran kita bahwa sesungguhnya ada banyak tempat yang kita disana dapat memperoleh yang namanya ilmu dan pengetahuan sebagai bekal untuk lebih mengenal dari dekat dan sedekat-dekatnya kenyataan keseharian keindonesiaan. Kenyataan ekonomi, politik, budaya, seni, dan hiruk-pikuk susah senangnya hidup di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt;Tapi bagaimanapun juga pendidikan sudah kadung menjadi kenyataan tersendiri yang saling kait mengait dengan kenyataan-kenyataan sosial lainnya yang menjadi penopang kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun pendidikan atau sekolah yang bertipe bagaimanakah yang benar-benar dapat bukan sekedar dapat memberikan nilai guna, namun lebih dari itu sekolah adalah ruang untuk mencipta dan memproses terbentuknya karakter dan budaya bagi keberlangsungan perkembangan dan ketahanan mental, spiritual, akal budi, skil, dan daya semangat hidup anak-anak muda lulusan sekolahan itu?&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:78%;"&gt; Setidaknya melalui tulisan ini kita berefleksi kembali pada diri masing-masing, dalam menjawab pertanyaan sederhana di atas untuk apa kita kuliah dan dan apakah kuliah hanya satu-satunya jalan untuk menitih masa depan? Kita mencoba kemblai menggugah kesadaran-kesadaran diri tentang hakikat lembaga pendidikan...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"    style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-6410555562582524213?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/6410555562582524213/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=6410555562582524213&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6410555562582524213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6410555562582524213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/07/mimpi-buruk-anak-anak-muda.html' title='Mimpi Buruk Anak-Anak Muda'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-6776131593874907628</id><published>2007-07-09T07:36:00.000+07:00</published><updated>2007-08-17T10:37:29.847+07:00</updated><title type='text'>Ayo Bela Nelayan Jakarta dengan SMS-mu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;Tolak Reklamasi Pantura Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;Menjelang berakhirnya masa jabatan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, rencana reklamasi Pantai Utara (Pantura) Jakarta kembali mencuat. Proyek yang menelan biaya kurang lebih sebesar Rp3,499 triliun itu sempat terganjal Keputusan Menteri (Kepmen) Negeara Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2003 yang menyatakan ketidaklayakan lingkungan dari proyek reklamasi Pantura Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantai Utara (Pantura) Jakarta terbentang sepanjang 32 kilometer. Bagian yang akan direklamasi adalah sejauh 1,5 kilometer dari bibir pantai ke arah laut dengan kedalaman maksimal mencapai 8 meter. Reklamasi itu dimulai dari sebelah Timur perbatasan Cilincing dengan Kabupaten Bekasi hingga sebelah Barat perbatasan Penjaringan dengan Kabupaten Tangerang. Rencananya, di lahan baru tersebut selain diperuntukan bagi pembangunan kawasan komersial berupa industri, fasilitas kegiatan pariwisata, perkantoran, dan sarana transportasi, akan dibangun pula kompleks perumahan mewah yang berkapasitas 750.000 jiwa.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#000000;"&gt; Dampak Lingkungan Hidup dari Reklamasi Pantura Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reklamasi Pantura Jakarta akan menimbun perairan di kawasan itu seluas 2.700 ha dengan bahan material sebanyak 330 juta m3. Akibatnya, ekosistem pesisir yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu di kawasan tersebut pun terancam punah. Kehancuran itu antara lain berupa hilangnya berbagai jenis pohon bakau di Muara Angke, punahnya ribuan jenis ikan, kerang, kepiting, dan berbagai keanekaragaman hayati lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya mengancam keberlanjutan ekosistem di kawasan pesisir, reklamasi Pantura Jakarta juga dipastikan akan meningkatkan dan memperparah potensi banjir di Jakarta. Hal itu dikarenakan reklamasi tersebut akan mengubah bentang alam (geomorfologi) dan aliran air (hidrologi) di kawasan Jakarta Utara. Perubahan itu antara lain berupa tingkat kelandaian, komposisi sedimen sungai, pola pasang surut, pola arus&lt;br /&gt;laut sepanjang pantai, dan merusak kawasan tata air seluas 10.000 ha (Herdianto WK, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak Sosial Reklamasi Pantura Jakarta &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;Dari sisi sosial, rencana reklamasi Pantura Jakarta tersebut diyakini juga akan membuat 125.000 nelayan tergusur dari sumber kehidupannya. Penggusuran itu dilakukan karena kawasan komersial mensyaratkan pantai sekitarnya bersih dari bagang-bagang (perangkap ikan) nelayan. Penggusuran ini membuat nelayan yang sudah miskin menjadi semakin miskin. Ratusan ribu anak nelayan pun akan terancam putus sekolah. Ratusan ribu balita juga akan tidak terjamin kesehatannya, dan ratusan ribu orang dipastikan akan kehilangan pekerjaannya (Walhi Jakarta, 2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo Bela Nelayan Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu, ungkapkanlah penolakan Anda terhadap rencana proyek reklamasi Pantura Jakarta melalui SMS ke:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kepala BPLHD DKI Jakarta, Bp.Ir.Budirama Hp. 0813 141 53354&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketua Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRD DKI Jakarta, Bp. Sayogo Hp. 0816 1875 845 atau 0811 846 769&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Muhayar Hp 0811 105 332&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Tubagus Hp. 0815 1300 5024&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, Arkeno Hp. 0855 7800 434&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) DKI Jakarta, Sarwono Kusumaatmaja Hp. 0812 8016 033&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;KAUKUS LINGKUNGAN HIDUP JAKARTA &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-6776131593874907628?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/6776131593874907628/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=6776131593874907628&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6776131593874907628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6776131593874907628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/07/tolak-reklamasi-pantura-jakarta.html' title='Ayo Bela Nelayan Jakarta dengan SMS-mu'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-7299354819238142331</id><published>2007-07-09T07:32:00.000+07:00</published><updated>2007-07-22T09:22:54.249+07:00</updated><title type='text'>Yang Berbahaya di Lingkungan Kita</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#ff0000;"&gt;1. BEKAS BOTOL AQUA&lt;br /&gt;Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT, etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastic rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#ff0000;"&gt;2. PENGGEMAR SATE&lt;br /&gt;Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. UDANG DAN VITAMIN C&lt;br /&gt;Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. MI INSTAN&lt;br /&gt;Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya engapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi instan setiap hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN&lt;br /&gt;Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi ebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung ianggap sebagai "pelindung" makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kertas.&lt;br /&gt;Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah)yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar keberbagai jaringan lain, seperti: ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) &amp;amp; paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang usah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe&lt;br /&gt;goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang p anas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbale makanan tsb. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Styrofoam&lt;br /&gt;Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan&lt;br /&gt;karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat&lt;br /&gt;dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan p anas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan ahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JADILAH SAHABAT BAGI ORANG LAIN DAN KIRIMKAN TULISAN INI SEBANYAK MUNGKIN KEPADA SAHABAT ANDA.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-7299354819238142331?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/7299354819238142331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=7299354819238142331&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7299354819238142331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7299354819238142331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/07/yang-berbahaya-di-lingkungan-kita.html' title='Yang Berbahaya di Lingkungan Kita'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-6054616095684842898</id><published>2007-07-09T07:21:00.000+07:00</published><updated>2007-08-17T10:37:55.477+07:00</updated><title type='text'>Kebahagiaan ...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;Akhir-akhir ini kita sering mendengar kisah-kisah, meski tidak unik tetapi menarik, yang menampakkan paradoks kehidupan. Ada kisah-kisah perkawinan penuh senyum berdampingan dengan perceraian dalam dendam. Ada kisah lahirnya anak selebritis diiringi sukacita berbarengan dengan berita mayat-mayat bayi di tumpukan sampah. Ada juga kisah kenikmatan seks rombongan beriringan dengan cerita tangis kepasrahan penggemar Arifin Ilham atau Pendeta Lumoindong. Ada kisah mahamurah Bunda Teresa beriringan dengan cerita kebengisan George W. Bush. Betapa riuhnya dunia tempat kita tinggal. Penuh pertentangan. Seribu satu kelakuan muncul dari mahluk berjenis manusia. Dari tujuh not nada bertunaslah jutaan lagu. Mungkin itulah yang menjadi alasan Socrates (470-399 SM) lebih suka membincangkan soal manusia daripada alam semesta seperti yang dilakukan filsuf-filsuf Yunani sebelumnya. Kalau boleh berspekulasi, semua yang dilakukan manusia, entah diakui atau tidak, adalah upaya memperoleh kebahagiaan dan menghindari kesengsaraan. &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;Setiap orang ingin bahagia. Itu pasti. Manusia berupaya mengalami kebahagiaan. Ada yang percaya bahwa kebahagiaan bisa dicari dalam harta. Orang bekerja keras membanting tulang, mengumpulkan uang, atau menipu untuk memperoleh kekayaan sebanyak-banyaknya. Kekayaan dianggap puncak yang harus dicapai untuk menikmati matahari terbit yang indah. Semakin banyak yang dimiliki, semakin bahagialah ia. Ada pula yang percaya sebaliknya; meninggalkan harta adalah sumber kebahagiaan. Ada orang yang menanggalkan semua hartanya, tidak bekerja, dan pergi ke tempat-tempat sunyi menjadi pertapa. Kekayaan dianggap jurang gelap nan dalam dan bisa membinasakan kebahagiaannya sebagai manusia fana. Semakin sedikit kebutuhan akan kekayaan, semakin bahagialah ia. Benarkah kebahagiaan ada atau tidak ada dalam sesuatu di luar diri kita, ataukah ia berada dalam diri kita dan menunggu untuk ditemukan? Kebahagian merupakan tujuan akhir dari segala upaya yang dilakukan manusia. Kebahagian berharga pada dirinya sendiri. Ketika orang sudah mencapai kebahagiaan, yang lain menjadi tidak perlu lagi. Tapi apa sebenarnya kebahagiaan itu?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;Belajar Filsafat kali ini akan membahas tentang kebahagiaan, sebuah tema yang sudah sekuno filsafat itu sendiri. Para filsuf, mulai dari Budha, Socrates, hingga Kierkegaard mencari kebahagiaan. Begitu pula saya, teman saya, sepupu saya, dan Anda. Saya punya teman. Dia cantik, pintar, memraktekkan agamanya, dan gaul. Tidak sedikit teman laki-laki yang mendekatinya. Ada juga yang langsung mengajaknya menikah. Dia belum bergeming dan tidak memilih salah satu. “Kenapa pilih-pilih begitu?” tanya saya suatu kali. “Tidak adakah satupun dari mereka yang memenuhi kriteriamu?”. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;Ada yang sudah mapan, bekerja di suatu bank ternama di Bandung. Ada juga seorang ahli teknik di Danone-Aqua. Dia ingin masa depan yang bahagia. Tentu saja. Semua orang juga ingin. Dia percaya kebahagiaan bisa diperoleh dari keluarga yang harmonis, suami yang setia, anak yang baik, penghidupan yang layak, dan mertua yang tidak cerewet. Dia percaya kebahagiaan ada di ‘luar sana’; di luar dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita cermati semua ajaran agama dan filsafat yang pernah mampir ke dunia ini, maka kita akan menemukan bahwa kebahagiaan tidak ada ‘di luar sana’ secara murni. Ada andil dari pemahaman kita sendiri tentangnya. Socrates, misalnya, bilang bahwa kebahagiaan adalah keadaan ketika kita mencapai diri yang sempurna. Kesempurnaan ini diraih dengan mencapai pemahaman akan ‘yang baik’; dan kita mencapai ‘jiwa yang baik’ (eudaimonia)1. Eudaimonia sering diterjemahkan sebagai kebahagiaan; kebahagiaan dalam arti luas; keadaan jiwa manusia yang melampaui perasaan subjektif seperti senang atau gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kebahagiaan ini tercapai? Sekali lagi Socrates menjawab: “Dengan memiliki keutamaan berupa pengetahuan tentang ‘yang baik’”. Keselarasan antara mengenal dan berperilaku baik merupakan jalan satu-satunya mencapai kebahagiaan. Teman saya langsung ngotot. “Tidak; tidak mungkin benar. Buktinya para pejabat itu tahu bahwa orang miskin itu sengsara, tapi tetap saja mereka menerapkan kebijakan yang menyengsarakan orang miskin!” Ya, teman saya benar juga. Banyak orang tahu tentang ‘yang baik’, tapi mereka tidak menerapkan dalam kehidupan mereka. Mereka tahu bahwa menipu bukan ‘yang baik’, tapi mereka melakukannya. Keberatan seperti ini ada benarnya, tetapi maksud Socrates dengan ‘mengetahui yang baik’ adalah mengetahuinya secara eksistensial, bukan secara teoritis. Artinya, ‘mengetahui’ itu melibatkan seluruh aspek dan dimensi kepribadian manusia. Contoh dalam kartun adalah ketika tokoh digambarkan dinaungi awan berisi bola lampu dan diriingi suara ‘ting!”. Orang yang bahagia adalah orang yang tahu tentang ‘yang baik’ dan berusaha mencapainya sesederhana apapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kebahagiaan berada di dalam diri kita sekaligus berada di ‘luar sana’. Orang yang bergantung pada sesuatu ‘di luar sana’ untuk bisa bahagia, rasanya tidak akan pernah bahagia karena tidak semua yang ‘di luar sana’ bisa kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Socrates tidak punya sekolah, banyak orang yang kemudian mengaku sebagai muridnya dan menyatakan bahwa mereka menjalankan filsafatnya. Dua di antara yang terkenal adalah Kaum Sinis dan Hedonis. Suatu hari Socrates sedang jalan-jalan di sudut Athena diikuti beberapa orang ‘muridnya’. Ketika melewati sebuah toko kelontong, Socrates berucap: “Hmm, ternyata banyak nian yang tidak aku perlukan”. Ucapan sinis inilah yang membuat Diogenes dari Sinope (412-323 SM) menerapkan ajaran “dengan sesedikit mungkin material yang dibutuhkan, maka kita akan mencapai kebahagiaan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diogenes yang juga dikenal sebagai Diogenes dalam Tong, konon pernah dikunjungi oleh Alexander Agung. Sang Kaisar bertanya: “Dio, adakah yang engkau inginkan dariku?”. Dari dalam tongnya, Diogenes menjawab, “Ya, bergeserlah ke samping, Anda menghalangi cahaya mentari”. Antisthenes (?), seorang dari filsuf Sinis pernah bilang: “Aku takut pada harta-kekayaan karena ia menciptakan ketidaksetaraan; ketaksetaraan menimbulkan kecemburuan; dan kecemburuan memunculkan kebencian; dan kebencian menurunkan derajat kemanusiaan manusia.” Bagi Diogenes dan kaum Sinis lainnya, keterikatan pada barang-barang materi telah merusak kealamiahan manusia dan karenanya menjauhkan manusia dari kebahagiaan. Kebahagiaan adalah kelepasan dari ketergantung terhadap sesuatu ‘di luar sana’; terutama materi. Sepanjang hidupnya konon Diogenes cuma punya satu mantel, tongkat, kantong roti, dan tong tempat tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat bersebrangan datang dari orang yang juga mengaku sebagai murid Socrates, yaitu Aristippus (435-355 SM), filsuf dari Kyrene, Afrika Utara. Socrates pernah mengajarkan bahwa tujuan hidup adalah mencapai kebahagiaan. Kebahagiaan diperoleh dengan mengetahui ‘yang baik’. Filsafat adalah upaya untuk mengetahui ‘yang baik’ tersebut. Oleh Aristippus ‘yang baik’ diterjemahkan sebagai ‘yang nikmat’. Segala sesuatu yang nikmat bagi tubuh adalah baik. Orang bahagia adalah orang yang mengupayakan kenikmatan dalam hidupnya. Mengejar kenikmatan merupakan upaya (actus) yang dilandasi oleh pemahaman tentang yang nikmat (praxis). Rasio manusia bertugas untuk memperhitungkan pemaksimalan kesenangan dan peminimuman kesusahan (badani). Kalau kita pikir-pikir, bisa jadi pemikirannya benar. Selama ini tidak sedikit orang yang mengupayakan kenikmatan badani dengan mengumpulkan kekayaan, lalu membelanjakannya untuk makanan lezat, minuman enak, seks, tamasya, atau ke spa. Orang berlomba-lomba memperoleh kenikmatan. Bahkan barang terlarang pun dibeli jika itu memberi kenikmatan. Tetapi apakah benar kebahagiaan bisa diperoleh dari itu semua? Jawabannya jauh dari abad ke-19 di Denmark. Søren Kierkegaard (1813-1855), filsuf eksistensialis itu bilang “ya, bisa”. Kenikmatan badani atau oleh Kierke disebut sebagai kenikmatan estetik merupakan satu dari beberapa sumber kebahagiaan manusia. Tetapi, kenikmatan estetik itu sifatnya sangat terbatas. Selagi sumber kenikmatan itu ada, maka bahagialah ia. Sumber kenikmatan seperti tamasya, minuman enak, makanan lezat, tidak bertahan lama. Ketika tubuh sakit, maka lenyaplah segala kenikmatan itu. Ketika tidak lagi mempunyai uang untuk membeli ‘kebahagiaan’ itu, sengsaralah kita. Selain itu, kita akan selalu mencari dan terus mencari lagi sesuatu yang baru dan dianggap menyenangkan. Intinya, ketergantungan kepada sesuatu di luar diri; apalagi berupa materi, bukanlah sumber kebahagiaan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke ajaran kaum Sinis, maksud ajaran mereka tentang ketidakterikatan pada materi pada intinya bukan berarti kita tidak boleh mempunyai dan menikmati materi; tetapi tidak terikat dengan yang kita punyai tersebut. Dalam ajaran agama mungkin ini yang disebut ikhlas. Semuanya milik Allah. Semua ada dan tiada karena Allah. Ketika kita terikat, maka sama saja seperti kita melekatkan stiker ke betis. Cabutlah stiker itu, maka sakitlah betis kita karena ada yang tercerabut, yaitu bulu. Muhammad, nabi Islam dari Arab, konon pernah bilang: janganlah mencintai atau membenci seseorang (juga sesuatu) seratus persen. Cukuplah lima puluh persen saja. Sebab kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Bisa jadi orang yang paling kita cintai menjadi orang yang paling membuat kita menderita; dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aristoteles (384-324 SM), salah seorang murid Plato yang terkenal, mengajukan pendapat bahwa kebahagiaan adalah tujuan terakhir hidup manusia. Apabila kita sudah bahagia, maka kita tidak memerlukan apa-apa lagi. Kalau sudah bahagia, tidak masuk akal jika kita masih mencari sesuatu yang lain. Kebahagiaan itulah yang baik dan bernilai pada dirinya sendiri. Berkaitan dengan kenikmatan estetik di atas, keterbatasan sumber kenikmatan dan efek terus mencari ‘yang lain’ untuk bisa bahagia menunjukkan bahwa kebahagiaan yang diperoleh dari kenikmatan badani bersifat semu. Ketika ketika percaya bahwa kita akan bahagia dengan mempunyai sebuah mobil mewah, maka ketika kita tidak memilikinya maka kita akan sengsara. Itu namanya kebahagiaan bersyarat. Rumusnya adalah: bila ada X maka bahagia. Ketergantungan pada X, sesuatu yang kita anggap membahagiakan, justru bagi Budha Gautama adalah sumber kesengsaraan. “Keinginan adalah sumber penderitaan”, ajar Budha pada muridnya Kasyapa (Kalimat ini pernah menjadi sepenggal lirik lagunya Iwan Fals).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, jika kebahagiaan tidak kita gantungkan pada sesuatu ‘di luar sana’, apalagi berupa kenikmatan materi, apa yang mesti kita lakukan? Apakah kita akan mengikuti Budha dengan cara melenyapkan keinginan? Bila sumber kebahagiaan berada dalam diri kita sendiri, bagaimana kita memunculkannya? Apakah dengan mengetahui sebanyak mungkin hal dan menganalisisnya untuk menemukan ‘kebahagiaan’ kita sendiri? Tetapi dengan semakin banyak tahu, bukankah kita akan semakin punya banyak pertanyaan; dan setiap pertanyaan adalah kegelisahan dan tidak akan menentramkan? Ada satu novel Jepang. Oleh kawan saya dianggap bukan karya sastra bermutu. Judulnya Musashi, karya Eiji Yoshikawa. Dalam novel tersebut Musashi, tokoh utamanya, mengalami perubahan yang cukup radikal sepanjang perjalanan hidupnya. Perubahan tersebut dipicu oleh perubahan-perubahan cara pandangnya tentang berbagai hal; terutama pandangannya tentang diri dan hidup yang dijalani. Ia ingin mengikuti “Jalan Pedang” untuk mencapai kebahagiaan. Mulanya dia beranggapan bahwa menjadi yang terkuat akan menghantarnya menuju hidup bahagia. Dia lewati jalan hidupnya dengan menantang hampir semua jagoan pedang. Beberapa perguruan dikalahkannya. Namun, perjumpaan-perjumpaannya dengan berbagai orang dan peristiwa yang mengajari hidup dan kehidupan telah menghantarnya pada pemahaman bahwa Jalan Pedang sejati adalah kemampuan tidak menggunakan pedang alam pertarungan dengan lawan; dan lawan yang paling tangguh adalah diri sendiri. Oleh karena itu, hidup bahagia bisa dicapai dengan menerapkan perilaku rendah hati, kejujuran, dan mengikuti alam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;Mungkin semua kesimpulan Musashi terdengar klise dan biasa-biasa saja karena kita sudah tahu semua itu dari pelajaran agama dan pendidikan moral yang kita dapat sejak kita kecil. Tetapi, pengetahuan kita tentang hal tersebut masih bertaraf ‘pengetahuan teoritis’. Pengetahuan teoritis akan ‘yang baik’ tidak serta merta membuat kita berperilaku ‘baik’. Buktinya berapa puluh kali para pejabat negara kita mengikuti Diklat yang pasti salah satu kuliahnya adalah tentang moral Pancasila. Nyatanya negara kita adalah negara terkorup di Asia Tenggara. Jadi, yang penting justru bukan kesimpulan itu sendiri, tetapi bagaimana orang mengetahuinya secara eksistensial lewat seluruh hidup yang dijalani; lewat kisah-kisah yang dialami. Ada sebuah pepatah: “pengalaman adalah guru terbaik”. Pepatah ini tidak keliru, tetapi hanya separuh benar. Hanya pengalaman yang diolah, dipikirkan, dan dihidupi saja yang bisa menjadi guru terbaik sehingga, sebenarnya, kitalah guru terbaik itu sendiri. Olah karena itu Socrates berpesan: “Hidup yang tidak pertanyakan adalah hidup yang sia-sia”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan bergurau Pak Socrates! Kalau kita selalu mempertanyakan hidup ini, kita akan kebanjiran pertanyaan yang mau tidak mau akan mengurangi kesempatan kita menikmati hidup yang singkat ini! Bukankah memusingkan untuk menjawab dari pengalaman sendiri “untuk apa hidup?”? Lebih baik kita copy-paste saja jawaban yang sudah ada. Misalnya jawaban ustad terkenal atau dari buku orang sukses. Bisa juga dari buku-buku panduan manajemen (qalbu, emotional &amp; spiritual quotien, dkk.). Atau, mungkin lebih baik tidak usah ditanyakan saja. Hidup kita singkat. Belum lagi berbagai kesibukan seperti pacaran, belanja, kuliah, kursus bahasa Prancis di CCF, atau makan bareng teman-teman di warung sea-food. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;Waktu seusia anak kelas 5 SD, saya, seperti sebagian anak kampung lainnya, pernah menjadi gembala domba. Sepulang sekolah saya menggiring domba ke padang rumput sementara bapak mengumpulkan rumput. Betapa&lt;br /&gt;nyamannya menjadi domba. Tidak perlu sekolah dan diteror PR setiap hari. Si domba lahir dan menyusu pada ibunya, lalu setelah beberapa minggu ia belajar mencari makan. Dia belajar memilih rumput yang enak supaya sehat dan gemuk. Dia belajar mengunyahnya sesuai tradisi. Ketika sudah ahli mencari rumput dan mengunyahnya, domba itu belajar juga mencari pasangan kawin dan ‘menikmati’ seks. Mula-mula ditolak. Tapi lama-lama dapat juga. Domba pun kawin dengan domba betina pilihannya. Istrinya hamil dan melahirkan anak. Anaknya beranjak remaja dan sudah bisa mencari makan sendiri. Kini si domba sudah dewasa dan menjelang ajal, entah dijagal untuk dimakan dagingnya atau mati karena penyakit. Sejak dijinakkan 10.000 tahun lalu, mungkin hampir semua domba menjalani hidupnya seperti domba saya. Mereka menjalani hidup seadanya. Hidupnya mengalir; benar-benar mengalir seperti air sungai Nil. Tidak pernah berhenti dan merenung sejenak. Tidak ada “pengalaman”, tidak pula pertanyaan. Begitu tentram hidupnya. Begitulah cara domba saya mengalami ‘kebahagiaan’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zorosastro Wardoyo&lt;br /&gt;Sindikat Belajar Filsafat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-6054616095684842898?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/6054616095684842898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=6054616095684842898&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6054616095684842898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6054616095684842898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/07/kebahagiaan.html' title='Kebahagiaan ...'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-6964369918543604020</id><published>2007-06-23T21:03:00.000+07:00</published><updated>2007-08-17T10:38:21.468+07:00</updated><title type='text'>Siswa Tsanawiyah Al-Falah Lulus 100%</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Berbeda dengan siswa Aliyah yang ternyata pada Ujian Nasional tahun ini tidak lulus sebanyak 8 dari total 57 siswa (14%), siswa Madrasah Tsanawiyah justru berhasil lulus semua. Hal ini tentu menjadi sebuah kebanggan bagi guru dan ustadz yang menjadi dewan pengajar pada level ini. Semoga tingkat kelulusan ini menjadi tanda bahwa Al-Falah memang cukup mampu menghadapi persaingan dunia pendidikan yang carut marut ini. Semoga juga, Al-Falah bisa memacu diri lebih pesat menuju Peradaban Pendidikan yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"   style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-6964369918543604020?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/6964369918543604020/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=6964369918543604020&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6964369918543604020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6964369918543604020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/siswa-tsanawiyah-al-falah-lulus-100.html' title='Siswa Tsanawiyah Al-Falah Lulus 100%'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-4381322480645408365</id><published>2007-06-20T19:50:00.002+07:00</published><updated>2007-08-17T10:38:56.940+07:00</updated><title type='text'>Analisis Drastisnya Kenaikan Ketidaklulusan Siswa  SMA dalam UN</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: left"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Oleh : Muhammad Zainal Abidin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;Mahasiswa Semester 6 Jurusan Pendidikan Matematika&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="FONT-STYLE: italic"&gt;UIN Alauddin Makassar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;Mengapa tingkat ketidaklulusan Ujian Nasional siswa SMA tahun ini naik secara drastis?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;Menurut hemat penulis, ada beberapa hal yang dapat menyebabkan hal ini, diantaranya adalah hal-hal sebagai berikut ...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* Tradisi guru memberi bantuan jawaban kepada murid yang ternyata malah menimbulkan &lt;span style="COLOR: rgb(255,0,0)"&gt;perasaan tidak Percaya Diri siswa &lt;/span&gt;dalam mengerjakan soal Ujian. Hal ini bisa berakibat pada keragu-raguan siswa pada jawabannya sendiri. Yang parah, jika ternyata siswa mengganti jawabannya yang benar dengan jawaban dari guru yang belum tentu benar. Hahaha... Komunitas Air Mata Guru telah membuktikan banyaknya kecurangan dalam hal ini. Bukankah dalam mempertahankan kebenaran dan kejujuran ini adalah sesuatu yang teramat sulit bagi siswa-siswa Indonesia yang sudah lekat dengan tradisi MENCONTEK? Apalagi persen kelulusan sangat mempengaruhi Image sekolah bersangkutan. Bagaimana ternyata jika SMA favorit tak mampu meluluskan 100% siswanya? Nah, hal ini menjadi alasan utama kepala sekolah dan guru-guru melakukan tindakan curang..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* Adanya &lt;span style="COLOR: rgb(255,102,102)"&gt;kesalahan dalam PAKET SOAL&lt;/span&gt;. Dua jenis paket soal yang diberikan kepada siswa (Paket untuk siswa yang bernomor ganjil dan genap) tentunya kadang menimbulkan kerancuan. Situasi ujian yang tak relax sama sekali memungkinkan pihak Panitia Ujian salah dalam memberikan paket. Bisa jadi,siswa yang harusnya mendapatkan paket ganjil malah mendapatkan paket soal genap, atau sebaliknya. Yang lucu, jika siswa paket ganjil mencontek jawaban dari paket genap. Yaaa... hasilnya, OTOMATIS, jawabannya salah semua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* Ketidakmampuan siswa &lt;span style="COLOR: rgb(255,102,102)"&gt;melingkari jawaban pada lembar ujian komputer dengan sempurna&lt;/span&gt;. Komputer yang melakukan Scanning terhadap lembar jawaban menentukan kriteria lingkaran yang dapat dikenali, sedikit teledor saja, akan berakibat fatal. Itu menurut ahli komputer. Apalagi jika siswa yang bersangkutan mengisi jawaban seadanya, tanpa memperhatikan lingkaran yang dibuat sudah total atau belum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* &lt;span style="COLOR: rgb(255,102,102)"&gt;Pensil 2B&lt;/span&gt;. Faktor ini belum tentu pasti. Saya sempat mendengarkan pembicaraan seorang penjual Alat Tulis Kantor, katanya, salah satu penyebab tingginya tingkat ketidaklulusan adalah karena pensil 2B memang bukanlah pilihan yang sempurna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* &lt;span style="COLOR: rgb(255,102,102)"&gt;Standar nilai yang LEBIH TINGGI&lt;/span&gt; dari tahun sebelumnya tentu saja berakibat buruk pada &lt;span style="COLOR: rgb(255,102,102)"&gt;psikologi&lt;/span&gt; siswa. Belum lagi bagi siswa yang pada malam sebelum Ujian Patah Hati. Hahaha... Bisa berabE jadinya! Padahal nilai 5,0 adalah standar rendah untuk kenaikan Kelas. Siswa dengan nilai MERAH ini tidak akan bisa naik ke level kelas yang lebih tinggi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;* &lt;span style="COLOR: rgb(255,102,102)"&gt;Nasib&lt;/span&gt;... Kali!!! Guru-guru di SMA lebih sayang pada siswanya. Kalau tidak bisa tahun ini, Insya Allah tahun depan masih ada. Atau yang mau cepat, Paket C saja. Kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"    style="font-family:verdana;font-size:78%;color:#000000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-4381322480645408365?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/4381322480645408365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=4381322480645408365&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/4381322480645408365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/4381322480645408365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/analisis-drastisnya-kenaikan_20.html' title='Analisis Drastisnya Kenaikan Ketidaklulusan Siswa  SMA dalam UN'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-1627255237284962735</id><published>2007-06-15T17:58:00.003+07:00</published><updated>2007-06-20T20:11:24.257+07:00</updated><title type='text'>Delapan Siswa MA Al-Falah tidak Lulus UN 2007</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Makassar, Tribun -- Sekitar 2.600 siswa kelas III sekolah menengah atas (SMA) di Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak lulus di ujian nasional (UN) yang digelar Mei lalu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ketua Panitia UN Sulsel 2007, Abdul Jabbar, mengungkapkan hal tersebut di Makassar, Selasa (12/6). Hasil tersebut diperoleh dari badan standar UN di Jakarta, dan sudah dibagikan ke seluruh kabupaten/kota.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Tapi, hasil tersebut masih harus dikonversi dengan nilai lain di sekolah masing-masing. Jadi ini baru angka UN dan bukan kelulusan dari sekolah," kata Jabbar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost" span style="font-size:85%;"&gt; Angka kelulusan UN di Sulsel mencapai 95 persen dari sekitar 47.426 siswa peserta UN. Hasil ini lebih baik bila dibandingkan dengan tingkat kelulusan UN secara nasional yang hanya 90 persen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Jeneponto meraih tingkat kelulusan di UN tahun ini. Dari 1.354 peserta UN di Sidrap, hanya sembilan siswa yang tidak memenuhi standar atau tingkat kelulusan di atas 95 persen.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sedangkan di Kabupaten Jeneponto hanya 11 siswa yang nilainya tidak mencapai standar UN dari 1.490 peserta UN.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sementara di Makassar, tingkat kelulusan UN sekitar 95 persen atau 1.062 peserta tidak mencapai nilai standar dari 18.965 peserta UN.&lt;br /&gt;Menurut Jabbar, tingkat kelulusan tahun inilebih baik meski standar nilai UN dinaikkan menjadi 5,0. Dia menambahkan, penentuan lulus tidaknya siswa tergantung pada kebijakan sekolah masing-masing, pasalnya, meski siswa tersebut nilainya memenuhi standar tapi perilakunya tidak, maka akan tidak lulus juga.&lt;br /&gt;Hal ini sesuai dengan buku petunjuk UN, yang tidak hanya menilai dari nilai standar namun perilaku siswa tersebut.&lt;br /&gt;Untuk pengumuman hasil UN tersebut, menurut Jabbar terserah dari pihak sekolah kapan ingin mengumumkannya, sehingga pengumuman UN SMA/MA/SMK nantinya tidak akan dilaksanakan secara serentak, yang penting pelaksanaannya paling lambat pada 16 Juni mendatang.&lt;br /&gt;"Mungkin saja besok (hari ini), karena hasil tersebut sudah ada di semua sekolah kabupaten/kota. Selama pihak sekolah sudah merekap semua nilai, mereka sudah dapat mengumumkan nilai UN siswa," jelas Jabbar.&lt;br /&gt;Untuk hasil UN tingkat sekolah menengah pertama (SMP), hasilnya baru akan diterima dari pusat pada 16 Juni mendatang.&lt;br /&gt;Sedangkan Kepala Badan Standar Pendidikan Nasional Yunan Yusuf mengatakan hasil ujian nasional telah dikirimkan ke daerah. "Seminggu yang lalu telah dikirim, diserahkan ke daerah kapan diumumkan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yunan tidak mau memastikan jumlah siswa yang lulus ujian nasional. "Kami tidak dalam posisi mengumumkan, tapi kalau dipersentasikan jumlah kelulusan ada di angka 90-an persen," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ujian Akhir&lt;br /&gt;Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Makassar Suardi mengatakan, pihaknya belum berani mengumumkan persentase kelulusan di setiap sekolah.&lt;br /&gt;Alasannya, masing-masing sekolah masih melakukan rekapitulasi nilai antara nilai mata pelajaran yang diujikan pada ujian nasional (UN) dan nilai yang diujikan pada ujian sekolah (US).&lt;br /&gt;"Kita belum memastikan kelulusannnya. Sebab, bisa saja persentase kelulusan akan meningkat karena dipengaruhi oleh nilai ajian akhir siswa yang bersangkutan," kata Suardi.&lt;br /&gt;Sedang Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Makassar Mahmud BM mengatakan, meski persentase kelulusan SMA di kota Makassar belum diumumkan, namun dia menggambarkan, ada sebuah sekolah yang 100 siswanya tidak lulus UN.&lt;br /&gt;"Saya tidak bisa sebutkan. Yang jelas persentase kelulusan tiap sekolah di Makassar bervariasi. Mulai dari 70 persen, 75 persen, 95 persen, dan hanya sedikit sekolah yang meluluskan siswanya hingga 100 persen. Bahkan ada sekolah unggulan yang siswanya tidak lulus," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengawas Independen&lt;br /&gt;Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Prof Dr Mansyur Ramly menilai salah satu tingginya angka ketidaklulusan disebabkan karena efektifnya tim pengawas independen melaksanakan tugasnya melakukan pengawasan di lapangan.&lt;br /&gt;Namun, kata Mansyur, tingginya ketidaklulusan bukan berarti nilai rata-rata UN menurun. Sebab, di sisi lain, nilai rata-rata UN meningkat dari tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;"Ini menunjukkan bahwa mutu penyelenggaraan UN dan mutu siswa kita semakin membaik. Kenyataan ini akan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar pad atahun depan," katanya.&lt;br /&gt;Mansyur memberikan tanggapan itu seusai mengikuti rapat di kantor Wapres RI tentang kebijakan UN tahun 2008 bersama deputi wapres bidang kesra dan dirjen dikdasme.&lt;br /&gt;"Selain membicarakan masalah UN, kita juga mempersiapkan kebijakan UN untuk sekolah dasar dan madrasyah ibtidaiyah (SD/MI) tahun 2008. Setelah itu saya menggelar rapat dengan mendiknas tentang rancangan peraturan pemerintah (RPP) pendanaan pendidikan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 102);font-size:85%;" &gt;BAGAIMANA DENGAN AL-FALAH?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-size:85%;" &gt;Info terbaru menyebutkan bahwa Delapan orang dari 57 total Siswa Aliyah tidak berhasil lulus dalam ujian nasional ini. Dari total 57 siswa tersebut, terdapat 2 orang siswa dari Jurusan IPA (Total siswa IPA adalah 24 orang) dan 6 orang siswa dari Jurusan IPS (Total siswa IPS adalah 33 orang), ternyata tidak lulus. Meski info tersebut dapat dipercaya, tapi tidak disebutkan mereka gagal memenuhi target standar pada mata pelajaran apa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-1627255237284962735?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/1627255237284962735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=1627255237284962735&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/1627255237284962735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/1627255237284962735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/enam-siswa-ma-al-falah-tidak-lulus-un_7666.html' title='Delapan Siswa MA Al-Falah tidak Lulus UN 2007'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-9214724734048048472</id><published>2007-06-08T20:53:00.001+07:00</published><updated>2007-08-17T10:39:28.626+07:00</updated><title type='text'>Jilbab</title><content type='html'>&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Jilbab, secarik kain untuk menutupi kepala dan rambut perempuan, tak lagi menjadi masalah sederhana. Jilbab menyuguhkan kepada kita dua konteks yang berbeda dan saling bertentangan. Suatu waktu, mengenakan jilbab diperlukan usaha keras karena ada yang melarangnya. Namun, di sisi lain, pemakaian jilbab justru dipaksakan. Bila tak mengenakannya akan dijatuhi hukuman: cemeti hingga mati. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Contoh yang pertama, beberapa waktu lalu, beberapa pegawai perempuan di Sogo, Jakarta, mengalami kesulitan dengan pihak manajemen karena mereka memakai jilbab. Demikian juga di beberapa negaa di Eropa, khususnya di Prancis, yang saat ini menerapkan pelarangan pemakaian simbol-simbol agama di tempat umum--tak hanya simbol Islam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Di ranah lain, Menteri Sosial Pakistan Zill-e Huma, 20 Februari lalu, ditembak mati oleh kelompok Islam garis keras di Pakistan gara-gara tak mengenakan jilbab. Demikian juga perempuan-perempuan di Aceh yang tertangkap basah tidak mengenakan jilbab akan dicambuk di muka umum selepas salat Jumat. Di Padang, melalui surat keputusan wali kota, mengenakan jilbab menjadi kewajiban. Beberapa daerah lain di Indonesia juga mempraktekkan hal yang sama: bila ada itikad menerbitkan peraturan tentang moral ataupun syariah, mewajibkan perempuan berjilbab menjadi agenda utama. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Contoh-contoh di atas sengaja saya hadirkan untuk memperlihatkan betapa persoalan jilbab ini sudah dipandang secara hitam-putih. Lebih dari itu, ada semacam ketakutan yang berlebihan dari dua arus tersebut. Apabila hal ini sengaja didiamkan, jilbab akan dimusuhi dan akan terus-menerus dilarang oleh mereka yang membenci.&lt;span class="fullpost"&gt; Sebaliknya, mereka yang mendukung jilbab akan terus memperjuangkannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Saya kira, di sinilah letak pentingnya mendiskusikan kembali fenomena jilbab. Pihak yang setuju ataupun menolak harus menyadari bahwa jilbab, sebagai fenomena, membawa pesan yang beragam. Menganut satu persepsi saja terhadap fenomena jilbab ini akan menjerumuskan kita pada bentuk penghakiman yang sewenang-wenang. Keputusan apa pun yang diambil, bila berasal dari asumsi yang salah, tak akan pernah bisa menyelesaikan masalah, malah akan menimbulkan masalah yang jauh lebih besar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Pada hemat saya, paling tidak ada empat tipologi yang bisa dipakai saat melihat fenomena jilbab. Tipologi ini berhubungan dengan motif, bentuk jilbab, dan gaya hidup yang mengenakannya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Pertama, jilbab atas alasan teologis, yaitu kewajiban agama. Mereka yang mengenakan jilbab ini akan memahaminya sebagai kewajiban yang tidak bisa ditinggalkan. Bentuk jilbab pun sesuai dengan standar-standar syariat, tak hanya menutup rambut dan kepala, tapi juga--menurut sebagian dari mereka--hingga sampai ke dada. Jilbab yang lebar, bila perlu menutupi seluruh tubuh. Perempuan yang mengenakan jilbab seperti ini juga akan berhati-hati bergaul di ruang publik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Kedua, alasan psikologis. Perempuan yang berjilbab atas motif ini sudah tidak memandang lagi jilbab sebagai kewajiban agama, tapi sebagai budaya dan kebiasaan yang bila ditinggalkan akan membuat suasana hati tidak tenang. Kita bisa menemukan muslimah yang progresif dan liberal masih mengenakan jilbab karena motif kenyamanan psikologis tersebut. Bentuk jilbab yang dikenakan berbeda dengan model pertama, dan disesuaikan dengan konteks dan fungsinya. Demikian juga dengan gaya hidup yang memakainya, jauh lebih terbuka, dan pergaulan mereka sangat luas, berbeda dengan model pertama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Ketiga, jilbab modis. Jilbab sebagai produk fashion. Saya memandang jilbab model ini sebagai jawaban terhadap tantangan dunia model yang sangat akrab dengan perempuan. Namun, di sisi lain, ada nilai-nilai agama yang berusaha dipertahankan dan sebagai merek dagang. Munculnya outlet-outlet dan acara-acara peragaan busana muslimah mampu menghadirkan model jilbab dan busana muslimah yang telah melampaui persoalan agama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Dua bulan lalu, di harian Al-Hayat, saya membaca laporan jurnalistik dari Maroko dan Aljazair bahwa para ulama agama di dua negara itu mengecam munculnya jilbab-jilbab modis. Menurut mereka, bentuk-bentuk jilbab tersebut tidak sesuai dengan standar syariat, demikian pula perilaku yang memakainya. Kata seorang ulama di antara mereka, bagaimana mungkin seorang muslimah bisa mengenakan jilbab yang mini dan transparan, kadang rambut dan lehernya terlihat, dan dipadukan dengan kaus yang ketat dan celana jins? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Fenomena ketiga ini sangat menarik saat ini untuk dikaji lebih lanjut. Arus modernisasi dan fashion tak bisa dibendung oleh apa pun. Ia bisa menciptakan fenomena baru. Dan asumsi-asumsi yang dipakai untuk memandangnya pun tak bisa seperti yang ditunjukkan oleh para ulama itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Sedangkan di Indonesia, jilbab modis sangat menjamur, sangat digemari kawula muda dan kalangan selebritas. Salah satu simbol yang bisa saya sebutkan adalah Gita KDI, penyanyi dangdut yang fasih bergoyang, yang mengenakan pakaian ketat namun tetap setia berjilbab. Jilbab dan busana Gita tak bisa lagi dilihat melalui model pertama, teologis, karena dalam aturan syariat yang jumud, perempuan jangankan bergoyang, menyanyi saja akan menyulut masalah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Keempat, jilbab politis. Fenomena ini muncul dari berbagai kelompok Islam yang menggunakan simbol-simbol agama sebagai dagangan politik. Dalam konteks ini, jilbab tidak lagi menjadi persoalan keimanan, kesalehan, dan kesadaran pribadi, namun akan dipaksakan ke ruang publik. Inilah fenomena yang sebenarnya terjadi di Pakistan, di Aceh, dan di beberapa daerah di Indonesia yang berdalih ingin menerapkan syariat Islam. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Saya pribadi bisa menghormati apabila ada muslimah yang ingin mengenakan jilbab sebagai bentuk keyakinan pribadi, tanpa harus memakai standar pribadi tersebut terhadap orang lain. Misalnya pandangan bahwa yang memakai jilbab lebih soleh dan terhormat dari yang tidak memakai. Di sinilah pihak yang selama ini mencurigai jilbab perlu melihatnya secara cermat. Jilbab sebagai keyakinan pribadi tak perlu dimusuhi. Bila hal ini terjadi, akan menjadi senjata bagi varian keempat untuk mempolitisasi peristiwa tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Bila benar jilbab berhubungan dengan masalah keyakinan dan kesadaran, ia tak perlu peraturan. Di sini, jilbab akan dipakai dan dipahami secara sehat karena merupakan bentuk ekspresi keyakinan dan kebebasan. Jilbab dipakai sebagai model yang bisa memperkaya khazanah busana. Terserah apakah ia dipandang sebagai pakaian agama atau pakaian adat-istiadat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;Namun, yang pasti dan perlu disadari adalah jilbab tetaplah merupakan pakaian individu, yang tidak bisa dijadikan sebagai pakaian publik. Jilbab sebagai produk budaya akan senantiasa berubah. Apabila jilbab dijadikan pakaian publik atas dasar motif agama, namun orang yang tidak meyakini agama itu tetap saja diwajibkan memakai jilbab, sama saja dengan mewajibkan non-muslim untuk salat. Tidak lucu, bukan? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;sumber: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;a href="http://www.korantem/" target="_blank"&gt;http://www.korantem/&lt;/a&gt;po.com/korantempo/2007/03/09/Opini/krn,20070309, 61.id.html &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-9214724734048048472?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/9214724734048048472/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=9214724734048048472&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/9214724734048048472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/9214724734048048472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/jilbab_08.html' title='Jilbab'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-5394873176327782590</id><published>2007-06-08T20:42:00.000+07:00</published><updated>2007-06-08T20:50:45.769+07:00</updated><title type='text'>Hati-hati terhadap Situs di bawah ini</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: georgia;font-size:85%;" &gt;Katanya, alamat website di bawah ini menyebarkan informasi yang salah tentang Islam. So... Coba dikaji, dibaca ulang. Ini dia :&lt;br /&gt;1. http://www. answering-islam.org&lt;br /&gt;             2. &lt;a href="http://www.friendster.com/messages.php?hid=519735" onclick="window.open('/redirect.cgi?b='+b64_srckey+'&amp;u='+escape(makeCompleteURL('http://www.aboutislam.com')), '_blank');return false;" onmouseover="window.status=makeCompleteURL('http://www.aboutislam.com');return true" onmouseout="window.status='';return true"&gt;http://www.aboutislam.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;             3. &lt;a href="http://www.friendster.com/messages.php?hid=519735" onclick="window.open('/redirect.cgi?b='+b64_srckey+'&amp;u='+escape(makeCompleteURL('http://www.thequran.com')), '_blank');return false;" onmouseover="window.status=makeCompleteURL('http://www.thequran.com');return true" onmouseout="window.status='';return true"&gt;http://www.thequran.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;             4. &lt;a href="http://www.friendster.com/messages.php?hid=519735" onclick="window.open('/redirect.cgi?b='+b64_srckey+'&amp;u='+escape(makeCompleteURL('http://www.allahassurance.com')), '_blank');return false;" onmouseover="window.status=makeCompleteURL('http://www.allahassurance.com');return true" onmouseout="window.status='';return true"&gt;http://www.allahassurance.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Situs-situs tersebut telah sengaja dibuat oleh kaum Yahudi yang senantiasa gencar menyebarkan yang salah tentang Al-Qur'an, Hadits dan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;script language="JavaScript" type="text/javascript"&gt;makeURL("              2. http://www.aboutislam.com","eHNsL21lc3NhZ2VzLnhzbA==");&lt;/script&gt;&lt;script language="JavaScript" type="text/javascript"&gt;makeURL("              3. http://www.thequran.com","eHNsL21lc3NhZ2VzLnhzbA==");&lt;/script&gt;&lt;script language="JavaScript" type="text/javascript"&gt;makeURL("              4. http://www.allahassurance.com","eHNsL21lc3NhZ2VzLnhzbA==");&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-5394873176327782590?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/5394873176327782590/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=5394873176327782590&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/5394873176327782590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/5394873176327782590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/hati-hati-terhadap-situs-di-bawah-ini.html' title='Hati-hati terhadap Situs di bawah ini'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-6641402071044492684</id><published>2007-06-08T09:03:00.000+07:00</published><updated>2007-08-17T10:39:54.187+07:00</updated><title type='text'>Hadits Palsu tentang keutamaan Shalat dan Puasa di Bulan Rajab</title><content type='html'>&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Oleh: Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas&lt;br /&gt;sumber :almanhaj.or.id&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;PENJELASAN PARA ULAMA TENTANG MASALAH RAJAB&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;[1]. Imam Ibnul Jauzy menerangkan bahwa hadits-hadits tentang Rajab, Raghaa’ib adalah palsu dan rawi-rawi majhul. [Lihat al-Maudhu’at (II/123-126)]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span class="fullpost"   style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;[2]. Kata Imam an-Nawawy:&lt;br /&gt;“Shalat Raghaa-ib ini adalah satu bid’ah yang tercela, munkar dan jelek.” [Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 140)]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Kemudian Syaikh Muhammad Abdus Salam Khilidhir, penulis kitab as-Sunan wal Mubtada’at berkata: “Ketahuilah setiap hadits yang menerangkan shalat di awal Rajab, pertengahan atau di akhir Rajab, semuanya tidak bisa diterima dan tidak boleh diamalkan.” [ Lihat as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 141)]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;[3]. Kata Syaikh Muhammad Darwiisy al-Huut: “Tidak satupun hadits yang sah tentang bulan Rajab sebagaimana kata Imam Ibnu Rajab.” &lt;span class="fullpost"&gt;[Lihat Asnal Mathaalib (hal. 157)]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;[4]. Kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (wafat th. 728 H): “Adapun shalat Raghaa’ib, tidak ada asalnya (dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam), bahkan termasuk bid’ah…. Atsar yang menyatakan (tentang shalat itu) dusta dan palsu menurut kesepakatan para ulama dan tidak pernah sama sekali disebutkan (dikerjakan) oleh seorang ulama Salaf dan para Imam…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Selanjutnya beliau berkata lagi: “Shalat Raghaa’ib adalah BID’AH menurut kesepakatan para Imam, tidak pernah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyu-ruh melaksanakan shalat itu, tidak pula disunnahkan oleh para khalifah sesudah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak pula seorang Imam pun yang menyunnahkan shalat ini, seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Imam Abu Hanifah, Imam ats-Tsaury, Imam al-Auzaiy, Imam Laits dan selain mereka.&lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang itu adalah dusta menurut Ijma’ para&lt;br /&gt; Ahli Hadits. Demikian juga shalat malam pertama bulan Rajab, malam Isra’,&lt;br /&gt; Alfiah nishfu Sya’ban, shalat Ahad, Senin dan shalat hari-hari tertentu&lt;br /&gt; dalam satu pekan, meskipun disebutkan oleh sebagian penulis, tapi tidak&lt;br /&gt; diragukan lagi oleh orang yang mengerti hadits-hadits tentang hal tersebut,&lt;br /&gt; semuanya adalah hadits palsu dan tidak ada seorang Imam pun (yang terkemuka)&lt;br /&gt; menyunnahkan shalat ini... Wallahu a’lam.” [Lihat Majmu’ Fataawa (XXIII/132,&lt;br /&gt; 134)]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[5]. Kata Ibnu Qayyim al-Jauziyyah:&lt;br /&gt; “Semua hadits tentang shalat Raghaa\'ib pada malam Jum’at pertama di bulan&lt;br /&gt; Rajab adalah dusta yang diada-adakan atas nama Rasulullah Shallallahu&lt;br /&gt; ‘alaihi wa sallam. Dan semua hadits yang menyebutkan puasa Rajab dan shalat&lt;br /&gt; pada beberapa malamnya semuanya adalah dusta (palsu) yang diada-adakan.”&lt;br /&gt; [Lihat al-Manaarul Muniif fish Shahiih wadh Dha’iif (hal. 95-97, no.&lt;br /&gt; 167-172) oleh Ibnul Qayyim, tahqiq: ‘Abdul Fattah Abu Ghaddah]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[6]. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany mengatakan dalam kitabnya, Tabyiinul&lt;br /&gt; ‘Ajab bima Warada fii Fadhli Rajab:&lt;br /&gt; “Tidak ada riwayat yang sah yang menerangkan tentang keutamaan bulan Rajab&lt;br /&gt; dan tidak pula tentang puasa khusus di bulan Rajab, serta tidak ada pula&lt;br /&gt; hadits yang shahih yang dapat dipegang sebagai hujjah tentang shalat malam&lt;br /&gt; khusus di bulan Rajab.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[7]. Imam al-‘Iraqy yang mengoreksi hadits-hadits yang terdapat dalam kitab&lt;br /&gt; Ihya’ ‘Uluumuddin, menerangkan bahwa hadits tentang puasa dan shalat&lt;br /&gt; Raghaa\'ib adalah hadits maudhu’ (palsu). [Lihat Ihya’ ‘Uluumuddin (I/202)]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[8]. Imam asy-Syaukani menukil perkataan ‘Ali bin Ibra-him al-‘Aththaar, ia&lt;br /&gt; berkata dalam risalahnya: “Sesungguhnya riwayat tentang keutamaan puasa&lt;br /&gt; Rajab, semuanya adalah palsu dan lemah, tidak ada asalnya (dari Nabi&lt;br /&gt; Shallallahu ‘alaihi wa sallam).” [Lihat al-Fawaa-idul Majmu’ah fil&lt;br /&gt; Ahaaditsil Maudhu’ah (hal. 381)]&lt;br /&gt; ",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang itu adalah dusta menurut Ijma’ para Ahli Hadits. Demikian juga shalat malam pertama bulan Rajab, malam Isra’, Alfiah nishfu Sya’ban, shalat Ahad, Senin dan shalat hari-hari tertentu dalam satu pekan, meskipun disebutkan oleh sebagian penulis, tapi tidak diragukan lagi oleh orang yang mengerti hadits-hadits tentang hal tersebut, semuanya adalah hadits palsu dan tidak ada seorang Imam pun (yang terkemuka) menyunnahkan shalat ini… Wallahu a’lam.” [Lihat Majmu’ Fataawa (XXIII/132, 134)]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;[5]. Kata Ibnu Qayyim al-Jauziyyah:&lt;br /&gt;“Semua hadits tentang shalat Raghaa’ib pada malam Jum’at pertama di bulan Rajab adalah dusta yang diada-adakan atas nama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan semua hadits yang menyebutkan puasa Rajab dan shalat pada beberapa malamnya semuanya adalah dusta (palsu) yang diada-adakan.” [Lihat al-Manaarul Muniif fish Shahiih wadh Dha’iif (hal. 95-97, no. 167-172) oleh Ibnul Qayyim, tahqiq: ‘Abdul Fattah Abu Ghaddah]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;[6]. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalany mengatakan dalam kitabnya, Tabyiinul ‘Ajab bima Warada fii Fadhli Rajab:&lt;br /&gt;“Tidak ada riwayat yang sah yang menerangkan tentang keutamaan bulan Rajab dan tidak pula tentang puasa khusus di bulan Rajab, serta tidak ada pula hadits yang shahih yang dapat dipegang sebagai hujjah tentang shalat malam khusus di bulan Rajab.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;[7]. Imam al-‘Iraqy yang mengoreksi hadits-hadits yang terdapat dalam kitab Ihya’ ‘Uluumuddin, menerangkan bahwa hadits tentang puasa dan shalat Raghaa’ib adalah hadits maudhu’ (palsu). [Lihat Ihya’ ‘Uluumuddin (I/202)]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;[8]. Imam asy-Syaukani menukil perkataan ‘Ali bin Ibra-him al-‘Aththaar, ia berkata dalam risalahnya: “Sesungguhnya riwayat tentang keutamaan puasa Rajab, semuanya adalah palsu dan lemah, tidak ada asalnya (dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam).” [Lihat al-Fawaa-idul Majmu’ah fil Ahaaditsil Maudhu’ah (hal. 381)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]. Syaikh Abdus Salam, penulis kitab as-Sunan wal Mubtada’at menyatakan: “Bahwa membaca kisah tentang Isra’ dan Mi’raj dan merayakannya pada malam tang-gal dua puluh tujuh Rajab adalah BID’AH. Berdzikir dan mengadakan peribadahan tertentu untuk merayakan Isra’ dan Mi’raj adalah BID’AH, do’a-do’a yang khusus dibaca pada bulan Rajab dan Sya’ban semuanya tidak ada sumber (asal pengambilannya) dan BID’AH, sekiranya yang demikian itu perbuatan baik, niscaya para Salafush Shalih sudah melaksanakannya.” [Lihat&lt;br /&gt;as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 143)]&lt;script&gt;!-- D(["mb","&lt;br /&gt; [9]. Syaikh Abdus Salam, penulis kitab as-Sunan wal Mubtada’at menyatakan:&lt;br /&gt; “Bahwa membaca kisah tentang Isra’ dan Mi’raj dan merayakannya pada malam&lt;br /&gt; tang-gal dua puluh tujuh Rajab adalah BID’AH. Berdzikir dan mengadakan&lt;br /&gt; peribadahan tertentu untuk merayakan Isra’ dan Mi’raj adalah BID’AH,&lt;br /&gt; do’a-do’a yang khusus dibaca pada bulan Rajab dan Sya’ban semuanya tidak ada&lt;br /&gt; sumber (asal pengambilannya) dan BID’AH, sekiranya yang demikian itu&lt;br /&gt; perbuatan baik, niscaya para Salafush Shalih sudah melaksanakannya.” [Lihat&lt;br /&gt; as-Sunan wal Mubtada’at (hal. 143)]&lt;/p&gt; &lt;p&gt;[10]. Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdullah bin Baaz, ketua Dewan Buhuts&lt;br /&gt; ‘Ilmiyyah, Fatwa, Da’wah dan Irsyad, Saudi Arabia, beliau berkata dalam&lt;br /&gt; kitabnya, at-Tahdzir minal Bida’ (hal. 8): “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi&lt;br /&gt; wa sallam dan para Shahabatnya tidak pernah mengadakan upacara Isra’ dan&lt;br /&gt; Mi’raj dan tidak pula mengkhususkan suatu ibadah apapun pada malam tersebut.&lt;br /&gt; Jika peringatan malam tersebut disyar’iatkan, pasti Rasulullah Shallallahu&lt;br /&gt; ‘alaihi wa sallam telah menjelaskan kepada ummat, baik melalui ucapan maupun&lt;br /&gt; perbuatan. Jika pernah dilakukan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pasti&lt;br /&gt; diketahui dan masyhur, dan ten-tunya akan disampaikan oleh para Shahabat&lt;br /&gt; kepada kita...&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling banyak&lt;br /&gt; memberi nasihat kepada manusia, beliau telah menyampaikan risalah&lt;br /&gt; kerasulannya sebaik-baik penyampaian dan telah menjalankan amanah Allah&lt;br /&gt; dengan sempurna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh karena itu, jika upacara peringatan malam Isra’ dan Mi’raj dan&lt;br /&gt; merayakan itu dari agama Allah, ten-tunya tidak akan dilupakan dan&lt;br /&gt; disembunyikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tetapi karena&lt;br /&gt; hal itu tidak ada, maka jelaslah bahwa upacara tersebut bukan dari ajaran&lt;br /&gt; Islam sama sekali. Allah telah menyempurnakan agama-Nya bagi ummat ini,&lt;br /&gt; mencukupkan nikmat-Nya dan Allah mengingkari siapa saja yang berani&lt;br /&gt; ",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-6641402071044492684?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/6641402071044492684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=6641402071044492684&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6641402071044492684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6641402071044492684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/hadits-palsu-tentang-keutamaan-shalat.html' title='Hadits Palsu tentang keutamaan Shalat dan Puasa di Bulan Rajab'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-5895838646658213114</id><published>2007-06-08T08:27:00.000+07:00</published><updated>2007-08-17T10:40:14.736+07:00</updated><title type='text'>Belajar Efektif Dengan Teori Stephen R. Covey</title><content type='html'>&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;Menjelang Ujian Akhir Semester, kadang kita bakal ngelakoni rutinitas SKS (Sistem Kebut Semalaman), tapi bagi teman-teman yang memang rajin sejak awal sih gak bakal ada masalah. So.. Kamu-kamu yang pengen belajar lebih efektif, berikut ini adalah 7 (tujuh) langkah yang dapat kamu lakukan dan kembangkan sendiri yang diadaptasi dari buku &lt;em&gt;Seven Habits of Highly Effective People&lt;/em&gt; karangan Steven Covey.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Bertanggung jawab atas dirimu sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Tanggung jawab merupakan tolok ukur sederhana di mana kamu sudah mulai berusaha menentukan sendiri prioritas, waktu dan sumber-sumber terpercaya dalam mencapai kesuksesan belajar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Pusatkan dirimu terhadap nilai dan prinsip yang kamu percaya.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tentukan sendiri mana yang penting bagi dirimu. Jangan biarkan teman atau orang lain mendikte kamu apa yang penting.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"   style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Kerjakan dulu mana yang penting.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kerjakanlah dulu prioritas-prioritas yang telah kamu tentukan sendiri. Jangan biarkan orang lain atau hal lain memecahkan perhatianmu dari tujuanmu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Anggap dirimu berada dalam situasi "co-opetition" (bukan situasi "win-win" lagi).&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;"Co-opetition" merupakan gabungan dari kata "cooperation" (kerja sama) dan "competition" (persaingan). Jadi, selain sebagai teman yang membantu dalam belajar bersama dan banyak memberikan masukkan/ide baru dalam mengerjakan tugas, anggaplah dia sebagai sainganmu juga dalam kelas. Dengan begini, kamu akan selalu terpacu untuk melakukan yang terbaik (do your best) di dalam kelas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Pahami orang lain, maka mereka akan memahamimu.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Ketika kamu ingin membicarakan suatu masalah akademis dengan guru/dosenmu, misalnya mempertanyakan nilai matematika atau meminta dispensasi tambahan waktu untuk mengumpulkan tugas, tempatkan dirimu sebagai guru/dosen tersebut. Nah, sekarang coba tanyakan pada dirimu, kira-kira argumen apa yang paling pas untuk diberikan ketika berada dalam posisi guru/dosen tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Cari solusi yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bila kamu tidak mengerti bahan yang diajarkan pada hari ini, jangan hanya membaca ulang bahan tersebut. Coba cara lainnya. Misalnya, diskusikan bahan tersebut dengan guru/dosen pengajar, teman, kelompok belajar atau dengan pembimbing akademismu. Mereka akan membantumu untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: justify;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;strong&gt;Tantang dirimu sendiri secara berkesinambungan.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Dengan cara ini, belajar akan terasa mengasyikkan, dan mungkin kamu mendapatkan ide-ide yang cemerlang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="FONT-FAMILY: georgia; TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="TEXT-ALIGN: right;font-family:georgia;" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Materi diadaptasi dari:&lt;br /&gt;Landsberger, Joe. &lt;em&gt;Effective Habits for Effective Study&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-5895838646658213114?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/5895838646658213114/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=5895838646658213114&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/5895838646658213114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/5895838646658213114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/belajar-efektif-dengan-teori-stephen-r.html' title='Belajar Efektif Dengan Teori Stephen R. Covey'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-6040030505618834466</id><published>2007-06-04T09:07:00.001+07:00</published><updated>2007-06-04T09:09:01.108+07:00</updated><title type='text'>Welcome ...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Selamat datang dan Bergabung di Blog Al-Falah Connection.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Meskipun baru terbentuk, kami telah mengusahakan yang terbaik bagi lancarnya komunikasi alumni. So ... Enjoy aja!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-6040030505618834466?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/6040030505618834466/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=6040030505618834466&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6040030505618834466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/6040030505618834466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/welcome.html' title='Welcome ...'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-2063525521664647972</id><published>2007-06-03T10:09:00.000+07:00</published><updated>2007-06-03T10:14:12.687+07:00</updated><title type='text'>Ini dia ... Para Satria di Gerbang</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/RmIxuW5MlFI/AAAAAAAAAA0/A0Z7BMksUcg/s1600-h/Pramuka.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071670802861823058" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/RmIxuW5MlFI/AAAAAAAAAA0/A0Z7BMksUcg/s400/Pramuka.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/RmIxZm5MlEI/AAAAAAAAAAs/sD8SNi9L4fs/s1600-h/Para+Satria+di+depan+gerbang.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5071670446379537474" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; CURSOR: hand; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/RmIxZm5MlEI/AAAAAAAAAAs/sD8SNi9L4fs/s400/Para+Satria+di+depan+gerbang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Ini adalah Pasukan Garuda MA Al-Falah, foto empat tahun lalu, tahun 2003. Kali aja ada yang kangen ma kita-kita. Masih hobi banget ma Pramuka waktu itu, gak tau sekarang bagaimana nasib kegiatannya, moga-moga masih bagus aja! Eh, kalo ada yang fotonya mo di upload di sini, silakan kirim ke email. Ok!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-2063525521664647972?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/2063525521664647972/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=2063525521664647972&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2063525521664647972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2063525521664647972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/ini-dia-para-satria-di-gerbang.html' title='Ini dia ... Para Satria di Gerbang'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/RmIxuW5MlFI/AAAAAAAAAA0/A0Z7BMksUcg/s72-c/Pramuka.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-5474579321986113302</id><published>2007-06-03T10:02:00.000+07:00</published><updated>2007-06-03T10:17:52.034+07:00</updated><title type='text'>Membaca dan Membaca ...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_ka5R_PJNtS8/RmIv1m5MlDI/AAAAAAAAAAk/uOX4E3H385E/s1600-h/Aku+...+Nempel+3.JPG"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Perubahan adalah suatu keniscayaan. Tak ayal setiap insan pasti akan berubah. Perubahan dalam diri dapat terjadi karena adanya beberapa hal, antara lain komunikasi dengan dunia luar, adanya transmisi sosial, perkembangan fisik dan mental atau karena tekanan yang mengharuskan kita melakukan penyetimbangan dalam diri kita, yakni dengan berubah. Masalahnya, ke arah manakah perubahan yang terjadi pada diri kita. Ke arah positif kah? Negatif kah? Atau perubahan kita hanya dengan jalan di tempat, melihat orang lain berubah, mengikuti arus. Jika kita adalah orang yang berubah ke arah positif, bersyukurlah kita. Tapi, jika yang terjadi justru perubahan yang negatif, maka kita mesti bersegera berbenah diri, mengingat kembali : Apa tujuan kita diciptakan Yang Kuasa di dunia ini? Atau kita justru berada pada golongan terakhir, diam di tempat (yang dikatakan oleh Rasul sebagai orang yang merugi). &lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Pesan pertama yang disampaikan Ilahi kepada Rasul kita adalah perintah membaca. Membaca bisa diinterpretasikan dalam arti yang seluas-luasnya. Belajar, berkomunikasi, memahami kekuasaan Tuhan lewat ciptaan-Nya, tanda-tanda-Nya di alam, dinamika sosial, bencana, dan semuanya. Tapi sudahkah kita memahami pesan ini?&lt;br /&gt;Rasul yang ummi-pun ternyata justru mendapatkan perintah yang benar-benar merupakan sesuatu yang baru. Apa yang harus ku baca, sedangkan aku adalah orang yang ummi? Setelah Jibril mengulang pesan Tuhan untuk ketiga kalinya, barulah Rasul mengerti makna dari kata ‘’Iqra’’. Mestinya dari pengalaman pertama kerasulan Nabi kita, kita dapat mengambil pelajaran, perubahan adalah suatu keniscayaan. Jika hari ini kita adalah orang yang ummi, maka kita harus bersegera belajar untuk berubah. Pahami semua situasi, baca kondisi, baca keadaan dan baca pula kekurangan kita. Tak juga harus berubah secara spontan, semua tetap membutuhkan waktu agar diri kita tidak tersentak kaget, seperti tubuh yang tiba-tiba tidak mendapatkan makanan setelah sehari mendapatkan tiga piring nasi lengkap dengan sayur-mayurnya.&lt;br /&gt;Mahasiswa tak pernah akan ada bedanya dengan siswa SMA jika dia tak melakukan aktivitas rutin intelek, membaca. Membaca adalah jendela dunia, itulah istilah yang paling sering terucap ketika orang membahas masalah baca. Yuppp..bahkan lebih dari itu. Kita hanya akan bisa menulis ketika kita telah membaca. Bagaimana mungkin kita bisa menulis sementara otak yang menjadi tumpuan bagi kerangka pikir malah kosong blong. Ya kuncinya, membaca. Apalah artinya mahasiswa jika kita hanya termasuk dalam golongan mahasiswa yang gak hobi baca.&lt;br /&gt;Istiqamah adalah kunci kesuksesan dalam mengarahkan diri pada perubahan menuju kebaikan. Meskipun sedikit, perubahan yang tahap demi tahapnya kita lalui dengan penuh keistiqamahan akan membawa keberhasilan dalam diri kita. Sebuah pepatah Barat menyatakan bahwa ‘’Kesuksesan adalah 1% jenius dan 99% keringat’’. Jadi bagi kamu-kamu yang merasa bahwa dirinya tak pernah mampu untuk berubah, JANGAN TAKUT … Yakinkan dalam hati, bahwa perubahan merupakan kunci menuju kesuksesan. Niatkan dengan sebenar-benarnya, kemudian langkah-langkah kecil menggapai tujuan yang telah ditetapkan di awal. Jika di awal semester hingga semester ini kamu-kamu tetap menjadi mahasiswa yang tak pernah gemar membaca, tips ini mungkin bisa kamu jadikan sebagai acuan : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Untuk memulai hobi membaca, carilah buku cerita ringan yang paling ngetrend, yang paling banyak diceritakan oleh teman-teman se-kampus. Kamu sudah baca ini belum? Bagaimana menurut kamu? Haa… misalnya yang sudah up to date sejak dua bulan lalu adalah novel dwilogi pembangun motivasi diri DI ATAS SAJADAH CINTA karya Habiburrahman El-Sirazi. Kalau kamu sudah baca novel Islami ini, kamu pasti bakal ngerasa bahwa membaca adalah sesuatu yang asyik. Kepuasan yang didapatkan sama seperti ketika kita menonton Spiderman 3, sama seperti ketika menonton Pirrates of Carribian, sama dengan menonton Sinetron Intan, sama dengan makan pisang goreng di depan Toko Sejahtera. Sama … sama … &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Setelah ada sedikit rasa pada buku, carilah teman yang punya hobi membaca buku. Kutu Buku juga gak papa. Yang biasanya pake’ kacamata tebel seperti pantat botol. Bukankah Rasul pernah berkata Kalau mau tahu seperti apa akhlak seseorang, lihatlah dahulu temannya. Hal ini juga seiring dengan kajian psikologi perkembangan bahwa perubahan yang terjadi dalam diri seseorang lebih dominan merupakan pengaruh dari lingkungan sekitar. Hal ini juga terjadi pada hobi-hobi yang muncul setelah kita bergaul bersama orang-orang tertentu. Jika kita selalu bersama dengan Ustadz, Insya Allah kita akan terbiasa untuk mengkaji masalah agama, membahas perkembangan komunitas ikhwan dan akhwat (haha …). Kalau kita selalu bergaul dengan anak-anak Punk, pengikut alirannya Funky Kopral, yakinkan hati bahwa dalam sebulan ke depan celana panjang yang kita pakai adalah celana Levis jenis mbotol, Rambut kita akan sejenis dengan rambut landak pada bagian tengahnya saja, kacamata kita akan sebesar kacamatanya Vokalis NAIF. Begitu pula ketika kita selalu bergaul dengan si Kutu Buku. Tidak tersindirkah kita jika tiap ada kesempatan si dia selalu membaca buku, membahas masalah yang penting, sementara kita hanya duduk bengong aja? Insya Allah kita akan berubah. Insya Allah … Amin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Kalau perlu beli buku motivasi tentang nikmatnya membaca, misalnya ANDAI BUKU ADALAH SEBUAH PIZZA, QUANTUM LEARNING, ASYIKNYA BELAJAR, dll. Buku-buku ini kan sudah pada menjamur semua. Hal yang paling sering terjadi adalah kita merasa langsung malas membaca buku karena melihat tebalnya buku yang lebih dari tebalnya es kue, hurufnya kecil-kecil lagi. Mungkin dengan memilih jenis bacaan yang sesuai dan buku yang menarik, minat kita tidak akan segitu cepatnya pudar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Pahami keadaan kamu ketika membaca. Ingat, masing-masing orang mempunyai gaya belajar dan membacanya sendiri-sendiri. Ada yang bisa memahami bacaan ketika diiringi dengan musik, ada yang paham ketika mendengarkannya dari orang lain, ada juga yang paham membaca saat tengah malam. Nah, hal ini hanya akan kamu sadari karena kamu sering membaca, sehingga kamu bisa membedakan mana jenis belajar yang bermakna bagi kamu, dan mana yang tidak. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Oke … beberapa tips di atas mungkin bisa kamu coba saat ini. Penulis memohon maaf jika terjadi kerancuan dalam beberapa bahasan di atas. Intinya, blog ini adalah tempat yang kembali menjadikan penulis sebagai orang yang belajar menulis. Tempat berkreativitas. Bagi kamu-kamu yang ingin tulisannya dimuat di blog ini, silakan email saja ke alamat yang tertera di atas.&lt;br /&gt;Jangan takut, tak pernah ada kata terlambat untuk mencoba. Yang penting : KITA BERPROSES.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Makassar, 3 Juni 2007&lt;br /&gt;M. Zainal Abidin&lt;br /&gt;(Penulis adalah mahasiswa Semester 6, pada Tadris Pendidikan Matematika, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, yang juga merupakan administrator pada blog alfalahconnection ini).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-5474579321986113302?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/5474579321986113302/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=5474579321986113302&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/5474579321986113302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/5474579321986113302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/membaca-dan-membaca.html' title='Membaca dan Membaca ...'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-2383484918118044169</id><published>2007-06-02T16:00:00.000+07:00</published><updated>2007-11-12T14:41:23.746+07:00</updated><title type='text'>Ini Data teman-teman</title><content type='html'>&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Abdul Musthofa, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="mailto:doelthofa@yahoo.com"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;doelthofa@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;, AEP Studio, Jl. Mamoa Raya No. 2 Makassar, HP. 081355975971&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Amiruddin Rakhlis, Pesantren Al-Falah, 085255324635 or 081354950701&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Anjariah, Psikologi UNM Makassar, 085255569274&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Atik Nawangsari, 081343697959&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Phendi Sidobinangun, &lt;span class="fullpost"&gt;UMI Makassar, 085214798755&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Rendy Aldion Febriawan (Febri), 081343725186&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Imron Rosadi, 081354600557&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Istiqamah, CP IV, AKM Unismuh, 085231559031&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Junawan, IKIP Cokroaminoto Palopo, 085255717588&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Latifatul Isyaroh, Ade'nya Rif'at, 085299854343&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Lili' Fauziah, STAIN Palopo, 081355343720&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Ramlah, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="mailto:lala_10mei@yahoo.com"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;lala_10mei@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;, 085255750150&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Ratna, Akper Sawerigading Palopo, 085232291262&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Rif'at Manan, Kelas Jauh STAIN Palopo, 081354794536&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Siti Nurimamah, 085255587133&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Syahroni, 081342065008&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Sri Hartati, UIN Alauddin Mks, 081355653587&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Wiwik Ernawati, Malangke, 085255648633&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Sri Wahyuni, Ade'nya Rusmita, AMS Palopo,081354983623&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Tofa, AEP Studio, 081355962815; 081355975971&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Supendi, UMI, 085214798755&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Rahmat Hidayat, 085242299225&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Mizan Bazari, 085233619110&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Yunan Nawawi, 085292254380&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;M. Zainal Abidin, 085255331557&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Ikhwan Hadi, 085243133289&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Masruri, 085233010208&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ramlah, 085255750150&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Qoriin, 085645781797&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Ning Mugiayah, 081342280040&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Vivi Nur Indah Sari, 04115099015&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-2383484918118044169?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/2383484918118044169/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=2383484918118044169&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2383484918118044169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/2383484918118044169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/ini-data-teman-teman.html' title='Ini Data teman-teman'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-4077479856294901668</id><published>2007-06-02T15:46:00.000+07:00</published><updated>2007-06-02T15:56:29.196+07:00</updated><title type='text'>Perkembangan Al-Falah Sekarang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Sebagai Pesantren yang masih berada dalam tahap pengembangan sistem dan struktur menjadi sebuah organisasi yang matang, perubahan merupakan hal mutlak pada Pesantren kita. Berbagai usaha telah dilakukan oleh para Guru, Staf dan Pimpinan. Pembenahan sarana, prasarana dan sistem selalu dilakukan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"   style="font-family:georgia;font-size:85%;"&gt;Percaya atau gak, sekarang sudah ada beberapa guru yang telah mempunyai laptop (meskipun laptop sendiri sudah menjadi barang yang tidak terlalu waaahhh...). Internet juga menjadi materi pelajaran yang diajarkan lewat mata pelajaran Teknologi Informasi. Meski jumlah komputer belum sebanding dengan banyaknya siswa, tapi hal ini sudah cukup menjadi bukti bahwa pesantren Al-Falah memiliki semangat yang tinggi dalam menghadapi globalisasi dan era post modernisme.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Jumlah siswa yang selalu bertambah setiap tahun ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Artikel selanjutnya masih UNDERCONSTRUCTION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-4077479856294901668?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/4077479856294901668/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=4077479856294901668&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/4077479856294901668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/4077479856294901668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/perkembangan-al-falah-sekarang.html' title='Perkembangan Al-Falah Sekarang'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-1798410417010673586</id><published>2007-06-02T11:13:00.001+07:00</published><updated>2007-06-02T11:14:36.351+07:00</updated><title type='text'>Info SPMB Makassar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt; Penjelasan diungkapkan Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Yusuf Rahim MPd. bahwa UIN Alauddin masuk dalam sistem SPMB pergurun tinggi negeri (PTN) umum mulai tahun ajaran 2007/2008. Kebijakan pengunduran jadwal ini berlaku secara nasional. "Kami menerima surat dalam bentuk faksimile dari Perhimpunan Paguyuban SPMB 2007 di Jakarta," kata Yusuf. Hasil Ujian SPMB ditunda sepekan dari jadwal semula. Pendaftaran SPMB 2007 yang semula dijadwakan dari 13-22 Juni 2007 akan diundur menjadi tanggal 19-29 Juni 2007.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:85%;"  &gt;Demikian pula dengan pelaksanaan ujian. Pelaksanaan ujian yang semula dijadwalkan 27-28 Juni diundur hingga 4-5 Juli sedang, sedangkan pengumuman SPMB dilaksanakan tanggal 3 Agustus 2007.&lt;span class="fullpost"&gt; Anwar Pasau mengatakan, dia baru mendapat pemberitahuan secara lisan dari pihak perhimpunan SPMB pusat di Jakarta."Katanya memang ditunda, saya belum tahu persis tanggalnya yang jelas ditunda sepekan," ujarnya. Menurutnya, pengunduran ini disebabkan siswa kelas tiga yang telah selesai mengikuti ujian belum menerima hasil ujian pada hari pertama pendaftaran SPMB. Pendaftaran SPMB semula dimulai 13 Juni sedang pengumuman hasil ujian SMA berlangsung 16 Juni. "Perhimpunan SPMB pusat memberi kesempatan agar SMA-SMA mengumumkan dulu hasil ujian sebelum alumninya melakukan pendaftaran SPMB," katanya. Karena Galungan Selain karena alasan mendahulukan pengumuman hasil ujian siswa kelas III SMA, Dadang mengatakan, SPMB ditunda karena pada tanggal 27 Juni (ujian hari pertama SPMB 2007 yang semula dijadwalkan) bertepatan dengan hari raya Galungan. "Di Bali umat Hindu sedang merayakan Galungan. Itu merupakan hari libur buat mereka sehingga SPMB terpaksa ditunda. Ini diusulkan oleh Ketua SPMB Rayon III Surabaya kepada Panitia Perhimpunan SPMB Pusat, dan akhirnya disetujui," kata Dadang (lihat, Menguntungkan). Tanggapan SMA Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Makassar Herman Hading mengatakan, dia tidak menjamin ijazah siswa akan ramping bila pelaksanaan SPMB diundur. "Memang, paling cepat tiga hari setelah pengumuman ijazah sudah bisa diambil oleh alumni, tapi bisa saja karena sesuatu hal alumni mengambilnya lebih dari tiga hari," katanya. Karena itu, dia kurang setuju jika pada saat pendaftaran SPMB, calon mahasiswa harus membawa ijazah asli dan fotokopinya. "Iya kalau calon mahasiswa sudah dapat ijazah tapi kalau belum harusnya cukup membawa surat keterangan pernah mengikuti ujian," ujar Kepala SMA Negeri 1 Makassar ini. Dia yakin pihak perguruan tinggi akan memberi kebijaksanaan pada calon mahasiswa untuk dapat mendaftar SPMB meskipun dengan surat keterangan telah mengikuti ujian dari sekolah calon pendaftar. "SMA dan perguruan tinggi kan berada di bawah satu komando, masak tidak bisa memberi kebijakan," katanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-1798410417010673586?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/1798410417010673586/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=1798410417010673586&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/1798410417010673586'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/1798410417010673586'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/info-spmb-makassar.html' title='Info SPMB Makassar'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-5397331166950337671</id><published>2007-06-02T10:55:00.000+07:00</published><updated>2007-06-02T11:10:22.208+07:00</updated><title type='text'>Sekapur Sirih</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify; font-family: georgia;font-family:georgia;" class="entry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;      &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Menggiring arus perubahan, itulah motivasi pertama yang melatar belakangi rancangan web site ini, selain bermodalkan potensi personal masing-masing alumni, potensi lembaga juga yang harus menjadi juga dipertimbangkan dalam pergerakan kedepan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Al-Falah sebagai sebuah institusi pendidikan yang terus dan terus mencetak generasi, yang terus menerus mentransformasikan nilai-nilainya haru mendesign arah perjuangan atau dakwahnya. dari karakter lulusannya sampai pada distribusi kader-kadernya sebagai prasyarat untuk menjadi kekuatan baru baik dalam pengertian pada transformasi nilai-nilai yang di anut maupun menjadi sebuah lembaga pendidikan yang ideal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dari hal diatas tentu mensyaratkan sebuah konsep manajemen yang strategis dan terarah baik pada tingkatan jaringan lembaga al falah sendiri, konsep pengelolaan lembaga, konsep mencetak siswa, konsep berjejaring sampai pada konsep penataan jaringan dengan melalui alumninya.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Arus perubahan yang tidak hanya pada struktur negara dan struktur budaya masyarakat tetapi sudah masuk ke tata nilai manusia sebagai individu kiranya menjadi sesuatu yang kecil tetapi sangat mendasar.&lt;br /&gt;Untuk itulah melangkah dan memulai dari hal yang kecil-kecil ini , guna mendesign gagasan besar tidak hanya menjadi sebuah angan-angan tetapi akan menjadi hal yang nyata menjadi kekuatan baru.&lt;br /&gt;Bermodalkan potensi diri dan potensi lembaga serta komitmen untuk selalu bergerak, tidak ada alasan untuk berkata tidak mungkin, tidak ada alibi untuk tidak memulai dari sekarang dan tidak ada hal yang lebih penting kecuali berjejaring.&lt;br /&gt;Kemunculan blog yang sangat sederhana ini, mungkin juga akan menjadi bahan tertawa bagi beberapa orang tetapi juga menjadi hal yang strategis untuk selalu di bangun dan di design menjadi sebuah media komunikasi yang efektif.&lt;br /&gt;Harapannya semoga keberadaan blog ini bisa menjadi inspirasi perubahan, baik di lingkungan internal al falah sendiri yang masyarakat yang punya komitmen terhadap al falah pada umumnya&lt;br /&gt;Terakhir, kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendidik kami, yang telah dengan sabar mencerdaskan kami dan jaza kumullohu ahsanal jaza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left; font-style: italic;"&gt;blogger&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-5397331166950337671?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/5397331166950337671/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=5397331166950337671&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/5397331166950337671'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/5397331166950337671'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/sekapur-sirih_9753.html' title='Sekapur Sirih'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-7037770495592780369</id><published>2007-06-02T10:30:00.001+07:00</published><updated>2007-06-02T10:31:41.757+07:00</updated><title type='text'>Maaf ...</title><content type='html'>Beberapa bagian dari blog ini sedang dalam proses perbaikan&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, administrator memohon maaf apabila terjadi ketidaknyamanan karena masalah ini. Insya Allah dalam seminggu ke depan semuanya akan baik-baik saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2677891234997129797-7037770495592780369?l=alfalahconnection.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/feeds/7037770495592780369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2677891234997129797&amp;postID=7037770495592780369&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7037770495592780369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2677891234997129797/posts/default/7037770495592780369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://alfalahconnection.blogspot.com/2007/06/maaf.html' title='Maaf ...'/><author><name>Al-Falah Connection</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12269761297778254289</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2677891234997129797.post-1582466602979622551</id><published>2007-06-02T10:23:00.000+07:00</published><updated>2007-06-02T11:10:44.380+07:00</updated><title type='text'>Profile Al-Falah Connection</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PROFILE ORGANISASI&lt;br /&gt;AL FALAH CONNECTION&lt;br /&gt;http://alfalahconnection.blogspot.com&lt;br /&gt;Email : alfalahmallville@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:85%;" &gt;A. DASAR PEMIKIRAN&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="margin-bottom: 0in; text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Setiap gerakan selalu berpijak dalam suatu kontruksi realitas social tertentu, hal ini tentu menggambarkan bahwa perubahan tidak bisa terlepas dari teks-teks social dan termasuk the dominant ideology yang motor penggeraknya adaLah formasi social yang selalu mengalami pergeseran yang kemudian sangat mempengaruhi paradigma social masyarakat. Bagaimanapun juga dominant ideology tidak bisa ditolak dalam pengertian ketika tidak bisa membentuk sebuah system atau jejaring disemua bidang, dengan pengertian lain bahwa globalisasi tidak hanya sekedar yang ada disana tetapi sudah merasuk dialam bawah sadar kita.&lt;br /&gt;Tidak ada kata lain untuk melawannya hanya dengan sebuah penyadaran-penyadaran melalui lembaga pendidikan atau lembaga-lembaga lainnya, sebuah forum-forum kecil maupun besar, sebuah komunitas-komunitas kecil maupun besar, penyadaran dalam kerangka individu sebagai agen perubahan, penyadaran dalam kerangka manusia sebagai seorang pemimpin dan dalam kerangka-kerangka lainnya.&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Ketika pada tingkatan penyadaran tersebut sudah terselesaikan atau minimal sudah ada proses yang mengarah, maka hal yang kemudian harus dibentuk adalah sebuah bangunan system yang kuat, baik kuat dalam pengertian menguasai di sector manapun maupun kuat dalam kerangka proses transformasi nilai-nilai idealis yang di anut secara kontinue yang selalu melandasi setiap gerak organisasi dan gerak personal sebagai bagian dari lembaga.&lt;br /&gt;Perubahan tata kepemerintahan dari sentralisasi ke desentralisasi, selain menjadi boomerang bagi negara karena mengarah ke federalis, tetapi sisi lain juga membawa angin segar untuk menuju negara yang demokratis. Hal yang kemudian harus di persiapkan ketika masing-masing daerah punya kekuasaan dan keleluasaan, ketika kewenangan pusat sudah pindah ke daerah, ketika agen global sudah mudah masuk ke derah-daerah, adalah penataan. Karena kondisi ini akan lebih mudah bagi sebuah komunitas, sebuah jejaring, sebuah lembaga dan sejenisnya dari apapun dan dari manapun untuk menguasai, untuk membentuk sebuah kekuatan local, sehingga harus disadari berangkat dari kenyataan ini adalah bukan sebuah pilihan untuk bergerak dan membangun system tetapi adalah sebuah keharusan guna mentransformasikan gagasan dan nilai-nilai kebenaran yang di anut.&lt;br /&gt;Berangkat dari sebuah pembacaan di atas dan sebuah keharusan bergerak, guna melestarikan budaya-budaya yang dianggap benar dan mentransformasikan nilai-nilai yang dianut maka sangat dibutuhkan komitmen bersama untuk membentuk dan membangun system tersebut. Sebuah system yang harus di ciptakan dan di design secara komprehensif, baik system ekonomi, system pendidikan, system structural, system cultural, sistem nilai dan system-system lainnya.&lt;br /&gt;Pada konteks Al Falah, sebagai sebuah lembaga pendidikan yang mempunyai visi dan misi, yang mentransformasikan nilai-nilai yang dianggap benar, tidak ada kata lain selain sesegera mungkin membangun sebuah system. Dengan bermodalkan sumber daya manusia / kader (sebuatan untuk siswa, santri, alumni al falah) baik yang masih belajar maupun kuliah ataupun alumni dan bekerja, yang ada di local luwu atau sudah tersebar ke pulau-pulau lain, yang mempunyai ikatan emosional, ikatan nilai-ni
